Berbeda pula dengan Ervin yang baru saja tiba di rumahnya. Mama Ratu langsung terlihat menyambut putranya itu.
“Ervin! Ibu dari Emilie menghubungi Mama loh! Mama senang banget!” seru Ratu, ibunda dari Ervin yang terlihat begitu bahagia.
Ervin seketika mengerutkan keningnya. Entah hal apa yang membuat Mama nya itu terlihat begitu bahagia.
“Katanya Emilie sangat senang dengan kamu dan ingin mengadakan pertemuan kedua.” Sambung Ibu Ratu dengan bersemangat. Akhirnya dari puluhan bahkan hampir ratusan wanita sudah ia jodohkan dengan putra semata wayangnya itu. Tetapi tidak ada satupun yang berhasil. Dan ini adalah pertama kalinya keluarga dari pihak wanita yang menghubungi mereka kembali.
Ervin dan Milo langsung saling menatap, bukan karena perihal adanya pertemua kedua. Tetapi yang membuat mereka bingung adalah Ibunya itu menyebutkan nama Emilie. Nama wanitay ang langsung kabur setelah melihatnya. Apa masuk akal wanita yang sudah kabur akan berinisiatif melakukan pertemua kedua.
“Emilie? Ibu yakin namanya Emilie?” tanya Ervin.
“Tentu saja, lalu siapa lagi kalau bukan Emilie? Bukannya terakhir kali kamu bertemua dengan Emilie?” penuturan Mamanya membuat kepala Ervin harus bekerja keras untuk mencari di mana titik ketemuanya.
“Sepertinya Mama belum tahu apa yang terjadi. Dan kalau memang benar Ibu mereka yang menghubungi. Artinya, ini adalah rencana kakak adik itu tanpa sepengetahuan orang tua mereka.” Pikir Ervin mencari jalan keluar.
“Tunggu, tapi terakhir kali di lif Belviana katakan kalau tidak akan ada pertemua kedua?”
“Ahh sial! Ini benar – benar membingungkan…!”
“Ervin…! Ervin!” Ratu memanggil putranya itu tapi Ervin seperti larut dalam pikirannya.
Hingga… Plak!
Ratu menepuk lengan Ervin hingga pria itu kembali tersadar.
“Iya ma?”
“Bagaimana? Kamu mau kan?” desak Ibu Ratu.
“Hmm, baiklah ma. Nanti aku akan atur restaurant tempat untuk kami bertemu.” Balas Ervin yang tidak menolak pertemua kedua ini.
“Ok!” seru Ibu Ratu bahagia. Lalu pergi kembali ke dalam kamarnya di lantai dua.
Milo segera mendekat ke arah Tuan Mudanya itu. “Tuan, sebenarnya apa yang terjadi?”
“Aku juga bingung, sepertinya ada yang tidak beres. Tapi kita pasti akan mendapatkan jawaban setelah pertemuan ini.” Ujar Ervin yang tidak sabar melihat wajah asli Emilie.
“Iya Tuan, aku setuju. Karena dengan jelas tadi Nona Belviana mengatakan kalau tidak akan ada pertemuan kedua.”
Ervin mengangguk.
“Jadi, apa Tuan akan tetap datang dengan penampilan seperti biasanya atau?”
“Tentu saja… Kalau kita menunjukkan wajah asli kita sedangkan lawan kita juga masih memakai topeng. Itu tidak adil, bukan?” smirk Ervin yang merasa perjodohan kali ini sungguh menarik.
“Jadi apa rencana Tuan?”
Ervin melangkah kakinya dan duduk di sofa. “Reservasi restaurant dan ambil ruang private seperti biasanya. Tapi jangan lupa cctv terus siaga. Aku tidak ingin melewatkan hal sekecil apapun.”
“Baik Tuan.”
Dan tibalah hari pertemuan kedua antara Ervin dan Emilie, begitulah yang di ketahui oleh kedua orang tua mereka kecuali Ibu Nia yang tidak rela putri semata wayangnya yang berharga jika menikah dengan pria cacat seperti Ervin. Meskipun Ervin adalah seorang CEO sekalipun.
Baginya, masih banyak CEO muda atau bahkan lebih tua dari putrinya pun yang bisa ia jadikan anak menantu yang layak.
Bukan hanya kaya raya, tetapi memiliki paras yang tampan dan pastinya sehat. Dia tidak rela jika Emilie harus menghabiskan hidupnya dengan pria seperti Ervin.
Dan di sinilah Belviana, wanita cantik itu memilih menggunakan kendaraannya sendiri. Karena dia tidak ingin jika hal yang sama harus terjadi kembali.
Belviana melihat ponselnya. Dan membaca pesan yang dikirimkan oleh Emilie yang memberitahukan nama restaurant, di mana dia harus kembali menemui Ervin.
“Hahh… Aku cukup bersikap seperti biasa saja.” Gumamnya pelan sambil menyetir kendaraannya, masuk ke dalam halaman Restaurant mewah di depannya.
Dan begitu Belviana memakirkan kendaraannya, dia tiba – tiba teringat akan satu hal. “Tunggu! Apa memang Kak Ervin benar – benar tidak tahu siapa yang mau di jodohkan dengan dirinya? Atau hanya asumsi dari Kak Emilie saja?”
“Astaga! Sungguh membingungkan!” gumamnya lalu memarkir kendaraannya dengan baik.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
Wiek Soen
lanjut bel bikin si Emilia menangisi darah
2024-02-11
1
Syaiful Amri
manggilnya mama atau ibu sih ervin??
2024-02-04
0
Novi Pokio
yach,,, semuanya pada jadi bingung dech,,,
2024-01-30
0