Sedangkan di sebuah Hotel yang letaknya tidak cukup jauh dari tempat pertemuan tadi, Emilie sudah menghampiri kekasihnya yang sudah menunggunya dari tadi di Lobby Hotel. Karena suatu alasan kekasihnya itu mengubah tempat janji mereka dengan berada di Hotel ini.
Emilie tersenyum lebar mendapati kekasih tampannya, bertubuh atletis dan tinggi bak model. “Hah ! Pria seperti inilah yang tepat untuk wanita cantik seperti aku ! Bukan pria cacat seperti tadi !”
Pria tampan yang sedang duduk itu langsung berdiri dan tersenyum lebar menyambut Emilie, “Hai sayang… Aku begitu merindukanmu !” sambutnya.
Emilie tersenyum dan masuk ke dalam pelukan kekasihnya. “Aku juga rindu sama kamu kak Ryan !” ucapnya dengan manja.
“Mau makan di Restaurant atau di… ?” Ryan menggantung pertanyaannya dan menatap Emilie dengan senyuman manisnya.
Emilie tersipu malu dengan rona merah di pipinya. Bergelayut manja di lengan Ryan, “Dari kak Ryan mau di mana aja…” ucapnya dengan nada mendayu – dayu.
Ryan dan Emilie sudah berpacaran lebih dari tiga tahun. Dimana sejak dia menjadi model dan Ryan adalah salah satu Manajer di salah satu perusahaan yang bergerak di dunia hiburan.
Ryan terkekeh melihat tingkah manja kekasihnya itu, lalu memanggil seorang pelayan. “Dua jam lagi antarkan satu set hidangan ini dan antarkan ke kamar 203,” ujar nya sambil menunjuk di buku menu.
“Baik Pak…” balas pelayan wanita dengan sopan.
Pria bertubuh tegap itu membawa wanitanya, “Jadi, bagaimana perjalanan kamu di Jepang? Semuanya lancar?”
Emilie tersenyum, “Iya sayang, semuanya lancar berkat kamu. Terima kasih ya!”
“Hmm, syukurlah. Lalu apa hadiah untukku?”
Emilie sedikit berjinjit dan berbisik, “Spesial….”
Ryan terkekeh puas. “Hmm, baiklah… Aku tidak sabar menantikannya…”
Ting!
Emilie dan Ryan keluar dari lift lalu menuju kamar yang sudah Ryan pesan.
Bip bip bip
Ceklek
Ryan membuka pintu kamar hotel tersebut dan menarik Emilie masuk ke dalam pelukannya.
“Uhm, aku rindu sayang,” pria itu pun mencumbu kekasihnya itu dan membawanya perlahan ke arah tempat tidur yang berukuran king itu.
Emilie membalas peraduan bibir dari kekasih tampannya.
“Uhm, sayang…” le nguh manja Emilie mendapatkan perlakuan yang begitu dahsyat dari Ryan.
Wanita cantik itu kini sudah terlen tang di atas tempat tidur, memasrahkan dirinya untuk sang pujaan hatinya.
Ryan menyeringai, “Sepertinya kamu sudah sangat te ran sang sayang,”
“Iyahh sayang… Cepatlahh… akuhh sudah tidak sabar… ahhh…” suara manja Emilie menggoda Ryan. Dengan de sa han berat nya.
Ryan men ji lat bibir nya siap menyantap hidangan yang ada di depan matanya. Pria itu langsung membuka pakaiannya tak bersisa, begitu juga dress yang di kenakan Emilie. Wanita cantik nan seksi itu sudah lagi tidak mengenakan sehelai benang pun.
“Damn! Emilie! Kau sungguh liar sayang!” suara serak Ryan begitu Emilie membuka lebar kedua kakinya, memperlihat miliknya yang sudah bersih ia waxing saat dirinya keluar negri.
“Ini hadiah ku untukmu sayang…” ucap Emili manja sambil mengu sap miliknya sendiri.
Ryan yang sudah sangat ber ga irah langsung saja menin dih tubuh Emili dengan kasar.
“Yah… Lagi sayang… ohh.. oh… Yess please!” suara manja Emilie terus terdengar.
Tubuhnya sudah di bolak balik oleh Ryan, entah sudah berapa banyak gaya yang mereka lakukan. Saling mencum bu dan berbagi keringat.
Emilie tiada henti bmenjerit penuh nik mat atas permainan kekasihnya yang begitu dahsyat. “Hah! Pria lumpuh itu tidak mungkin bisa memberikan kenikmatan seperti ini untukku!” cibir Emilie dalam hati dengan mulut terbuka.
Bunyi ponsel Emilie terus berdering namun wanita yang tengah menikmati waktu panas dan penuh peluh keringat bersama sang kekasihnya itu mengabaikannya. Dia tidak peduli apa yang terjadi.
Dia hanya ingin melayani dan di layani oleh pria tampan dan rupawan nya ini.
Begitu banyak teman – teman modelnya yang mendambakan kekasihnya, tetapi dialah yang menjadi kekasih tercinta dari Ryan. Dialah wanita yang terpilih. Dan dari semua itu, dia mendapatkan akses vip baik dalam hal karir mau pun fasilitas di agensinya.
“Ohh ohh ! Ryan !! Ahhh !” teriak Emilie dengan mengunci tubuhnya mencapai puncak, Ryan tidak berhenti hingga pria itu berseru, “Buka mulut mu Emilie!!” Dan mencabut miliknya dengan cepat naik ke wajah Emily dan mengarahkan miliknya ke mulut wanita yang ada di bawahnya. “Arggh!” serunya puas.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
Carlina Carlina
dasar jablayyy😡😡😡😡
2024-05-06
0
Ranny
Masya Allah ternyata Emilie wanita murahan ya
2024-01-28
1
Isabela Devi
nnti jg ga emili sama kekasih ya itu
2024-01-25
0