“Apaaaa???!!! Kenapa Ibu mengambil keputusan seperti itu?!” pekik Emilie begitu mendengar sang Ibu akan melakukan pertemua kedua dengan Ervin.
Nia terkejut melihat ekspresi Emilie, “Memangnya kenapa? Bukannya pertemuan kalian semalam sangat baik? Kamu sampai tidak pulang semalaman, dan kamu sendiri yang bilang kalau pertemua kalian berdua sangat lancar!”
“Astaaaaggggaaaaa Ibu!!! Ibu tanya ke aku di saat aku lagi ngantuk berat! Pokoknya Emilie gak mau ketemua sama si buruk rupa itu!” seru Emilie sambil menghentak – hentakan kakinya di lantai karena kesal.
“Bu… buruk rupa?? Apa maksud kamu !” raut wajah Nia tiba – tiba saja pias mendengar ucapan putrinya.
Emilie melihat kiri dan kanan lalu menarik sang Ibu, “Ayo kita ke dalam kamar ku Ibu…” Nia pun mengikuti langkah putri kesayangannya itu.
“Jelaskan apa maksud kamu berkata seperti itu!” cecar Ibu Nia kepada Emilie.
“Jadi begini bu… Waktu datang aku kaget banget ada pria yang duduk di kursi roda dan ternyata itu adalah Ervin.”
“Lalu bukan hanya cacat kaki, ternyata di bagian wajahnya juga ada bekas luka yang cukup besar dan sangat menjijikkan.”
Nia membelalakkan matanya, “Lalu apa maksud kamu semua nya berjalan lancar?!”
“Hahhh!” Emilie menghela nafas. “Pas aku lihat si Ervin seperti itu, langsung aku sodorkan si Belviana karena ingat kata Ibu kalau si Ervin belum kenal aku.”
“Aku bilang kalau Belviana adalah wanita yang di jodohkan dengan Ervin,” sambung Emilie.
“Lalu bagaimana si Belviana?”
“Pertama dia nolak, tapi aku bujuk seperti biasa.” Jelas Emilie sambil tersenyum sumringah memainkan kedua alisnya.
“Dan berhasil?” tanya Nia.
“Tentu saja Ibu!”
“Tunggu, tapi kenapa semalam dia bilang kalau pertemuannya juga lancar, bahkan dia di antar langsung oleh Ervin. Bagaimana bisa Ervin menyetir padahal dia kan lumpuh?” Nia kembali mencecar Emilie.
“Eh serius? Dia sampai mau di antar segala? Ckckckck! Kayaknya yang bawa kendaraan pasti si asistentnya yang ganteng itu,” Emilie tersenyum membayangkan wajah pria yang kemarin membuka pintu ruangan.
“Asistent tampan??” tanya Nia yang lagi – lagi penasaran.
“Iya Ibu! Asistentnya sangat tampan, mungkin si aisstentnya itu yang lebih pantas menjabat jadi CEO dari pada si Ervin!” tukas Emilie mengutrakan isi hatinya.
“Hahh…! Lalu kamu semalam kemana?!” tanya Nia memicingkan matanya.
“Itu.. Aku pergi ada urusan untuk pemotretan Ibu,” kilah Emilie.
Nia menatap dalam manik mata putrinya, “Benar? Kamu bukan pergi dengans si manajer itu lagi?!”
“Ibu apa sih! Kak Ryan itu udah banyak bantuin aku loh di dalam pekerjaan aku! Bahkan kemarin saja aku bisa ke luar negeri karena dia! Dan kali ini di ajanji mau kirim aku ke Paris! Apa kurangnya Kak Ryan sih!” protes Emilie dengan kesal, karena sang Ibu lagi – lagi seperti ini.
“Ck! Meskipun begitu dia hanya seorang manajer! Kamu bisa dapat jauh lebih baik! Lihat Ibu yang bisa menikahi Ayah kamu! Ayah kamu itu seorang CEO ternama padahal Ibu hanya seorang sekretaris saat itu!”
“Jadi kalau kamu mau jalan sama si manajer itu, cukup manfaatkan saja! Jangan di bawa serius!” tukas Nia.
“IShhh Ibu gimana sih! Udah lupain dulu. Sekarang yang lebih utama itu bagaimana Ibu batalin janji dengan tante Ratu!”
Nia menghela nafas kesal, “Ck! Itu karena kamu juga yang tidur seperti kebo! Ibu jadi salah paham!” Nia pun ikut kesal menatap sang putri kesayangannya itu.
“Ya sudah Bu, suruh si Bebel aja, kan sejak awal dia yang bertemu dengan si Ervin. Jadi tidak ada masalah kan?”
Tap!
“Lalu bagaimana dengan ayah kamu yang tahu masalah ini?!” seru kesal Nia.
“Masalah itu nanti saja Bu di pikirkan. Selama pertemuan mereka baik – baik saja, ya biarin aja. Jadi kan bagus kalau akhirnya si Bebel yang berjodoh sama si cowok lumpuh dan cacat itu!” terang Emilie tersenyum menyeringai.
Nia pun ikut tersenyum, “Hmm… Ide yang bagus! Masalah ayahmu nanti biar Ibu yang urus!”
“Siapa dulu dong! Anak ibu!!!” seru Emilie tertawa renyah.
Kedua anak dan ibu itu pun tertawa memikirkan ide gila mereka untuk mengorbankan Belviana atas perjodohan tersebut. Memasangkan Belviana dengan seorang CEO tapi cacat fisik pasti membuat gadis itu menderita.
Tetapi mereka berdua tetap bisa menikmati kemewahan tersebut sebagai seorang Ibu dan saudara dari Belviana.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
Wiek Soen
ternyata oh ternyata sama2 ular
2024-02-11
0
Titik Martiyah
ternyata watak liar emili diturunkan dari maminya...
2024-02-05
3
Novi Pokio
emang yach buah jatu beneran ngga mau dari pohon 🙄
2024-01-30
0