“Belviana…. Ada yang ingin menemui kamu… beliau menunggu di depan,”
“Ah iya, terima kasih.” Ucap Belviana lalu keluar menemui sesorang yang di katakan salah satu staf tadi.
Begitu berada di depan ruangan, dia mendapati Milo yang sedang berdiri dan melambaikan tangannya. “Pak Milo?” gumamnya pelan. Belviana kemudian bergegas menghampiri pria tersebut.
“Siang Nona Belviana…” sapa Milo dengan sedikit menundukkan kepalanya.
“Siang juga Pak Milo, “ balas Belviana yang turut menundukkan kepalanya.
“Ada apa Pak? Katanya Pak Milo mencari saya?” tanya Belviana.
Milo tersenyum kecil, “Iya Nona, saya baru saja berbicara dengan kepala Manajer di sini. Seperti nya dia masih membutuhkan jasa anda.” Jelasnya.
“Maksud anda Pak Ryan? Tapi Pak Ryan belum menghubungi saya Pak…” balas Belviana.
Milo terlihat berpikir, “Hmm, padahal dia bilang akan berbicara dengan Nona.”
“Mungkin beliau sedang sibuk, Pak.” Ucap Belviana berpikiran positif.
Milo mengangguk pelan, “Bisa jadi. Tapi bagaimana menurut Nona kalau kontrak anda di perpanjang?”
Belviana tersenyum, “Tentu saja saya senang Pak. Artinya saya bukan seorang pengangguran sebentar lagi,”
“Hahahha… “ jawaban Belviana yang tidak di duga – duga membuat Milo tertawa. Keakraban Milo sang Asistent Direktur utama dan seorang Wanita membuat beberapa mata tertuju kepada mereka berdua.
“Wah, Pak Milo dengan Bu Belviana terlihat begitu akrab, apa mereka berpacaran??” gumam salah satu staff wanita.
Di saat sudah mulai ada desas desus. Milo pun berpamitan ke Belviana. “Baiklah Nona, saya pamit undur diri.”
“Sekali lagi terima kasih Pak Milo,” ucap tulus Belviana dan sedikit menundukkan kepalanya.
Begitu Belviana masuk kembali ke studio, tiba – tiba ia di panggil lagi oleh kepala manajer. Dengan wajah bahagia, Belviana melangkahkan kakinya. Karena tahu apa yang akan di bicarakan.
“Permisi, saya ingin bertemu Pak Ryan.” Sapa Belviana ke sekretaris yanda ada di depannya.
“Oh Ibu Belviana? Silahkan Bu…” jawab sekretaris wanita tersebut dengan ramah.
“Terima kasih,” Belviana pun berjalan ke ruangan Ryan yang merupakan manajer di divisi ini.
Tok tok tok
“Masuk…” terdengar suara pria yang pernah Belviana temui saat ia melakukan kontrak pertama kali.
Belviana membuka pintu dan masuk ke dalam, “Selamat siang Pak Ryan,” sapanya dengan sopan.
“Hai Belviana, tidak perlu sungkan seperti itu. Silahkan duduk!” seru ryan dengan semangat. Ryan sendiri cukup terkejut akan permintaan Milo yang merupakan bawahan langsung dari orang nomor satu di perusahaan ini.
“Terima kasih Pak,” balas Belviana yang tidak memudarkan senyuman dari wajahnya.
Tapi begitu lihat Belviana saat ini, dia menjadi paham. “Hmm… Pantas saja! Belviana memang sangat cantik! Bahkan di antara wanitaku belum ada yang secantik wanita ini,” gumamnya dalam hati melihat Belviana dari ujung kaki hingga ujung kepala.
“Jadi ini wanitanya Pak Milo?!” pikirnya.
“Belviana, aku sangat suka dengan kinerja kamu di perusahaan ini, ini adalah surat perjanjian kontrak baru untuk satu tahun ke depan. Kamu silahkan baca dulu, kalau ada yang tidak kamu setujui, bisa kamu katakan.” Ujar Ryan sambil memberikan map berwarna biru.
Belviana meraih map yang di berikan, “Terima kasih atas pujiannya Pak Ryan, saya senang jika saya senang karena sudah mengapresiasi hasil kerja saya. Bahkan anda menawarkan kontrak selama setahun.”
“Hmm… Itu karena pekerjaan kamu sangat bagus Belviana.” Ucap Ryan yang tidak lepas menatap Belviana yang tengahs erius membaca kontrak.
Pakaian Belviana yang begitu tertutup tetapi tidak menutup keanggunan wanita ini. Aura yang di pancarkan begitu kuat. “Shit! Pasti dia memiliki tubuh yang begitu indah! Lihat saja punggung tangannya yang begitu putih…!” gumam Ryan yang pikirannya sudah semakin liar.
“Semuanya sudah oke Pak Ryan,” sebut Belviana dengan senyuman manisnya dan menaruh map tersebut di atas meja.
“Syukurlah, silahkan tanda tangan.” Jawab Ryan memberikan pulpen ke Belviana dengan mengambil kesempatan mengusap tangan Belviana.
“Terima kasih Pak,” Belviana tanpa curiga pun mengacuhkan tindakan Ryan lalu kembali fokus membubuhkan tanda tangannya di surat kontrak tersebut.
Belviana pun memberikan map tersebut kepada Ryan. Lalu Ryan dengan penuh wibawa juga membubuhkan tanda tangannya. Dan dia mengulurkan tangannya, “Senang bekerja sama dengan kamu Belviana,” ucapnya.
Belviana pun menyambut uluran tangan tersebut. “Terima kasih Pak,” ucap nya tulus.
Namun tanpa Belviana duga, Ryan pun menurunkan kepalanya dan mengecup punggung tangannya. Dengan spontan Belviana menarik tangannya.
“Ah maaf. Saya terbiasa dengan para model di sini. Itu cara kami untuk mengakrabkan diri.” Ujar Ryan tanpa merasa bersalah.
“Dan maaf saya tidak terbiasa akan hal seperti itu.” Balas Belviana dengan sedikit menunduk.
“Maaf sudah membuat kamu tidak nyaman,” ujar Ryan dengan cepat. Biar bagaimana pun Belviana adalah titipan langsung dari Pak Milo.
“Baik Pak, dan saya pamit lebih dulu. Karena tim saya masih membutuhkan saya di studio.” Pamit Belviana dengan sedikit menundukkan kepalanya lalu berbalik meninggalkan ruangan.
“Ahh Sial!! Dasar sok jual mahal! Mentang – mentang dia adalah titipan Pak Milo! Ck! Lihat saja! Kamu akan bertekuk lutut dan naik ke atas ranjangku seperti para model – model di sini!” seringai Ryan begitu Belviana menutup pintu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
Wiek Soen
dasar mata keranjang tuh Ryan
2024-02-11
1
🍁Ang💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪③❣️
gak semua cewek gampangan om Ryan ... jgn menyamakan dengan mereka
2024-02-05
0
anita
jgn mcm2 ryan sdikit sja belviana lecet hncur karir kamu
2024-02-01
0