“….”
“Ahh… Malunya…” gumam Belviana tertunduk karena perutnya menyanyi di saat yang tidak tepat.
“Semoga kak Ervin tidak mendengarnya. Argg !! Aku benar-benar malu…!” gumam Belviana pelan dan melirik sesaat ke Milo yang menahan senyum.
Ervin yang tadi ingin marah langsung terdiam mendengar suara perut Belviana. Apa yang ingin dia ucapkan tiba-tiba menguap begitu saja.
Ervin berdehem, “Hmm… Sudahlah.. Aku sudah sangat lapar ! Lanjutkan makanmu dan kita pulang !”
Belviana hanya mengangguk pelan.
Akhirnya mereka makan dalam diam, hingga waktu pun berlalu dengan cepat. Wanita cantik itu benar-benar menghabiskan makanannya.
Belviana lalu menulis, ‘Terimakasih untuk makan malamnya kak,’
“Hemm..” balas Ervin singkat dan melihat jam tangan.
“Kamu pulang saja, ini sudah cukup malam.” Ujar Ervin.
‘Baik kak, sekali lagi terima kasih.’
Belviana pun berdiri dan sedikit membungkuk untuk pamit. “Aku permisi Kak Ervin, Pak Milo”
Wanita cantik itu pun keluar dari ruang private Restaurant tersebut.
Begitu pintu tertutup, Ervin menghela nafas kasar. “Dasar wanita ANEH !!”
“Pfttt… Dia wanita pertama yang tidak kabur dari perjodohan anda Pak Ervin.” Ujar Milo menahan tawa.
“Hmm benar, dan kau tahu kan kalau dia bukan wanita yang seharusnya bertemu denganku. Tetapi wanita yang kabur itu, yang sebenarnya wanita yang di jodohkan oleh Ibu.”
“Iya benar Tuan, lalu kenapa Nona Belviana ikut berbohong ?”
“Hahh !! Entahlah ! Ayo kita pulang,” ujar Ervin sudah lelah untuk berpikir.
Milo pun langsung meraih kursi roda Ervin dan mendorongnya.
Dan saat berada di luar restaurant, Ervin melihat Belviana masih berdiri di depan pintu Restaurant.
“Pak, bukannya itu Nona Belviana ?” Milo menunjuk wanita cantik bergaun biru navy itu.
Meskipun tampak belakang, mereka berdua bisa mengenali sosok wanita cantik itu.
“Hem..” jawab Ervin singkat.
Mereka berdua pun berjalan. Milo mendorong kursi roda dan menuju ke petugas valet untuk mengambil mobil mereka.
Setelah itu, Milo langsung saja mendorong kursi roda menghampiri Belviana. “Hei, kau mau ke mana ?”
“Ke Nona Belviana,”
“Untuk apa ?”
“Putar ba – “
“Eh Kak Ervin ? Pak Milo ?” terlambat sudah, Belviana sudah melihat dan menyapa mereka berdua.
“Halo Nona Belviana. Kenapa anda belum pulang ?”
“Halo Pak. Aku menunggu Kak Emilie menjemput saya, Pak.” Jawab Belviana.
Milo mengangguk paham. “Apa masih lama ?”
“Kurang tahu Pak, karena Kak Emilie belum menjawab. Tapi tidak masalah. Mungkin sebentar lagi Kak Emilie memberi kabar.”
“Baiklah kalau begitu.”
Sedangkan Ervin hanya diam seolah tidak mendengar perbincangan mereka berdua.
“Apa dia bodoh ? Kenapa tidak bawa kendaraan sendiri !” batin Ervin mendengus.
Kemudian Belviana mencoba menghubungi Emilie kembali, namun tidak kunjung di angkat oleh saudara perempuannya itu.
Lima menit berlalu, mobil Ervin pun sudah tiba.
“Pak, ini kuncinya.” Sapa petugas Valet memberikan kunci mobil kepada Milo.
“Ok Terima kasih !” ujar Milo dan memberikan selembar uang biru sebagai tip.
“Terima kasih banyak Pak !” balas petugas tersebut dengan wajah sumringah.
“Kalau begitu saya dan Pak Ervin duluan pamit,” ucap Milo.
“Ah iya Pak,”
“Kamu belum pulang ? Ini sudah sangat larut ?” sela Ervin tiba-tiba.
“Ah iya, Kak Ervin sedari tadi tidak mendengar percakapanku dengan Pak Milo,” gumam Belviana pelan. Kemudian dia mengetik dengan cepat di ponselnya dan memberikannya kepada Ervin.
‘Aku menunggu Kak Emilie, Kak Ervin pulang saja lebih dulu untuk beristirahat (emote smile)’
Ervin kemudian menatapnya kembali, “Sampai jam berapa ?”
Belviana langsung berjongkok di depan Ervin, menyamakan posisi mereka. Kemudian dia meraih ponselnya kembali. Tentu saja membuat Ervin sedikit kaget.
‘Belum tahu kak, kalau memang masih lama. Aku bisa pesan taksi online’
“Kenapa tidak memakai kendaraanmu sendiri ?”
‘Aku tidak tahu kalau Kak Emilie akan pergi meninggalkan aku….’ namun langsung dengan cepat Belviana menghapusnya kembali.
‘Merepotkan kalau tadi pisah kendaraan sama Kak Emilie’ setelah selesai mengetik, Belviana menyerahkannya ke Ervin. Tapi tanpa sepengetahuan Belviana, Ervin sudah membaca apa yang tadi Belviana ketik sebelumnya lalu menggantinya.
“Hmm.. Oke !”
“Kalau begitu selamat menunggu,” ujar Ervin santai. Belviana tersenyum dan memberikan jempolnya. “Oke kak !”
Dan pada saat dirinya hendak ingin berdiri, Belviana kehilangan keseimbangan, “Yakk….”
Grep !
Dengan cepat Ervin menangkap tangan Belviana sehingga wanita itu jatuh terduduk di pangkuannya.
Milo seketika terperangah dengan aksi atasannya itu.
“Wah… wah apa ini ??!” serunya dalam hati.
“Hufftt.. Hampir saja !!” gumam Belviana dan seketika sadar kalau kini dia berada di pangkuan Ervin. Dengan cepat dia berdiri dan membungkuk di depan Ervin.
“Maaf kak !!!”
“Hemm.. Dasar ceroboh !”
“Ayo Milo !”
“Baik Pak,”
Belviana menepuk keningnya sendiri karena kecerobohannya tadi. Kemudian dia kembali menghubungi Emilie. Namun tetap saja tidak diangkat oleh Emilie.
Sedangkan Ervin yang kini duduk di belakang, pikirannya menjadi kosong. Terpaan rambut Belviana tadi benar-benar tertinggal di panca inderanya.
“Tuan ?” tegur Milo.
“Hmm ?”
“Apa tidak masalah meninggalkan Nona Belviana ?”
“Sudahlah, jalan saja.” Tukas Ervin cuek.
“Baik Tuan,” kemudian Milo mulai melajukan kendaraannya.
Ervin sedikit menengok ke arah Belviana yang terlihat sibuk dengan ponselnya dan terlihat jelas raut wajah wanita itu sangat cemas.
“Ohh, itu mungkin taksi online yang di pesan Nona Belviana. Bersyukur masih dapat kendaraan, padahal sudah lewat jam 10 malam,” seru Milo sambil menunjuk acak kendaraan yang baru saja masuk ke halaman Restaurant, dan melirik ke arah spion melihat reaksi Ervin. Padahal dia pun hanya asal saja menunjuk kendaraan tadi.
“Semoga Nona Belviana dapat driver yang baik, karena akhir-akhir sangat banyak kasus driver nakal. Apalagi saat ini dia sendirian.” Sambung Milo.
“Ah sial kau Milo !! Putar balik mobil ke Restaurant !” seru Ervin dengan kesal.
Milo tersenyum, “Siap Pak !!”
Dengan sigap Milo memutar setir dan kembali masuk ke dalam halaman Restaurant. Belviana masih berdiri di depan pintu Restaurant.
Milo dengan sigap keluar dan menghampiri Belviana dan menawarkan tumpangan. Tentu saja Belviana menolak dengan sopan karena tidak ingin merepotkan.
Ervin yang dapat mendengar perdebatan tidak penting itu pun langsung membuka kaca mobil. “Masuklah !! Aku tidak ingin orang tuamu marah kepadaku kalau aku meninggalkan putrinya sendiri di sini !”
Belviana tersontak mendengar sura Ervin, setelah berpikir akhirnya dia pun menerima perkataan Ervin, “Hmm, baiklah.”
Milo kemudian berjalan terlebih dahulu dan membukakan pintu mobil untuk Belviana. “Silahkan Nona,”
“Terima kasih pak Milo,” Belviana pun duduk tepat di samping Ervin.
Kemudian dia kembali mengetik di ponselnya dan memberikannya ke Ervin sambil tersenyum.
‘Terima kasih banyak Kak’
“Hmm..”
......VISUAL......
...Ervin Kalandra
...
...Belviana Chandra...
...Emilie Chandra...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
H@£w∆ ©
ganteng nya 😍😍😍
jantung ku, tolong selamatkan.. 🤫
2024-02-20
0
NiedaSofian
Kayaknya tokohnya tertukar ya.. tokoh emilie imut2 gitu.. tokoh belvi dewasa bangat.
2024-02-06
0
🍁Ang💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪③❣️
Milo hemmm jadi inget minuman ku yg rasa coklat 🤣🤣🤣
2024-02-05
0