“Kak….” Gugup Belviana mendapati dirinya di duduk di pangkuan Ervin.
“Berhentilah meminta maaf seperti ini,” ucap Ervin lembut. Pria itu melingkarkan tangannya di perut Belviana, memeluk gadis cantik itu. “Aku berterima kasih karena kamu sudah melakukan hal yang tepat tidak menolak permintaan Emilie.”
Jantung Belviana berdegup cepat dengan perlakuan Ervin saat ini. Tangannya mengepal berada di sisi nya.
“Karena dengan itu, aku bisa mengenal wanita yang luar biasa sepertimu.”
Mendengar kata-kata Ervin, wajah Belviana memerah, seakan tersipu malu. Namun, di balik rasa malu itu, ada kebahagiaan yang tak terhingga. Ternyata tadi dia sudah salah paham.
Belviana bingung harus merespon seperti apa untuk perkataan Ervin. Detak jantungnya masih berkejaran. Jarak mereka saat ini membuat mereka bisa sama – sama dapat mendengarkan detak jantung mereka.
“Tapi maaf, jika calon suamimu ini bukan pria yang sempurna. Aku hanyalah pria –“
“SSsssttt….” Belviana memutar tubuhnya dan meletakkan jari telunjuknya tepat di atas bibir Ervin. “Jangan berkata seperti itu kak…” ucapnya sambil menggelengkan kepalanya pelan.
Tatapan mereka saling bertemu. Ervin tidak menyangka reaksi Belviana seperti ini. Pria itu dapat melihat ketulusan dari sorot mata indah wanita cantik di depannya ini.
Pandangannya menelisik manik indah Belviana yang berkilau, turun ke hidung mancung hingga kebibir nya yang sangat cantik.
Belviana dan Ervin saling menatap, terpesona oleh cahaya bulan yang memantulkan sinar lembut di wajah masing-masing. Atmosfer taman malam itu membuat suasana semakin romantis. Mereka terhanyut dalam tatapan satu sama lain, seolah dunia di sekitar mereka menghilang.
Entah siapa yang memulai, namun wajah mereka perlahan mendekat, seakan ditarik oleh daya tarik tak terelakkan. Jarak di antara mereka semakin mengecil, dan mereka hampir merasakan nafas satu sama lain. Hati mereka berdegup kencang, menantikan sentuhan yang akan menyatukan mereka.
Namun, tiba-tiba, suara keras yang tak terduga menggema di sekitar taman, membuat Belviana dan Ervin sama-sama kaget dan terlonjak. Mereka segera menjauhkan wajah mereka, merasa salah tingkah dan bingung.
“Ehhem… Ehhem…” dehem Ervin sambil mengalihkan pandangannya. Begitu juga Belviana yang merasakan wajahnya begitu memanas karena malu. Dia begitu malu menatap wajah Ervin saat ini.
Mereka mencoba mencari sumber suara tersebut, setelah beberapa saat, mereka menyadari bahwa suara itu berasal dari seekor kucing yang sedang berkelahi dengan kucing lain di dekat semak-semak. Membuat mereka berdua tertawa kecil.
Belviana yang hendak berdiri dari pangkuan Ervin. Langsung di tahan oleh pria itu. “Mau kemana?”
“Pindah ke bangku Kak, nanti Kak Ervin kecapean.” Jawab Belviana.
Ervin tersenyum. Bukannya mengizinkan. Pria itu melingkarkan kedua tangannya di pinggang Belviana dan berkata. “Biarkan seperti ini, sebentar saja.” Mengeratkan pelukannya.
Entah kenapa Belviana merasa hangat dan aman dalam dekapan Ervin.
Ervin menyandarkan kepalanya di punggung Belviana, menikmati kedekatan yang mereka miliki. Mereka berdua terdiam sejenak, meresapi perasaan yang memenuhi hati mereka. Di tengah keheningan malam, suara jantung mereka berdegup kencang, seolah berbicara dalam bahasa yang hanya mereka mengerti.
Belviana menutup matanya, merasakan kebahagiaan yang tak terhingga dalam pelukan Ervin. Mereka berdua tahu bahwa momen ini adalah awal dari banyak kenangan indah yang akan mereka ciptakan bersama. Dan di tengah kehangatan pelukan Ervin, Belviana merasa menemukan rumah yang selama ini ia cari, tempat di mana hatinya selalu ingin kembali.
Milo yang dapat melihat semua itu dari tempat ia memakirkan mobil tersenyum lebar, “Akhirnya kapalmu sudah menemukan penumpang, Tuan muda.”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
Carlina Carlina
aahhh milio cari lah pasangan mil biar ga iri🤭🤭🤭😂😂😂😂😂🤗🤗
2024-05-09
0
Wiek Soen
kok ikut senyum2 sendiri akiyu
2024-02-11
0
anita
q jd pnasaran gmn emily klo lihat wajah asli ervin ya
2024-02-01
0