Keesokan harinya, Belviana sedang bersiap – siap menuju Perusahaan Dream Entertainment. Karena hari ini syuting iklan terakhir dan bertanda berakhir pula kontrak kerja samanya sebagai penata gaya.
Dia memilih untuk bekerja sebagai freelancer dengan perusahaan – perusahaan yang membutuhkan jasanya.
“Kak Emilie?” seru Belviana begitu keluar dari kamar dan mendapati Emilie baru saja pulang.
“Ssssstttt… Jangan berisik…” desis Emilie menutup mulutnya sendiri dengan jari telunjuknya memberitahu kepada Belviana untuk diam.
Belviana langsung menutup mulutnya, “Ya sudah kamu pergi saja, aku mau masuk istirahat.” Ujar Emilie begitu melewati Belviana.
“Kak… semalam… - ”
“Nanti saja!” potong Emilie yang langsung melenggang masuk ke dalam kamarnya. Wanita itu tersenyum senang sudah mendapatkan kepuasan luar biasa dari pria perkasanya.
“Ahhh Ryan dia begitu hebat! Berapa kali ya semalam aku bergetar hebat di buatnya?” gumam Emilie yang langsung merobohkan tubuhnya di atas kasur.
Belviana hanya bisa menghela nafasnya pelan. Padahal dia ingin menceritakan kejadian semalam.
Begitu tiba di meja makan, hanya ada pelayan rumah yang sudah membersihkan meja. Ayahnya kemungkinan sudah pergi ke kantor. Sedangkan Ibu Nia sudah pergi ke pertemuan sosialitanya.
“Sarapan Non…” sapa Bibi pelayan rumah yang sudah sangat sepuh itu. Bibi yang dulu menjaganya dari kecil.
“Iya Bibi Kasih, dikit aja ya…” jawab Belviana lembut.
“Iya non…”
Seteleh menyelesaikan sarapannya, Belviana bergegas menuju ke kendaraan pribadinya. Mobil sedan berwarna putih, hasil kerjanya selama ini. Dia berhasil membeli mobil impiannya sendiri.
“Morning white…!” sapanya kepada mobil kesayangannya itu.
Wanita cantik itu dengan style kemeja satin berwarna biru navy dan celana berbahan kain berwarna putih terlihat begitu sempurna.
Wajah orientalnya yang kental dari sang Ibu, serta kulit Belviana bersih dan seputih susu. Membuat wanita cantik itu terus bersinar.
Belviana melajukan kendaraannya dengan kecepatan sedang, langsung menuju ke gedung tinggi milik Dream Entertainment.
“Hmm, sepertinya setelah ini aku harus memilih perusahaan mana yang aku harus ambil,” gumamnya sambil bersenandung, mendengarkan lagu Kpop kesukaannya.
This, that pink vеnom
This, that pink venom
This, that pink venom
Get 'еm, get 'em, get 'em
Straight to ya dome like woah, woah, woah
Straight to ya dome like ah, ah, ah
Tidak terasa tiga puluh menit perjalanan, kendaraan Belviana sudah masuk ke dalam basement gedung yan gmenjulang tinggi itu.
Dengan penuh semangat dan senyum ceria, Belviana membawa tas selempangnya yang kecil. Yang hanya memuat ponsel dan dompet kecilnya.
“Ok Perfect!” gumamnya setelah melihat penampilannya di cermin.
Belviana berjalan santai dan penuh percaya diri. Wanita cantik itu langsung masuk ke Lobby perusahaan dan menuju lift utama.
Terlihat ada dua pria tegap yang juga sedang menunggu lift. Belviana berdiri tepat di samping mereka.
Ting!
Pintu lift terbuka, kedua pria itu masuk ke dalam lift. Belviana pun ikut menyusul masuk. Dan betapa terkejut mereka bertiga begitu saling berhadapan.
“Eh Pak Milo?”
“Nona Belviana?” Milo juga ikut tersentak melihat Belviana yang kini ada di depannya.
Sedangkan Ervinyang berada paling depan menahan nafasnya, takut kalau dirinya di kenali.
Belviana tersenyum, lalu masuk ke dalam.
“Nona Belviana ada keperluan apa di sini?”
“Oh, saya di sini sebagai freelancer Pak, dan kebetulan hari ini sekalian mau selesaikan kontrak kerja sama.”
Milo mengangguk paham. “Ahh seperti itu,”
“Pak Milo sendirian dan ada urusan ya Pak di sini?” tanya Belviana.
“Ah…” Milo sedikit melirik sesaat kepada Ervin yang sedari tadi menjaga jarak. “Iya, dan sepertinya Nona Belviana tidak tahu kalau saya bekerja di sini ya?”
Belviana panik dan menutup meulutnya. “Opps… Maaf Pak… maaf… Saya tidak tahu…”
Milo tertawa kecil, “Wajar saja Nona. Karena saya bagian Office yang selalu berada di sisi Tuan Ervin.” Sambungnya.
“Hufft… Syukurlah,”
“Oh iya, saya minta maaf atas sikap kasar Tuan kemarin…”
“Eh? Kenapa dengan Kak Ervin? Tidak ada masalah apa – apa kok Pak. Sampaikan rasa terima kasih aku ke Kak Ervin sekali lagi ya Pak. Senang bisa bertemu dengannya dan…”
“Ehm, katakan pada Kak Ervin jangan terlalu khawatirkan masalah perjodohan.” Sambung Belviana.
Ervin yang mendengarkannya cukup shock dan menaikkan alisnya.
“Iya Nona, akan saya sampaikan.”
Ting!
“Kalau begitu saya turun duluan ya Pak…” pamit Belviana kepada Milo begitu lift berhenti di lantai 7. Milo sedikit menundukkan kepala sebagai jawaban.
“Hahhhhh!” suara nafas lega dari Ervin dan Milo begitu pintu lift tertutup kembali.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
🍁Ang💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪③❣️
blm waktu nya ketahuan 😁😁😁
2024-02-05
0
Novi Pokio
🤣🤣 takut ketahuan yach ervin
2024-01-30
0
guntur 1609
belvian terlalu polos. menfhadaoi ayahnya yg brengaek
2024-01-21
0