“Hufft! Syukurlah Nona Belviana gak kenal anda, tuan.” Hela nafas lega Milo.
“Hmm…” Ervin tadi sempat panik dan perlahan menjaga jarak dari Belviana dan memunggunginya.
Saat ini pria tampan itu memikirkan perkataan Belviana.
Ting!
Ervin dan Milo keluar dari lift, dan masuk ke dalam ruangannya yang berada di lantai 10.
Begitu duduk, Ervin melihat ke arah Milo. “Kamu cari tahu dia melakukan kontrak dengan tim iklan yang mana.” Titah Ervin.
Milo tersenyum, “Lalu Tuan? Setelah itu?”
“Hahh!” Ervin menghirup nafas dalam – dalam dan menghembuskannya dengan keras. Saat ini dia harus segera memberikan apa perintah selanjutnya kepada Milo. Keputusan apa yang akan dia lakukan ke depannya.
Di satu sisi dia ingin mengabaikan wanita itu, tapi ada sesuatu yang membuatnya penasaran.
“Hmm, perpanjang kontraknya.”
“Berapa lama Tuan?”
“Kamu saja yang atur Milo,” decak kesal Ervin melihat wajah Milo yang sangat mengesalkan.
Milo tersenyum dan menahan tawanya.
“Oke Tuan!”
Ervin menghempaskan tubuhnya dengan duduk di kursi kebesarannya. “Hahhhh! Kenapa juga aku peduli dengan wanita itu!”
“Setidaknya kalau seperti ini, dia di dalam pengawasan ku dan Milo, jadi kalau dia memiliki rencana akan langsung ketahuan!” gumamnya mencari alasan dengan memastikan apa tujuannya saat ini karena bertindak sudah terlalu jauh. Padahal mereka baru saja bertemu tadi malam.
“Hah… Kenapa aku bisa bertemu kembali dengan dia secepat ini!” keluh Ervin memijit keningnya. Saat ini bukan seperti dirinya. Ervin yang acuh kepada wanita.
Sedangkan saat ini Emilie sudah di introgasi oleh Ibunya. “Kamu dari mana? Tidak pulang semalaman?!”
“Apa kamu tahu, Ibu sampai bingung cari alasan kepada Ayahmu!” cecar Nia.
Emilie dengan wajah ngantuk tidak membalas perkataan sang Ibu. Tubuhnya sangat lelah saat ini karena semalaman sudah di gempur oleh sang kekasih. Namun tentu saja, sang Ibu tidak mengetahui hal tersebut.
Nia melarang Emilie berpacaran dengan Ryan yang hanya sekelas manajer. Bagi Nia, putrinya itu hanya tepat berpasangan dengan seorang pemilik perusahaan atau anak dari pemilik perusahaan. Seperti dirinya yang mendapatkan Chandra yang merupakan CEO sebuah perusahaan.
“Emilie!!” seru Nia menepuk pantat putri kesayangannya itu dengan gemas. Karena melanjutkan tidurnya.
“Aooo Ibu….. Entar aja ceritanya….” Gumam Emilie yang masih menutup matanya.
“Ck! Bagaimana pertemua kamu semalam? Semua berjalan lancar?”
“Hmm… sangat lancar bu…” jawab Emilie cepat agar Ibunya itu bisa membiarkan tubuhnya beristirahat. Karena sebentar siang dia ada pemotretan.
Nia tersenyum senang dengan jawaban putrinya itu. “Hmm… Ya sudah kamu istirahat saja…” ujar Nia lalu keluar dari kamar putrinya.
“Kalau begitu, aku harus menghubungi Ibu Ratu untuk membicarakan pertemuan kedua mereka. Lebih cepat lebih baik!” gumam Nia dan berlalu menuju ruang keluarga.
Nia merogoh ponselnya dan menghubungi seseorang yang tidak lain dan tidak bukan adalah Ibu dari Ervin.
Tuut tuuut tuutt
Tuttt tuuttt
“Halo…?”
“Halo Ibu Ratu. Maaf lancing menghubungi ibu lebih dahulu. Saya dapat nomor Ibu dari suami saya. Saya Istri dari Chandra. Yang putrinya melakukan pertemuan dengan putra Ibu.” Jelas Nia panjang kali lebar.
“Ahhhh… Iya… Halo Ibu Nia. Salam kenal. Terima kasih sudah menghubungi lebih dahulu… Ada urusan apa ya bu?” jawab Ratu dengan begitu lembut.
Nia tersenyum sumringah, “Hmm, begini Bu. Mengenai pertemuan berikut putra – putri kita yang kedua. Apa sebaiknya di percepat saja? Sepertinya pertemuan pertama berjalan begitu lancar.” Ujar Nia mengatakan maksud dan tujuannya menghubungi Ratu.
“Oh iya, padahal aku juga berencana seperti itu melihat putraku yang tidak berulah.”
“Berulah?” tanya Nia bingung.
“Hehhee… Tidak… tidak … lupakan saja bu…” sergah Ratu yang hampir saja membocorkan rahasia putranya itu yang sering mengerjai teman kencan butanya.
“Jadi, menurut Ibu Ratu kapan pertemua mereka yang berikutnya? Biar mereka bisa akrab dan mengenal satu sama lain?” tanya Nia. Kesempatan emas seperti ini, tidak mungkin Nia Lepaskan begitu saja.
Ratu terdiam sejenak. “Hmm, sebaiknya besok lusa saja. Sepertinya itu waktu yang pas, bertepatan dengan malam minggu. Jadi mereka bisa memiliki waktu yang panjang untuk mengobrol.”
Nia tersenyum sumringah, “Baik Ibu ratu. Saya setuju. Untuk tempat pertemuannya bagaimana?”
“Hmm, untuk tempat pertemuan akan saya hubungi anda kembali Ibu Ni.” Jawab Ratu.
“Baik Ibu, saya menunggu kabar anda.”
Mereka pun memutuskan sambungan telponnya. Nia tersenyum senang semua yang dia rencakan berjalan dengan lancar. "Sebentar lagi putriku menjadi pengantin dari seorang CEO muda yang begitu terkenal di kota ini!” gumamnya senyum – senyum sendiri membayangkan Emilie berdiri dengan gaun pengantin yang mewah di sisi pengantin pria yang begitu tampan dan rupawan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
Wiek Soen
bayanganmu mleset Bu Nia,🤣🤣🤣
2024-02-11
0
🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️
salah faham nih emak tiri 🤣🤣🤣
2024-02-05
0
Novi Pokio
wah gawat tuch Emilia, lanjut Thor,,,
2024-01-30
0