Nisha berada di rumah sakit, bekerja seperti biasanya.Tanpa ada kendala sedikit pun Bahkan dalam lingkungan pekerjaan,ia tak memiliki hambatan.Sudah 3 hari ini ia bekerja dengan baik,soal Bara ia bahkan tidak mendapatkan pesan atau pun panggilan darinya.Sepintas Nisha berpikir tentang Bara,lalu mulai mengabaikan saat pekerjaannya menghampiri.
Setelah jam kerjanya selesai,Nisha kembali pulang.Berjalan menyusuri koridor rumah sakit dengan hati yang tenang.seseorang telah memanggil namanya, membuat Nisha menoleh kearah belakang.
"Nish.... Nisha.... !!!"
Nisha menoleh dan tersenyum, "dokter..."
Rama menghampiri Nisha dengan membawa tas di tangan kirinya, sedangkan jas dokternya dia bawa di tangan kanannya.
"Hai...lama tidak bertemu... bagaimana keadaan mu..."
"aku baik-baik saja Dok... Bagaimana pembangunan klinik Dokter..."
"sempurna... desain yang kamu buat sangat bagus...dan sesuai dengan keinginan yang selama ini ada dibayanganku...oia...sisa komisi nya akan aku transfer besok... kamu tahu,aku banyak pengeluaran akhir-akhir ini...sabar yaaa..."
Nisha tersenyum senang, "tidak apa-apa dok...aku maklum itu,kau pasti banyak mengeluarkan dana untuk pembangunan nya...."
Alhamdulillah,9 juta akan masuk ke rekening ku besok,akan aku berikan kepada ibuk dan bapak ,Batin Nisha
"hari ini apa kamu ada jadwal praktek lagi..."
"Tidak...aku free, kenapa dok??"
"kita ke bioskop ya...ada film terbaru.aku ingin sekali menontonnya..."
"hmmm... baiklah..." ucap Nisha bahagia
"Baiklah... kalau begitu,aku akan menjemputmu nanti pukul 7...hari ini aku masih ada jadwal operasi .." ucap Rama
Nisha mengangguk,ia kemudian berpisah dengan Rama saat sudah diarena parkir.
...----------------...
Malam pun Tiba,Nisha sudah bersiap dengan pakaiannya.Tidak seperti ia sedang pergi bekerja,Nisha tampil santai, dengan memakai rok span jeans ⅞ berwarna light blue dengan model Korean style.Dan memakai kaos putih ketat berkerah V.rambutnyabia biarkan terurai lurus .
Bu tiwi masuk kedalam kamarnya Nisha, beliau terlihat kaget Dengan Nisha yang begitu sangat cantik,anak gadisnya ini terlihat lebih muda dari usianya.
"aduh..aduhh... cantik amat anak ibu... Parfum kamu juga wangi sekali... parfum mahal ini..."
Bu Tiwi memutari Nisha dengan tersenyum bahagia,Ini pertama kalinya Nisha memiliki style yang luar biasa.meski baju yang dikenakan tidak lah mewah dan mahal.tapi Gaya Nisha menunjukkan perubahan pada style sehari-hari yang ia pakai.
"Kamu akan keluar kemana??dia sudah menunggu mu dibawah..."
Nisha tersenyum malu, "Hanya nonton bioskop Bu...ibu tahu sendiri, Nisha bahkan tidak pernah menginjakkan kaki nisha di bioskop.. Nisha kurang suka dengan hal itu..tapi hari ini,Nisha harus menyukainya..."
"itu baru anak ibu.... sudah cepat sana turun..."
Nisha mengangguk,Ia kemudian memakai sepatu kets berwarna putih.Tak lupa ia membawa tasnya.
setelah kepergian Nisha Bu tiwi yang masih berada di kamar Nisha , tersenyum lega.Nisha anaknya kini bisa menikmati masa mudanya setelah selama ini berjuang untuk diposisi sekarang.dan sudah saatnya Nisha menemukan jodohnya.
Nisha menuruni tangga dan menuju keruang Tamu,ia mendelik kaget saat mendapati Bara berada di ruang Tamu bersama dengan Ayahnya.
Bara melihat kearah Nisha yang terlihat akan bersiap pergi, melihat kearah style Nisha yang sangat berbeda dengan biasanya.Terlihat cantik dan juga serasi.
"Kalian berencana pergi....aduuh.. Nisha.. tumbenan kamu cantik begini Nak..." ucap Pak Arman
Nisha terlihat kikuk, Matanya melihat kearah Bara yang menatapnya bingung.
"Tidak biasanya tampil seperti ini... Nak Bara juga tidak bilang bapak kalau mengajak Nisha keluar..."
Bara terlihat bingung dengan keadaannya saat ini, dia menunggu Nisha menjawab semuanya, Karena Dirinya tidak punya rencana apapun untuk keluar dengan Nisha hari ini.
"kita ...akan...pergi .." ucap Nisha tergugup
"Ke Bioskop,Pak...." ucap Bu Tiwi yang saat ini menghampiri mereka.
Nisha menoleh kearah ibunya,ia bahkan memberikan kode keras agar ibunya diam dan tidak berbicara keterusan.
Sedangkan Bu Tiwi yang tidak mengetahui arah ucapan Nisha hanya bisa meneruskan ucapannya.
"Tadi Nisha bilang kepada ibu diatas...jika Nak Bara mengajaknya nonton bioskop..."
Bara semakin kaget, bahkan dia tidak pernah berencana mengajak Nisha ketempat seperti itu.
"yaaa.. tidak apa-apa... sudah cepat berangkat sana...nanti biar tidak kemalaman kalau pulang..." ucap Pak Arman
Nisha melihat kearah Bara,Bara kemudian berdiri,mau tidak mau Dia akan menjalani apa yang dimau Nisha.
Saat berada di depan rumah Nisha,Bara membuka kan pintu untuk Nisha,Nisha kemudian masuk kedalam mobil Bara.
Bara menutupnya kembali,dia kemudian berjalan menuju ke kemudinya.Tapi saat dia hendak masuk, sebuah mobil mendekat kearah mobilnya.Bara sempat melihat dan kemudian masuk kedalam mobil.
Bara terduduk dan melihat seseorang yang keluar dari mobil,Nisha dibuat bingung kenapa Bara tidak menjalankan mobilnya,
Rama keluar dari mobilnya dan berjalan menuju rumah Nisha,dia bahkan masuk kedalam rumah Nisha dengan tenang.
Kini terjawab sudah arti dari semuanya,Nisha dibuat kaget karena maksud Bara tidak menjalankan mobilnya adalah untuk melihat seseorang yang masuk kedalam rumahnya.Nisha melihat dari jauh Rama berbicara dengan kedua orangtuanya,Nisha terlihat gelisah.Di samping ada Bara yang saat ini terlihat Datar.
"Apa kamu tidak ingin turun...Dia sudah datang..." ucap Bara
Nisha terdiam menoleh ke arah Bara, Wajah Bara terlihat begitu menyeramkan.Ia tidak pernah melihat Bara sedingin ini sebelumnya.
"aku hitung sampai 3.. kalau kau tidak turun maka akan kujalankan mobil ini..."
Nisha hanya bisa terdiam, wajahnya menatap lurus melihat Rama yang terlihat masih mengobrol dengan kedua orangtuanya,Rama terlihat serius berbicara dengan ayah ibunya.
"Satu....!!!! dua....!!!"
Bara kemudian menjalankan mobilnya dan menjauhi rumah Nisha .
Di perjalanan, tidak ada sepatah kata pun,Bara semakin menambah kecepatan mobilnya.Nisha terlihat khawatir,ia kemudian menoleh kearah Bara
"bisakah kau mengurangi kecepatannya !! ini sangat berbahaya!!" tegur Nisha
Bara menepikan mobilnya di pinggir jalan.setelah terhenti,Bara menoleh Ke arah Nisha yang melihat kearahnya juga.
"Jadi ini alasannya kau tampil cantik seperti ini... karena kamu punya rencana dengan pria lain disaat kamu masih memiliki hubungan dengan ku??" ucap Bara dengan nada sinis dan Dingin nya
Nisha masih terlihat Diam,ia melihat kemarahan di wajah Bara yang membara.
"kau bahkan tidak pernah sekalipun membalas pesan dan telepon dariku...kau tidak memiliki perasaan kepada ku.. !!! lalu kenapa kamu bersedia menjadi kekasih ku !!!" sentak suara keras Bara
"Kamu bilang apa???sejak kapan aku bilang bersedia menjadi kekasih mu . bahkan aku tidak pernah menjawab itu semua!!! kamu memiliki argumen sendiri dan mengambil keputusan mu sendiri tanpa persetujuan dariku,Dan sekarang seolah olah kamu merasa benar dan tersakiti oleh sikapku !!!! "
Bara speechless mendengar ucapan Nisha,Dia bahkan mengepal kan tangannya hingga terlihat buku putih jemarinya.
.
.
nah ..nah...nah... mereka bertengkar gengs.... menurut kalian yang mana yang perlu disalahkan dalam hal ini
a.Bara
b.Nisha
c.Author
eh ...eh... awas aja ya kalo author yang disalahin 🤭😅😅🔨
Instagram eunhyeayu90
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments