episode 4

keesokan paginya,Bara menggeliat dan merenggangkan otot-otot ditubuhnya,membuka matanya perlahan dan melihat jika dirinya saat ini berada di Kamarnya.Bara sempat berpikir, Bagaimana bisa dia sampai di rumahnya.Setelah berpikir,Bara mengingat jika Dia sempat bertemu Dengan Nisha saat diparkiran.Bara mengusap wajahnya.Dia merasa Jika terlihat buruk di mata wanita yang baru dikenalnya.

Bara kemudian Bangun dari tidurnya dan mengambil minum air mineral kemasan di kulkas di Kamarnya,ia meneguknya dan menutup botol itu kembali.

kenop Pintu kamarnya terbuka, Dan langkah kaki mendekat kearahnya,Bara menoleh dan tampak malas melihat ibunya berdiri menatapnya dengan tajam.

"sudah beratus kali kamu pulang dalam keadaan seperti ini...dan sampai kapan kamu akan menyiksa hati ibumu...!!!!"

"apa ibu tahu siapa yang mengantarkan aku pulang kemarin??" tanya Bara

Bu Hana terdiam, tidak seperti biasanya Bara menanyakan seseorang yang mengantarkannya pulang.Apakah saat ini Bara sedang memiliki ketertarikan dengan...

"kamu diantarkan seorang Wanita...apa kamu mengenalnya...apa kamu memiliki hubungan dengannya???"cecar bu Hana

Bara menghela nafasnya berat,Bara menduga jika Nisha lah yang mengantarkan dirinya ke rumah.Lalu ibunya apakah, Ibunya berbicara macam-macam dengan Nisha

"apa dia tidak mengatakan sesuatu??"

Bu Hana terlihat berpikir,sejak kapan Bara menjadi sangat ingin tahu tentang sesuatu, apakah benar dengan pemikirannya saat ini jika anaknya sedang memiliki ketertarikan dengan Dr Nisha.

"Dia tidak bilang apa-apa...dia bilang, kalian hanya berteman...dan karena teman mu tidak bisa mengantarkan..jadi Dia dengan inisiatif mengantarkan mu pulang....Sudah!! sekarang jawab ibu... sampai kapan kamu akan terus menjadi pemabuk seperti ini??Bara... kembali lah hidup sehat.. normal dan sesuai dengan usiamu...25 tahun .. seharusnya kamu bisa mencapai segala hal...."

Bara terlihat terdiam, tidak seperti biasanya ia akan membantah ucapan ibunya, untuk kali ini.Bara sedang merenungi hidupnya.

"ibu berharap kamu mendengar kan ucapan ibu..." ucap Bu Hana mengakhiri ucapannya.

Bu Hana pergi meninggalkan kamar Bara, Sedangkan Bara terlihat lebih tenang.entah mengapa dia menjadi kepikiran dengan Nisha semalam.

...----------------...

Di tempat klinik,Nisha sedang berada di ruangannya.Bekerja sebagai Dokter psikolog atau seorang psikiater diberbagai rumah sakit dan klinik, membuat Nisha kadang terlihat lelah . mengatasi permasalah orang,dan memberikan solusi yang terbaik untuk setiap pasiennya.Dalam kondisi apapun Nisha harus bisa memberikan pelayanan yang terbaik.meski hati fan pikiran nya tidak baik.

dering ponselnya berbunyi,Nisha melihat nama tertera di layar ponselnya.

"Ya halo.. dengan dokter Nisha di sini..bisa saya bantu..."

"saya sedikit memberikan kabar baik dokter..."

"iya..Bu Hana,kabar baik apa??" tanya Nisha

"Bara...tadi pagi, dia bangun... dia mendengarkan segala keluh kesah ku... biasanya..dia akan membantah dan tidak mau mendengarkan nasihat ku Dok..."

"syukurlah Bu Hana...saya ikut berbahagia.. setidaknya ada perkembangan dengan emosional Bara..."

"itu berkat Dokter ... Bara menanyakan siapa yang mengantarkannya pulang...dan terlihat ingin tahu tentang Dokter... biasanya, setiap bara mabuk, dia tidak akan perduli dengan orang yang mengantarkannya...tapi kali ini pertama kalinya Bara terlihat ingin tahu..."

Nisha tersenyum, "bu Hana sedikit lagi bersabar ya... saat ini Bara dalam fase pengalihan dengan masalahnya..Bara memiliki gangguan Stress related Disorder.. beberapa Trauma yang pernah dialaminya, tidak semua orang akan mendapatkan trauma itu ... kadang orang mampu menghilangkan itu dengan cepat..tapi Bara adalah tipe pemendam..jadi Dia butuh seseorang yang dipercaya untuk menjadi tempat penyampaian isi hatinya... mudah-mudahan dengan Bara mencari keberadaan saya...Bara sedikit merasa nyaman dan mau menyampaikan sesuatu agar beban masalahnya berkurang..."

"begitu kah Dok... syukurlah... aku sedikit tenang dok... terima kasih...aku harap dokter bisa membantu permasalahan Bara..."

"iya bu Hana...saya usahakan..."

"baik..dok.. terimakasih "

sambungan telepon Bu Hana terputus,Bara melihat ke layar ponselnya dan menghela nafasnya berat.

"Nisha...Kamu pasti Bisa..."

Nisha kemudian membuka laci di mejanya,ia melihat sebuah foto keluarga,Ada kedua orang tuanya,dan juga dirinya yang saat itu masih duduk di bangku kuliah.Foto sederhana dengan senyuman yang kaya akan kebahagiaan.

"ayah...ibu...aku akan bekerja keras untuk kalian... aku akan mewujudkan impian impian kita..." ucap Nisha dengan haru.

Tidak di pungkiri,projek penyembuhan Bara adalah projek terbesarnya, ketika mendengar Bu Hana menjanjikan uang sebesar 500 juta,Nisha begitu terkejut.Dia sangat tertarik dengan hadiah yang akan ia dapatkan jika misinya berhasil.Uang sebesar itu,akan ia gunakan untuk melunasi pinjaman KPR rumah.Ayah Nisha seorang PNS di Kantor kelurahan.Sedangkan ibunya hanya seorang ibu rumah tangga biasa.Kebutuhan sehari-hari sepertinya cukup ,tapi karena Study Nisha yang telah mengambil jurusan Dokter,mau tidak mau selama 5 tahun kedua orang tua Nisha harus memutar biaya dengan meminjam kepada sanak saudara agar Nisha bisa kuliah dan berhasil menjadi Dokter.

kini Nisha yang memiliki gaji yang lumayan sedikit demi sedikit bisa melunasi hutang-hutang kedua orang tuanya.

...----------------...

Bara mendatangi tempat Gym langganannya,Dia menuju ke informasi service dan menanyakan sesuatu.

"Nisha... tolong carikan informasi tentangnya..."

"maaf...saya tidak bisa membuka identitas pelanggan..."

"aku bukan orang jahat...lagi pula kau juga kenal aku kan???"

"iya ..tapi maaf,ini sudah peraturan... sekali saya minta maaf..."

Bara terlihat kesal dan pergi, Dia menyesal telah membuang nomor ponsel Nisha saat itu.Kini dia menjadi gila karena mencari informasi tentangnya.

"sepertinya emosional ku tidak stabil... kenapa aku harus bersusah payah mencari keberadaannya...ahh. lupakan..."

Bara mengendarai motornya kembali dan pergi meninggalkan tempat gym langg*nannya

Bara mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi, karena ponsel bergetar di saku celananya membuat fokus Bara teralihkan dan melirik sekilas kearah sakunya .Tapi apesnya saat Bara terfokus dengan ponselnya, dia malah menyenggol pengendara lain dan membuat orang itu terjatuh dari motornya.Bara shock dan berhenti.Dia kemudian meminggirkan motornya dan berlari menuju orang itu.

"maaf pak...maaf... bapak tidak apa-apa" ucap Bara

segerombolan warga datang dan melihat keadaan orang itu, bahkan dari mereka juga memberikan umpatan kepada Bara karena tidak hati-hati dan menimbulkan korban jatuh.

"tidak apa-apa...sudah...saya tidak apa-apa" jawabnya dengan menahan sakit di kakinya.

"sebaiknya kamu antar bapak ini kerumahnya ...tanggung jawab... kalau berkendara hati-hatilah... motor mu memang harga ratusan juta dan tidak sebanding dengan motor bapak ini..tapi jangan merugikan pengendara lain..." ucap salah satu warga

"sudah...sudah.. tidak apa-apa...saya tidak apa-apa " ucap bapak itu

Bara terlihat sangat bersalah, dia juga merasa kesal karena warga tidak menolong malah mengumpat kepadanya.Untung saja bapak yang ditabraknya orang baik.Dan tidak membesarkan masalahnya.

...----------------...

Bara mengantar bapak itu kerumahnya dengan Taxi online, sedangkan motor bapak tadi langsung Dibawanya ke bengkel bersama dengan motornya.

"ini rumah saya..."

Taxi online berhenti,Bara melihat keadaan rumah bapak itu .sangat sederhana,meski berlantai dua tapi ukuran rumahnya begitu minimalis dengan ukuran 6x15 di komplek perumahan.Berbeda dengan rumahnya yang terletak dikawasan elite dan berukuran besar.

Bara membantu bapak itu turun dan membawakan tas kerjanya,Dia juga membuka pagar rumah bapak itu

"bu....buk.... bapak pulang..."

seorang wanita paruh baya keluar dari rumah dengan membuka pintu utama mereka,ia tampak shock melihat suaminya terlihat ada perban di bagian tangan juga kaki kirinya

"pak...bapak kenapa pak...ini ada apa dengan suami saya..."

Bara terlihat tidak enak hati, ingin sekali Dia bersujud karena telah membuat kesalahan seperti ini.

"ibu tidak usah cemas...bapak terjatuh dari motor...dan syukurlah ada anak muda seperti dia membantu bapak..."

"mashallah... terima kasih nak..." ucap ibu terharu.

"ayo masuk... silahkan masuk..." ucap ibu tadi.

Bara terlihat sungkan, sebenarnya dia ingin sekali cepat pergi,tapi karena mereka begitu baik dan tidak menuntut apapun darinya,dia memutuskan untuk masuk .Tapi tiba-tiba ada kendaraan mobil yang akan memasuki garasi rumahnya,

seorang wanita membuka pintu mobilnya dan membuka lebar pintu pagar rumahnya,

Bara terlihat kaget dan mematung,Dia melihat wanita itu kembali.Sedangkan Nisha juga tampak kaget karena Bara berada di teras rumahnya dengan kedua orangtuanya.

"itu putriku ..dia baru saja pulang bekerja..." ucap ibu tadi

.

.

hay..hay....masih semangat harii inii gengs....🤭🤭

Instagram eunhyeayu90

Terpopuler

Comments

nuning 29

nuning 29

psikolog itu bukan dokter.
psikolog itu jurusan S1 psikolog. bukan kedokteran.

berbeda hal dengan psikiater.
psikiater ini adalah dokter yg mengambil S2 menjadi psikiater.

psikolog tidak bisa meresepkan obat.
psikiater bisa.

maaf. sebelum menulis, sebaiknya research terlebih dahulu.

2023-08-23

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!