Bara berada diruang Tamu rumah Nisha,Dia sedang melihat-lihat foto keluarga yang terpampang di dinding tamunya.Foto Wisuda Nisha saat lulus di kedokteran.Bara baru mengetahui jika Nisha adalah seorang psikiater
"nak Bara...ini diminum teh nya.." ucap Bu Tiwi
"ah..iya terimakasih.."
"ibu masuk kedalam ya..."
Bara mengangguk dengan tersenyum, Sedangkan Bu Tiwi sedang melanjutkan aktivitas nya di Dapur.
Pak Arman yang selesai membersihkan diri dan berganti pakaian,Kini berjalan menuju kearah Ruang tamu yang saat ini ada Bara yang duduk terdiam dengan melihat foto-foto yang terpampang di dinding dan juga di atas kabinet.
"anak Bapak sebenarnya tidak suka foto... berhubung Ibunya suka mengabadikan moment-moment penting dalam pertumbuhannya maka mau tidak mau ia berusaha untuk menghargai ibunya..Nisha adalah gadis yang pendiam dan juga sangat dewasa.Di masa anak-anak ia bahkan tidak meminta mainan...apa kamu tahu apa yang dia minta??" tanya pak Arman
Bara terlihat serius dan terdiam melihat kearah pak Arman,
Pak Arman kemudian tersenyum, "Ia berbicara kepada bapak,jika ia ingin cepat tumbuh besar dan bekerja...Ia mempelajari banyak hal tentang kehidupan orang dewasa, mempelajari pemikiran seseorang dan sebab akibat kehidupan disekitarnya...bapak kira Nisha memiliki syndrom atau sejenisnya..tapi Ternyata Tidak..Nisha anak normal sama dengan anak yang lain.. hanya saja,ia terlalu dini untuk memiliki pola pikir dewasa di usianya..."
"dan... diusianya saat ini...dia berhasil mencapai cita-citanya... sebagai seorang psikolog..." ucap pak Arman lagi.
Bara terdiam,Dia tampak terheran dengan kepribadian Nisha.Jika Nisha pendiam mengapa Ia begitu ramah dan tampak ceria saat bertemu dengannya.Nisha adalah seorang Psikiater, apakah Nisha tau tentang masalah kejiwaannya saat ini.
Nisha berjalan menuju ruang Tamu dan menemui ayahnya dan juga Bara.ia menggunakan pakaian tidur yang sopan.ia kemudian duduk di samping ayahnya, senyuman nya mengembang seperti yang pernah dia lihat sebelumnya.
"Sebelum nya aku berterima kasih kepadamu... karena mau menolong bapak..." ucap Nisha dengan ramah
Bara melihat keramahan dan senyuman manis itu, Benarkah yang dibicarakan pak Arman jika Nisha adalah wanita pendiam dan dewasa.
"iyaa sama-sama"
"oia ..ini sudah malam...saya harus pamit pulang pak .." ucap Bara kemudian
"ouh..iya .iya ... makasih nak Bara... terima kasih .. kalau ada waktu mainlah kerumahnya bapak ini..."
"iiyaa pak ..saya usahakan..salam ke ibu di dalam ya pak.." ucap Bara
"aah ....iya,nanti bapak salamkan,ibu masih sholat..."
Bara dan pak Arman berdiri disusul dengan Nisha.Mereka mengantarkan nya sampai ke teras Rumah.
"hati-hati nak Bara,..."ucap Pak Arman.
Taxi online yang dipesan Bara datang,Pak Arman kemudian menyuruh Nisha untuk menutup pagarnya, karena Pak Arman akan beristirahat dan tidak bisa terlalu lama berdiri.
Nisha berjalan dibelakang Bara yang menuju ke taxi online nya.Bara menoleh kearah Nisha
"Terima kasih..." ucap Bara
Nisha mengadahkan pandangan nya kearah Bara, " untuk Apa??"
"soal kemarin malam...kamu mengantar ku kerumah.."
Nisha tersenyum manis kearah Bara, "Tidak apa-apa..kita kan berteman..."
Bara melihat kearah Nisha, wanita yang begitu cantik dan terlihat polos yang pendiam kata ayahnya.sungguh tidak bisa dipercaya, benarkah Nisha pendiam .Tapi dia melihat Nisha sebagai wanita yang ceria dan selalu berpikir positif.
"aku menghilangkan nomor ponsel mu... bisakah kamu memberikan nomor mu kembali..."
Nisha mengangguk tersenyum dan mengadahkan tangannya "mana ponselmu?"
Bara mengambil ponsel di sakunya dan memberikan ke Nisha.
Nisha kemudian membuka ponsel Bara yang memiliki wallpaper kota Paris di malam hari, begitu indah.Tapi kemudian Nisha memfokuskan untuk mengetik kan nomor ponselnya di kontak milik Bara.
setelah selesai Nisha kemudian memberikan itu kembali kepada Bara.
"baiklah..." ucap Bara dengan melihat nomor ponsel yang diketikkan oleh Nisha.Dia sedikit geli melihat nama di kontak yang diketikkan Nisha.
'Hanya Nisha'
Bara melihat kearah Nisha kembali, sedangkan Nisha tersenyum dengan manis kearahnya.
Bara tergelitik untuk tersenyum tipis, Bagaimana bisa Wanita ini menuliskan namanya seperti itu di kontak nya.
"kamu tersenyum kearah ku??" tanya Nisha yang menyadari senyuman Bara
"Tidaaaakkk !!kau salah mengartikan ekspresi wajahku... baiklah,aku akan kembali pulang..." Ucap Bara kemudian masuk kedalam taxi Onlinenya.
Mobil itu melaju pergi meninggalkan rumah Nisha.sedangkan Nisha menghela nafasnya kasar.raut wajah yang ceria kini kembali Datar. "Dia jelas jelas tersenyum kearah ku...tapi mengelaknya..." Nisha menggeleng-nggelengkan kepalanya
.
.
part ini sedikit banget yaaakk ....maaf,ini udah larut banget.Jadi pengen tidur, sampai ketemu besok yaa gengs . tetep stay Tune dan like juga Vote 🤭🤗🤗
Instagram eunhyeayu90
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
nuning 29
tolong research dulu.
apakah benar psikolog itu lulusan kedokteran?
atau
psikiater yang lulusan kedokteran?
sebelum menulis, sebaiknya research terlebih dahulu.
karena, sangat berbeda antara psikater dan psikolog.
2023-08-23
1