episode 9

"berarti untuk insfratruktur pembangunan klinik Dokter sudah dipercayakan seseorang yang dokter kenal??"

"benar sekali Nish..."

"padahal aku baru saja ingin mengajukan beberapa proposal kepada dokter...aku memiliki desain yang bagus.. kemarin dokter bilang kepada ku sedang mencari informasi tentang pembangunan dan juga desain..jadi aku membuat nya dan berencana mengajukannya Kepada dokter..."jelas Nisha

Rama terdiam memandang Nisha," bisa kamu perlihatkan pekerjaan mu..."

Nisha tersenyum," benarkah...?? Baiklah..aku akan mengirimkannya lewat email kepada Dokter..."

Rama tersenyum kearah Nisha,Dia juga mengusap pucuk rambut Nisha karena gemas.

"ehem..."

Nisha dan Rama menoleh kearah sosok suara itu,Nisha kaget karena mendapati Bara di depannya

Rama terheran melihat seorang Pria yang berdiri didepannya.Pria berpenampilan santai memakai kaos putih celana krem berdiri dengan tatapan tajamnya.

"kau ..." ucap Rama menggantungkan kalimatnya

Nisha menyadari itu kemudian terlihat sedikit kesal karena Bara merusak semua moment pembicaraan tentang bisnis kepada Rama

"Dokter...maaf,dia.. temanku"

"aaahh... teman mu..." ucap Rama sedikit geli karena Nisha memiliki teman pria, sejak kapan, karena Nisha tipikal tidak banyak bergaul

Nisha beralih posisi mendekati Bara, Sedangkan Rama terlihat tidak nyaman.

"Baiklah... kita akan bicara nanti.." ucap Rama, kemudian Dia pergi masuk kedalam mobilnya.

mobil Rama melesat pergi menjauh meninggalkan area parkir, sedangkan Nisha terlihat tidak nyaman.

"kenapa kamu menyusul ku kemari...apa ada sesuatu??" Ucap Nisha

"aku menghubungi mu nomor tidak bisa dihubungi..."

"aahh..oya...aku belum mengeceknya... akhir-akhir ini aku sangat sibuk...maaf" ucap Nisha dengan senyuman manisnya

"tidak apa-apa...kamu ada waktu hari ini.." tanya Bara

"maaf tidak bisa...aku langsung ke Klinik, ada free pukul 9 malam..tapi aku harus pulang ke rumah..."

Bara terlihat kecewa, padahal dia berencana untuk mengajak Nisha makan.Tapi dilihat Nisha yang memang sebagai seorang dokter membuat Bara memakluminya.

"Apa kamu tidak ada kegiatan hari ini...kamu terlihat baik...kakimu juga sudah sembuh sempurna " ucap Nisha dengan melihat kearah kaki Bara

"aku tidak sesibuk dirimu...aku sedang menghentikan jadwalku dari dunia balap... cedera yang aku alami, tidak mungkin aku bisa melanjutkan profesi ku.."

"lalu apa rencana mu??"

"aku tidak tahu.."

"Keluarga mu memiliki perusahaan besar... kenapa kau tidak bekerja di sana saja..."

"aku tidak menyukai pekerjaan kantor..."

"oh ya... sayang sekali, padahal jika dilihat-lihat kau mungkin akan lebih tampan mengenakan jas dan bekerja di sana...kau seharusnya bangga akan hal itu"

"kau menyukai pria yang seperti itu??"

"maksud mu??" ucap Nisha

"aku kira kau wanita berbeda dengan yang lain.. karena kau memiliki selera yang sama, sepertinya..kita tidak usah melanjutkan pertemanan kita.." ucap Bara kemudian pergi meninggalkan Nisha yang terbengong dengan ucapannya.

Bara berjalan cepat dan masuk kedalam mobilnya, dia kemudian meninggalkan rumah sakit dan melesat pergi.

Nisha menghembuskan nafas kasar, Bagaimana bisa dia bertemu dengan Pria yang begitu emosional seperti itu.

"Dia benar-benar tipe emosional" gumam Nisha.

...----------------...

Nisha berada dirumahnya, sehabis makan malam ia kemudian kembali ke kamarnya dilantai dua dan sedang melakukan pekerjaannya. sesekali melirik kearah jam di Dindingnya yang menunjukkan hampir pukul 11 malam

Bunyi notifikasi ponselnya, ia kemudian mengambil ponsel itu diatas nakas dan mendapati panggilan dari Bara.

dengan Ragu, Nisha menjawabnya, "hallo"

"wanita penyuka laki-laki berjas ... apa kau juga penyuka uang"

Nisha mendengar jelas jika Bara sedang mabuk, bunyi dentuman musik kencang telah sampai di telinganya.

Nisha menutup teleponnya,Ia benar-benar diuji kesabarannya oleh Bara.Bara kembali berulah dengan mabuk-mabukan.jika Hari ini ia mengabaikannya maka hal yang selama ini ia kerjakan akan sia-sia.

Nisha menyahut jaket dan kunci mobilnya,ia kemudian keluar dari kamar.

setelah Nisha sampai Di Garasi,ia membuka pintu pagar,Pak Arman yang telah terbangun dari tidurnya menuju segera ke luar.

"Nish...kamu mau kemana malam-malam,"

"pasien Nisha kabur dari RS...Nisha harus kesana untuk melihat keadaan sesungguhnya.."

"baiklah.. hati-hati nak..."

Nisha menanggapinya dengan mengangguk,ia kemudian masuk kedalam mobil dan melesat pergi.

...----------------...

Di tempat Club'malam, Nisha melihat keadaan Bara yang begitu terlihat kacau.rambutnya acak-acakan dan juga matanya memerah.

"bisa kita keluar sebentar...aku ingin berbicara dengan mu!!!" ucap Nisha ekspresi datarnya.

Bara melihat kearah Nisha yang tidak seperti biasanya,Dia kemudian menuruti kemauan Nisha .

Diluar Club, Nisha berdiri berhadapan dengan Bara . mereka terlihat saling pandang dengan tatapan tajamnya.

"apa maksudnya kamu mengatai ku seperti tadi"

"Kau kemari untuk pertanyaan itu...ha..ha..ha"

"aku sangat menyukai uang... bahkan aku menggila karenanya... aku bekerja keras untuk mendapatkan uang...aku perlu uang untuk membahagiakan kedua orang tuaku juga." ucap Nisha

"Kau membawa bawa nama orang tua untuk membuat mu terlihat mulia...ha..ha...ha...,"

Nisha yang tahu betul dengan ucapan Bara tidak nampak sakit hati, ia faham jika bara saat ini dalam keadaan mabuk.Bau alkohol begitu menyengat di hidungnya.

"kau mabuk... sepertinya kau harus pulang dan tidurlah dengan nyenyak "

"kenapa...kau tidak menyukai ku dengan keadaan seperti ini??kau menyukai seseorang yang memakai pakaian jas??"

Nisha yang sedari awal begitu kesal dengan ucapan Bara kemudian meladeninya,

"Aku menyukai seseorang yang memiliki mimpi dan harapan untuk membahagiakan pasangannya... bukan... Karena dia berjas atau dia berasal dari background apa, setidaknya.. kelak aku tidak perlu bersusah payah bekerja larut malam untuk memenuhi kebutuhan hidupku dan juga anak-anakku...Pria bertanggung Jawab.. seperti itulah kelak yang aku pilih..."

Bara menyipitkan matanya,Dia begitu shock dengan penjelasan Nisha.Dia juga terbatuk-batuk dan kemudian muntah akibat alkohol yang menguasai tubuhnya.

Nisha yang melihat itu terlihat jengah, Mau tidak mau ia mendekati Bara dan membantu Bara agar memuntahkan semua isi alkohol yang ada diperutnya.

...----------------...

keesokan Harinya,Bara terbangun di kamarnya yang luas.Terlahir menjadi anak orang kaya,tak membuat Bara bersyukur.Dia kemudian menerawang dengan jelas sebelum apa yang terjadi pada dirinya tadi malam.

Bara sadar, kemudian dia memijat mijat kening.dia mengingat semua ucapan kasarnya kepada Nisha begitu pun sebaliknya,Dia mengingat Nisha membalasnya dengan kata-kata yang menusuk.

"Nisha...Kau pandai sekali mengolah kata untuk mempengaruhi ku.. apakah itu keahlian seorang psikolog seperti mu??" keluh Bara.

.

.

selamat malam... weekend yang larut pagii 😅😅pukul berapa nih yak baru Up..02.08 dini hari... bingung banget ngolah argumennya 🤭efek bangun tidur dijam pagi buta dan lupa gk Up nih novel..🥺🥺🙃🙂

Instagram eunhyeayu90

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!