Nisha sedang berada di meja makan dan menyantap makan malamnya,Ia terlihat bersemangat dan menikmati makanan itu.Bu Tiwi sedang memotret Nisha yang menyantap makanannya.
Nisha menoleh kearah ibunya karena kaget dengan suara flash dari kamera ponsel ibunya.
"ibu sedang memotret ku lagi??" tanya Nisha
"ibu lama tidak membuat status di media sosial ibu... tidak apa-apa kan Nak..."
"tidak apa-apa bu...tapi kan Nisha sedang makan..."
"ya tidak apa-apa kan Nak, meski kamu sedang makan,tapi anak ibu tetap cantik kok.." ucap Bu Tiwi
Nisha menggelengkan kepalanya,ia memang jauh berbeda dengan ibunya yang lebih terbuka dengan kepribadiannya.
Pak Arman dengan berjalan tertatih tersenyum menuju kearah meja makan Nisha
"aduuhh ..pak..jangan banyak gerak-gerak dulu.. nanti malah bapak tambah sakit lo,Sini ibu bantuin duduk" ucap Bu Tiwi dengan menggeser kursi untuk pak Arman Duduki
"bapak bosen kalau berdiam diri di kamar.. mendengar obrolan kalian Bapak pengen ikut gabung.."
"Nisha seperti biasa pak... kalau ibu potret suka protes..."
"ibu siih ... terlalu over..ya kan Nisha"
Nisha mengangguk dan tetap melanjutkan makannya, Sedangkan pak Arman seperti biasa menanggapi ekspresi Nisha yang menurutnya selalu datar.Tapi ada apa dengan Nisha yang tadi saat bertemu dengan seorang anak muda yang bernama Bara tadi, Ekspresi Nisha tampak berubah menjadi ceria.
"Nisha...apa kamu mengenal Nak Bara?? bapak lihat tadi kamu terlihat akrab denganya" tanya pak Arman
"Nisha akan bercerita tentang Nya..Tapi harap bapak dan ibu bisa menjaga obrolan ini dari orang lain..." ucap Nisha serius
Bu Tiwi dan Pak Arman mengerut kan keningnya . Rahasia apa yang harus mereka jaga tentang Bara ,anak muda yang baru mereka kenal itu.Bu Tiwi daj Pak Arman sepakat mengangguk.
Nisha kemudian menghela nafasnya lega dan Ia kemudian bercerita tentang Bara dan ibunya.permasalah tentang kehidupan mereka juga.Dengan penjelasan Nisha kedua orang tuanya paham dan mendukung keputusan Nisha.
"Aku harap Bapak dan ibu terus mendukung ku .." akhir Nisha
"Tidak salahnya membantu seseorang... Bapak lihat Nak Bara laki-laki yang baik... ketika mendengar cerita tentang mu..aku Rasa Nak Bara memerlukan orang yang dia percaya disampingnya." ucap Pak Arman
Nisha mengangguk setuju, Sedangkan Bu Tiwi akan selalu mendukung pekerjaan putri semata wayangnya.
Bara sedang berada di sirkuit dan melakukan pelatihan,pekan depan dia melakukan pertandingan kembali.Tapi hari ini Bara terlihat tidak bersemangat seperti biasanya,Entah mengapa Dia ingin sekali kembali ke rumah atau tidak ke tempat lain.
"apa kau sedang baik-baik saja.." tanya seorang Tim
"Aku baik-baik saja..." ucap Bara
"Bersemangatlah...ini pertandingan yang kita tunggu-tunggu,Jika kau berhasil menduduki urutan pertama dan menaikkan poin dari yang kemarin..akan aku pastikan kau akan go internasional"
"jangan khawatir..aku akan berusaha"
Meski tak yakin,Bara akan berusaha menaikkan peringkat yang selama ini dia peroleh.Tidak ada jalan lain selain menekuni dunia Balap.
Bara menaiki motornya dan melajukan dengan kecepatan penuh,Dia mencoba untuk melatih skill di medan jalan yang berliku,mengatur keseimbangan dan juga berkosentrasi dengan Penuh.
satu putaran telah berhasil dengan waktu yang sangat singkat, memberikan sorakan kegembiraan pada Tim yang dibelakang Bara.
"Naikkan sekali lagi kecepatan yang kau bisa !! " ucap seorang Tim di earphone yang sudah terhubung di telinga Bara.
Bara yang mendengar lalu menarik kemudinya dan menguasai permainan di sirkuit,jalan yang berliku mampu Dia lalui.Tapi Tiba-tiba sekelebat bayangan,Bara teringat seorang wanita yang sedang mengumpat kepadanya dengan kasar.suara wanita yang ada pada masa lalu Bara,
"kau pikir aku akan merelakan diriku pada seorang mahasiswa yang hanya mengandalkan uang dari orang tua untuk bertahan hidup !! selama ini aku hanya memanfaatkan mu agar Tugas-tugas mata kuliah ku dapat aku selesaikan dengan baik !! sekarang,kubur semua cinta yang kamu miliki kepada ku, Dan jangan menampakkan dirimu di depan Ku, Karena aku sudah Muakkk !!!"
sekelebat bayangan wanita itu pergi dari pikiran Bara setelah mengumpat kearahnya,Bara kemudian kehilangan fokus dan konsentrasi buyar.Motor yang dia tumpangi tak sengaja tergelincir dan membuat jatuh hingga Bara terpental dengan jarak 3 meter dari motornya.
Brakkkkkk
Semua panik dan berdiri,salah satu Tim pun menghentikan latihan.Ada pula yang menuju ke tempat Bara terjatuh dengan membawa Tim medis.
...----------------...
Di rumah sakit, Bara terbaring lemah dengan luka di siku ,lutut juga kepalanya.titik-titik luka itu diperban.Sedangkan di bagian lutut dan kakinya terlihat memakai gyp karena ada fraktur pada tulang pada kakinya.
Bu Hana terlihat sedih melihat anak bungsunya telah berbaring tidak berdaya di ranjang rumah sakit . Sedangkan Pak Alex hanya bisa terduduk di ruang tunggu di dalam kamar.
Sella kaka Bara masuk kedalam ruang Inap Bara,ia menghela nafasnya panjang melihat kedua orang tuanya duduk berjauhan.Sella berjalan melangkah mendekati Ibu dan ayahnya,
"Bagaimana dengan Bara??apa kata Dokter?" tanyanya
Bu Hana menoleh kearah Anak pertamanya, ia kemudian terlihat sedih. "Dokter bilang ada keretakan pada kaki Bara... saat operasi tadi,Bara sempat mengalami kejang-kejang.. TTV nya turun...untung saja kita masih beruntung,para dokter berhasil mengatasinya,Dan sekarang Bara dalam masa pemantauan ketat"
"Ibu jangan sedih...Bara akan baik-baik saja... Dia sangat kuat, Bu..." ucap Sella menenangkan.
Bu Hana mengangguk dengan wajah yang amat lelah, mendengar kecelakaan Bara membuat Bu Hana kehilangan semangat hidupnya.Beliau juga sangat menyesal pernah memarahi Bara selama ini.
Hari berganti Hari, Setelah tidak mendapatkan kabar apapun dari Bara,Nisha yang tadi sempat melupakan misinya akibat pekerjaannya.Ia kemudian teringat,dan menghubungi Bu Hana .ia kemudian menekan layar pada ponselnya.
"selamat siang ,Bu..." ucap Nisha
Nisha terlihat kaget mendengar kabar tentang Bara, setelah memutuskan sambungan teleponnya dengan Bu Hana,Ia kemudian melihat jadwalnya hari.memeriksa apakah ada waktu luang untuknya.
...----------------...
Nisha saat ini berada di ruang inap tempat Bara di rawat, melihat keadaan Bara ,Nisha menghembuskan nafasnya berat.Bu Hana yang berada di samping Nisha hanya terlihat sedih,
"aku akan ke kamar mandi... Tolong dok jagakan dia sebentar" pinta Bu Hana
Nisha mengangguk,Bu Hana terlihat berjalan menuju kamar mandi dalam ruang itu.Sedangkan Nisha kembali melihat keadaan Bara,
"bangun lah...kau harus cepat bangun sembuh dan berubah lah menjadi manusia yang lebih baik !! kau banyak menyiksa hati ibumu dengan keegoisanmu !! tidakkah memalukan jika seorang anak laki-laki dewasa menyakiti kedua orang tuanya..!!" ucap Nisha dengan ekspresi Datarnya
entah itu sebuah dorongan psikologis atau perkataan Nisha yang sampai di alam bawah sadar seorang Bara, Tiba-tiba Bara menggerakkan Tangannya.Nisha melihat itu dan terlihat tapi tidak heran.
Mata Bara terbuka dan melihat sekeliling langit -langit,Dia kemudian beralih menatap kearah Tatapan tajam Dari Nisha.
.
.
sebenarnya ini harus Up tadi malam, karena author kecapean jadi terbengkalai dan ketiduran.maafkeun yaakkkk 😁🤗🤗🤭😅
Instagram eunhyeayu90
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments