Bara terkaget saat melihat seorang wanita berdiri di depannya, wanita yang pernah mengisi hatinya dan wanita yang menorehkan luka yang mendalam baginya.
"Bara..." ucapnya Lirih
seorang sekretaris Bara mendekat dan tertunduk takut, " maaf pak...saya tidak bisa mencegahnya untuk tidak menemui bapak tanpa ada janji...maaf saya kurang sigap"
Bara kemudian memalingkan wajahnya kearah sekretarisnya, "lain kali jika dia kembali lagi kesini aku harap kamu bisa mencegahnya," ucap Bara kemudian pergi melewati Mia.
Mia mantan kekasih Bara mencegah Bara dengan memegang pergelangan tangannya, Sontak langkah Bara terhenti
"Aku ingin menyampaikan sesuatu kepada mu...aku mohon... beri aku waktu sebentar saja..."
Bara menghempaskan tangannya agar terlepas dari pegangan Mia, Dia kemudian melihat tajam kearah Mia.
...----------------...
coffe shop loby perusahaan
Bara berhadapan dengan Mia, tidak ada yang memulai pembicaraan apapun.Mereka terlihat memikirkan sesuatu yang mengganjal dipemikiran mereka
"Katakan...aku tidak punya waktu untuk berlama-lama di sini..." ucap Bara memecahkan suasana
"aku meminta maaf kepada mu..atas sikap ku saat di Universitas dulu...aku merasa aku sangat jahat waktu itu...aku bahkan tidak bisa hidup dengan baik selama ini... maafkan aku..." ucap Mia dengan lirih.Air matanya menetes, Sesekali ia terlihat mengusap air matanya.
Bara melihat itu semua, Dia kemudian memalingkan wajahnya dan mengambil sapu tangan di sakunya,dia kemudian memberikan itu kepada Mia.
"itu sudah berlalu...aku sudah tidak memperdulikannya lagi... sekarang kamu jalani hidup mu..dan aku akan menjalani hidupku..." ucap Bara
"Bar.... jangan seperti itu...aku benar-benar tidak bisa hidup dengan baik..aku merasa sangat tersiksa dengan perilaku ku kepada mu....aku berharap kita bisa berhubungan baik... walaupun hanya sebatas teman...aku tidak akan mengganggumu... tapi.. jangan abaikan aku..." ucap mia dengan lirih, tangan nya kemudian meraih tangan milik Bara.
Bara menghembuskan nafasnya kasar,Dia kemudian melihat kesegala arah dan Kaget karena ada sosok Nisha di ujung koridor yang menatap kearahnya,Bara terdiam dia hanya bisa mengawasi keadaan Nisha saat ini.
"Bar ... maafkan aku..." ucap Mia lagi
Bara tidak mendengar kan ucapan Mia, matanya tetap memfokuskan arah kepada Nisha, Wanita yang dianggap kekasihnya itu terlihat membalikkan tubuhnya dan pergi dari hadapannya.Sontak Bara berdiri dari duduknya dan mengejar Nisha.
Mia terlihat bingung karena Bara telah meninggalkan dirinya begitu saja,ia bahkan melihat kearah dimana Bara melangkah pergi.
...----------------...
Nisha berjalan cepat,entah mengapa dirinya seperti melihat seorang kekasih yang terpergok olehnya sedang berselingkuh.Nisha tidak habis pikir, bisa-bisanya ia malah pergi, seharusnya ia bersikap wajar dan terus mendekat kearah mereka berdua.
"Nish...Nisha...!!!" panggil Bara
Nisha berhenti dari langkahnya,ia kemudian berbalik kepada Bara,wajah laki-laki didepannya ini terlihat salah tingkah
"aku mohon jangan salah faham...Dia, kenalan ku saat kuliah di LN..."
"apa dia mantan kekasih mu??" ucap Nisha
Bara seperti tertembak oleh pertanyaan Nisha, Bagaimana bisa Nisha tahu jika dia adalah mantan kekasihnya.
"Itu hanya masa lalu...aku tidak akan kembali dengannya..."
"sebuah ilmu psikologi mengatakan... Orang yang berada di sisimu disaat kau terluka, mengusap air matamu menenangkan dan mencoba menghibur mu disaat kamu sedang tersakiti oleh orang yang kau cintai..jika suatu saat kau akan bertemu kembali kepada nya,maka ada perasaan bingung yang mendasar pada dirimu..satu titik kepastian kau akan lebih memilih kembali dengan orang yang pernah menyakiti mu dan meninggalkan orang yang menyembuhkan lukamu... itulah buruknya lelaki..."ucap Nisha kepada Bara
" Kau mungkin pintar dalam teori psikologi....tapi kamu tidak bisa mendorong ku untuk menyamakan dengan teorimu...Jika aku kembali dengan nya... apa yang kamu lakukan? aahhh...aku bertanya,selanjutnya apa yang dilakukan dengan orang yang menyembuhkan lukaku selama ini .. apakah dia akan diam saja atau dia akan mundur dan menyerah...beri tahu aku tentang teori mu selanjutnya...!!!"
Nisha terdiam menatap kearah Bara,seakan Bara memang pintar sekali membalikkan keadaan,
"Aku akan merelakannya agar dia hidup bahagia bersama dengan pilihannya... kebahagiaan tidak hanya diukir oleh seorang individu dengan individu yang lain,tapi melihat seorang itu bahagia dengan yang lainnya itu sudah lebih dari cukup "
Bara kini Tahu Nisha benar-benar tidak mencintai nya, seolah menjadi jawabannya selama ini karena Nisha tidak pernah sekalipun membalas semua chat dan telepon darinya.
"Baiklah... seperti nya aku tahu..jika aku hanya sendirian menyukai seseorang..." ucap Bara kemudian melenggang pergi meninggalkan Nisha
Nisha melihat kepergian Bara dengan detak jantung yang berdetak kencang,ia seakan merasa bersalah karena selama ini tidak berterus terang kepada Bara.
.
.
hallo geng...masih on kaaann..Yukk kasih vote donk buat novel iniii🤭😅
Instagram eunhyeayu90
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments