episode 8

Bara berjalan dengan tertatih menggunakan egrangnya menuju Nisha berada.Dengan perlahan,Dia mendekat kearah Nisha.Bara mendekat dan menyilakan rambut yang menutupi sebagian wajah Nisha.

'Teman?? Berapa usiamu sekarang sehingga dirimu membicarakan Teman kepada ku?' batin Bara

Bara tersenyum geli kepada Nisha,Dia kemudian ingin berdiri.Tapi bu Hana menuju kearahnya .Bara kemudian memberikan kode untuk tidak berisik.

Bu Hana yang tahu ikut mengangguk, beliau tetap mendekat dan mendapati Nisha sedang tertidur pulas dengan posisi duduk bersandar pada sofa.Bu Hana tersenyum, beliau kemudian menoleh kearah Bara anaknya.Sebagai ibunya, beliau Tahu jika Bara memiliki ketertarikan dengan Nisha.Sikap manis Bara tadi sudah bisa menebak segala prediksinya.

"kamu kembali lah kedalam kamar dan meminum obat...ibu akan di sini menunggunya..." ucap Bu Hana dengan berbisik

Bara kemudian mengangguk,dia bangkit dan berjalan menuju kamarnya dengan egrangnya.Sedangkan Nisha masih tertidur pulas,Bu Hana tersenyum dan mengambil sebuah majalah dan membacanya.

Setelah beberapa menit,Sella pulang dari kerja.Ia menuju lantai atas tempat kamar nya Dan kaget mendapati ibunya dengan seorang wanita yang ternyata malah tidur dengan pulas.

"bu .. siapa Dia??"

"ssstttttt.... jangan berisik!!" ucap Bu Hana

Sella mengangguk, Kemudian ia memberikan kode kepada Ibunya untuk berbicara sebentar,Bu Hana kemudian menyetujui itu dan mengikuti Arah berjalannya Sella.

saat di kamar Sella,Bu Hana menceritakan semuanya.Tentang Nisha yang seorang psikolog yang menangani Bara agar bisa. berubah kembali seperti Bara sebelum.Sella mengerti sekarang,dan lebih paham akan maksud dan tujuan baik ibunya.

"Bara banyak sekali perubahan... Dokter Nisha memang sangat hebat..."

"aku justru khawatir akan kedepannya..." ucap Sella

"khawatir...? khawatir apa??" tanya Bu Hana

"tentang Bara yang akan bergantung dengan psikolog itu..."

"menurut ibu...Dr Nisha pribadi yang baik..jika Bara menyukainya...ibu sangat setuju..." ucap Bu Hana dengan senyuman manisnya

"bu... tidak semudah itu ibu merencanakan suatu hal... kalau pun Bara menyukai Dr Nisha...blm tentu Dr Nisha menyukai Bara..ibu menawarkan Misi untuk bisa mengubah pribadi Bara...Nisha adalah seorang Dokter,ia tahu menempatkan pekerjaan atau urusan pribadi.."

"kau terlalu mendramatisir keadaan... tidak serumit itu... sudahlah... yang terpenting adalah, Bara berubah seperti sediakala dan mau terjun ke perusahaan...itu saja..."

Sella menghela nafasnya berat, "baiklah.. terserah ibu..."

Bu Hana tersenyum dan kembali berbalik berjalan menuju luar kamar.

Bu Hana melihat Nisha terbangun dan membenahi rambutnya, "Dr Nisha sudah bangun..."

"Bu Hana..maaf..saya jadi merepotkan anda"

"ah.. tidak tidak...saya melihat Dokter sangat lelah...Bara sudah kembali ke kamarnya dan beristirahat..."

"kalau begitu...saya pamit pulang bu Hana...maaf telat banyak merepotkan anda .." ucap Nisha bangkit berdiri

"tidak apa-apa Dokter..."

...----------------...

selang beberapa Minggu, Bara kini sudah berjalan dengan normal.Dia banyak melakukan pengobatan alternatif juga terapi untuk mempercepat pemulihannya.Saat ini Bara berdiri didepan kaca, Bulu halus di sekitar wajahnya yang selama ini tumbuh tipis mulai dia cukur dengan bersih.Bara semakin terlihat Tampan.

beberapa Minggu ini,Bara tidak sekalipun bertemu Nisha.Dia juga melihat ponsel Nisha tidak aktif.Dia sangat penasaran dan ingin bertemu dengan Nisha saat ini.

Bara memakai pakaian santai, celana jeans berwarna cream,dan atasan kaos berwarna putih,Bara terlihat sangat tampan dan segar.

"Bara..kamu mau kemana??" tanya Bu Hana

"Bara sedikit ada urusan Bu??" ucap Bara

"sebaiknya jangan menggunakan motor Bara.." ucap Bu Hana

"ibu tenang lah...bara akan menggunakan mobil kali ini..." ucap Bara

Bu Hana berbinar-binar, beliau juga tersenyum manis kearah Bara

"Baiklah... hati-hati kalau gitu.

Bara menanggapinya dengan mengangguk,dia kemudian berjalan keluar dan menuju Garasi.

...----------------...

Bara berada di tepi jalan,mobil yang dia kendarai sudah terparkir dengan sempurna.Bara mencoba menghubungi Nomor Nisha, Tapi sedang sibuk.Bara menghubungi nya tanpa lelah tapi sama saja tidak ada jawaban.

Bara kemudian mengedarkan pandangannya di penjuru rumah sakit didepannya,Dia pernah mendengar dari Nisha jika Nisha bekerja di rumah sakit ini.Maka dari itu,Dia rela menunggu i Nisha di dalam mobil untuk melihat Nisha pulang kerumahnya.

Beberapa menit kemudian, Bara menyadari jika Nisha sudah berada di parkiran.Dia kemudian berjalan menuju Nisha berada,tapi saat sudah terlihat dekat,Dia memahami jika Nisha sedang mengobrol dengan seorang pria.Bara berhenti melangkah,Dia hanya bisa terdiam melihat interaksi Nisha kepada pria itu.

'siapa pria itu' batin Bara.

.

.

700an kata...tapi saya mau ini tetap jalan setiap harinya.ssmoga ini bisa terus jalan.amin💞💞

Instagram eunhyeayu90

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!