Nisha berada didalam kamarnya,ia membolak-balikkan Tubuhnya di ranjangnya.Pikirannya sedang berkelana tentang kejadian beberapa jam yang lalu, Apakah dia benar-benar menjadi kekasih Bara saat ini.Ada apa dengan dirinya,
"aaaaahhhhhhhh.... kalau seperti ini bagaimana bisa aku tidur..." ucap Nisha kemudian bangun dari tidurnya
sekelebatan bayangan tentang dirinya sedang mendapatkan ciuman dari Bara,Nisha sontak kemudian menutup mulutnya dengan cepat.
"Bagaimana bisa dia melakukan hal itu dengan sembarang orang... benar-benar tidak sopan !!!" gerutu Nisha
Nisha kemudian memilih untuk menelungkupkan wajahnya di balik bantal.Apapun itu ia harus bisa segera tidur agar cepat melupakan kejadian tadi.
Keesokan harinya,Nisha berada di rumahnya.Sarapan sudah tersaji di meja makan.Ayah dan ibunya juga sedang menikmati sarapan pagi mereka.
"oia Nish...kemarin ibu pas waktu pengajian... bertemu dengan ibu lurah....tahu nggak bu Lurah bilang apa?? beliau bilang,mau ngenalin keponakannya yang seorang polisi...sama kamu"
Nisha terlihat tidak mood untuk menjawabnya, bahkan mendengarkan saja Nisha terlihat enggan.
"keponakan bu lurah yang namanya Fahri kah bu...??" tanya pak Arman
"iya pak...bapak tahu?? bagaimana pak... bagaimana yang namanya Fahri itu ... ganteng kah... katanya dia baru naik jabatan pak..." ucap bu Tiwi bersemangat
"iya...buk...nak Fahri memang baru naik jabatan, karena kemarin pak lurah juga sempat bercerita kepada salah satu staf kelurahan jika keponakannya baru naik jabatan...kalo masalah ganteng atau tidak... seperti nya bapak deh buk yang paling ganteng " ucap Pak Arman
"ahh ...bapak malah bercanda.. kalo kamu Nisha.. bagaimana...hmm jika kamu... kenalan dulu dengan keponakan nya bu Lurah..."
Nisha yang sangat pusing dengan masalah pribadinya kini bertambah dengan masalah Baru tentang perjodohan yang ditawarkan ibunya,Ia hanya bisa menghela nafasnya berat
"Nisha skip ya buk....Nisha mau fokus bekerja dulu..."
"loh.. Nisha... jangan seperti itu,ibuk kan jadi tidak enak sama bu Lurah.. paling tidak... kalian bertemu,ngobrol dulu lah...baru kalian bisa memutuskan lanjut atau tidak nya..."
"Buk..jika Nisha harus mengiyakan untuk bertemu atau berkenalan secara langsung..itu namanya Nisha memberikan harapan kepada orang itu buk...kalo dari awal tidak ya tidak... berarti Nisha memang benar-benar pengen Fokus sama karir Nisha..."
"haduuhh bagaimana ini Nish....ibuk jadi tidak enak sama bu Lurah..." ucap Bu Tiwi dengan kecewa
"buk ..lebih baik ibuk lebih bijak dalam menanggapi masalah ini,Nisha baru bekerja dua tahunan...Nisha masih ingin sendiri,mencapai cita-cita Nisha...Nisha Harap,Ibuk bisa lebih mengerti lagii ya buk..." ucap Nisha untuk menenangkan ibunya
Bu Tiwi hanya bisa terdiam menunduk dengan raut wajahnya yang bingung, sedangkan pak Arman hanya bisa menghela nafasnya berat.
_______________
Nisha berada di kantin dengan Dr Rama, mereka sedang menikmati jam makan siang mereka.sesekali obrolan mereka membuat raut wajah keduanya menjadi cerah ceria.
"desain yang kamu bikin bagus ..aku setuju untuk memakainya...tapi untuk penanganannya..aku memakai jasa yang sudah dipilihkan dengan partner bisnis ku..."
"benarkah dok....waaahhhh...aku sangat bahagia banget pokoknya" ucap Nisha terharu
"ya tentu..kamu memiliki potensi bakat yang luar biasa... sebagai seorang psikolog...kamu juga seorang arsitek yang handal..."
"pujian dokter bertubi-tubi...aku jadi tidak enak tidak memberikan uang receh kepada dokter..." canda Nisha
Rama tersenyum kepada Nisha dan mengusap pelan kepalanya.
"Masih jomblo Nish..." tanya Dr Rama
"ya....jom...." Nisha kemudian terdiam,ia seakan tercekik dengan suatu kata yang akan ia ucapkan
"jomblo ya.... benarkah, padahal kamu cantik lo..manis lagiiii..."
Nisha tersenyum kikuk,ia memang tidak mengatakan sesuatu, karena dirinya juga tidak yakin dengan status nya saat ini.
"lalu laki-laki beberapa waktu lalu itu...temanmu atau penggemar mu?" tanya Rama
"ah ...emmm...dia,Dia...."
"penggemar mu kan....hahahahha... sudah sangat bisa ditebak... kalau dia teman mu .itu sudah tidak mungkin....aku sangat tahu kamu sekali...kamu tidak akan berteman dengan orang seperti dia...Dia anak muda yang bebas dan... Terlihat urakan " ucap Rama dengan sedikit berbisik
Nisha terdiam,ia melihat kearah Rama.Semua yang dibilang Rama memang benar adanya.Bara memang seperti itu.Tapi sekarang Bara sudah berubah lebih baik.Bahkan sangat baik.Dari segi penampilan dan juga dari segi sifat.
"kenapa melihat ku seperti itu...." ucap Rama
"aah.. tidak...." ucap Nisha gugup karena lamunannya menatap Rama membuat Rama menjadi besar kepala.
"kau... menikah saja dengan ku..." ucap Rama
Nisha terkejut dan melihat Rama dengan ekspresi wajah yang tidak percaya.Rama mengajaknya menikah? what is this dream ?
is this a joke? what to cheer me up?
.
.
bagaimana niih gengs...Nisha udah 3 cowo yang mau deketin... Daebak emang psikolog satuu inii....mau donkkk jadi Nisha😅
kalian tim mana???
Bara?
Rama?
Fahri?
😁😁☺️🤭
Instagram eunhyeayu90
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments