"dokter jangan asal bicara...." ucap Nisha kikuk
"ya...kapan aku bercanda...aku serius...." ucap Rama meyakinkan
Nisha menelan ludahnya berat, masalah silih berganti tentang persoalan mulai dari bara, perjodohan ibunya dan sekarang Rama ikut-ikutan menyerangnya.Its okey,Nisha memang memiliki ketertarikan dengan Rama,Tapi apa iya Rama benar-benar orang yang tepat untuknya saat ini.
"bisa kita skipp...aku jadi tidak bisa bayangkan kalo kita menikah...pasti semua penggemar dokter Rama akan menerorku..."
Rama memegang tangan Nisha, "Tidak ada yang berani menerormu...Baik,kita menikah ya??"
Nisha benar-benar tercekat,Ia bahkan tidak bisa menggerakkan lidahnya untuk menerima atau menolak ajakan dari Rama.Apakah yang terjadi pada dirinya saat ini.
Nisha kembali ke sebuah klinik ia bekerja, setelah dari 2 rumah sakit kini beralih ke klinik prakteknya.Tidak membuat dirinya lelah,Nisha begitu menikmati semuanya.Bahkan masalah tentang beberapa pria yang mendekatinya akhir-akhir ini tidak mampu merusak keprofesian nya sebagai seorang psikolog.
Dr fitri menghampiri ruangannya, beliau terlihat membawa kan sebuah kopi yang dia beli di pusat perbelanjaan di dekat klinik mereka praktek,
"hay..Nish...ini kopi..." ucap Dr Fitri
"Dokter sangat tahu jika aku sedang lelah hari ini..." ucap Nisha meraih kopi yang diserahkan oleh Dr fitri
Dr fitri tersenyum, "kau tidak terlalu lelah... hanya saja sedang banyak pikiran..."
Nisha meminum americano dengan sedotan yang tersedia,Rasa es kopi tanpa gula ini mampu menjernihkan otaknya untuk membebaskan pikirannya tentang banyaknya pria yang mendekati nya.
"Dr lebih cerdas dari yang aku bayangkan.... Dr fitri is the best..." jawab Nisha
"ada apa lagi??"
"ada seseorang mengajak berpacaran...ada seseorang mengajaknya menikah...ada seseorang yang mengajaknya berkenalan... manakah yang dokter akan pertimbangkan??"
"Kau sangat beruntung Nish..... ha-ha-ha.." tawa Dr Fitri
"sangat !!!!" ucap Nisha lemah
"menurut ku...jika berpacaran,,, orang itu pasti ingin memiliki dua artian,hanya ingin main main atau nggak dia ingin mengorek tentang informasi tentang mu jika dia rasakan cocok, maka Dia akan mengajak mu untuk ke jenjang lebih serius... untuk laki-laki yang mengajak mu menikah Dia pasti orang terdekat dengan mu saat ini bukan?? menurut ku kalau kamu oke sama Dia..yaudah kalian nikah saja... kalau kamu gak ada sesuatu sama dia udah jauhin aja .sapa tahu alasan dia mengajakmu menikah hanya untuk memenuhi kebutuhan biologisnya... hahahaha " ujar Dokter Fitri
kebutuhan biologis? batin Nisha
Nisha menggelengkan kepalanya,apa iya Dr Rama hanya menginginkan kebutuhan biologis saja dan tidak mencintainya.
"aku lanjutin yang untuk orang berkenalan tadi.... kalau menurutku... berkenalan boleh juga ...tapi ingat, kalau dia hanya bosa basi mending jauh-jauh deh...bukan seusia kamu untuk berkenalan say hello sama seseorang pria...klo dari awal udah gak sreg mending gak usah kenal2an segala..."
"entahlah dok ...aku tambah pusing sama problem ini..."
Dr Fitri tersenyum geli melihat Nisha yang tampak frustasi dengan permasalahan nya sendiri.Mungkin Nisha pandai dan bijak memberikan solusi dan juga memberikan pengobatan secara psikologis kepada pasiennya,tapi Nisha begitu gamang dengan permasalahan nya sendiri.
Di rumah Bara, Bara sedang makan malam bersama keluarganya.Seperti kebiasaannya sehari-hari mereka tampak menikmati menu makan malam dengan perasaan yang bahagia seperti keluarga utuh kembali.
"Bar...ayah mau memberikan projek besar kepada mu... bagaimana apa kamu mau mengerjakannya?" tanya pak Alex
"Sepertinya Bara belum mampu Yah .."
"ya dicoba dulu Bara...Sella juga dulu begitu..tapi sekarang lihatlah kakakmu . sekarang tambah mandiri...udah tambah pinter.." jelas bu Hana
"Dicoba ajah Bar ...entar juga kamu bisa-bisa sendiri kok.." ucap Sella
Bara tampak tidak fokus, pikirannya hanya tertuju oleh Nisha . wanita yang dia anggap pacar itu tidak membalas satupun pesan yang dia kirim ataupun menjawab telepon darinya.
"Bar.... " tanya pak Alex
panggilan ayahnya membuat Bara sadar, dia kemudian beralih memandang kearah ayahnya.
"Besok... kiriman projek itu ke email ku ,Yah...nanti aku akan mencoba untuk pelajari.."
Bu Hana dan pak Alex kemudian bernafas lega.Bara telah menyetujui projek Baru yang nantinya akan menjadi pembelajaran untuk Bara agar lebih cepat untuk mengua dunia bisnis.
Dirumahnya Nisha,Pak Arman sedang bersantai dengan menikmati Kopi dan juga camilan yang disediakan istrinya,Bu Tiwi juga ikut menikmati hidangan itu.mereka berada di teras Rumah mereka dengan melihat ramainya jalan depan rumahnya karena ada tontonan panggung hiburan dekat rumah mereka.
"kalau kita punya hajat...lebih baik kita di rumah apa di gedung pak??" tanya bu Tiwi
"Ya... kalau uang kita banyak lebih baik di gedung Buk...tapi kalau pas-pasan dirumah ajah lah..." jawab pak Arman
"Nisha sudah 26 tahun... sudah waktunya memikirkan jodoh pak..."
"tapi mau bagaimana lagi bukk..lah wong anaknya saja tidak buru-buru...pacar aja Nisha tidak punya... mungkin dia sedang asyik-asyiknya mengejar karir nya buk..."
"ya ... tidak begitu pak....Nisha harus memikirkan dirinya...kalau mengejar karir melulu .. kapan nikahnya..Anak satu satunya pak.... pengen banget dapet Cucu dari Nisha..."
" Bagaimana dengan bapak buk... teman-teman bapak juga udah gendong cucu semua.... Teman-temannya nisha udah menikah semua.."
Mereka kedua orang tua Nisha sedang berkeluh kesah tentang Nisha yang sampai detik ini belum menikah ataupun memiliki kekasih.kekhawatiran mereka memang adalah hal lumrah karena Diumur Nisha memang seharusnya memiliki seseorang dalam hatinya.
Sorot lampu mobil telah mengenai pandangan mereka, sebuah mobil mewah Mercedes keluaran terbaru telah mendekati area luar pagar mereka.Ketika mobil itu berhenti,Pak Arman juga bu Tiwi saling pandang.
Bara keluar dari mobil dan berdiri didepan pagar,Pak Arman kemudian berjalan mendekat kearah Bara,
"Nak Bara....??" ucap Pak Arman keheranan melihat Bara datang kerumahnya, penampilan Bara juga lun berubah.Anak muda didepannya kini begitu tampan dengan kaos putih dan celana crem.sopan dan juga berwibawa
Bara tersenyum," iya pak..."
"masuk...masuklah Nak ..." ucap Pak Arman kemudian membuka kan pagarnya, Bara masuk kedalam dan mencium punggung tangan pak Arman.
Bu Tiwi mendekat dan tersenyum, Melihat anak muda tampan rupawan dengan parfum yang sangat wangi.
Bara meraih tangan bu Tiwi dan juga mencium punggung tangannya.
"masuk nak...masuk....ayo..." ucap Bu tiwi Ramah
Bara dan pak Arman membawa Bara masuk kedalam rumah mereka, mempersilahkan duduk di ruang tamu.
"maaf pak.. malam-malam main kerumah..." ucap Bara tidak enak
"ahh.. tidak apa-apa...ini jam 9 malam ..lagi pula malam Minggu...ada hajatan dan panggung hiburan..jadi lingkungan rumah bapak jadi ramai..."
" iya pak ..saya lihat tadi banyak orang berjalan kearah selatan... ternyata ada panggung hiburan... Bagaimana keadaan pak Arman??"
"kaki bapak baik-baik saja... sudah sembuh... terimakasih ya Nak... sudah mengkhawatirkan bapak ..."
"ya pak...saya juga ikut bertanggung jawab atas apa yang dialami bapak .. "
"Nak Bara anak yang baik... jangan sungkan kalau main kerumahnya bapak ini..."
Bara tersenyum, "iya pak...saya datang kemari.. untuk bertemu dengan Nisha..."
Pak Arman dan juga bu Tiwi kaget dan saling berpandangan, mereka begitu kaget dengan kedatangan Bara yang ingin menemui anaknya.
.
.
Nah...nah ..nah....Bara gercep juga yaaakkk langsung dahhh.. kerumahnya ajah..🤣🤣
Instagram eunhyeayu90
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments