Pak Arman dan juga bu Tiwi kaget dan saling berpandangan, mereka begitu kaget dengan kedatangan Bara yang ingin menemui anaknya.
"maksud Nak Bara...??" tanya bingung pak Arman
""hmm.. sebentar...hmm.. maksud ibuk...Nak Bara kenal Nisha begitu.. sehingga Nak Bara ingin bertemu dengan Nisha...??"
Bara mengangguk, ''ibu benar..."
"ahh...iya...iya... saya mengerti..." ucap Bu Tiwi yang meragu.
Pak Arman menghela nafas beratnya, Beliau kemudian melirik kearah Istrinya.Bu Tiwi seakan mendapatkan kode keras Dari suami nya untuk melakukan apa yang dimaksud.
Tapi sebelum Bu Tiwi bangun dari tempat duduknya, Nisha dengan memakai santai telah turun ke lantai satu dengan memakai pakaian tidurnya,Ia bahkan terlonjak kaget saat Melihat Bara yang juga melihat kearahnya.
"Nish...." panggil Bu Tiwi
Nisha dengan masih menatap Bara dengan Ragu berjalan kearah mereka.
"Nak Bara ingin bertemu dengan mu... kalian mengobrol lah...Bapak dan ibuk akan kebelakang..." ucap Pak Arman yang kemudian berdiri dan menggandeng istrinya untuk masuk kedalam.
sepeninggal Kedua orang tuanya, Nisha kemudian duduk disebelah Bara.perasaannya tak tentu.ia sedang dilema dengan perasaan yang bersalah terhadap Bara.
"apa kabarmu..." ucap Bara yang berpindah duduk disebelah Nisha.
jangan tanyakan perasaan Nisha saat ini,Nisha begitu tidak nyaman berdebat dengan Bara.ini terlalu dekat.Bahkan parfum ditubuhnya kian melekat di hidungnya.
"aku baik-baik saja..."
"kenapa kamu tidak membalas pesan dariku??aku begitu khawatir dengan mu...jangan lakukan itu lagi.." ucap Bara yang kini memegang tangan Nisha.Menautkan jari jemarinya di sela-sela jari Nisha.
Nisha melihat jemarinya yang bertautan dengan Bara, jantung nya seakan meledak.ini pertama kalinya dalam hidupnya.tangan Bara begitu hangat.seolah meyakinkan kepada tangannya untuk mempercayai setiap apa yang dilakukan.
"maaf ...aku sangat sibuk akhir-akhir ini..." ucap Nisha
"kamu tidak ingin sesuatu...apa kamu sudah makan...ayo makan diluar..."
"aku baru saja makan dengan bapak dan ibuku..."
"aku ingin tahu tentang dirimu...jawab pertanyaan ku ya...??" tanya Bara
"hmm... apa??"
"kamu usia berapa sekarang??"
"26 thn..."
"kalau aku 24 tahun.. tidak apa-apa ... aku tidak memandang usia... yang terpenting,kita sama-sama saling mengerti dan memahami,aku ingin kita saling terbuka satu sama lain...aku akan berusaha sebaik mungkin menjadi kekasih mu..."
Semakin tercekat kelu lidah Nisha,ia bahkan tidak sanggup bernafas dengan baik.
"Aku.....Aku tidak bisa...." ucap Nisha yang terpotong dengan kalimat ucapan Bara
""aku tahu....kamu tidak bisa menunggu terlalu lama untuk menjalin menjadi sepasang kekasih....Nisha...Aku janji kepada mu... beri aku waktu untuk bisa menjadi mapan dan pantas agar bisa membawa hubungan kita menjadi lebih serius..."ucap Bara dengan serius.
Nisha rasanya ingin menangis dan berteriak, bagaimana bisa Bara memiliki pemikiran seperti itu, seperti terjebak di tumpukan jerami,Nisha hanya bisa pasrah dan menunggu waktu yang tepat untuk mengatakan sesungguhnya jika dirinya sama sekali tidak memiliki perasaan kepadanya.
...----------------...
Di kamar Nisha,
Nisha dihadapkan dengan kedua orangtuanya,Nisha berulang kali mengembuskan nafas panjangnya nya untuk mengurangi kegugupan yang dilanda.
"bapak ingin bertanya kepada mu...ada hubungan apa kamu sama nak Bara"
"Seperti bapak Dan ibu lihat...Bara menyukai Nisha...tapi Nisha sama sekali tidak memiliki perasaan yang sama dengannya ... tidak ada yang spesial pak...buk.."
"itu pilihan mu Nish... sebaiknya kamu jangan banyak memberikan harapan kepada nak Bara..." ucap Pak Arman
"ibu lihat nak bara juga baik sopan lagi..apa tidak sebaiknya kamu pertimbangkan lagi nish .."
Nisha memejamkan matanya dengan menahan sesuatu, ia kemudian menggelengkan kepalanya.Tidak ada rasa berarti kepada Bara.
...----------------...
Bara menelpon berulang kali ke nomor Nisha, apakah Nisha begitu sibuknya sehingga tidak menjawab telp darinya lagi.
setelah mencoba berulang kali karena kesal Bara menghempaskan ponselnya ke segala arah.
"Nisha..."ucap Bara penuh penekanan.
Bara kemudian bangkit dari tempat duduknya dan mengambil ponselnya yang jatuh . Dia kemudian berdiri dan keluar dari ruang kerjanya.Bara begitu kaget saat dia membuka pintu.Dibalik pintu ada sosok wanita yang melihat kearah nya dengan wajah sendu.
.
.
libur 3 hari Gak up gengs... rasanya nona nano...😅maaf yakk.. author sakittttt🤧
Instagram eunhyeayu90
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments