Setelah perjalanan yang panjang dan melelahkan, Alaska akhirnya tiba di rumah dalam keadaan pingsan. Anak buah Andre dengan hati-hati membawanya masuk ke dalam rumah dan meletakkannya di tempat tidur. Mereka segera memanggil dokter untuk memeriksa kondisi Alaska. Di antara kekhawatiran dan kegelisahan, keluarga Andre berkumpul di sekitar Alaska, berdoa dan berharap agar dia segera pulih.
Mereka merasa khawatir dan bersalah karena terpaksa melakukan tindakan tersebut, namun pada saat yang sama, mereka juga merasa lega karena Alaska telah ditemukan dan kembali ke pelukan keluarga mereka.
Sementara Alaska masih pingsan, keluarga berusaha menjaga ketenangan dan memberikan dukungan satu sama lain. Mereka berharap dengan sepenuh hati bahwa Alaska segera pulih dan kembali menjadi sumber kebahagiaan dalam kehidupan mereka.
Torik duduk tegang di ruang tunggu, menunggu dokter yang sedang memeriksa Alaska. Setelah beberapa saat yang terasa sangat lama, dokter keluar dari ruang perawatan dan menyambut Torik dengan serius.
"Mr. Torik, saya sudah memeriksa kondisi Alaska," kata dokter dengan suara lembut namun tegas. "Dia mengalami kelelahan yang cukup parah dan pingsan akibat keadaan tersebut. Namun, tidak ada tanda-tanda cedera serius atau komplikasi lainnya."
Torik menghela nafas lega, namun kekhawatirannya masih terpancar dari wajahnya. "Apa yang harus kami lakukan, dokter? Bagaimana mengembalikannya ke kesadaran?"
Dokter menjelaskan, "Saat ini, yang paling penting adalah memberinya istirahat yang cukup dan perawatan yang baik. Saya telah memberikan terapi cairan dan obat penenang untuk membantu tubuhnya pulih secara alami. Dia akan membutuhkan waktu untuk pulih sepenuhnya, tetapi dengan perawatan yang tepat, saya optimis dia akan segera bangun."
Torik mengangguk serius, "Terima kasih, dokter. Kami akan melakukan yang terbaik untuk merawatnya."
Dokter mengangguk dan menambahkan, "Saya juga ingin menekankan pentingnya dukungan keluarga dalam proses pemulihannya. Alaska membutuhkan perhatian, cinta, dan dukungan dari semua orang terdekatnya. Bersama-sama, kita akan membantu dia pulih dengan baik."
Dengan rasa harap dan keberanian yang terpancar dari matanya, Torik menjawab, "Kami akan memberikan segala dukungan yang dia butuhkan, dokter. Terima kasih atas perawatan dan nasihat Anda."
Setelah percakapan singkat tersebut, Torik kembali ke sisi Alaska dengan tekad yang kuat untuk mendukung putranya dalam proses pemulihan. Dia yakin, bersama keluarga yang penuh cinta dan dukungan, Alaska akan pulih dan kembali menjadi dirinya yang ceria.
Ketika dokter memberikan penjelasan tentang kondisi Alaska yang relatif stabil dan harapan pemulihannya yang baik, suasana di ruangan itu segera berubah. Semua orang yang menunggu dengan khawatir dan gelisah merasa lega mendengar berita tersebut. Ekspresi wajah mereka yang tegang perlahan mengendur dan digantikan oleh senyuman harapan.
Andre dan semua anggota keluarga yang hadir merasa lega bahwa Alaska tidak mengalami cedera serius. Rasa kekhawatiran yang selama ini menghantui mereka mulai berkurang. Mereka merasakan beban di hati mereka menjadi lebih ringan, seolah beban kekhawatiran telah dilepaskan.
Tangis kelegaan terdengar dari beberapa anggota keluarga yang meneteskan air mata. Sejurus kemudian, mereka saling berpelukan erat, merasakan kehangatan keluarga yang penuh kasih dalam momen ini.
Dalam kelegaan mereka, mereka mengucap syukur kepada Tuhan atas kabar baik yang mereka terima. Mereka berjanji untuk saling mendukung dan menjaga Alaska selama proses pemulihan, serta memberikan semua yang dia butuhkan untuk kembali pulih sepenuhnya.
Di tengah kelegaan dan harapan yang memenuhi ruangan itu, mereka menyadari betapa berharganya kehadiran Alaska dalam kehidupan mereka. Mereka berkomitmen untuk menjaga dan mendukungnya dengan sepenuh hati, tidak hanya dalam masa pemulihan ini, tetapi juga dalam setiap langkah perjalanan hidupnya.
Dengan hati yang penuh rasa haru, Torik perlahan mendekati tempat tidur Alaska yang masih pingsan. Wajahnya dipenuhi dengan ekspresi campuran kekhawatiran, kelegaan, dan kasih sayang yang tak terhingga. Hatinya berdebar-debar saat ia memandang anak terakhirnya yang terbaring lemah di sana.
Dengan lembut, Torik mengulurkan tangannya untuk menyentuh pipi Alaska yang pucat. Ia merasakan kehangatan kulit putranya, meskipun masih lemah dan tidak sadar. Air mata tumpah dari mata Torik, mencerminkan perasaan cinta dan kepedulian yang dalam terhadap Alaska.
Dalam keheningan ruangan, Torik berbicara dengan lembut kepada Alaska, mengungkapkan rasa cintanya sebagai seorang ayah. Ia mengucapkan kata-kata penyemangat, berjanji untuk selalu berada di sampingnya, dan berusaha untuk membuatnya pulih sepenuhnya.
Setiap kata yang diucapkan oleh Torik terasa memancarkan kekuatan dan harapan. Ia percaya bahwa Alaska memiliki kekuatan yang luar biasa untuk bangkit dari keterpurukan ini. Torik memohon kepada Tuhan agar memberikan kekuatan dan pemulihan yang cepat bagi putranya tercinta.
Dalam momen yang penuh emosi ini, Torik merasakan ikatan yang kuat antara seorang ayah dan anaknya. Ia berjanji untuk tidak pernah berhenti berjuang dan memberikan yang terbaik bagi Alaska. Dalam kegelapan yang menyelimuti, ia menghadirkan sinar harapan yang mengilhami jalan pemulihan Alaska.
Dengan penuh kasih sayang, Torik mencium kening Alaska dan menitipkan doa-doa yang tulus untuk kesembuhan dan kebahagiaannya. Ia berharap suatu hari nanti Alaska akan bangun dan kembali memberikan keceriaan dan kebahagiaan bagi keluarga mereka.
Dalam pelukan cinta seorang ayah, Torik berjanji untuk melindungi, mendukung, dan mencintai Alaska sepanjang hidupnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments
Ejan Din
andre seorg kaka yh egois... kasian Alaska.. sebagai alat bagi ku.. ya benar ia seorang pewaris tp sebaik2nya pikir juga kebahagiannya caranya saja memudahkan Alaska dgn sea suda Salah sifatnya.. aku yalit pasti Dan pasti Alaska akan melarikan diri Dan membawa sea pergu jauh sejauh mungkin Walaupun pada awalnya mengikut tindakan dadyn kakanya... Moga nga nyesal dgn tindakan kalian yg memaksa
2023-06-10
0
Ejan Din
andre seorg kaka yh egois... kasian Alaska.. sebagai alat bagi ku.. ya benar ia seorang pewaris tp sebaik2nya pikir juga kebahagiannya caranya saja memudahkan Alaska dgn sea suda Salah sifatnya.. aku yalit pasti Dan pasti Alaska akan melarikan diri Dan membawa sea pergu jauh sejauh mungkin Walaupun pada awalnya mengikut tindakan dadyn kakanya... Moga nga nyesal dgn tindakan kalian yg memaksa
2023-06-10
1
Anih Suryani
d baca smpi kata bersambung asli g ngeri ini cerita apa
2023-06-10
1