Kabar baik untuk Andre

Anak buah Andre yang sedang mengejar Alaska dan Sea semakin terhenti dalam usaha mereka. Keletihan dan rasa kebingungan mulai menghampiri mereka. Beberapa dari mereka saling berbicara, mengungkapkan ketidakpastian dan kekhawatiran.

"Sudahlah, kita harus berhenti mengejar mereka," kata salah satu anak buah dengan suara lirih. "Kita terlalu jauh masuk ke dalam hutan ini, kita bisa tersesat."

"Benar," sahut yang lain dengan nada setuju. "Tidak mungkin kita mengejar mereka tanpa tahu arah yang benar. Lebih baik kita kembali dan memberitahukan Andre."

Keputusan itu akhirnya diambil. Anak buah Andre meninggalkan upaya mereka mengejar Alaska dan Sea, dan berbalik arah untuk kembali ke tempat asal mereka. Rasa kekecewaan terpancar dari wajah mereka, seiring dengan rasa frustrasi karena keberhasilan mereka yang begitu dekat, namun akhirnya terlepas dari genggaman.

Kabut di hutan yang semakin tebal, anak buah Andre bergerak dengan hati-hati, berusaha menghindari tersesat dalam rimbunnya pepohonan dan kerumitan medan. Mereka mengandalkan kompas dan pengalaman mereka dalam berorientasi, berharap dapat kembali ke jalan yang benar.

Di dalam hutan yang berkabut, suasana semakin mencekam dan pemandangan semakin samar bagi anak buah Andre. Kabut tebal menyelimuti sekitar mereka, menyebabkan jarak pandang menjadi sangat terbatas. Pepohonan yang rimbun dan berbelit-belit semakin memperumit navigasi mereka. Cahaya matahari pun kesulitan menembus kabut dan menciptakan bayangan-bayangan gelap di antara pepohonan yang mengelilingi mereka.

Anak buah Andre merasa terjebak dalam labirin pohon dan kabut yang tak berujung. Langkah-langkah mereka melambat, karena mereka harus berhati-hati untuk menghindari pohon-pohon yang menjulang tinggi dan akar-akar yang menjuntai. Suara langkah mereka terdengar redup di tengah heningnya hutan, hanya tergantikan oleh deru angin dan kerusakan dedaunan di bawah kaki mereka.

Mereka mencoba menggunakan peta dan kompas untuk menentukan arah, tetapi dengan kabut yang menyelimuti segalanya, petunjuk-petunjuk itu terasa sangat kurang jelas. Setiap langkah yang diambil harus dipertimbangkan dengan hati-hati, karena kemungkinan tersesat dan memasuki area yang lebih berbahaya semakin nyata.

Hutan yang lebat dan kabut yang pekat menciptakan suasana yang menakutkan dan mencekam. Anak buah Andre merasa terisolasi di tengah kegelapan, dengan setiap suara atau kerusakan dedaunan menjadi sumber kecemasan. Mereka berusaha tetap berpegangan satu sama lain, memastikan tidak kehilangan kontak dalam keheningan yang membelenggu mereka.

Dalam keadaan seperti ini, kesabaran dan ketekunan menjadi kunci. Anak buah Andre terus berusaha menjaga semangat dan berharap bisa menemukan jalur keluar dari labirin yang tak berujung ini. Mereka tahu bahwa hanya dengan tetap tenang dan fokus, mereka memiliki harapan untuk keluar dari hutan yang penuh tantangan ini.

***

Dalam keadaan kelelahan dan kebingungan, salah satu anak buah Andre akhirnya menemukan jejak keberadaan Alaska di tengah hutan. Dengan napas terengah-engah, dia melaporkan kepada Andre bahwa mereka berhasil menemukan Alaska, tetapi belum berhasil membawa dia kembali ke rumah.

Andre mendengar kabar tersebut dengan campuran kelegaan dan kecemasan. Ia menyadari betapa sulitnya menemukan Alaska di tengah hutan yang lebat dan kabut pekat. Namun, dia juga merasa frustrasi karena Alaska terus melarikan diri dan memilih tinggal di hutan.

"Tuan Andre, kami menemukan Alaska di tengah hutan, tapi kami belum berhasil membawa dia kembali ke rumah," ucap salah satu anak buah Andre dengan wajah lelah.

Andre menatap mereka dengan campuran antara kegembiraan dan kekhawatiran. Dia merasa lega mengetahui bahwa Alaska masih hidup dan ditemukan, namun kekhawatiran tentang keselamatan dan keadaan Alaska masih menghantuinya.

Anak buah Andre melanjutkan, "Kami sudah berusaha keras meyakinkan Alaska untuk pulang, tapi dia sangat keras kepala. Dia merasa bahwa dia tidak ingin kembali ke kehidupan yang diatur dan terbatas seperti sebelumnya."

Andre mengernyitkan keningnya, mencoba mencari solusi yang tepat. "Kalian sudah melakukan yang terbaik. Tapi kita tidak boleh menyerah. Alaska adalah keluarga kita dan kita harus bersama-sama mencari jalan untuk membantu dia. Teruslah mencoba, tapi juga berikan dia waktu dan ruang untuk merenung."

Anak buah Andre menjelaskan bahwa mereka berusaha keras untuk memburu Alaska dan mengajaknya kembali, tetapi Alaska terus berusaha menghindari mereka dan menggagalkan upaya mereka. Mereka telah mencoba menemukan jalan keluar dari hutan dan mengamati setiap jejak yang ditinggalkan Alaska, tetapi situasinya semakin rumit dan terjebak dalam kesulitan.

Andri merasa semakin terpacu untuk menemukan Alaska dan membawa dia pulang. Ia menyadari bahwa waktu berlalu dan semakin sulit untuk menemukan jalan kembali jika terus berada dalam hutan yang mencekam ini. Dia memberikan instruksi kepada anak buahnya untuk terus mencari Alaska dengan segala upaya yang mereka miliki, namun juga harus berhati-hati agar tidak tersesat atau berada dalam bahaya.

Dengan semangat yang terus membara, anak buah Andre bersedia menerima tugas itu dan bersiap untuk melanjutkan pencarian mereka. Mereka menyadari bahwa mereka menghadapi tantangan yang besar, tetapi keinginan mereka untuk menemukan Alaska dan membawa dia kembali ke rumah tidak pernah pudar.

Dalam kegelapan dan ketidakpastian hutan yang lebat, mereka melanjutkan perjalanan mereka dengan harapan dan tekad yang kuat. Mereka tahu bahwa pencarian ini akan menjadi ujian keberanian dan ketahanan mereka, tetapi mereka siap menghadapinya dengan keyakinan bahwa Alaska adalah tanggung jawab mereka dan harus kembali ke tempat yang aman.

"Setidaknya kita tahu keberadaannya sekarang. Apakah dia dalam kondisi baik?"

Anak buah Andre menggelengkan kepala. "Dia terlihat lelah dan sedikit terluka, tetapi sepertinya tidak ada cedera serius. Namun, dia sangat enggan untuk kembali ke rumah. Dia merasa terikat dengan kebebasan dan petualangan di hutan ini."

Andre mengambil napas dalam-dalam, mencoba memahami situasi tersebut. "Saya mengerti perasaannya. Tapi kita harus meyakinkannya bahwa keamanan dan kesejahteraannya lebih penting. Kita tidak bisa meninggalkannya di hutan seperti ini. Teruslah memberikan dukungan dan coba temukan cara untuk mengajaknya kembali dengan sukarela."

Andre segera mengambil ponselnya dan menghubungi papanya untuk memberikan kabar yang penting. "Papa, aku punya kabar bagus. Kami telah menemukan Alaska di tengah hutan," ujarnya dengan suara gembira.

Di sisi telepon, suara papanya terdengar agak terkejut. "Benarkah? Bagaimana kondisinya? Apakah dia baik-baik saja?"

Andre menjawab, "Dia terlihat lelah dan sedikit terluka, tapi sepertinya tidak serius. Namun, dia enggan untuk kembali ke rumah. Dia merasa terikat dengan kebebasan di hutan ini."

Papanya merespons dengan suara yang penuh kekhawatiran, "Kita harus membawanya kembali, Andre. Keamanan dan kesejahteraannya adalah yang terpenting. Bisakah kalian meyakinkannya untuk pulang?"

Andre menganggukkan kepala, meskipun papanya tidak dapat melihatnya. "Kami akan mencoba, Papa. Kami tahu ini bukan tugas yang mudah, tetapi kami akan memberikan dukungan dan berusaha meyakinkannya. Kami tidak akan meninggalkannya di hutan seperti ini."

Papanya memberikan dorongan, "Lakukan yang terbaik, anakku. Berikan kepadanya pengertian dan coba temukan cara untuk membawanya kembali dengan sukarela. Kami akan menunggu kabar selanjutnya. Pastikan dia dalam keadaan aman."

Andre mengucapkan terima kasih dan menutup panggilan telepon. Dalam hatinya, dia bertekad untuk melaksanakan tugas ini dengan baik. Dia menyadari bahwa tanggung jawabnya bukan hanya sebagai abang, tetapi juga sebagai pemimpin untuk membawa Alaska kembali ke rumah dan menjaganya dari bahaya yang mungkin ada di hutan tersebut.

Episodes
1 Alaska Melbert & Sea Jenggala
2 Sea dan kehidupannya
3 Kecelakaan Alaska
4 Pertemuan Sea dan Alaska
5 Alaska yang mulai nyaman dengan Sea
6 Proses pencarian Alaska
7 Andre terus mencari keberadaan adiknya
8 Sea menceritakan kehidupannya
9 Alaska tidak mau kembali ke rumah
10 Mimpi mama
11 Menikmati buah dengan Alaska
12 Alaska bertemu anak buah Andre
13 Kabar baik untuk Andre
14 Alaska yang tidak bisa meninggalkan Sea
15 Surat dari Andre untuk Alaska
16 Torik dan Andre sudah mengetahui keberadaan Alaska
17 Mama Alaska yang terbaring di rumah sakit
18 Alaska mencari anak buah Andre
19 Alaska dan anak buah Andre
20 Alaska sudah dibawa pulang
21 Alaska ingin kabur
22 Sea mencari Alaska
23 Mogok makan
24 Kekhawatiran mama Alaska
25 Hanya alibi saja?
26 Alaska sakit
27 Alaska sangat merindukan Sea
28 Merasa sepi
29 Keluar rumah
30 berhasil bertemu Sea
31 Sudah bertemu Sea
32 Andre yang marah
33 Membiarkan dulu bersenang-senang?
34 Rumah (Baru)
35 Mengungkit keinginan Sea
36 Janji Alaska diwujudkan
37 Kekhawatiran Andre
38 Alaska membawa Sea ke apartemen
39 Sea dan Alaska jalan-jalan
40 Permohonan Mama Alaska
41 Keluarga Sea?
42 Alaska tidak mau ditinggal Sea
43 Seseorang yang mirip dengan Sea?
44 Sea memiliki kembaran
45 Keluarga Kandung Sea
46 Perasaan Sea
47 Permintaan Audi
48 Rumah Baru Sea?
49 Menginjakkan rumah setelah sekian lama
50 Sea merindukan Alaska
51 Sea kabur
52 Sea kembali bertemu dengan Alaska
53 Sea bercerita
54 Kemarahan keluarga Sea
55 Pergi ke taman
56 Kebersamaan di kafe
57 Apa yang terjadi?
58 Membicarakan masalah ini
59 Musuh keluarga?
60 Berjanji akan terus bersama
61 Mendengarnya
62 Perlindungan dari Audi
63 Kekhawatiran semua orang
64 Kegugupan Alaska
65 Ulah musuh keluarga
66 Adu mulut kedua belah pihak
67 Diserang wartawan
68 Perjalanan ke rumah sakit
69 Tiba di rumah sakit
70 Ulah keluarga Alaska
71 Akhir kisah ini
72 EKSTRA PART
Episodes

Updated 72 Episodes

1
Alaska Melbert & Sea Jenggala
2
Sea dan kehidupannya
3
Kecelakaan Alaska
4
Pertemuan Sea dan Alaska
5
Alaska yang mulai nyaman dengan Sea
6
Proses pencarian Alaska
7
Andre terus mencari keberadaan adiknya
8
Sea menceritakan kehidupannya
9
Alaska tidak mau kembali ke rumah
10
Mimpi mama
11
Menikmati buah dengan Alaska
12
Alaska bertemu anak buah Andre
13
Kabar baik untuk Andre
14
Alaska yang tidak bisa meninggalkan Sea
15
Surat dari Andre untuk Alaska
16
Torik dan Andre sudah mengetahui keberadaan Alaska
17
Mama Alaska yang terbaring di rumah sakit
18
Alaska mencari anak buah Andre
19
Alaska dan anak buah Andre
20
Alaska sudah dibawa pulang
21
Alaska ingin kabur
22
Sea mencari Alaska
23
Mogok makan
24
Kekhawatiran mama Alaska
25
Hanya alibi saja?
26
Alaska sakit
27
Alaska sangat merindukan Sea
28
Merasa sepi
29
Keluar rumah
30
berhasil bertemu Sea
31
Sudah bertemu Sea
32
Andre yang marah
33
Membiarkan dulu bersenang-senang?
34
Rumah (Baru)
35
Mengungkit keinginan Sea
36
Janji Alaska diwujudkan
37
Kekhawatiran Andre
38
Alaska membawa Sea ke apartemen
39
Sea dan Alaska jalan-jalan
40
Permohonan Mama Alaska
41
Keluarga Sea?
42
Alaska tidak mau ditinggal Sea
43
Seseorang yang mirip dengan Sea?
44
Sea memiliki kembaran
45
Keluarga Kandung Sea
46
Perasaan Sea
47
Permintaan Audi
48
Rumah Baru Sea?
49
Menginjakkan rumah setelah sekian lama
50
Sea merindukan Alaska
51
Sea kabur
52
Sea kembali bertemu dengan Alaska
53
Sea bercerita
54
Kemarahan keluarga Sea
55
Pergi ke taman
56
Kebersamaan di kafe
57
Apa yang terjadi?
58
Membicarakan masalah ini
59
Musuh keluarga?
60
Berjanji akan terus bersama
61
Mendengarnya
62
Perlindungan dari Audi
63
Kekhawatiran semua orang
64
Kegugupan Alaska
65
Ulah musuh keluarga
66
Adu mulut kedua belah pihak
67
Diserang wartawan
68
Perjalanan ke rumah sakit
69
Tiba di rumah sakit
70
Ulah keluarga Alaska
71
Akhir kisah ini
72
EKSTRA PART

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!