Kecelakaan Alaska

Setelah berhasil kabur dari pemburu, Sea bersembunyi di sebuah gubuk tua. Yang mana gubuk itu merupakan peninggalan ibu dan neneknya yang biasa digunakan untuk istirahat setelah menjelajah hutan belantara ini. Ia sedikit ketakutan, waktu itu nenek dan ibunya mengatakan wilayah ini jarang sekali didatangi oleh pemburu.

Atau mungkin dikarenakan tadi ia berjalan begitu jauh makanya bisa bertemu dengan pemburu? Sea memutuskan untuk beristirahat saja di sini. Ia terlalu lelah berlari tadi, akhirnya ia pun tertidur. Tidak peduli jika ini bukan berarti di rumahnya melainkan digubuk, yang terpenting ia bisa tidur sekarang.

Sea merasa jantungnya berdegup kencang saat melihat sosok pemburu yang mengancamnya beberapa saat yang lalu. Ketakutan merayap di dalam dirinya, membuat tubuhnya gemetar. Ia merasa rentan dan terancam oleh kehadiran orang tersebut.

Setelah pemburu itu pergi, Sea mencoba mengumpulkan diri dan menenangkan dirinya sendiri. Namun, bayangan ancaman yang baru saja ia alami terus menghantuinya. Setiap suara dan gerakan di sekitarnya membuatnya bergidik ngeri.

Sea mengingatkan dirinya sendiri bahwa ia memiliki kekuatan dan ketabahan untuk melawan rasa takut. Ia berjanji untuk tetap waspada dan berpikir cerdas dalam menghadapi ancaman yang mungkin muncul di depannya. Dengan tekad yang kuat, Sea melangkah maju, siap menghadapi apa pun yang akan datang, meski ketakutan masih menghantui di balik langkah-langkahnya.

***

Alaska berada di dalam mobil, ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata. Ia yakin mobil yang ada dibelakang sana sedang mengikutinya, yang mana mereka adalah orang suruhan keluarganya untuk mengikuti dirinya. Ponselnya sedari tadi berdering terus, tapi tidak ia pedulikan.

Pasti seluruh keluarganya sedang menelepon dirinya sedari tadi. Alaska melaju dengan mobilnya melalui jalan yang lengang, tanpa mengindahkan dering telepon yang terus memenuhi ruang kendaraan. Meski teleponnya bergetar dan menarik perhatiannya, dia memutuskan untuk tidak mengangkatnya, fokus pada perjalanan yang sedang dilakoninya.

Telepon terus berdering, memancarkan suara yang semakin merayap ke dalam kesadarannya. Namun, Alaska menolak untuk terganggu. Dia merasakan adrenalin yang mengalir dalam tubuhnya, menggerakkan setiap serat sarafnya, dan membuatnya merasa hidup.

Meski demikian, dalam kedalaman hatinya, Alaska juga merasa sedikit penasaran tentang siapa yang mungkin mencoba menghubunginya saat itu. Namun, niatnya untuk mengejar petualangan dan menjelajahi kebebasan jauh lebih kuat daripada rasa ingin tahu terhadap panggilan telepon tersebut.

Dengan kecepatan penuh dan kegembiraan di dalam hati, Alaska terus melaju, meninggalkan telepon yang berdering di belakang. Dia siap menghadapi apa pun yang akan datang, tanpa hambatan atau gangguan yang bisa menghalangi langkahnya.

Dalam sekejap, kecelakaan dahsyat terjadi. Mobil Alaska yang sedang melaju dengan kecepatan tinggi tak terkendali, tiba-tiba terjatuh ke jurang yang curam. Suara dentuman yang mengerikan menggema di sekitar, menciptakan keheningan yang mencekam setelahnya.

Saat mobil menabrak tanah dengan kekuatan dahsyat, serpihan-serpihan pecahan kaca dan debu beterbangan di udara. Alaska, terjepit di dalam mobil yang hancur, merasakan goncangan hebat dan rasa sakit yang menusuk tubuhnya. Wajahnya dipenuhi oleh perasaan ketakutan dan kebingungan saat dia mencoba memahami apa yang baru saja terjadi.

Dalam keadaan terluka dan terkejut, Alaska berjuang untuk membebaskan dirinya dari jerat logam yang mengelilinginya. Dia merasakan denyutan adrenalin yang kuat, mendorongnya untuk bertahan dan mencari cara keluar dari situasi yang mencekam ini.

Saat kecelakaan itu mereda, Alaska memandang ke sekelilingnya dengan pandangan penuh kekacauan. Dia menyadari bahwa dia harus bertindak cepat, mengumpulkan kekuatan yang tersisa untuk mencari pertolongan atau menghubungi siapapun yang bisa membantu dalam situasi darurat ini.

Dalam keheningan jurang yang dalam, Alaska berusaha menjaga ketenangan, berharap ada seseorang yang akan datang menyelamatkannya dari keadaan yang mencekam ini.

Saat Alaska berusaha untuk keluar dari mobil yang hancur, ia merasakan seolah-olah kakinya terjepit di bawah logam yang patah. Rasa sakit yang menusuk menjalar dari kakinya dan membuatnya sulit untuk bergerak. Ia merasa seperti terperangkap dalam lingkaran kehancuran yang mengelilinginya.

Dengan setiap usaha yang ia lakukan, Alaska merasakan ketidakmampuan untuk membebaskan kakinya yang terperangkap. Rasa putus asa mulai menyelimuti pikirannya, namun dia menolak untuk menyerah. Dia tahu bahwa dia harus menemukan cara untuk melepaskan diri dari perangkap yang menyiksa ini jika ingin selamat.

Dengan penuh ketekunan, Alaska memusatkan perhatiannya pada membangkitkan kekuatan terakhir yang tersisa dalam tubuhnya. Dalam keadaan yang sulit dan nyeri yang tak tertahankan, ia mengumpulkan keberanian untuk mencoba menggeser atau melonggarkan logam yang menekan kakinya.

Setiap gerakan terasa seperti tantangan besar, tetapi Alaska tetap berusaha sekuat tenaga. Ia berteriak memanggil pertolongan, berharap ada yang mendengar seruan putus asanya. Meski dalam keadaan terjepit dan kesulitan, ia tidak ingin menyerah pada takdirnya.

Sementara waktu berlalu perlahan, Alaska berjuang dengan ketahanan dan keberanian yang tak tergoyahkan. Meskipun kakinya masih terperangkap, tekadnya untuk bertahan dan melawan menguat. Dia tahu bahwa selama ada semangat dan upaya, ada harapan untuk keluar dari situasi mengerikan ini.

***

Saat Torik duduk di depan televisi, ia tak sengaja melihat berita tentang kecelakaan yang terjadi. Mata dan hatinya terpaku pada gambar-gambar puing yang berserakan dan ambulans yang bergerak cepat. Namun, ia belum menyadari bahwa kecelakaan tragis itu melibatkan putranya, Alaska.

Torik merasakan dorongan insting yang kuat untuk mencari tahu lebih lanjut, namun, pikirannya masih tertutup oleh ketidaktahuan. Ia belum mampu menghubungkan berita itu dengan kenyataan pahit bahwa anaknya mungkin menjadi korban dalam kecelakaan tersebut.

Di dalam hatinya, ada perasaan gelisah yang tumbuh semakin kuat. Sesekali, pandangannya terpecah dari layar televisi, dan dia memandang sekeliling rumah dengan kegelisahan yang tak terucapkan. Sesuatu yang tak biasa terasa dalam udara, tetapi dia masih belum menangkap benang merah dari peristiwa yang sedang terjadi.

Tiba-tiba, telepon genggam Torik berdering keras, memecah keheningan di ruangan. Dengan kekhawatiran yang tumbuh di hati, dia mengambil teleponnya dan mengangkatnya dengan gemetar. Suara di seberang garis membuatnya menahan nafas, dan saat itu, ketidakpastian yang merayap di dalam dirinya mulai menghilang.

Detik demi detik berlalu, dan dunia Torik runtuh di hadapannya saat kata-kata tragis meluncur dari telepon. Wajahnya pucat dan tubuhnya gemetar saat ia mencerna kenyataan yang tak terbayangkan sebelumnya. Kecelakaan itu tidak hanya sebuah berita di layar televisi, tapi itu adalah kehidupan anaknya yang terjebak dalam kecelakaan yang mengerikan.

Dalam kebingungan dan kepanikan, Torik mencoba mengumpulkan kekuatannya. Ia merasa berputar dalam pusaran emosi yang tak terkendali, tetapi dia tahu bahwa sekarang adalah saatnya untuk bertindak. Ia meraih kunci mobilnya dengan tangan yang gemetar dan dengan satu tujuan yang jelas di dalam benaknya: menemukan Alaska, anak yang sangat ia cintai, dalam keadaan apapun.

Terpopuler

Comments

yuni susilawati

yuni susilawati

betul membosankan

2024-11-03

0

Ken arok

Ken arok

terlalu panjang narasinya, jd bosan bacanya, bertele tele

2023-07-29

0

lihat semua
Episodes
1 Alaska Melbert & Sea Jenggala
2 Sea dan kehidupannya
3 Kecelakaan Alaska
4 Pertemuan Sea dan Alaska
5 Alaska yang mulai nyaman dengan Sea
6 Proses pencarian Alaska
7 Andre terus mencari keberadaan adiknya
8 Sea menceritakan kehidupannya
9 Alaska tidak mau kembali ke rumah
10 Mimpi mama
11 Menikmati buah dengan Alaska
12 Alaska bertemu anak buah Andre
13 Kabar baik untuk Andre
14 Alaska yang tidak bisa meninggalkan Sea
15 Surat dari Andre untuk Alaska
16 Torik dan Andre sudah mengetahui keberadaan Alaska
17 Mama Alaska yang terbaring di rumah sakit
18 Alaska mencari anak buah Andre
19 Alaska dan anak buah Andre
20 Alaska sudah dibawa pulang
21 Alaska ingin kabur
22 Sea mencari Alaska
23 Mogok makan
24 Kekhawatiran mama Alaska
25 Hanya alibi saja?
26 Alaska sakit
27 Alaska sangat merindukan Sea
28 Merasa sepi
29 Keluar rumah
30 berhasil bertemu Sea
31 Sudah bertemu Sea
32 Andre yang marah
33 Membiarkan dulu bersenang-senang?
34 Rumah (Baru)
35 Mengungkit keinginan Sea
36 Janji Alaska diwujudkan
37 Kekhawatiran Andre
38 Alaska membawa Sea ke apartemen
39 Sea dan Alaska jalan-jalan
40 Permohonan Mama Alaska
41 Keluarga Sea?
42 Alaska tidak mau ditinggal Sea
43 Seseorang yang mirip dengan Sea?
44 Sea memiliki kembaran
45 Keluarga Kandung Sea
46 Perasaan Sea
47 Permintaan Audi
48 Rumah Baru Sea?
49 Menginjakkan rumah setelah sekian lama
50 Sea merindukan Alaska
51 Sea kabur
52 Sea kembali bertemu dengan Alaska
53 Sea bercerita
54 Kemarahan keluarga Sea
55 Pergi ke taman
56 Kebersamaan di kafe
57 Apa yang terjadi?
58 Membicarakan masalah ini
59 Musuh keluarga?
60 Berjanji akan terus bersama
61 Mendengarnya
62 Perlindungan dari Audi
63 Kekhawatiran semua orang
64 Kegugupan Alaska
65 Ulah musuh keluarga
66 Adu mulut kedua belah pihak
67 Diserang wartawan
68 Perjalanan ke rumah sakit
69 Tiba di rumah sakit
70 Ulah keluarga Alaska
71 Akhir kisah ini
72 EKSTRA PART
Episodes

Updated 72 Episodes

1
Alaska Melbert & Sea Jenggala
2
Sea dan kehidupannya
3
Kecelakaan Alaska
4
Pertemuan Sea dan Alaska
5
Alaska yang mulai nyaman dengan Sea
6
Proses pencarian Alaska
7
Andre terus mencari keberadaan adiknya
8
Sea menceritakan kehidupannya
9
Alaska tidak mau kembali ke rumah
10
Mimpi mama
11
Menikmati buah dengan Alaska
12
Alaska bertemu anak buah Andre
13
Kabar baik untuk Andre
14
Alaska yang tidak bisa meninggalkan Sea
15
Surat dari Andre untuk Alaska
16
Torik dan Andre sudah mengetahui keberadaan Alaska
17
Mama Alaska yang terbaring di rumah sakit
18
Alaska mencari anak buah Andre
19
Alaska dan anak buah Andre
20
Alaska sudah dibawa pulang
21
Alaska ingin kabur
22
Sea mencari Alaska
23
Mogok makan
24
Kekhawatiran mama Alaska
25
Hanya alibi saja?
26
Alaska sakit
27
Alaska sangat merindukan Sea
28
Merasa sepi
29
Keluar rumah
30
berhasil bertemu Sea
31
Sudah bertemu Sea
32
Andre yang marah
33
Membiarkan dulu bersenang-senang?
34
Rumah (Baru)
35
Mengungkit keinginan Sea
36
Janji Alaska diwujudkan
37
Kekhawatiran Andre
38
Alaska membawa Sea ke apartemen
39
Sea dan Alaska jalan-jalan
40
Permohonan Mama Alaska
41
Keluarga Sea?
42
Alaska tidak mau ditinggal Sea
43
Seseorang yang mirip dengan Sea?
44
Sea memiliki kembaran
45
Keluarga Kandung Sea
46
Perasaan Sea
47
Permintaan Audi
48
Rumah Baru Sea?
49
Menginjakkan rumah setelah sekian lama
50
Sea merindukan Alaska
51
Sea kabur
52
Sea kembali bertemu dengan Alaska
53
Sea bercerita
54
Kemarahan keluarga Sea
55
Pergi ke taman
56
Kebersamaan di kafe
57
Apa yang terjadi?
58
Membicarakan masalah ini
59
Musuh keluarga?
60
Berjanji akan terus bersama
61
Mendengarnya
62
Perlindungan dari Audi
63
Kekhawatiran semua orang
64
Kegugupan Alaska
65
Ulah musuh keluarga
66
Adu mulut kedua belah pihak
67
Diserang wartawan
68
Perjalanan ke rumah sakit
69
Tiba di rumah sakit
70
Ulah keluarga Alaska
71
Akhir kisah ini
72
EKSTRA PART

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!