Surat dari Andre untuk Alaska

Alaska duduk di depan rumah sederhana di hutan, tatapannya terfokus pada amplop yang baru saja dia terima. Dia merasakan kegelisahan yang tumbuh di dalam dirinya saat membaca nama pengirimnya: Andre. Dengan hati yang berdebar, dia membuka surat tersebut dan mulai membacanya dengan hati-hati.

Namun, saat membaca kata-kata yang tertulis di dalam surat, Alaska merasa terkejut dan cemas. Di antara kalimat-kalimat tersebut terdapat ancaman yang mengancam keselamatan Sea. Hatinya berdegup lebih cepat, pikirannya dipenuhi kekhawatiran tentang apa yang mungkin terjadi jika dia tidak mematuhi perintah yang tertulis dalam surat tersebut.

Alaska merasa terjebak dalam situasi yang rumit. Dia mencintai Sea dan tidak ingin membahayakan dirinya, tetapi pada saat yang sama, dia juga merasa terikat oleh kewajiban dan ancaman yang dihadapi. Perasaan takut dan kebingungan melanda dirinya, membuatnya terdiam dalam keheningan.

Dia tahu dia harus segera menghadapi situasi ini. Alaska merasa perlu melindungi Sea, menghadapi tantangan yang ada, dan menentukan nasib mereka sendiri. Dalam kegelapan malam, dengan tekad yang kuat, dia berjanji untuk menjaga Sea dengan segenap kekuatannya, tak peduli apa pun yang mungkin terjadi.

Alaska menatap ke dalam malam, memikirkan langkah-langkah yang harus dia ambil selanjutnya. Keputusan penting menanti di hadapannya, dan dia sadar bahwa dia tidak boleh bermain-main dengan ancaman tersebut. Dia harus menemukan jalan untuk melindungi Sea dan mencari cara untuk mengatasi situasi yang semakin rumit ini.

Dengan hati yang penuh tekad, Alaska menyimpan surat itu di dalam saku, berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan menemukan cara untuk melawan ancaman tersebut. Dia tahu bahwa saat ini, keselamatan dan kebahagiaan Sea menjadi prioritas utama. Bersama dengan keberanian dan kekuatan yang dia temukan di dalam dirinya, Alaska bersiap untuk menghadapi cobaan yang ada dan menjaga Sea dalam pelukannya yang aman.

"Sea tidak boleh merasa terancam, bagaimana bisa mereka tahu posisiku berada di sini? Apa yang harus aku lakukan sekarang ini," batin Alaska frustasi.

Alaska duduk di bawah pohon rindang, memandang ke kejauhan dengan perasaan bimbang di dalam hatinya. Dia merasakan beban yang besar saat memikirkan kembali kehidupan yang menantinya jika dia kembali ke rumahnya. Sebagai pewaris utama keluarga yang kaya dan berpengaruh, tanggung jawab besar menanti di pundaknya.

Namun, semakin lama Alaska berada di tengah hutan ini, semakin jelas baginya bahwa kebebasan dan kehidupan yang sederhana adalah apa yang dia benar-benar inginkan. Dia tidak ingin hidup dalam belenggu ekspektasi dan tekanan yang mengelilingi perannya sebagai pewaris utama. Dia ingin hidup dengan pilihan-pilihan yang sesuai dengan hatinya, menjalani kehidupan yang penuh petualangan dan kebebasan.

Hidup di tengah hutan ini memberikan Alaska kesempatan untuk menemukan jati dirinya, menjalani kehidupan yang sesuai dengan keinginannya sendiri, dan menemukan arti sejati dari kebahagiaan. Di sini, dia merasa bebas dan terhubung dengan alam, jauh dari hiruk-pikuk dunia yang serba materialistik.

Alaska menyadari bahwa keputusan ini tidak akan mudah. Menolak posisinya sebagai pewaris utama akan menimbulkan konsekuensi dan kemungkinan pertentangan dengan keluarganya. Tetapi dia siap menghadapinya. Dia memutuskan untuk hidup sesuai dengan prinsip-prinsipnya sendiri, meskipun itu berarti harus melawan ekspektasi dan harapan orang-orang terdekatnya.

Alaska memandang langit dengan penuh tekad. Dia siap menapaki jalan yang berbeda, menjauh dari kehidupan yang telah ditentukan oleh keluarganya. Dia ingin mengukir jalan hidupnya sendiri, mengikuti passion-nya, dan menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya.

Dalam hati Alaska, semangat petualangan dan kebebasan membakar api yang tak terpadamkan. Dia yakin bahwa hidup ini adalah miliknya, dan dia akan mengambil kendali atas takdirnya sendiri. Dengan semangat yang membara, Alaska memutuskan untuk menjalani hidup yang bebas dan penuh makna, menjauh dari kehidupan yang telah ditentukan oleh status dan harta kekayaannya.

Sea melihat Alaska duduk sendirian di bawah pohon, dengan wajahnya yang tampak penuh pemikiran. Hatinya berdesir saat melihat sahabat barunya dalam keadaan seperti itu. Tanpa ragu, Sea menghampiri Alaska dengan langkah hati-hati.

"Duduk di sini sendirian, Alaska? Apa yang terjadi?" tanya Sea dengan penuh kekhawatiran.

Alaska mengangkat kepalanya, mencoba tersenyum sembari menutupi kegelisahannya. "Oh, tidak ada apa-apa, Sea. Aku hanya sedang merenung dan memikirkan beberapa hal."

Sea merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh Alaska. Tatapannya yang tajam mencoba menembus keraguan Alaska, namun Alaska memilih untuk tetap bersembunyi di balik senyum palsunya.

"Alaska, kau tahu bahwa kita adalah teman, bukan? Kita harus saling jujur dan mendukung satu sama lain. Jika ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu, katakanlah padaku," ucap Sea dengan lembut, mencoba mengajak Alaska untuk berbagi beban yang ia bawa.

Namun, Alaska tetap memilih untuk merahasiakan apa yang sedang dia rasakan. Dia merasa takut akan konsekuensi yang mungkin timbul jika dia menceritakan kebenaran. Mungkin dia tidak ingin membebani Sea dengan masalahnya, atau mungkin dia hanya takut ditolak oleh teman baru yang begitu berarti baginya.

Sea melihat ke dalam mata Alaska yang tertutup rapat, menyadari bahwa Alaska tidak siap untuk berbagi apa yang ada di dalam hatinya. Meskipun terasa mengecewakan, Sea memilih untuk menghormati privasi dan waktu yang Alaska butuhkan untuk memilih saat yang tepat.

"Baiklah, Alaska. Jika ada sesuatu yang ingin kau ceritakan, ingatlah bahwa aku selalu di sini untukmu. Aku peduli padamu," kata Sea dengan penuh perhatian, menunjukkan dukungan dan kesediaannya untuk mendengarkan.

Alaska mengangguk, tetapi tatapannya masih penuh misteri. Mereka berdua melanjutkan duduk di bawah pohon, saling merasakan kehadiran satu sama lain. Meskipun Alaska masih menyembunyikan kebenaran, Sea bertekad untuk tetap menjadi teman yang setia dan memberikan dukungan yang dibutuhkan oleh Alaska.

Alaska merasa dilema di antara kebebasan yang ia dambakan dan ikatan yang telah terjalin dengan Sea. Dia takut bahwa jika dia tetap bersama Sea, dia mungkin terjebak dalam lingkaran kehidupan yang dia hindari. Namun, di sisi lain, dia juga tahu bahwa meninggalkan Sea akan membuatnya kehilangan sosok yang begitu penting dan spesial.

Setiap kali Alaska melihat Sea dengan penuh kepedulian, saat mereka tertawa bersama, dan saat Sea mendukungnya dalam setiap langkah, dia merasakan ikatan yang tak tergantikan. Namun, beban yang ada di dalam dirinya membuat Alaska merasa tidak pantas untuk meminta Sea tetap bersamanya.

Alaska menarik napas dalam-dalam, mencoba mengatasi perasaan bimbangnya. Dia tahu bahwa keputusan ini bukanlah yang mudah, dan hatinya dipenuhi dengan perasaan campur aduk. Namun, dia juga menyadari bahwa dia harus mengikuti hatinya, meskipun itu berarti meninggalkan sosok yang telah menjadi sahabat sejatinya.

Dalam keheningan hutan, Alaska merasa terpukul. Dia berharap ada cara untuk menjaga hubungan dengan Sea tanpa mengorbankan kebebasannya. Namun, kenyataan yang ada membuatnya semakin bingung. Dia merasa sedih dan berat hati, menghadapi pilihan yang sulit untuk meninggalkan Sea, walau hatinya tahu bahwa itu akan menyakitkan bagi keduanya.

Episodes
1 Alaska Melbert & Sea Jenggala
2 Sea dan kehidupannya
3 Kecelakaan Alaska
4 Pertemuan Sea dan Alaska
5 Alaska yang mulai nyaman dengan Sea
6 Proses pencarian Alaska
7 Andre terus mencari keberadaan adiknya
8 Sea menceritakan kehidupannya
9 Alaska tidak mau kembali ke rumah
10 Mimpi mama
11 Menikmati buah dengan Alaska
12 Alaska bertemu anak buah Andre
13 Kabar baik untuk Andre
14 Alaska yang tidak bisa meninggalkan Sea
15 Surat dari Andre untuk Alaska
16 Torik dan Andre sudah mengetahui keberadaan Alaska
17 Mama Alaska yang terbaring di rumah sakit
18 Alaska mencari anak buah Andre
19 Alaska dan anak buah Andre
20 Alaska sudah dibawa pulang
21 Alaska ingin kabur
22 Sea mencari Alaska
23 Mogok makan
24 Kekhawatiran mama Alaska
25 Hanya alibi saja?
26 Alaska sakit
27 Alaska sangat merindukan Sea
28 Merasa sepi
29 Keluar rumah
30 berhasil bertemu Sea
31 Sudah bertemu Sea
32 Andre yang marah
33 Membiarkan dulu bersenang-senang?
34 Rumah (Baru)
35 Mengungkit keinginan Sea
36 Janji Alaska diwujudkan
37 Kekhawatiran Andre
38 Alaska membawa Sea ke apartemen
39 Sea dan Alaska jalan-jalan
40 Permohonan Mama Alaska
41 Keluarga Sea?
42 Alaska tidak mau ditinggal Sea
43 Seseorang yang mirip dengan Sea?
44 Sea memiliki kembaran
45 Keluarga Kandung Sea
46 Perasaan Sea
47 Permintaan Audi
48 Rumah Baru Sea?
49 Menginjakkan rumah setelah sekian lama
50 Sea merindukan Alaska
51 Sea kabur
52 Sea kembali bertemu dengan Alaska
53 Sea bercerita
54 Kemarahan keluarga Sea
55 Pergi ke taman
56 Kebersamaan di kafe
57 Apa yang terjadi?
58 Membicarakan masalah ini
59 Musuh keluarga?
60 Berjanji akan terus bersama
61 Mendengarnya
62 Perlindungan dari Audi
63 Kekhawatiran semua orang
64 Kegugupan Alaska
65 Ulah musuh keluarga
66 Adu mulut kedua belah pihak
67 Diserang wartawan
68 Perjalanan ke rumah sakit
69 Tiba di rumah sakit
70 Ulah keluarga Alaska
71 Akhir kisah ini
72 EKSTRA PART
Episodes

Updated 72 Episodes

1
Alaska Melbert & Sea Jenggala
2
Sea dan kehidupannya
3
Kecelakaan Alaska
4
Pertemuan Sea dan Alaska
5
Alaska yang mulai nyaman dengan Sea
6
Proses pencarian Alaska
7
Andre terus mencari keberadaan adiknya
8
Sea menceritakan kehidupannya
9
Alaska tidak mau kembali ke rumah
10
Mimpi mama
11
Menikmati buah dengan Alaska
12
Alaska bertemu anak buah Andre
13
Kabar baik untuk Andre
14
Alaska yang tidak bisa meninggalkan Sea
15
Surat dari Andre untuk Alaska
16
Torik dan Andre sudah mengetahui keberadaan Alaska
17
Mama Alaska yang terbaring di rumah sakit
18
Alaska mencari anak buah Andre
19
Alaska dan anak buah Andre
20
Alaska sudah dibawa pulang
21
Alaska ingin kabur
22
Sea mencari Alaska
23
Mogok makan
24
Kekhawatiran mama Alaska
25
Hanya alibi saja?
26
Alaska sakit
27
Alaska sangat merindukan Sea
28
Merasa sepi
29
Keluar rumah
30
berhasil bertemu Sea
31
Sudah bertemu Sea
32
Andre yang marah
33
Membiarkan dulu bersenang-senang?
34
Rumah (Baru)
35
Mengungkit keinginan Sea
36
Janji Alaska diwujudkan
37
Kekhawatiran Andre
38
Alaska membawa Sea ke apartemen
39
Sea dan Alaska jalan-jalan
40
Permohonan Mama Alaska
41
Keluarga Sea?
42
Alaska tidak mau ditinggal Sea
43
Seseorang yang mirip dengan Sea?
44
Sea memiliki kembaran
45
Keluarga Kandung Sea
46
Perasaan Sea
47
Permintaan Audi
48
Rumah Baru Sea?
49
Menginjakkan rumah setelah sekian lama
50
Sea merindukan Alaska
51
Sea kabur
52
Sea kembali bertemu dengan Alaska
53
Sea bercerita
54
Kemarahan keluarga Sea
55
Pergi ke taman
56
Kebersamaan di kafe
57
Apa yang terjadi?
58
Membicarakan masalah ini
59
Musuh keluarga?
60
Berjanji akan terus bersama
61
Mendengarnya
62
Perlindungan dari Audi
63
Kekhawatiran semua orang
64
Kegugupan Alaska
65
Ulah musuh keluarga
66
Adu mulut kedua belah pihak
67
Diserang wartawan
68
Perjalanan ke rumah sakit
69
Tiba di rumah sakit
70
Ulah keluarga Alaska
71
Akhir kisah ini
72
EKSTRA PART

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!