Para anak buah Andre, yang telah ditugaskan untuk mencari keberadaan Alaska di tengah hutan, berkumpul di sekitar peta yang mereka bawa. Mereka saling bertukar informasi dan pemikiran tentang kemungkinan lokasi Alaska berada.
"Kita sudah mencari di sebagian besar area ini, tapi belum menemukan tanda-tanda keberadaan Alaska," kata salah satu anggota tim dengan nada kecewa.
"Kita harus terus mencari dengan lebih teliti. Mungkin Tuan Alaska bersembunyi di daerah yang sulit dijangkau," saran anggota tim lainnya.
"Jangan lupa, kita juga harus waspada terhadap hewan buas di hutan ini. Mereka bisa menjadi ancaman," tambah anggota tim yang lain.
Andre, yang memimpin tim pencarian, memberikan petunjuk kepada mereka, "Lanjutkan pencarian dengan hati-hati dan jangan lupa menggunakan komunikasi walkie-talkie untuk berkoordinasi. Jika ada petunjuk atau jejak yang ditemukan, segera beri tahu saya."
Para anggota tim saling mengangguk sebagai tanda pengertian. Mereka membawa perlengkapan dan peralatan yang diperlukan untuk melanjutkan pencarian dengan penuh tekad.
"Sekarang mari kita fokus dan lanjutkan pencarian dengan semangat. Tuan Alaska adalah tanggung jawab kita dan kita harus menemukannya," kata Andre dengan suara tegas.
Tim bergerak perlahan, menyusuri hutan dengan cermat. Mereka terus berkomunikasi satu sama lain, berbagi informasi dan memeriksa setiap jejak yang mereka temui. Semangat mereka tidak surut meski berada di tengah hutan yang lebat dan misterius.
Pencarian terus berlanjut, dengan harapan bahwa mereka akan menemukan jejak atau petunjuk yang membawa mereka kepada Alaska. Mereka tidak akan berhenti sebelum berhasil menemukan keberadaan Alaska dan membawanya kembali dengan selamat.
Dalam keheningan hutan yang sunyi, para anggota tim tiba-tiba terkejut saat melihat seseorang yang sangat tidak asing bagi mereka. Itu adalah Alaska, sosok yang sedang mereka cari selama ini. Mereka memandang Alaska dengan campuran perasaan lega, kebingungan, dan rasa takjub.
Alaska tiba-tiba terkejut saat melihat para anak buah dari abangnya, Andre, berdiri di dekatnya. Matanya memandang mereka dengan kebingungan dan keheranan yang mendalam.
"Wah, Tuan Alaska, anda ada di sini!" seru salah seorang anak buah Andre dengan wajah penuh kejutan. "Kami tidak bisa mempercayai mata kami. Kami semua sangat khawatir denganmu."
Alaska, masih terkejut dan bingung, mencoba mengumpulkan pikirannya. Dia tidak pernah membayangkan bahwa anak buah Andre juga turut mencari keberadaannya. Tapi, kehadiran mereka di sini membuktikan betapa mereka peduli dan ingin membantu.
"Dari mana kalian tahu tentang keberadaanku di sini?" tanya Alaska dengan suara yang sedikit gemetar. "Apa abangku yang mengirim kalian?"
"Benar, Tuan Alaska, Tuan Andre yang meminta kami untuk menyusuri hutan ini. Apakah Tuan Alaska tidak apa-apa?" Mereka begitu khawatir dengan Alaska.
Sea, yang memperhatikan Alaska dalam keadaan tidak akrab dengan dua orang di hadapannya, merasa kebingungan. Dia melihat betapa canggungnya Alaska dalam situasi ini, seolah-olah ada sesuatu yang disembunyikan. Sea merasa penasaran dan ingin tahu lebih lanjut.
Dengan rasa ingin tahu yang tinggi, Sea mendekati Alaska setelah kedua orang tersebut pergi. "Alaska, apa yang sedang terjadi? Kamu terlihat tidak akrab dengan mereka," tanya Sea dengan wajah penuh kekhawatiran.
Alaska menghela nafas dan melihat ke arah Sea. "Sebenarnya, mereka adalah anak buah Abangku, Andre," jawab Alaska dengan suara yang terdengar ragu. "Aku tidak ingin mereka tahu keberadaanku di sini."
Sea memperhatikan ekspresi Alaska yang campur aduk. Dia merasa bahwa ada sesuatu yang terjadi dan Alaska merasa terancam. Sea menggenggam tangan Alaska dengan lembut, memberikan dukungan dan keberanian.
"Kamu tidak perlu khawatir, Alaska. Kita akan mencari cara untuk melindungi dirimu dan memastikan keberadaanmu tetap terjaga dengan aman," kata Sea dengan tegas. "Kita akan berjuang bersama dan menemukan solusi yang tepat."
Alaska, dengan tekad yang kuat, membawa Sea kabur dari anak buah abangnya. Mereka berlari melewati pepohonan, menyusuri hutan dengan hati yang berdebar-debar. Langkah mereka cepat, namun suara langkah kaki mereka tetap hati-hati agar tidak terdengar.
Namun, tidak butuh waktu lama bagi anak buah abang Alaska untuk menyadari kepergian mereka. Mereka mulai mengejar dengan penuh determinasi, berusaha menemukan jejak Alaska dan Sea. Di tengah kegelapan hutan, terjadilah kejar-kejaran yang penuh adrenalin.
Alaska dan Sea terus berlari, memutar-mutar di antara pepohonan yang lebat. Mereka menggunakan keahlian bertahan hidup yang telah mereka pelajari untuk menyembunyikan jejak mereka. Adrenaline mengalir di tubuh mereka, dan mereka harus tetap tenang dalam situasi yang berbahaya ini.
Setiap detik terasa panjang dan tegang, seperti waktu yang melambat di tengah kegelapan hutan. Alaska dan Sea saling memandang, saling memberi kekuatan dan dorongan untuk terus maju. Mereka tidak ingin menyerah pada takdir yang telah ditentukan oleh keluarga Alaska.
Namun, anak buah abang Alaska terus mengejar dengan gigih. Suara langkah mereka semakin dekat, membuat ketegangan semakin meningkat. Alaska dan Sea harus menemukan cara untuk semakin melarikan diri atau menemukan tempat persembunyian yang aman.
Dalam keadaan yang tegang dan penuh dengan risiko, Alaska dan Sea terus berjuang untuk mempertahankan kebebasan mereka. Kejar-kejaran itu menjadi simbol perlawanan mereka terhadap kendali yang diberlakukan oleh keluarga Alaska. Dalam hutan yang misterius, mereka berdua berusaha keras untuk melindungi satu sama lain dan menghadapi masa depan yang tak terduga.
Anak buah Andre, yang terus mengejar Alaska dan Sea, terengah-engah mencoba memanggil Alaska dengan sebutan "Tuan Muda." Suaranya terdengar memecah keheningan hutan yang gelap.
"Tuan Muda! Tolong berhenti berlari!" seru salah seorang anak buah Andre dengan suara parau.
Namun, Alaska dan Sea tidak memberikan respons. Mereka terus melaju dengan kecepatan tinggi, mencoba menjauh dari ancaman yang menghampiri mereka.
"Jangan berpikir kamu bisa lolos, Tuan Muda! Kami ditugaskan untuk membawa kamu kembali!" teriak seorang anak buah Andre dengan nada keras dan penuh keputusasaan.
Alaska, meskipun mendengar panggilan tersebut, tetap berfokus pada misinya untuk melarikan diri. Dia memahami bahwa kembali ke kehidupan yang dia tinggalkan bukanlah pilihan yang dia inginkan. Kebebasan dan kehidupan yang baru dengan Sea telah memberinya semangat baru.
Sea, yang tetap setia berlari di samping Alaska, menatapnya dengan penuh kepercayaan. Dia tahu bahwa keputusan mereka untuk kabur adalah pilihan yang tepat dan mereka harus terus maju.
Di tengah keheningan hutan yang terasa semakin mencekam, suara panggilan anak buah Andre semakin redup. Namun, Alaska dan Sea tidak berhenti. Mereka terus melaju dengan keberanian dan tekad yang tak tergoyahkan.
Dalam kegelapan yang semakin menyelimuti mereka, Alaska dan Sea menyadari bahwa perjalanan mereka masih jauh dari berakhir. Mereka harus terus berjuang dan berlari, mempertahankan kebebasan yang mereka idamkan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments