Mimpi mama

Alaska terbangun dengan keringat dingin membasahi wajahnya, setelah bermimpi tentang percakapan dengan Andre. Ia masih terguncang dan bingung dengan kata-kata yang terucap dalam mimpinya. Mimpi itu menggambarkan Andre memohon kepada Alaska untuk pulang, mengatakan bahwa ibu mereka sakit karena terlalu khawatir dengan keberadaan Alaska yang belum diketahui.

Alaska duduk di tepi tempat tidurnya, merenungkan mimpi tersebut. Ia merasa campur aduk dengan perasaan takut, rindu, dan kebingungan. Seolah-olah mimpi itu mencoba menyampaikan pesan penting kepadanya, tapi Alaska tidak yakin apa yang seharusnya ia lakukan.

Sejenak, Alaska memandangi ponselnya, berharap ada pesan dari Andre atau keluarganya. Namun, tak ada pesan atau kabar apapun. Ia merasa semakin terjebak di antara keinginannya untuk menjauh dari kehidupan keluarganya yang terbelenggu harta dan status, dan rasa rindu yang mendalam akan kehangatan dan kasih sayang mereka.

Alaska merasakan kekosongan di dadanya, seolah ada sesuatu yang hilang. Ia tak dapat mengabaikan panggilan dalam hatinya untuk berdamai dengan masa lalunya dan memberikan kejelasan kepada keluarganya. Tapi di saat yang sama, ia takut akan konsekuensi yang mungkin ia hadapi jika kembali ke rumah.

Dalam kebingungan yang mendalam, Alaska berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia akan menemukan jalan yang tepat. Ia memutuskan untuk membiarkan waktu mengungkapkan jawaban yang sebenarnya, membiarkan hatinya dan kebijaksanaannya bersama-sama membimbingnya ke keputusan yang paling baik.

Alaska menghela nafas panjang, mencoba menenangkan pikirannya yang kacau. Ia tahu bahwa perjalanan ini tidak mudah, namun ia siap untuk menghadapinya dengan kepala tegak dan hati yang berani.

"Mama, maafin Alaska. Alaska nggak mau pulang sekarang, Alaska tahu Alaksa salah. Maafin Alaska."

Setelah merenung sejenak, Alaska memutuskan untuk kembali tidur. Ia mencoba menghilangkan kegelisahannya dengan harapan dapat mendapatkan tidur yang tenang. Membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, Alaska menutup matanya dan berusaha merelaksasikan pikirannya.

Perlahan-lahan, Alaska mulai terlelap dan terhanyut dalam alam mimpi. Ia berharap dapat menemukan ketenangan di dalam tidurnya, menjauhkan diri sejenak dari realitas yang membingungkannya.

Mimpi-mimpi lain datang menghampirinya, membawanya ke dunia yang tak terikat dengan kenyataan. Di dalam tidurnya, Alaska berlayar melintasi lautan pikiran dan emosi yang bergejolak. Ia berharap, di antara semua mimpi yang ia alami, ada jawaban yang mungkin tersembunyi.

Alaska merasakan tubuhnya terasa ringan dan pikirannya terbang jauh. Ia membiarkan mimpi-mimpi itu membawanya ke tempat-tempat yang tak terjamah, menggambarkan perjalanan batinnya yang mencari pemahaman dan kejelasan.

Dalam dunia mimpi yang kadang-kadang membingungkan, Alaska terus mencari tanda-tanda yang mungkin memberikan petunjuk ke arah yang benar. Ia berharap mimpi-mimpi itu akan membantunya menemukan jalan keluar dari kebingungan yang menyelimuti dirinya.

***

Sea terbangun lebih dulu dari tidurnya yang lelap. Matanya perlahan-lahan terbuka, membiarkan sinar matahari pagi yang temaram masuk ke dalam ruangan. Ia menghela napas dalam-dalam, merasakan segarnya udara pagi yang mengisi ruangan.

Setelah sedikit bergerak dan meregangkan tubuhnya, Sea bangkit dari tempat tidur dan duduk di pinggir ranjang. Pandangannya melayang ke sekitar ruangan, merenung sejenak tentang apa yang perlu ia lakukan hari ini. Pikirannya terlintas pada Alaska, tamu tak terduga yang kini berada di rumahnya.

Sea memutuskan untuk bangkit dan pergi ke dapur untuk mempersiapkan sarapan. Ia merasa perlu memberikan kejutan kecil untuk Alaska, mengingatkan dirinya bahwa di tengah kesendirian di hutan ini, masih ada kebaikan yang dapat diberikan kepada orang lain.

Saat sedang sibuk mempersiapkan sarapan, pikiran Sea tak bisa terlepas dari kehadiran Alaska. Ia bertanya-tanya bagaimana perasaan Alaska setelah semalam tidur di tempat yang baru baginya. Sea merasa perlu untuk mengobrol dengannya, bertukar cerita, atau sekadar menanyakan kabarnya.

Sea membayangkan Alaska yang masih tertidur di kamar sebelah. Ia berharap saat Alaska terbangun, mereka bisa saling berbagi pikiran dan cerita, memperkuat ikatan yang telah terjalin di antara mereka. Sea merasa tanggung jawab untuk memberikan dukungan dan kenyamanan kepada tamunya yang tak terduga itu.

Setelah sarapan selesai disiapkan, Sea melangkah menuju pintu kamar Alaska. Ia mengetuk pelan dan dengan lembut memanggil nama Alaska.

Sea mengetuk pintu kamar Alaska dengan lembut sambil memanggil namanya. "Alaska, sudah waktunya bangun. Sarapan sudah siap," ucap Sea dengan suara lembut.

Beberapa detik berlalu sebelum pintu perlahan terbuka, dan Alaska muncul dengan mata yang masih terlelap. Ia tersenyum kecil, menunjukkan rasa terima kasih atas kebaikan Sea.

"Terima kasih, Sea," kata Alaska dengan suara pelan. "Aku sedikit terlambat bangun pagi ini."

Sea tersenyum sambil mengangguk. "Tidak masalah, kita semua butuh waktu untuk bangun dari tidur. Ayo, sarapan sudah menunggu di meja."

Alaska mengikuti Sea ke ruang makan, di mana meja sudah dipenuhi dengan hidangan sederhana namun menggugah selera. Mereka duduk bersebelahan, merasa hangat dan nyaman dalam kebersamaan pagi itu.

Saat mereka menikmati hidangan pagi, Sea mencoba memulai percakapan dengan Alaska. "Bagaimana tidurmu semalam, Alaska? Semoga kamu merasa nyaman di sini."

Alaska mengangguk, "Iya, aku tidur dengan nyenyak. Tempat tidur dan suasana rumahmu begitu menenangkan."

Sea tersenyum, merasa lega mendengarnya. "Itu baik. Aku senang kamu merasa nyaman di sini. Jika ada yang bisa aku bantu atau jika ada yang ingin kamu ceritakan, jangan ragu untuk mengatakan."

Alaska menatap Sea dengan tulus. "Terima kasih, Sea. Aku benar-benar menghargai semua yang kamu lakukan untukku. Aku merasa beruntung menemukan tempat ini dan bertemu denganmu."

Sea tersenyum hangat. "Kamu selalu dipersilakan di sini, Alaska. Kita bisa menjalani hari-hari ini bersama dan saling mendukung. Kita adalah keluarga baru di sini."

Mereka melanjutkan sarapan dengan perasaan hangat dan harapan baru. Sea berharap bahwa hubungan mereka akan terus berkembang dan menjadi sumber kekuatan satu sama lain di tengah hutan yang jauh dari rumah mereka yang dulu.Saat Alaska melihat Sea tersenyum dan ramah, hatinya terasa hangat.

Mereka telah membentuk ikatan yang erat dalam waktu singkat di tengah kesendirian mereka di hutan. Setiap hari, Alaska merasakan kehangatan keluarga dan perhatian yang Sea berikan kepadanya. Mereka berdua saling mendukung, saling menghibur, dan berbagi kehidupan di tempat terpencil ini. Namun, di balik semua itu, Alaska tahu bahwa ia tidak bisa melupakan tanggung jawabnya terhadap keluarganya di rumah.

Meskipun hubungannya dengan mereka tidak begitu harmonis, mereka tetaplah keluarganya. Ibu yang sakit dan Andre yang membutuhkan kehadirannya adalah hal-hal yang tak bisa diabaikan begitu saja. Alaska merasa dilematis, karena di satu sisi ia menemukan kedamaian dan kebahagiaan bersama Sea, namun di sisi lain, ia merasa bertanggung jawab untuk kembali dan memperbaiki hubungan dengan keluarganya.

Episodes
1 Alaska Melbert & Sea Jenggala
2 Sea dan kehidupannya
3 Kecelakaan Alaska
4 Pertemuan Sea dan Alaska
5 Alaska yang mulai nyaman dengan Sea
6 Proses pencarian Alaska
7 Andre terus mencari keberadaan adiknya
8 Sea menceritakan kehidupannya
9 Alaska tidak mau kembali ke rumah
10 Mimpi mama
11 Menikmati buah dengan Alaska
12 Alaska bertemu anak buah Andre
13 Kabar baik untuk Andre
14 Alaska yang tidak bisa meninggalkan Sea
15 Surat dari Andre untuk Alaska
16 Torik dan Andre sudah mengetahui keberadaan Alaska
17 Mama Alaska yang terbaring di rumah sakit
18 Alaska mencari anak buah Andre
19 Alaska dan anak buah Andre
20 Alaska sudah dibawa pulang
21 Alaska ingin kabur
22 Sea mencari Alaska
23 Mogok makan
24 Kekhawatiran mama Alaska
25 Hanya alibi saja?
26 Alaska sakit
27 Alaska sangat merindukan Sea
28 Merasa sepi
29 Keluar rumah
30 berhasil bertemu Sea
31 Sudah bertemu Sea
32 Andre yang marah
33 Membiarkan dulu bersenang-senang?
34 Rumah (Baru)
35 Mengungkit keinginan Sea
36 Janji Alaska diwujudkan
37 Kekhawatiran Andre
38 Alaska membawa Sea ke apartemen
39 Sea dan Alaska jalan-jalan
40 Permohonan Mama Alaska
41 Keluarga Sea?
42 Alaska tidak mau ditinggal Sea
43 Seseorang yang mirip dengan Sea?
44 Sea memiliki kembaran
45 Keluarga Kandung Sea
46 Perasaan Sea
47 Permintaan Audi
48 Rumah Baru Sea?
49 Menginjakkan rumah setelah sekian lama
50 Sea merindukan Alaska
51 Sea kabur
52 Sea kembali bertemu dengan Alaska
53 Sea bercerita
54 Kemarahan keluarga Sea
55 Pergi ke taman
56 Kebersamaan di kafe
57 Apa yang terjadi?
58 Membicarakan masalah ini
59 Musuh keluarga?
60 Berjanji akan terus bersama
61 Mendengarnya
62 Perlindungan dari Audi
63 Kekhawatiran semua orang
64 Kegugupan Alaska
65 Ulah musuh keluarga
66 Adu mulut kedua belah pihak
67 Diserang wartawan
68 Perjalanan ke rumah sakit
69 Tiba di rumah sakit
70 Ulah keluarga Alaska
71 Akhir kisah ini
72 EKSTRA PART
Episodes

Updated 72 Episodes

1
Alaska Melbert & Sea Jenggala
2
Sea dan kehidupannya
3
Kecelakaan Alaska
4
Pertemuan Sea dan Alaska
5
Alaska yang mulai nyaman dengan Sea
6
Proses pencarian Alaska
7
Andre terus mencari keberadaan adiknya
8
Sea menceritakan kehidupannya
9
Alaska tidak mau kembali ke rumah
10
Mimpi mama
11
Menikmati buah dengan Alaska
12
Alaska bertemu anak buah Andre
13
Kabar baik untuk Andre
14
Alaska yang tidak bisa meninggalkan Sea
15
Surat dari Andre untuk Alaska
16
Torik dan Andre sudah mengetahui keberadaan Alaska
17
Mama Alaska yang terbaring di rumah sakit
18
Alaska mencari anak buah Andre
19
Alaska dan anak buah Andre
20
Alaska sudah dibawa pulang
21
Alaska ingin kabur
22
Sea mencari Alaska
23
Mogok makan
24
Kekhawatiran mama Alaska
25
Hanya alibi saja?
26
Alaska sakit
27
Alaska sangat merindukan Sea
28
Merasa sepi
29
Keluar rumah
30
berhasil bertemu Sea
31
Sudah bertemu Sea
32
Andre yang marah
33
Membiarkan dulu bersenang-senang?
34
Rumah (Baru)
35
Mengungkit keinginan Sea
36
Janji Alaska diwujudkan
37
Kekhawatiran Andre
38
Alaska membawa Sea ke apartemen
39
Sea dan Alaska jalan-jalan
40
Permohonan Mama Alaska
41
Keluarga Sea?
42
Alaska tidak mau ditinggal Sea
43
Seseorang yang mirip dengan Sea?
44
Sea memiliki kembaran
45
Keluarga Kandung Sea
46
Perasaan Sea
47
Permintaan Audi
48
Rumah Baru Sea?
49
Menginjakkan rumah setelah sekian lama
50
Sea merindukan Alaska
51
Sea kabur
52
Sea kembali bertemu dengan Alaska
53
Sea bercerita
54
Kemarahan keluarga Sea
55
Pergi ke taman
56
Kebersamaan di kafe
57
Apa yang terjadi?
58
Membicarakan masalah ini
59
Musuh keluarga?
60
Berjanji akan terus bersama
61
Mendengarnya
62
Perlindungan dari Audi
63
Kekhawatiran semua orang
64
Kegugupan Alaska
65
Ulah musuh keluarga
66
Adu mulut kedua belah pihak
67
Diserang wartawan
68
Perjalanan ke rumah sakit
69
Tiba di rumah sakit
70
Ulah keluarga Alaska
71
Akhir kisah ini
72
EKSTRA PART

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!