Sea dan kehidupannya

Sea berjalan menjauh dari tempat tinggalnya dengan membawa keranjang yang nantinya akan dirinya gunakan untuk mengisi buah. Ia akan mencari buah untuk persediaan, dan juga sayur. Beberapa hari sekali ia keluar dari rumah untuk mencari bahan makanan, kali ini entah mengapa ia sulit menemukan pohon yang sudah berubah. Alhasil ia semakin masuk ke dalam hutan.

Sea harus pulang dengan membawa sayur dan buah, akan sia-sia jika dirinya tidak mendapatkan apapun di sini. Pertama ia menemukan pohon buah apel yang tak terlalu tinggi, dengan segera ia memanennya, kebetulan keranjang yang dirinya bawa cukup besar. Sekitar 10 buah apel merah dirinya masukkan ke dalam keranjang.

Di belakang sana juga ada tanaman jagung dan ketela, ia pun langsung mengambilnya beberapa biji. Melihat sekeliling yang tampak asri indah pepohonan, tapi entah mengapa perasaannya menjadi tak enak. Seperti akan ada sesuatu yang terjadi, tapi ia tidak tahu apa yang terjadi.

Tak mau memikirkan hal yang tidak-tidak, ia pun kembali melanjutkan kegiatannya untuk mencari persediaan makanan. Walaupun perasaannya beberapa hari ini tidak enak, ini tak perlu ia pikirkan lebih dalam lagi. Tapi suara seperti langkah kaki mampu membuat kegiatannya terhenti.

Hutan ini sama sekali tidak ada orang, bahkan dari kecil ia tidak pernah bertemu dengan seorangpun selain ibu dan neneknya. Mungkin saja ini hewan yang sedang berjalan, mana mungkin ada orang bisa masuk ke dalam hutan belantara seperti ini.

"Kenapa suaranya semakin jelas? Sepertinya akan ada sesuatu terjadi, aku harus segera pergi dari sini." Sea mundur beberapa langkah sembari melihat keadaan sekeliling.

Krek

Sea tidak sengaja menginjak ranting kering hingga menimbulkan suara yang cukup nyaring. Suara itu semakin terdengar cepat, diselingi dengan nafas seseorang yang memburu. Dari sini Sea semakin yakin jika ada seseorang di sini.

"Tunggu! Jangan kabur!" teriak seseorang dijauh sana dengan membawa senjata api, persis seperti seorang pemburu.

Sea berlari sekuat tenaga menjauh dari sini, ia tidak tahu tampang seseorang yang baru saja berteriak itu. Tak peduli keranjangnya jatuh dan hasil panennya sia-sia, yang penting ia bisa selamat dari orang itu. Perasaan Sea berkecamuk, takut, gelisah, ingin menangis, semua itu bercampur menjadi satu.

Pemburu itu semakin mengejar Sea tak kalah cepat, seperti seorang Cheetah yang mengejar mangsanya. Pemburu itu tampangnya cukup mengerikan, dengan kumis tebal dan baju yang sedikit lusuh.

***

Alaska berada di kamarnya, berdiri di balik jendela besar yang terbuka. Hingga memperlihatkan pemandangan di depan sana. Mulut terdiam tapi dengan batin yang berbicara banyak hal, seperti orang gila saja.

"Alaska, setelah apa yang kamu perbuat dan kamu masih berada di sini tanpa meminta maaf dengan semua anggota keluarga Melbert?" Saudara Alaska yang kerap disapa Andre itu berjalan menghampiri sang adik yang sampai saat ini tak mau menoleh ke arahnya.

"Kalau Bang Andre cuma mau salahin aku mendingan pergi aja dari sini," ujar Alaska dengan tatapan terus mengarah ke depan.

"Minta maaf sama semua orang, terutama papa. Abang tidak pernah mengajari kamu menjadi seseorang yang seperti ini, hidup tanpa aturan akan menyesatkan kamu." Untuk saat ini Andre tidak mau berbicara hal buruk yang nantinya akan menyakiti hati Alaska.

"Jangan paksa aku, emangnya abang pikir kehidupan ku bisa dikendalikan oleh mereka? Enggak bang!" ujar Alaska seperti orang yang sedang menahan amarah.

"Kamu pikir abang juga mau terlahir di keluarga yang penuh kekangan dan aturan ini? Abang enggak mau Alaska, tapi kembali lagi ke takdir. Enggak semua harus berjalan seperti apa yang kita mau."

Alaska hanya bisa diam, tidak tahu lagi harus menjawab apa lagi. Perasaannya benar-benar berkecamuk. Di umurnya yang ke 23 tahun ini ia hanya mau kebebasan dan melakukan apapun yang dirinya mau. Keinginan seperti anak kecil, tapi dirinya sudah memiliki finansial banyak dan hanya menginginkan kebebasan saja.

Semua orang menatap Alaska dengan tatapan tak percaya, cucu dan putra bungsu mereka berani melakukan ini. Mereka pikir Alaska anak penurut, semua yang dikatakan akan dia turuti. Tapi sekarang mereka benar-benar melihat sisi lain dari Alaska. Mereka datang ke kamar Alaska ketika mendengar perdebatan antara Alaska dan Andre.

"Berhenti menuntut aku! Aku tidak bisa menjadi yang kalian inginkan!" Alaska menatap tajam mereka semua.

"Kamu harus bisa menuruti apa mau kita! Apakah kamu berani dengan kita? Melbert harus berada di posisi paling atas!"

"Balaskan dendam keluarga kita! Jangan jadi anak yang pembangkang!"

Kalimat yang terlontar terus menerus, Alaska tidak suka. Ketika ia disebut sebagai anak pembangkang, padahal mereka lah yang terlalu berharap kepada sesuatu yang belum jelas terjadi atau tidak. Balas dendam keluarga yang terjadi secara turun temurun. Balas dendam yang diwariskan.

"Kakek kamu membela kamu ketika mereka menginjak-nginjak harga diri kamu, bahkan bibi kamu sendiri mengatakan kamu anak yang tak berguna saat kamu tidak mau mengikuti jejak keluar kamu!"

"Balas kebaikan kakek kamu! Mempertahankan posisi ini tidak mudah!"

Alaska tidak tahan lagi, ia berlari menjauh dari sini. Andre yang melihat pengawal akan menyusul Alaska menyuruhnya untuk tetap diam di tempat. Karena ia juga yakin Alaska masih membutuhkan waktu untuk ini. Anggota keluarganya menggelengkan pelan melindungi sikap Alaska yang seperti ini.

Mereka tidak akan mengejar Alaska, karena mereka yakin Alaska bukan anak kecil lagi untuk mengetahui masalah ini. Dulu orang-orang kerap menghina Alaska, mengatakan dia anak tak berguna lah, bahkan yang paling menyakitkan adalah ketika mereka menyatakan Alaska anak pungut.

Sebab dia berbeda dengan saudaranya yang lain. Seperti aturan keluarga ini, cucu terkahir yang akan mendapatkan warisan paling banyak dan menjadi penerusnya paling banyak perusahaan keluarga Melbert.

Seharusnya Alaska menerima, tapi dia menolak. Dengan alasan cucu tertua yang harus mendapatkan bagian terbesar, alasan yang begitu klasik dan sulit untuk dipercaya. Mau bagaimanapun Alaska menolak, dia akan tetap menjadi pewaris utama.

"Pa, apakah kita biarkan saja Alaska menggapi semua mimpinya?"

"Tidak sayang, cukup sudah 23 tahun dia bebas melakukan apapun. Sekarang waktunya dia menuruti semua yang kita inginkan. Dia tidak boleh lupa dari mana dia berasal."

"Alaska tertekan sekali, bahkan keluarga kita menyangkut pautkan dengan masa lalu. Menurut aku itu tidak perlu dijelaskan."

"Ikuti alur semua orang, karena itu yang terbaik untuk Alaska. Dia harus mandiri, suatu saat kita bisa kenalkan dia di hadapan media ketika dia sudah resmi menjadi pewaris utama."

"Alaska, maafin mama sayang. Mama belum bisa menjadi mama yang baik untuk kamu," batin wanita itu.

Terpopuler

Comments

Ken arok

Ken arok

terlalu panjang prolog dan narasinya, jd terkesan berbelit belit

2023-07-29

0

lihat semua
Episodes
1 Alaska Melbert & Sea Jenggala
2 Sea dan kehidupannya
3 Kecelakaan Alaska
4 Pertemuan Sea dan Alaska
5 Alaska yang mulai nyaman dengan Sea
6 Proses pencarian Alaska
7 Andre terus mencari keberadaan adiknya
8 Sea menceritakan kehidupannya
9 Alaska tidak mau kembali ke rumah
10 Mimpi mama
11 Menikmati buah dengan Alaska
12 Alaska bertemu anak buah Andre
13 Kabar baik untuk Andre
14 Alaska yang tidak bisa meninggalkan Sea
15 Surat dari Andre untuk Alaska
16 Torik dan Andre sudah mengetahui keberadaan Alaska
17 Mama Alaska yang terbaring di rumah sakit
18 Alaska mencari anak buah Andre
19 Alaska dan anak buah Andre
20 Alaska sudah dibawa pulang
21 Alaska ingin kabur
22 Sea mencari Alaska
23 Mogok makan
24 Kekhawatiran mama Alaska
25 Hanya alibi saja?
26 Alaska sakit
27 Alaska sangat merindukan Sea
28 Merasa sepi
29 Keluar rumah
30 berhasil bertemu Sea
31 Sudah bertemu Sea
32 Andre yang marah
33 Membiarkan dulu bersenang-senang?
34 Rumah (Baru)
35 Mengungkit keinginan Sea
36 Janji Alaska diwujudkan
37 Kekhawatiran Andre
38 Alaska membawa Sea ke apartemen
39 Sea dan Alaska jalan-jalan
40 Permohonan Mama Alaska
41 Keluarga Sea?
42 Alaska tidak mau ditinggal Sea
43 Seseorang yang mirip dengan Sea?
44 Sea memiliki kembaran
45 Keluarga Kandung Sea
46 Perasaan Sea
47 Permintaan Audi
48 Rumah Baru Sea?
49 Menginjakkan rumah setelah sekian lama
50 Sea merindukan Alaska
51 Sea kabur
52 Sea kembali bertemu dengan Alaska
53 Sea bercerita
54 Kemarahan keluarga Sea
55 Pergi ke taman
56 Kebersamaan di kafe
57 Apa yang terjadi?
58 Membicarakan masalah ini
59 Musuh keluarga?
60 Berjanji akan terus bersama
61 Mendengarnya
62 Perlindungan dari Audi
63 Kekhawatiran semua orang
64 Kegugupan Alaska
65 Ulah musuh keluarga
66 Adu mulut kedua belah pihak
67 Diserang wartawan
68 Perjalanan ke rumah sakit
69 Tiba di rumah sakit
70 Ulah keluarga Alaska
71 Akhir kisah ini
72 EKSTRA PART
Episodes

Updated 72 Episodes

1
Alaska Melbert & Sea Jenggala
2
Sea dan kehidupannya
3
Kecelakaan Alaska
4
Pertemuan Sea dan Alaska
5
Alaska yang mulai nyaman dengan Sea
6
Proses pencarian Alaska
7
Andre terus mencari keberadaan adiknya
8
Sea menceritakan kehidupannya
9
Alaska tidak mau kembali ke rumah
10
Mimpi mama
11
Menikmati buah dengan Alaska
12
Alaska bertemu anak buah Andre
13
Kabar baik untuk Andre
14
Alaska yang tidak bisa meninggalkan Sea
15
Surat dari Andre untuk Alaska
16
Torik dan Andre sudah mengetahui keberadaan Alaska
17
Mama Alaska yang terbaring di rumah sakit
18
Alaska mencari anak buah Andre
19
Alaska dan anak buah Andre
20
Alaska sudah dibawa pulang
21
Alaska ingin kabur
22
Sea mencari Alaska
23
Mogok makan
24
Kekhawatiran mama Alaska
25
Hanya alibi saja?
26
Alaska sakit
27
Alaska sangat merindukan Sea
28
Merasa sepi
29
Keluar rumah
30
berhasil bertemu Sea
31
Sudah bertemu Sea
32
Andre yang marah
33
Membiarkan dulu bersenang-senang?
34
Rumah (Baru)
35
Mengungkit keinginan Sea
36
Janji Alaska diwujudkan
37
Kekhawatiran Andre
38
Alaska membawa Sea ke apartemen
39
Sea dan Alaska jalan-jalan
40
Permohonan Mama Alaska
41
Keluarga Sea?
42
Alaska tidak mau ditinggal Sea
43
Seseorang yang mirip dengan Sea?
44
Sea memiliki kembaran
45
Keluarga Kandung Sea
46
Perasaan Sea
47
Permintaan Audi
48
Rumah Baru Sea?
49
Menginjakkan rumah setelah sekian lama
50
Sea merindukan Alaska
51
Sea kabur
52
Sea kembali bertemu dengan Alaska
53
Sea bercerita
54
Kemarahan keluarga Sea
55
Pergi ke taman
56
Kebersamaan di kafe
57
Apa yang terjadi?
58
Membicarakan masalah ini
59
Musuh keluarga?
60
Berjanji akan terus bersama
61
Mendengarnya
62
Perlindungan dari Audi
63
Kekhawatiran semua orang
64
Kegugupan Alaska
65
Ulah musuh keluarga
66
Adu mulut kedua belah pihak
67
Diserang wartawan
68
Perjalanan ke rumah sakit
69
Tiba di rumah sakit
70
Ulah keluarga Alaska
71
Akhir kisah ini
72
EKSTRA PART

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!