Alaska yang tidak bisa meninggalkan Sea

Setelah melewati perjalanan yang panjang dan meyakinkan Alaska, akhirnya mereka kembali ke rumah. Sea melihat Alaska dengan tatapan tanya di matanya. Setelah sejenak diam, Sea akhirnya bertanya dengan penuh keingintahuan, "Alaska, apa sebenarnya hubunganmu dengan kami? Bagaimana bisa kamu begitu terhubung dengan hutan ini?"

Alaska menarik nafas dalam-dalam sebelum menjawab. "Sea, sebenarnya aku bukanlah siapa-siapa di sini. Aku berasal dari keluarga yang kaya raya, namun aku selalu merasa terkekang dengan kehidupan di sana. Aku ingin mencari kebebasan dan petualangan, itulah sebabnya aku melarikan diri ke hutan ini. Aku tak pernah berpikir bahwa aku akan bertemu denganmu, dan kalian telah memberiku tempat berlindung dan merasa seperti keluarga."

Sea mendengarkan dengan seksama, mencerna kata-kata Alaska. Wajahnya penuh perasaan campur aduk, antara kebingungan dan simpati. "Alaska, meskipun kamu bukan bagian dari keluarga kami, kami tetap peduli padamu. Kami ingin membantu dan melindungimu. Kamu tidak perlu merasa sendiri lagi."

Alaska tersenyum lembut, terharu oleh kata-kata Sea. "Terima kasih, Sea. Aku sangat beruntung bisa bertemu denganmu dan mendapatkan dukunganmu. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, tapi aku berjanji untuk menghargai kebaikan yang kalian berikan. Kita bisa menjadikan hutan ini tempat yang aman bagi kita berdua."

Sea tersenyum membalas, merasa lega dengan jawaban Alaska. Mereka menyadari bahwa meskipun hubungan mereka mungkin tidak terikat oleh darah, tetapi mereka telah menemukan keluarga baru satu sama lain di tengah-tengah hutan yang rimbun. Bersama-sama, mereka akan menghadapi segala tantangan yang mungkin ada, saling melindungi dan memberikan dukungan satu sama lain.

Sea terdiam sejenak, membiarkan kata-kata Alaska meresap dalam benaknya. Dia merasa terkejut dan sedikit terpesona. Sejak kecil, Sea selalu membayangkan kehidupan di luar sana yang penuh petualangan dan kebebasan. Tapi dia tidak pernah berpikir bahwa keinginannya itu akan menjadi nyata dengan kehadiran Alaska.

Hatinya dipenuhi dengan perasaan campur aduk. Di satu sisi, dia merasa bahagia bahwa Alaska telah menemukan kebebasan dan petualangan yang dia cari. Namun, di sisi lain, dia juga merasa sedikit cemburu karena dia sendiri masih terperangkap dalam rutinitas dan batasan kehidupan di hutan.

Dengan rasa penasaran yang tumbuh, Sea akhirnya berkata, "Alaska, aku tak menyangka bahwa kamu berasal dari kehidupan luar yang selama ini aku impikan. Aku merasa campur aduk, antara senang untukmu dan sedikit iri karena aku juga ingin merasakan kehidupan di luar sana."

Alaska tersenyum lembut, memahami perasaan Sea. "Sea, aku mengerti perasaanmu. Kita semua memiliki impian dan keinginan yang berbeda. Mungkin saat ini aku ada di sini untuk memberimu gambaran tentang dunia luar, dan siapa tahu suatu hari nanti kamu juga akan menjalani petualanganmu sendiri."

Sea tersenyum mendengar kata-kata Alaska. Dia merasa didorong oleh semangat baru untuk menjalani hidup dengan lebih berani dan melampaui batasan yang ada. Dia menggenggam erat tangan Alaska, merasa bersyukur bahwa nasib membawa mereka bersama dan memberinya kesempatan untuk mengejar impian yang selama ini ia impikan.

Mereka duduk di bawah pohon yang rindang, merenungkan masa depan yang penuh dengan keajaiban dan kemungkinan. Bersama-sama, mereka akan menjelajahi dunia, menghadapi tantangan, dan merasakan kehidupan yang mereka idamkan.

Alaska tak ingin kembali ke rumah, Alaska masih merasa terikat dengan perasaan ketidakpuasannya terhadap kehidupan di rumah besar keluarganya. Setiap langkah di dalam bangunan itu mengingatkannya pada aturan-aturan ketat, harapan-harapan yang harus dipenuhi, dan peran yang ia harus jalani sebagai pewaris keluarga.

Sementara itu, di dalam hutan bersama Sea, Alaska menemukan kebebasan dan kedamaian yang selama ini ia cari. Di sinilah dia bisa menjadi dirinya sendiri, menjelajahi alam, dan hidup dengan cara yang sederhana namun penuh makna. Dia merasa terhubung dengan alam dan dirinya yang sejati, jauh dari kehidupan glamor dan tekanan sosial yang ada di rumah.

Namun, ketika Sea melihat ketidakpastian di mata Alaska, dia mendekati Alaska dengan lembut. "Alaska, aku bisa melihat bahwa kamu masih terpikat dengan kehidupanmu di rumah. Tetapi ingatlah, kebahagiaan sejati tidak selalu terletak di tempat yang kita kira. Apakah rumah besar dan kekayaan yang kamu miliki di sana memberimu kebahagiaan yang sebenarnya?"

Alaska memandang Sea dengan perasaan campur aduk. Di satu sisi, dia merindukan kehangatan keluarga dan kenyamanan rumah. Namun, di sisi lain, dia merasa bahwa kehidupannya di hutan memberinya kebebasan dan kedamaian yang tak ternilai harganya.

"Aku masih belum memiliki keinginan untuk pulang, Sea," ucap Alaska dengan tegas. "Di sini, bersamamu dan di tengah alam ini, aku merasa hidup dengan cara yang sesungguhnya. Aku ingin menjalani hidupku dengan kebebasan dan mengikuti jalan yang aku pilih, bukan yang dipaksakan kepadaku."

Sea mengangguk mengerti, menyadari bahwa Alaska telah menemukan esensi kebahagiaan di tempat yang jauh dari kehidupannya sebelumnya. Dia mendukung keputusan Alaska dan siap untuk terus menjalani petualangan bersamanya.

Bersama-sama, Alaska dan Sea berkomitmen untuk menjalani kehidupan yang mereka pilih, menghadapi tantangan dan mengejar kebahagiaan yang sejati. Meskipun ada kerinduan dan ketidakpastian di hati Alaska, dia yakin bahwa langkahnya menuju kebebasan adalah langkah yang tepat.

***

Alaska menatap Sea dengan serius, hatinya penuh keraguan dan kebingungan. "Sea, bagaimana jika aku memutuskan untuk meninggalkanmu di sini? Aku merasa masih terikat dengan masa laluku, dan aku tak ingin membawamu ke dalam kehidupan yang penuh tekanan dan batasan di rumahku. Kamu pasti bisa hidup lebih baik tanpa aku."

Sea menatap Alaska dengan tatapan penuh pengertian. Dia memahami perasaan yang ada di dalam hati Alaska. Namun, dia tetap tenang dan mantap dalam menjawab. "Alaska, aku paham keraguanmu. Tapi ingatlah, kita telah membangun ikatan dan petualangan bersama di hutan ini. Kita saling mendukung dan menemukan kebahagiaan bersama. Aku tak ingin kehilanganmu."

Alaska terdiam sejenak, merenungkan kata-kata Sea. Dia menyadari bahwa di dalam hatinya, ada rasa keterikatan dan kebersamaan yang telah mereka jalani. Meskipun ada konflik dan keraguan, mereka telah membentuk hubungan yang kuat di tengah alam liar ini.

"Dalam hatiku, Sea, ada kebersamaan yang aku tidak bisa abaikan. Aku tak ingin meninggalkanmu di sini sendirian. Kita akan menghadapi tantangan bersama, dan aku yakin kita bisa melewati semuanya dengan kekuatan kita sendiri."

Sea tersenyum lega mendengar jawaban Alaska. Dia merasakan kekuatan hubungan mereka dan bersyukur bahwa Alaska memilih untuk tetap bersama. "Alaska, kita adalah saudara sekarang. Kita akan menjalani petualangan ini bersama-sama, mengatasi rintangan, dan menemukan kebahagiaan yang sejati di dalam kebebasan ini."

Alaska merasakan kehangatan dan kekuatan dari kata-kata Sea. Dia tahu bahwa dalam kebersamaan mereka, dia akan menemukan jalan menuju hidup yang sesungguhnya. Bersama, mereka melangkah maju dengan keyakinan dan tekad untuk menghadapi apa pun yang ada di depan mereka, saling mendukung dan menemukan kebahagiaan yang tak ternilai dalam petualangan mereka di hutan yang indah ini.

Episodes
1 Alaska Melbert & Sea Jenggala
2 Sea dan kehidupannya
3 Kecelakaan Alaska
4 Pertemuan Sea dan Alaska
5 Alaska yang mulai nyaman dengan Sea
6 Proses pencarian Alaska
7 Andre terus mencari keberadaan adiknya
8 Sea menceritakan kehidupannya
9 Alaska tidak mau kembali ke rumah
10 Mimpi mama
11 Menikmati buah dengan Alaska
12 Alaska bertemu anak buah Andre
13 Kabar baik untuk Andre
14 Alaska yang tidak bisa meninggalkan Sea
15 Surat dari Andre untuk Alaska
16 Torik dan Andre sudah mengetahui keberadaan Alaska
17 Mama Alaska yang terbaring di rumah sakit
18 Alaska mencari anak buah Andre
19 Alaska dan anak buah Andre
20 Alaska sudah dibawa pulang
21 Alaska ingin kabur
22 Sea mencari Alaska
23 Mogok makan
24 Kekhawatiran mama Alaska
25 Hanya alibi saja?
26 Alaska sakit
27 Alaska sangat merindukan Sea
28 Merasa sepi
29 Keluar rumah
30 berhasil bertemu Sea
31 Sudah bertemu Sea
32 Andre yang marah
33 Membiarkan dulu bersenang-senang?
34 Rumah (Baru)
35 Mengungkit keinginan Sea
36 Janji Alaska diwujudkan
37 Kekhawatiran Andre
38 Alaska membawa Sea ke apartemen
39 Sea dan Alaska jalan-jalan
40 Permohonan Mama Alaska
41 Keluarga Sea?
42 Alaska tidak mau ditinggal Sea
43 Seseorang yang mirip dengan Sea?
44 Sea memiliki kembaran
45 Keluarga Kandung Sea
46 Perasaan Sea
47 Permintaan Audi
48 Rumah Baru Sea?
49 Menginjakkan rumah setelah sekian lama
50 Sea merindukan Alaska
51 Sea kabur
52 Sea kembali bertemu dengan Alaska
53 Sea bercerita
54 Kemarahan keluarga Sea
55 Pergi ke taman
56 Kebersamaan di kafe
57 Apa yang terjadi?
58 Membicarakan masalah ini
59 Musuh keluarga?
60 Berjanji akan terus bersama
61 Mendengarnya
62 Perlindungan dari Audi
63 Kekhawatiran semua orang
64 Kegugupan Alaska
65 Ulah musuh keluarga
66 Adu mulut kedua belah pihak
67 Diserang wartawan
68 Perjalanan ke rumah sakit
69 Tiba di rumah sakit
70 Ulah keluarga Alaska
71 Akhir kisah ini
72 EKSTRA PART
Episodes

Updated 72 Episodes

1
Alaska Melbert & Sea Jenggala
2
Sea dan kehidupannya
3
Kecelakaan Alaska
4
Pertemuan Sea dan Alaska
5
Alaska yang mulai nyaman dengan Sea
6
Proses pencarian Alaska
7
Andre terus mencari keberadaan adiknya
8
Sea menceritakan kehidupannya
9
Alaska tidak mau kembali ke rumah
10
Mimpi mama
11
Menikmati buah dengan Alaska
12
Alaska bertemu anak buah Andre
13
Kabar baik untuk Andre
14
Alaska yang tidak bisa meninggalkan Sea
15
Surat dari Andre untuk Alaska
16
Torik dan Andre sudah mengetahui keberadaan Alaska
17
Mama Alaska yang terbaring di rumah sakit
18
Alaska mencari anak buah Andre
19
Alaska dan anak buah Andre
20
Alaska sudah dibawa pulang
21
Alaska ingin kabur
22
Sea mencari Alaska
23
Mogok makan
24
Kekhawatiran mama Alaska
25
Hanya alibi saja?
26
Alaska sakit
27
Alaska sangat merindukan Sea
28
Merasa sepi
29
Keluar rumah
30
berhasil bertemu Sea
31
Sudah bertemu Sea
32
Andre yang marah
33
Membiarkan dulu bersenang-senang?
34
Rumah (Baru)
35
Mengungkit keinginan Sea
36
Janji Alaska diwujudkan
37
Kekhawatiran Andre
38
Alaska membawa Sea ke apartemen
39
Sea dan Alaska jalan-jalan
40
Permohonan Mama Alaska
41
Keluarga Sea?
42
Alaska tidak mau ditinggal Sea
43
Seseorang yang mirip dengan Sea?
44
Sea memiliki kembaran
45
Keluarga Kandung Sea
46
Perasaan Sea
47
Permintaan Audi
48
Rumah Baru Sea?
49
Menginjakkan rumah setelah sekian lama
50
Sea merindukan Alaska
51
Sea kabur
52
Sea kembali bertemu dengan Alaska
53
Sea bercerita
54
Kemarahan keluarga Sea
55
Pergi ke taman
56
Kebersamaan di kafe
57
Apa yang terjadi?
58
Membicarakan masalah ini
59
Musuh keluarga?
60
Berjanji akan terus bersama
61
Mendengarnya
62
Perlindungan dari Audi
63
Kekhawatiran semua orang
64
Kegugupan Alaska
65
Ulah musuh keluarga
66
Adu mulut kedua belah pihak
67
Diserang wartawan
68
Perjalanan ke rumah sakit
69
Tiba di rumah sakit
70
Ulah keluarga Alaska
71
Akhir kisah ini
72
EKSTRA PART

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!