Mario Atau Andre?

Andre mengerjap tak percaya saat melihat Namira sedang bermain dengan seorang anak kecil di pantai, semalam saat Andre memberanikan diri untuk mengajak Namira pergi makan atau sekedar menghabiskan waktu week end, tak dia sangka Namira akan menyetujuinya dengan syarat mereka akan pergi ke pantai saja.

Tak masalah bagi Andre kemana pun Namira inginkan Andre akan senang asal itu bersama Namira, tapi kini Andre terpaku pada dua objek yang di lihatnya Namira sedang bermain dengan seorang anak kecil, siapa anak itu? apakah anak Namira, jika benar kenapa dia tidak tahu jika Namira sudah punya anak.

"Mas Andre sudah datang?" Namira datang dan menghampiri Andre, Andre pun segera tersenyum.

"Hmm.. maaf terlambat.."

"Tidak apa, kami juga baru sampai dan Juni akan langsung betah jika di pantai.."

"Juni?"

Namira tersenyum "Juni anakku.." Namira melambaikan tangan pada Juni dan Juni pun segera datang.

"Jun, kenalan dulu sama Om Andre.."

Andre masih menatap bingung lalu Juni mengulurkan tangannya dan menjabat tangan Andre "Junyi.."

"Oh.. hai.. Juni.." Andre menoleh ke arah Namira seolah dia sedang meminta penjelasan.. dan Namira hanya mengangguk.

Juni kembali bermain istana pasir tak jauh dari tempat Namira dan Andre duduk.

Namira menggelar tikar untuk mereka duduk dan juga beberapa buah dan minuman untuk mereka, dan Andre kini sedang memperhatikan Juni "Aku kira kamu lagi prank aku, biar aku gak deketin kamu lagi.."

Namira terkekeh "Orang kantor baru kamu yang tahu.." dan juga Mario lanjutnya dalam hati.

"Jadi Juni anak dari mantan suami kamu?"

"Kenapa kamu gak ngasih tahu sejak awal?"

Namira menatap Juni, "Aku tidak bermaksud menyembunyikan Juni, hanya kalian juga tak pernah bertanya tentang anak padaku, mungkin yang kalian kira aku hanya seorang janda.. padahal aku juga ibu tunggal"

Andre menghela nafasnya "Aku juga kira kamu begitu.."

Namira terkekeh "Kecewa dengan kebenaran?" Andre menggeleng..

"Tidak, hanya tidak menyangka saja.."

Namira mengangguk.

"Apa ini alasan kamu juga menolak ku..?"

"Aku bukan anak muda lagi, yang memikirkan tentang diriku Mas.. aku ibu tunggal yang harus berjuang untuk anakku Juni, tidak ada waktu untuk pacaran atau merajut kasih.. jadi, jika kamu mencari seorang kekasih aku bukan wanita yang tepat.."

"Aku siap jika harus menikah.." Namira tertegun, pandangan mereka beradu untuk beberapa saat, hingga pekikan Juni mengalihkan tatapan keduanya.

Juni terlihat kesal saat istana pasir yang dia buat tak kunjung selesai karena pasir yang dia cetak tak berbentuk sempurna, dengan kesal Juni membuang sendok pasirnya.

Namira akan bangun, namun Andre lebih dulu menghampiri Juni "Hey Jun ada apa?" Andre berjongkok di depan Juni.

"Ndak mahu, ndak suta, mo pulang.." Juni berkaca- kaca.

Namira tertegun biasanya Juni akan sulit di ajak pulang jika di pantai tapi kali ini bocah itu tak terlalu antusias, apa karena suasana hatinya yang sedang sedih..

"Om bisa buatkan untuk Juni, Juni mau?" Juni menggeleng lemah dia sudah tidak bersemangat.. "Baiklah jika begitu om akan bermain sendiri, boleh om pinjam sendoknya...?" Andre mengulurkan tangan dan meminta sendok pasir yang tadi di lempar Juni dan tepat berada di kaki Juni.

Dengan cemberut Juni memberikannya dan Andre pun mulai membuat istana pasir, Juni melirik dan melihat Andre yang terlihat asik. "Jun bagusnya kita membuat menara disini kan?" Juni mengangguk dan Andre tersenyum "Juni bisa bantu Om kan?" Juni kembali mengangguk dan mulai bermain.

Namira tersenyum melihat Juni dan Andre mulai bermain, tadinya Namira takut Juni tidak akan senang jika dia mengajak Andre, tapi siapa tahu Andre ternyata juga sangat luwes dengan anak kecil.

Namira sudah memutuskan untuk membuka hatinya, dan jika Andre bisa menyukai dan menyayangi Juni, Namira akan menerimanya, tentu saja dengan beberapa pertimbangan, dan Namira tak ingin terburu- buru, Namira ingin lihat apa Andre benar- benar tulus atau tidak, barulah Namira akan menerima Andre dengan restu Juni tentu saja.

...

Mario menatap selembar kertas di tangannya dengan hati yang lega, surat cerainya dengan Erina baru saja dia terima.

Dan mereka telah resmi berpisah.

Sebelum mereka pindah ke Bali mereka memang memutuskan untuk bercerai.

Bukan tanpa alasan mereka bercerai, selain karena Mario yang tak mencintai Erina, alasan lain juga mendasari Mario untuk menceraikan Erina.

Alasan yang amat kuat hingga Erina tak bisa lagi menahan Mario untuk bersamanya.

Empat tahun Erina bertahan meski Mario tak pernah sekalipun mengacuhkannya, bahkan menyentuhnya tapi Erina tetap bersabar, hingga Mario menemukan sesuatu yang membuat Erina menyerah dan mau bercerai yaitu kenyataan bahwa Rivano bukan anak kandung Mario membuat Erina bungkam dan menyerah saat Mario mengetahui kebenaran tersebut.

Sebelum menikah Erina memang sudah mengandung, namun kekasihnya tak ingin bertanggung jawab dan pergi. Ketika orang tuanya menjodohkannya dengan Mario, Erina langsung setuju. Dia yang juga membutuhkan ayah untuk bayinya merasa mendapat jalan keluar hingga keluarganya pun tak perlu menanggung malu.

Mario dan Erina menikah tapi hingga satu minggu pernikahan Mario tak pernah menyentuhnya karena Erina tahu sejak awal Mario tak mencintainya dan dengan tegas Mario pun mengatakan itu, tapi Erina tak tahu jika Mario sungguh bisa mempertahankan hasratnya meski dia terus menggoda dengan berpakaian seksii di depan Mario, Erina yang tak bisa menunggu lama atas kehamilannya pun merencanakan menjebak Mario, Erina memasukan obat tidur ke dalam minuman yang di tegak Mario, hingga Mario pun tak sadarkan diri.

Saat Mario terbangun dia begitu terkejut sedang berada di ranjang yang sama dengan Erina dan tanpa sehelai benang pun.

Mario marah pada dirinya tapi dia tak mengingat apapun jadi dia hanya bisa diam, dan berkata Maaf pada Erina.

Sejak itu Mario semakin dingin dan tak menghiraukan Erina, tapi Erina sudah lega, karena meski hanya sekali Mario mengingat mereka pernah tidur bersama maka Mario tak akan bisa mengelak tentang kehamilannya kelak.

Beberapa minggu kemudian Erina mengabarkan jika dirinya tengah hamil, dan Mario malah meminta maaf dan berjanji akan bertanggung jawab.

Apa yang di katakan Mario malah membuat Erina merasa bersalah, bagi Mario menyentuh istri yang tidak dia cintai seperti sebuah kesalahan.

Tapi Erina tak bisa berbuat apapun dia butuh Mario untuk menjadi ayah dari bayinya.

Bayi Erina lahir dan Mario benar- benar bertanggung jawab, menyayangi Rivano dan memanjakannya layak anaknya sendiri namun Mario tak pernah merubah sikapnya pada Erina tak pernah menyentuh lagi hingga empat tahun pernikahan..

Hingga saat Mario mengetahui bahwa Rivano memang bukan anaknya dan Erina pun mulai menceritakan yang sebenarnya, Mario marah, namun kemudian hatinya terasa lega saat Mario ternyata tak pernah mengkhianati Namira.

Dan Erina pun tak bisa menolak saat akhirnya Mario memberikan gugatan perceraian.

Erina menyetujuinya tapi dengan dua syarat..

Erina meminta Mario tidak membeberkan pada orang lain jika Rivano bukan anaknya, karena Erina tak ingin kelak Rivano menanggung malu, atas perbuatan ibunya, juga Erina memikirkan keluarganya yang pasti tidak akan terima dengan kenyataan ini, lalu Kapan pun Rivano membutuhkan, Mario harus ada.. mengingat Mario yang terus memanjakan Rivano membuat bocah itu amat lengket pada Mario dan Erina tak ingin Rivano kehilangan sosok ayah kesayangannya dan kecewa. Sesuatu yang membuat Erina lega ternyata Mario tak masalah dengan syarat itu toh dia tulus menyayangi Rivano.

Mario menghela nafasnya lalu melihat ponselnya dimana tersemat foto pernikahannya dan Namira dulu, menatap dengan penuh cinta dan mengelus permukaan wajah Namira dengan lembut seolah Namira kini berada di hadapannya.

Jika kemarin Mario harus menahan diri untuk mendekati Namira karena surat cerainya belum keluar, tapi kini Mario sudah sah menyandang status duda, dan dia bisa dengan bebas mengejar Namira dan menjadikan wanita itu istrinya kembali.

"Kita akan kembali bersama, dan tak akan ada lagi yang menghalangi kita.."

.....

Waduh aku terkejut..🤭

Jadi mau Namira balik lagi sama Mario atau sama Andre aja..👇

Komenin ya..

Terpopuler

Comments

Dewi Dama

Dewi Dama

kok..cerai lagi...yg pertama madih cinta tpi di cerai..yg ke 2 gk..ada penjelasan...cerai lagi..bingung baca nya...

2025-04-03

0

3sna

3sna

tp menyakiti smkin dalam dgn mengatas nmnkn janji,,

2025-01-16

0

Rismawati Damhoeri

Rismawati Damhoeri

4 tahuun...

2025-03-04

0

lihat semua
Episodes
1 Dear My Ex Husband
2 Kuta, Bali
3 Juni Yang Lahir Di Bulan Maret
4 Hari Senin..
5 Tak Bisa Menahan Diri
6 Ingin Memutar Waktu
7 Ingin Memiliki Lagi
8 Hambar
9 Amarah
10 Merasa Tak Pantas
11 Kelemahan..?
12 Dimana Papi Jun?
13 Sudah Tiada?
14 Hari Itu
15 Di Tinggalkan Demi Anak Dari Istri Sah
16 Figur Impian Juni
17 Mario Atau Andre?
18 Mendekati Perlahan
19 Membuka Hati
20 Cintaku Tak Pernah Hilang
21 Mario Dan Juni
22 Menghilangkan Keraguan
23 Keputusan Namira
24 Kesakitan Mario
25 Surat Namira
26 Usaha Mario
27 Rumah Mario
28 Masih Di Rumah Mario
29 Dahulukan Anak Kamu
30 Masa Lalu
31 Masa Lalu (2)
32 Masa Lalu (3)
33 Masa Lalu (4)
34 Masa Lalu (End)
35 Papinya Juni
36 Kelegaan Namira.
37 Kekhawatiran Namira
38 Rencana Mario
39 Tentang Andre
40 Hari Minggu
41 Mama Mario
42 Skandal Keluarga Andreas
43 Demi Cinta Kita
44 Mami Putraku
45 Pasangan
46 Tak Seperti Kenyataan
47 Menemui Andre
48 Mengetahui
49 Kekhawatiran Namira
50 Lamaran Andre
51 Penyesalan Olivia
52 Ciuman Kerinduan
53 Apa Kamu Prioritasnya..?
54 Keraguan
55 Ulang Tahun Juni
56 Rivano Oh Rivano..
57 Harapan Juni
58 Tamat
59 Kisah Belum Usai
60 Silahkan Mampir
61 My Sweet Daddy
62 Broken Marriage
63 Mampir Yuk!
64 Bukan Sekedar Secretary
65 Gara-gara Mantan
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Dear My Ex Husband
2
Kuta, Bali
3
Juni Yang Lahir Di Bulan Maret
4
Hari Senin..
5
Tak Bisa Menahan Diri
6
Ingin Memutar Waktu
7
Ingin Memiliki Lagi
8
Hambar
9
Amarah
10
Merasa Tak Pantas
11
Kelemahan..?
12
Dimana Papi Jun?
13
Sudah Tiada?
14
Hari Itu
15
Di Tinggalkan Demi Anak Dari Istri Sah
16
Figur Impian Juni
17
Mario Atau Andre?
18
Mendekati Perlahan
19
Membuka Hati
20
Cintaku Tak Pernah Hilang
21
Mario Dan Juni
22
Menghilangkan Keraguan
23
Keputusan Namira
24
Kesakitan Mario
25
Surat Namira
26
Usaha Mario
27
Rumah Mario
28
Masih Di Rumah Mario
29
Dahulukan Anak Kamu
30
Masa Lalu
31
Masa Lalu (2)
32
Masa Lalu (3)
33
Masa Lalu (4)
34
Masa Lalu (End)
35
Papinya Juni
36
Kelegaan Namira.
37
Kekhawatiran Namira
38
Rencana Mario
39
Tentang Andre
40
Hari Minggu
41
Mama Mario
42
Skandal Keluarga Andreas
43
Demi Cinta Kita
44
Mami Putraku
45
Pasangan
46
Tak Seperti Kenyataan
47
Menemui Andre
48
Mengetahui
49
Kekhawatiran Namira
50
Lamaran Andre
51
Penyesalan Olivia
52
Ciuman Kerinduan
53
Apa Kamu Prioritasnya..?
54
Keraguan
55
Ulang Tahun Juni
56
Rivano Oh Rivano..
57
Harapan Juni
58
Tamat
59
Kisah Belum Usai
60
Silahkan Mampir
61
My Sweet Daddy
62
Broken Marriage
63
Mampir Yuk!
64
Bukan Sekedar Secretary
65
Gara-gara Mantan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!