Hari Senin..

Hari senin yang selalu sibuk..

Namira yang sudah bangun sejak subuh baru saja selesai mengerjakan semuanya, memasak dan membersihkan rumah, hingga ibunya tak perlu lagi repot dengan urusan rumah lainnya dan hanya fokus menjaga Juni saja.

Selesai menata sarapan di meja, Namira pergi ke arah kamar mandi dan membersihkan diri.

Saat keluar dari kamar mandi Namira melihat Juni baru saja bangun dan mengucek mata kecilnya "Mamii?"

"Ya, sayang Mami disini.." Namira segera memeluk Juni dan membawanya ke dalam pangkuannya.

Pergi ke kamar mandi dan membersihkan Juni, menunggu Juni buang air kecil dan menyikat gigi. Kebiasaan ini sudah Namira terapkan sejak usia Juni baru dua tahun, membiasakan Juni buang air di toilet dan membersihkan diri saat bangun tidur dan sebelum tidur, dan terbukti efektif hingga Juni tidak perlu tidur dengan popok lagi.

"Sudah selesai dan Juni sudah tampan.." kecup Namira pipi merah Juni. Namira sudah selesai dengan mendandani Juni, dan dia juga sudah siap untuk bekerja.

Degan mengenakan kemeja putih di balut dengan jas ramping warna hitam, dengan rok dan sepatu hak tinggi yang senada. Namira melangkah keluar kamar masih dengan Juni di pangkuannya "Mami pergi kerja dulu ya.. ingat jangan nakal dan repotin nenek!"

"Oteh mami.." Namira kembali mengecup pipi Juni sebelum pergi dan berpamitan pada ibunya.

..

Menaiki mobil sejuta umat miliknya, Namira memacu waktu menuju kantor tempatnya bekerja, menempuh waktu sekitar 45 menit Namira memarkirkan mobilnya di parkiran karyawan.

"Mbak Nami kok baru datang.." Namira mengerutkan keningnya melihat Nisa menunggunya dengan gelisah.

"Aku datang lima menit lebih awal loh Nis.." Namira melihat jam di tangannya dia belum terlambat.

Namira menekan tombol lift "Aduh mbak bos baru sudah datang baru masuk lewat lift eksekutif" Namira mengerjapkan matanya.

"Kamu serius?"

"Menurut mbak, kenapa aku tunggu mbak disini" Nisa meremas tangannya khawatir.

Namira kembali menekan tombol lift "Sial ini tidak mau terbuka.." Namira mengeram jika dia mengumpat di depan Juni sudah pasti ini akan buruk, anak itu sedang meniru apa saja yang di ucapkan orang lain, beruntung Juni sedang tenang di rumah.

Namira beralih ke lift eksekutif yang biasa di naiki petinggi perusahaan "Mbak Nami serius?"

"Apa jadinya di hari pertama bos sekertarisnya datang terlambat, bisa di pecat aku.." Memang bukan salah Namira, siapa suruh bos barunya datang terlalu cepat.

"Kalau mbak Nami di pecat aku gak mau kerja di bawah mbak Rania.."

Namira memasuki lift tak peduli semua orang memperhatikannya, dan Nisa memberi semangat saat pintu lift tertutup, dia akan menunggu lift karyawan saja, dia tidak berani naik lift eksekutif.

Saat memasuki ruang rapat semua orang sudah mengisi kursi dari divisi masing- masing dan hanya kursinya yang kosong, yang sialnya kursinya ada di sebelah kursi direktur baru, Namira melihat semua orang sedang mendengarkan dengan serius, apa semua orang mendadak rajin hari ini..

Namira berniat masuk diam- diam kebetulan dia melihat bos baru mereka sedang memunggungi pintu dan bicara tentang peraturan kerja kedepannya, baru datang saja sudah langsung peraturan kerja di rubah, Namira berjongkok dan mengendap, namun sial lagi untuk Namira saat sebuah suara mengalihkan perhatian semua orang "Nami baru datang?.." Namira mendongak melihat Rania sekertaris wakil direktur yang memang sangat anti dengannya "Bagaimana bisa sekertaris direktur datang terlambat"

Dasar Rania, nenek lampir itu, Namira hanya bisa menggeram dalam hati, belum reda rasa kesalnya Namira di kejutkan suara berat di depannya.

"Bukankah sudah saya katakan, tak perlu masuk jika datang terlambat!"

Deg..

Namira merasa baru mendengar suaranya saja jantungnya serasa di remas.

Namira menelan ludahnya kasar kenapa dia serasa mengenal suara itu.

Namira menyiapkan hatinya dan mendongak, dan lagi- lagi Namira merasa ini hari sialnya, datang terlambat, lift yang tidak mau terbuka, di hujat Rania dan sekarang dari semua kesialannya Namira merasa sekaranglah yang paling sial, bertemu dengan mantan suaminya Mario Michael Andreas..

...

Like..

Komen..

Vote..

Terpopuler

Comments

Enung Samsiah

Enung Samsiah

judulnya,, bos baruku ayah anakku

2023-10-24

4

Suparyati Hartono

Suparyati Hartono

sesuai dugaan, my boss Is my ex 😄

2023-09-03

2

Farel Galindra

Farel Galindra

jangan kasih hati mantan

2023-08-24

0

lihat semua
Episodes
1 Dear My Ex Husband
2 Kuta, Bali
3 Juni Yang Lahir Di Bulan Maret
4 Hari Senin..
5 Tak Bisa Menahan Diri
6 Ingin Memutar Waktu
7 Ingin Memiliki Lagi
8 Hambar
9 Amarah
10 Merasa Tak Pantas
11 Kelemahan..?
12 Dimana Papi Jun?
13 Sudah Tiada?
14 Hari Itu
15 Di Tinggalkan Demi Anak Dari Istri Sah
16 Figur Impian Juni
17 Mario Atau Andre?
18 Mendekati Perlahan
19 Membuka Hati
20 Cintaku Tak Pernah Hilang
21 Mario Dan Juni
22 Menghilangkan Keraguan
23 Keputusan Namira
24 Kesakitan Mario
25 Surat Namira
26 Usaha Mario
27 Rumah Mario
28 Masih Di Rumah Mario
29 Dahulukan Anak Kamu
30 Masa Lalu
31 Masa Lalu (2)
32 Masa Lalu (3)
33 Masa Lalu (4)
34 Masa Lalu (End)
35 Papinya Juni
36 Kelegaan Namira.
37 Kekhawatiran Namira
38 Rencana Mario
39 Tentang Andre
40 Hari Minggu
41 Mama Mario
42 Skandal Keluarga Andreas
43 Demi Cinta Kita
44 Mami Putraku
45 Pasangan
46 Tak Seperti Kenyataan
47 Menemui Andre
48 Mengetahui
49 Kekhawatiran Namira
50 Lamaran Andre
51 Penyesalan Olivia
52 Ciuman Kerinduan
53 Apa Kamu Prioritasnya..?
54 Keraguan
55 Ulang Tahun Juni
56 Rivano Oh Rivano..
57 Harapan Juni
58 Tamat
59 Kisah Belum Usai
60 Silahkan Mampir
61 My Sweet Daddy
62 Broken Marriage
63 Mampir Yuk!
64 Bukan Sekedar Secretary
65 Gara-gara Mantan
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Dear My Ex Husband
2
Kuta, Bali
3
Juni Yang Lahir Di Bulan Maret
4
Hari Senin..
5
Tak Bisa Menahan Diri
6
Ingin Memutar Waktu
7
Ingin Memiliki Lagi
8
Hambar
9
Amarah
10
Merasa Tak Pantas
11
Kelemahan..?
12
Dimana Papi Jun?
13
Sudah Tiada?
14
Hari Itu
15
Di Tinggalkan Demi Anak Dari Istri Sah
16
Figur Impian Juni
17
Mario Atau Andre?
18
Mendekati Perlahan
19
Membuka Hati
20
Cintaku Tak Pernah Hilang
21
Mario Dan Juni
22
Menghilangkan Keraguan
23
Keputusan Namira
24
Kesakitan Mario
25
Surat Namira
26
Usaha Mario
27
Rumah Mario
28
Masih Di Rumah Mario
29
Dahulukan Anak Kamu
30
Masa Lalu
31
Masa Lalu (2)
32
Masa Lalu (3)
33
Masa Lalu (4)
34
Masa Lalu (End)
35
Papinya Juni
36
Kelegaan Namira.
37
Kekhawatiran Namira
38
Rencana Mario
39
Tentang Andre
40
Hari Minggu
41
Mama Mario
42
Skandal Keluarga Andreas
43
Demi Cinta Kita
44
Mami Putraku
45
Pasangan
46
Tak Seperti Kenyataan
47
Menemui Andre
48
Mengetahui
49
Kekhawatiran Namira
50
Lamaran Andre
51
Penyesalan Olivia
52
Ciuman Kerinduan
53
Apa Kamu Prioritasnya..?
54
Keraguan
55
Ulang Tahun Juni
56
Rivano Oh Rivano..
57
Harapan Juni
58
Tamat
59
Kisah Belum Usai
60
Silahkan Mampir
61
My Sweet Daddy
62
Broken Marriage
63
Mampir Yuk!
64
Bukan Sekedar Secretary
65
Gara-gara Mantan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!