Ingin Memutar Waktu

Namira mencoba menepis bayangan saat Mario menciumnya, bagaimana bisa dia terbuai setelah sekian lama Namira berusaha melupakan dan dalam beberapa detik Namira merasa jungkir balik kembali, Namira menyibukan diri bahkan hingga jam makan siang dirinya masih berkutat dengan komputernya.

"Mbak Nami makan siang yuk" Nisa muncul di balik kubikelnya.

"Oh, udah jam makan siang?" Namira melihat jam tangannya.

Nisa mencebik "Gak usah kerajinan mbak, biasa aja kerjanya.. jangan mentang- mentang bosnya ganteng.." Namira mengangkat alisnya, apa maksud Nisa dia sedang caper begitu? namun meski begitu Namira tahu Nisa hanya bercanda.

"Aku bawa bekal dari rumah kok, Nis. jadi aku makan di sini aja.." Nisa mendesah kecewa.

"Okay deh.."

Nisa pergi dan Namira membuka bekalnya "Loh Nami, bawa bekal?"

Namira mendongak melihat seorang pria berdiri menjulang di depannya "Aku naik buat ajak kamu makan.."

Namira tersenyum " Iya, kebetulan tadi pagi sempat masak.."

"Kayaknya enak ya.." Andre melihat kotak bekal Namira.

"Mas Andre mau?" tawar Namira..

Andre menelan ludahnya "Boleh nih?" Andre menarik sebuah kursi lalu duduk di sebelah Namira.

"Boleh, kalau mau aku bagi dua.." Namira membuka kotak bekalnya yang memiliki dua susun, lalu membagi menjadi dua bagian dan memberikannya kepada Andre.

"Emmh.. masakan kamu emang selalu enak deh Nam.." Andre mulai memasukan satu suap ke dalam mulutnya.

Namira tersenyum "Mas Andre berlebihan deh.."

"Serius Nam, makanya aku datang kesini siapa tahu kamu bawa bekal, eh iya.. kesempatan langka bisa menikmati masakan Namira" Namira berdesir, Andre memang selalu melontarkan kata- kata pujian padanya, dan Namira tahu betul apa maksud pria itu padanya, namun Namira tak pernah menanggapi, Namira tidak ingin memberi harapan palsu dan membuat Andre kecewa nantinya, dia hanya ingin fokus membesarkan Juni hingga Juni sukses kelak, Namira hanya ibu tunggal jadi jika bukan dirinya tidak akan ada lagi yang menanggung Juni, karena itu Namira harus bekerja keras menabung sebanyak- banyaknya untuk Juni, tidak ada waktu untuk pria.

Mereka pun makan sambil sesekali mengobrol, tanpa mereka sadari sejak tadi Mario melihat jelas dari ruangannya yang berdinding kaca, melihat dengan jelas ke arah Namira dan Andre, mulai saat Andre datang dan Namira membagi bekalnya.

"Apa pria itu alasan kamu menolak aku Nami.." Mario menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi dengan tatapan mata yang tak lepas dari Namira, lalu beberapa saat Mario melihat CV yang ada di depannya, Mario ingin tahu tentang Namira jadi dia meminta HRD untuk membawakan informasi tentang Namira disana tertulis tentang status Namira yang pernah menikah, itu artinya Namira masih seorang janda, karena statusnya belum berganti menjadi menikah.

Tiba- tiba ada rasa bangga dalam diri Mario, apa Namira belum bisa melupakannya hingga dia belum memutuskan untuk menikah kembali.

Bagus sekali..

Tapi siapa pria itu, apa Namira baru memulai untuk menjalin hubungan baru, tidak bisa.. Namira tidak boleh melupakannya, Mario masih meyakini bahwa suatu hari dia bisa kembali dengan Namira, terbukti sekarang takdir kembali mempertemukan mereka, bukankah itu cukup untuk membuktikan jika dia dan Namira masih berjodoh.

Sekali lagi Mario melihat ke arah dinding kaca dimana Namira masih tertawa dan mengobrol dengan pria itu sambil terus makan bersama.

Tangan Mario mengepal kuat saat pria itu mengusap sudut bibir Namira..

"Tidak bisa ku biarkan" Mario menekan interkom yang tersambung dengan Namira.

"Ya, Pak?" terdengar suara Namira yang begitu datar.

"Aku belum makan siang bisakah kamu belikan aku makan siang.."

"Baik pak, anda ingin saya pesan menu khusus yang anda inginkan?" Namira berusaha menormalkan rautnya, dan bersikap profesional, terlebih Andre masih ada di sebelahnya, Namira tak ingin prasangka- prasangka muncul terhadapnya.

"Kamu selalu tahu apa yang aku sukai Nami.." entah kenapa saat ini Namira ingin menoleh kearah dinding kaca ruangan Mario, dan Namira tahu itu percuma karena dia tak bisa melihat apapun yang ada di sana, kaca itu memang di rancang hanya untuk satu arah, dari luar dia tak bisa melihat apapun, namun dari dalam bisa melihat ke luar dengan leluasa.

"Nami untuk yang tadi aku minta maaf aku hanya meluapkan rasa rinduku..!" Namira terus diam dan menatap kaca yang terlihat hitam itu seolah dia bisa menembusnya, dan tatapan Namira serasa menusuk di hati Mario.

tiba- tiba Mario mengingat tatapan kecewa yang di layangkan Namira saat dirinya menceraikan Namira, saat itu Namira tak mengucapkan sepatah katapun hanya tatapan kecewa yang justru membuat Mario benar- benar menjadi pria paling brengsek, tapi bukan kah dia memang brengsek.

"Jangan melihatku dengan tatapan seperti itu Nami.." lirihnya.

Benar bukan Mario sedang melihatnya, sejak tadi Namira memang merasa ada yang mengawasi gerak geriknya, dan tentu saja pelakunya adalah Mario.

"Baik pak akan saya pesankan.." putus Namira, lalu memutus sambungannya.

Namira melihat Andre yang menatapnya heran "Aku di suruh beli makanan sama bos.. mas Andre bisa habiskan dulu makanan kamu, aku ke kantin dulu.."

"Loh, makanan kamu juga belum abis Nam.."

"Gak papa aku bisa lanjut nanti.." Andre mengangguk lalu melihat Namira melesat pergi.

Mario melihat Andre masih ada di sana, dan menatap punggung Namira, tatapan Andre terlihat begitu mengagumi Namira yang pergi dan memasuki lift.

Andre tersenyum dan kembali memakan bekal Namira, Mario menggeram saat melihat Andre begitu menikmati bekal yang di bawa Namira, dan Mario tahu rasanya memang seenak itu, dulu saat masih menjadi suami Namira, dia selalu di manjakan oleh masakan Namira yang selalu lezat.

Namira adalah istri yang sempurna, dia bisa menyenangkan hati dan perut Mario, tak hanya itu Namira juga selalu bisa mengimbanginya di atas ranjang dan selalu membuat Mario menginginkannya lagi dan lagi, andai saja dia bisa mempertahankan Namira tetap menjadi istrinya.

Mario tersenyum miris mengingat alasannya melepaskan Namira begitu saja, bisakah dia memutar kembali waktu.. Jika itu terjadi Mario ingin tetap bersama Namira, meski tanpa hadirnya buah hati diantara mereka.

...

Like..

Komen..

Vote..

Terpopuler

Comments

Vay

Vay

gak punya anak gmn tanpa Mario tau Namira dah punya anak darinya ...

2025-03-11

0

Erna M Jen

Erna M Jen

dasar lelaki egois kalau masih cinta mengapa diceraikan...

2025-03-07

0

Winarsih Winarsih

Winarsih Winarsih

enak bgt ya krn tak kunjung hamil kalaian para lelaki dgn seenaknya nyerain istri,ini br 4th lho bukan 10th,aduh dadi kesel dewe

2024-01-09

3

lihat semua
Episodes
1 Dear My Ex Husband
2 Kuta, Bali
3 Juni Yang Lahir Di Bulan Maret
4 Hari Senin..
5 Tak Bisa Menahan Diri
6 Ingin Memutar Waktu
7 Ingin Memiliki Lagi
8 Hambar
9 Amarah
10 Merasa Tak Pantas
11 Kelemahan..?
12 Dimana Papi Jun?
13 Sudah Tiada?
14 Hari Itu
15 Di Tinggalkan Demi Anak Dari Istri Sah
16 Figur Impian Juni
17 Mario Atau Andre?
18 Mendekati Perlahan
19 Membuka Hati
20 Cintaku Tak Pernah Hilang
21 Mario Dan Juni
22 Menghilangkan Keraguan
23 Keputusan Namira
24 Kesakitan Mario
25 Surat Namira
26 Usaha Mario
27 Rumah Mario
28 Masih Di Rumah Mario
29 Dahulukan Anak Kamu
30 Masa Lalu
31 Masa Lalu (2)
32 Masa Lalu (3)
33 Masa Lalu (4)
34 Masa Lalu (End)
35 Papinya Juni
36 Kelegaan Namira.
37 Kekhawatiran Namira
38 Rencana Mario
39 Tentang Andre
40 Hari Minggu
41 Mama Mario
42 Skandal Keluarga Andreas
43 Demi Cinta Kita
44 Mami Putraku
45 Pasangan
46 Tak Seperti Kenyataan
47 Menemui Andre
48 Mengetahui
49 Kekhawatiran Namira
50 Lamaran Andre
51 Penyesalan Olivia
52 Ciuman Kerinduan
53 Apa Kamu Prioritasnya..?
54 Keraguan
55 Ulang Tahun Juni
56 Rivano Oh Rivano..
57 Harapan Juni
58 Tamat
59 Kisah Belum Usai
60 Silahkan Mampir
61 My Sweet Daddy
62 Broken Marriage
63 Mampir Yuk!
64 Bukan Sekedar Secretary
65 Gara-gara Mantan
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Dear My Ex Husband
2
Kuta, Bali
3
Juni Yang Lahir Di Bulan Maret
4
Hari Senin..
5
Tak Bisa Menahan Diri
6
Ingin Memutar Waktu
7
Ingin Memiliki Lagi
8
Hambar
9
Amarah
10
Merasa Tak Pantas
11
Kelemahan..?
12
Dimana Papi Jun?
13
Sudah Tiada?
14
Hari Itu
15
Di Tinggalkan Demi Anak Dari Istri Sah
16
Figur Impian Juni
17
Mario Atau Andre?
18
Mendekati Perlahan
19
Membuka Hati
20
Cintaku Tak Pernah Hilang
21
Mario Dan Juni
22
Menghilangkan Keraguan
23
Keputusan Namira
24
Kesakitan Mario
25
Surat Namira
26
Usaha Mario
27
Rumah Mario
28
Masih Di Rumah Mario
29
Dahulukan Anak Kamu
30
Masa Lalu
31
Masa Lalu (2)
32
Masa Lalu (3)
33
Masa Lalu (4)
34
Masa Lalu (End)
35
Papinya Juni
36
Kelegaan Namira.
37
Kekhawatiran Namira
38
Rencana Mario
39
Tentang Andre
40
Hari Minggu
41
Mama Mario
42
Skandal Keluarga Andreas
43
Demi Cinta Kita
44
Mami Putraku
45
Pasangan
46
Tak Seperti Kenyataan
47
Menemui Andre
48
Mengetahui
49
Kekhawatiran Namira
50
Lamaran Andre
51
Penyesalan Olivia
52
Ciuman Kerinduan
53
Apa Kamu Prioritasnya..?
54
Keraguan
55
Ulang Tahun Juni
56
Rivano Oh Rivano..
57
Harapan Juni
58
Tamat
59
Kisah Belum Usai
60
Silahkan Mampir
61
My Sweet Daddy
62
Broken Marriage
63
Mampir Yuk!
64
Bukan Sekedar Secretary
65
Gara-gara Mantan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!