Hari Itu

Namira memejamkan mata setelah Mario pergi, Namira masuk dan menutup pintu lalu menguncinya, namun saat berbalik Namira terpaku saat melihat seseorang berdiri menghadap ke arahnya.

"Ibu.."

Jika tadi saat Juni melihat, Namira bisa langsung mengalihkannya dengan hal lain namun kini ibunya pasti mengerti apa yang dia dengar, dan pembicaraannya dengan Mario.

"Itu Mario.." tanya ibu dengan meneliti wajah Namira, tak menyangka. Namira akan mengatakan semua itu.

Namira hanya mengangguk "Kenapa kamu bisa bicara seperti itu Nami."

Namira menghela nafasnya "Aku harus bicara begitu Bu, demi kebaikan semua orang.."

"Kebaikan apa yang kamu maksud Nami, kamu berkata ayah Juni sudah tiada, Juni berhak tahu siapa ayahnya.."

"Dan membiarkan Juni terus berangan- angan tenang ayahnya, Mario tidak akan bisa bersama kami Bu.. dia sudah menikah dan memiliki anak yang bahkan hampir seusia Juni, ibu pikir jika di saat Juni menginginkan Mario ada dia akan datang dan meninggalkan keluarganya..? bagaimana jika tidak, selamanya Juni akan berharap ayahnya datang, sedangkan ayahnya tidak bisa datang karena dia punya prioritas lain, lalu..jika pun Mario datang kepada kami apa ibu juga tega melihat anak Mario dengan wanita itu sedih karena menganggap ayahnya telah di rebut Juni..

Ini akan menjadi drama yang tidak berkesudahan bu, jadi sudah seharusnya di akhiri sebelum terjadi sesuatu yang buruk."

"Lalu kamu sendiri tega pada Juni..?"

"Juni sudah terbiasa hanya hidup dengan kita Bu, hanya aku.." Namira berkata dengan deraian air mata "..lukanya tidak akan lama dan akan kembali ke semula, karena sudah sejak awal pun tidak ada Mario diantara kami.."

"Ibu gak percaya kamu bicara begitu Nami.. semuanya bisa di bicarakan baik- baik.."

"Jika semuanya bisa di bicarakan baik- baik.. aku dan mas Rio tidak akan bercerai Bu, dia tidak akan menceraikan aku lalu menikah setelah tiga bulan kami bercerai.." Namira berkata lirih, kata 'Mas' yang dulu selalu terucap terasa berat untuk Namira kini, sejak tadi pun Namira terus menyebut nama Mario tanpa sebutan Mas, karena Namira rasa itu sudah tidak pantas dia ucapkan, mereka sudah tidak punya ikatan apapun.

"Jika itu sudah sejak dulu bisa terjadi, aku tidak akan ada di sini bu.. menjadi terbuang itu menyakitkan.." Namira pergi ke arah dapur dimana dia bisa menangis karena jelas di dalam kamarnya ada Juni, yang pasti bertanya kenapa ibunya menangis..

Namira berjongkok di depan wastafel dimana dia mencuci wajahnya agar dia bisa menghentikan tangisnya atau setidaknya deraian air mata tak terlihat, tapi tetap saja matanya terus mengeluarkan air kepedihan.

Jika semuanya bisa di bicarakan kenapa Namira ada di sini sekarang, selama ini dia selalu memegang teguh cinta Mario, dan mereka benar- benar saling mencintai, hingga setelah bercerai pun Namira tetap bertemu dengan Mario dengan dalih saling merindu mereka beberapa kali melakukan hal yang seharusnya tak boleh di lakukan, hingga akhirnya Juni tumbuh, namun belum sempat Namira mengatakan kebahagiaannya perkataan Mario mengurungkan niatnya.

"Aku harap dia tumbuh untuk menjadi bukti cinta kita.."

Mario hanya akan menjadikan bayinya sebuah kenangan bukan untuk dia perjuangkan dan mendapat pengakuan.

Jadi salah Namira dimana.. memangnya dia mau punya kehidupan seperti sekarang..

Namira juga tak ingin hidup Juni tidak sempurna, siapa yang tidak iri melihat anak orang lain bisa menghabiskan waktu dengan ayahnya sedangkan Juni tidak, siapa yang tidak iri melihat anak orang lain bermain sepeda dengan ayahnya sedangkan Juni tidak, siapa yang tidak iri melihat anak orang lain di gendong ayahnya sedangkan Juni tidak..

Namira menekuk lututnya dan menelungkupkan kepalanya, berkali- kali dia bilang bisa, dia bisa membesarkan Juni sendiri, dia sanggup meski harus bekerja keras untuk hidup Juni, tapi nyatanya Namira hanya wanita biasa, dia lemah, dan membutuhkan tubuh kokoh untuk menopangnya. Namira butuh tangan yang kekar untuk meringankan mengangkat bebannya.

...

Mario termenung mengingat semua perkataan Namira, kenapa ada rasa sakit saat mendengar kata- kata Namira.

Dia merasa hatinya terus berdenyut hingga kini dia sudah berada di rumahnya dan hanya mengurung diri di ruangan kerjanya.

Benarkah Namira sudah menikah lagi dan memiliki seorang anak, tapi kenapa secepat itu, Mario tidak percaya jika di ingat lagi hari itu Namira masih mengatakan bahwa Namira mencintainya, dan akan selalu mencintainya, lalu bagaimana bisa secepat itu Namira menikah dengan orang lain dan memiliki anak.

Jika dilihat anak itu hampir seumuran dengan Rivano, lalu jika di hitung lagi pertemuan mereka setelah bercerai dan melakukan percintaan, bukankah ada kemungkinan anak itu adalah miliknya.

Mario mengerjap mengingat kejadian empat tahun lalu, apakah Namira berbohong hanya untuk membuatnya menjauh..

Flashback..

Satu bulan setelah mereka bercerai Mario mengajak Namira bertemu di sebuah hotel, setelah perceraiannya Mario begitu merindukan Namira, Namira yang selalu berada bersamanya, kini sudah satu bulan tidak bersua..

Tanpa di sangka Namira pun menyambut nya, mereka yang saling merindu pun memadu kasih, bak singa yang kelaparan Mario yang menahan hasratnya selama satu bulan terakhir pun menc umbui mantan istrinya dan mereka melakukannya berkali- kali hingga mereka harus kembali terpisah.

Berat.. tentu saja, mereka tidak ingin melepas satu sama lain hingga saat akan keluar dari kamar hotel pun mereka berciuman amat lama seolah enggan saling melepaskan, hingga saat mereka membutuhkan oksigen lebih barulah Mario melepaskan pangutan mereka.

"Aku mencintaimu Nami.. selamanya.." terlihat mata Mario memancar penuh cinta dan kelembutan hingga Namira hanya mampu mengangguk..

Namira begitu mempercayai apa yang di katakan Mario hingga tidak ada rasa bersalah sama sekali setelah mereka beradu tanpa sebuah ikatan sakral sekalipun.

Satu bulan setelah pertemuan mereka Namira mulai merasakan keanehan dalam dirinya pusing, mual dan muntah..

Namira bukan anak kecil dia tahu dan bisa membedakan bahwa ada sesuatu yang tidak beres dalam dirinya, Namira memutuskan untuk pergi ke sebuah apotik, sebelum pergi ke dokter Namira ingin memastikan apakah firasatnya benar.

Namira mengerjap beberapa kali saat melihat alat tes kehamilan di tangannya bergaris dua , pelupuk matanya tiba- tiba mengembun, kenapa harus sekarang di saat Namira sudah bercerai dengan Mario, bagaimana bisa ini terjadi.

Dulu saat masih menjadi istri Mario Namira membeli testpack satu bulan sekali namun tetap saja hasilnya negatif tapi sekarang di saat dia sudah tak memiliki ikatan lagi mengapa dia bisa hamil, apa dunia sedang mempermainkannya.

Namira menghapus air matanya sebuah pemikiran tiba- tiba terlintas di kepalanya apakah jika Mario tahu dia akan kembali padanya, apakah mereka akan kembali rujuk, ya semoga saja..

Namira mencari ponselnya dia akan menghubungi Mario dan memberitahu pria itu jika Namira sedang mengandung anaknya, belum juga menekan nomer Mario, ponselnya berdering dan nama Mario terlihat disana, Namira tersenyum lalu segera mengangkat panggilan dari Mario.

"Nami aku merindukan mu.." Namira kembali tersenyum, apa mereka mempunyai ikatan batin hingga Mario juga bisa merasakan apa yang Namira rasakan.

Mario mengatakan jika dia saat ini sedang berada di hotel saat mereka bertemu satu bulan lalu "Aku merindukanmu jadi kesini, ingin mengingatmu."

"Mas, bisakah kita bertemu ada yang ingin aku katakan.." Namira meremas tangannya, apakah dia dan Mario bisa kembali jika Mario tahu ada janin di perut Namira.

"Humm datanglah aku ada di kamar yang sama.. dan juga ada sesuatu yang ingin aku katakan.." Namira mengiyakan dan segera pergi meninggalkan kontrakan yang selama tiga bulan ini di tempatinya. sejak bercerai dari Mario, Namira kembali bekerja dan menjadi karyawan di sebuah perusahaan, setelah empat tahun menjadi Nyonya Mario, Namira tak serta merta menikmati harta gono gini, meski Mario memberikannya, tapi uang itu masih tersimpan rapi di rekeningnya.

Dan Namira rasa selama dirinya bisa bekerja untuk apa dia diam dan menghamburkan uang dari Mario.

Menaiki taksi Namira tiba di hotel tempat mereka bertemu terakhir kali, dan segera pergi ke kamar dimana ada Mario disana.

Baru saja pintu terbuka, Namira di kejutkan dengan Mario yang langsung menariknya masuk dan menciumnya dengan menggebu.

Namira yang merindukan Mario menyambut pria itu dengan ciuman tak kalah menggebunya.

Kegiatan berlanjut ketika tangan Mario menyentuh titik- titik sensitif Namira yang membuat Namira mengerang dan mendeesah kecil di balik ciuman mereka, Mario membawa Namira berjalan ke arah ranjang besar yang menanti mereka dan segera mendorong pelan hingga Namira terbaring di sana dan kembali mencumbunya.

Lagi- lagi dengan alasan rindu keduanya menyatu, dan Namira memutuskan untuk mengatakan kabar bahagianya nanti setelah kegiatan mereka berakhir.

...

Mario memeluk Namira dengan erat dan tak mengatakan sepatah katapun seolah ingin menikmati waktu hingga Namira mulai pembicaraan.

"Bukankah ada yang ingin kamu katakan Mas..?" Namira mengelus tangan Mario yang melingkar di pinggangnya.

Mario menghela nafasnya "Aku akan menikah bulan depan.."

....

Like..

Komen...

Vote..

Terpopuler

Comments

Khairul Azam

Khairul Azam

astaga kenapa penulis bisa menulis cerita seperti ini, ada kq ada orang seperti namira udah cerai masih mau disetubuhi

2025-03-04

0

Enung Samsiah

Enung Samsiah

nami bodoh,udah d cerai dibuang mngpa mau d tiduri,nggk ada harga diri bngett,, mario pengecut,,,,

2023-10-25

0

Widi Widurai

Widi Widurai

nah salahnya disini. harusnya sblm mario nikah dia egois dikit. at least kasih tau mario. stlah dia kasih tau mario ga nrima, yauda bye

2023-04-05

2

lihat semua
Episodes
1 Dear My Ex Husband
2 Kuta, Bali
3 Juni Yang Lahir Di Bulan Maret
4 Hari Senin..
5 Tak Bisa Menahan Diri
6 Ingin Memutar Waktu
7 Ingin Memiliki Lagi
8 Hambar
9 Amarah
10 Merasa Tak Pantas
11 Kelemahan..?
12 Dimana Papi Jun?
13 Sudah Tiada?
14 Hari Itu
15 Di Tinggalkan Demi Anak Dari Istri Sah
16 Figur Impian Juni
17 Mario Atau Andre?
18 Mendekati Perlahan
19 Membuka Hati
20 Cintaku Tak Pernah Hilang
21 Mario Dan Juni
22 Menghilangkan Keraguan
23 Keputusan Namira
24 Kesakitan Mario
25 Surat Namira
26 Usaha Mario
27 Rumah Mario
28 Masih Di Rumah Mario
29 Dahulukan Anak Kamu
30 Masa Lalu
31 Masa Lalu (2)
32 Masa Lalu (3)
33 Masa Lalu (4)
34 Masa Lalu (End)
35 Papinya Juni
36 Kelegaan Namira.
37 Kekhawatiran Namira
38 Rencana Mario
39 Tentang Andre
40 Hari Minggu
41 Mama Mario
42 Skandal Keluarga Andreas
43 Demi Cinta Kita
44 Mami Putraku
45 Pasangan
46 Tak Seperti Kenyataan
47 Menemui Andre
48 Mengetahui
49 Kekhawatiran Namira
50 Lamaran Andre
51 Penyesalan Olivia
52 Ciuman Kerinduan
53 Apa Kamu Prioritasnya..?
54 Keraguan
55 Ulang Tahun Juni
56 Rivano Oh Rivano..
57 Harapan Juni
58 Tamat
59 Kisah Belum Usai
60 Silahkan Mampir
61 My Sweet Daddy
62 Broken Marriage
63 Mampir Yuk!
64 Bukan Sekedar Secretary
65 Gara-gara Mantan
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Dear My Ex Husband
2
Kuta, Bali
3
Juni Yang Lahir Di Bulan Maret
4
Hari Senin..
5
Tak Bisa Menahan Diri
6
Ingin Memutar Waktu
7
Ingin Memiliki Lagi
8
Hambar
9
Amarah
10
Merasa Tak Pantas
11
Kelemahan..?
12
Dimana Papi Jun?
13
Sudah Tiada?
14
Hari Itu
15
Di Tinggalkan Demi Anak Dari Istri Sah
16
Figur Impian Juni
17
Mario Atau Andre?
18
Mendekati Perlahan
19
Membuka Hati
20
Cintaku Tak Pernah Hilang
21
Mario Dan Juni
22
Menghilangkan Keraguan
23
Keputusan Namira
24
Kesakitan Mario
25
Surat Namira
26
Usaha Mario
27
Rumah Mario
28
Masih Di Rumah Mario
29
Dahulukan Anak Kamu
30
Masa Lalu
31
Masa Lalu (2)
32
Masa Lalu (3)
33
Masa Lalu (4)
34
Masa Lalu (End)
35
Papinya Juni
36
Kelegaan Namira.
37
Kekhawatiran Namira
38
Rencana Mario
39
Tentang Andre
40
Hari Minggu
41
Mama Mario
42
Skandal Keluarga Andreas
43
Demi Cinta Kita
44
Mami Putraku
45
Pasangan
46
Tak Seperti Kenyataan
47
Menemui Andre
48
Mengetahui
49
Kekhawatiran Namira
50
Lamaran Andre
51
Penyesalan Olivia
52
Ciuman Kerinduan
53
Apa Kamu Prioritasnya..?
54
Keraguan
55
Ulang Tahun Juni
56
Rivano Oh Rivano..
57
Harapan Juni
58
Tamat
59
Kisah Belum Usai
60
Silahkan Mampir
61
My Sweet Daddy
62
Broken Marriage
63
Mampir Yuk!
64
Bukan Sekedar Secretary
65
Gara-gara Mantan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!