Merasa Tak Pantas

Namira mengira jika dia berhadapan dengan anak Mario rasanya tidak akan terlalu sulit, namun saat bocah itu terus membanggakan Mario papanya, dada Namira serasa sesak.

Namira melihat mainan yang sengaja di bawa untuk menemani Vano bermain dan semuanya mainan mahal, bukan Namira tak bisa membelikan mainan mahal untuk Juni, namun Namira memilih menabung uang itu untuk tabungan pendidikan Juni kelak, mengingat dirinya hanya seorang ibu tunggal.

Lagi- lagi Namira merasa cemburu untuk Juni yang tak bisa menikmati kemewahan hanya karena ayahnya tidak tahu dia ada.. tapi seandainya pun Mario tahu apakah akan ada situasi yang sama..

Teringat ucapan Mario yang membekas di hatinya "Aku harap dia tumbuh biar jadi kenang- kenangan.."

Namira menggelengkan kepalanya saat bayangan masa lalu kembali terlintas, ini sudah empat tahun tapi semua masih teringat jelas di benak Namira, bagaimana Mario mengatakan cinta tapi menceraikannya, dan bagaimana bodohnya dia saat itu terjerumus nafsu hingga menghadirkan Juni, bahkan saat mereka sudah tak terikat pernikahan..

Namira melihat kembali ke arah Vano, Rivano yang anteng bermain, bocah itu ternyata hampir seusia Juni hanya berbeda satu bulan, itu berarti tak butuh waktu lama untuk Mario melupakannya dan berhubungan badan dengan wanita lain, tidak!..bukan wanita lain melainkan istrinya hingga mereka di karuniai anak hampir seumuran Juni.

Namira jadi teringat akan nafsu Mario yang memang selalu buas, saat mereka masih suami istri, tak sehari pun mereka absen melakukan percintaan kecuali ketika Namira sedang datang bulan atau sakit, jadi bagaimana mungkin Mario bisa mengabaikan istri barunya dan menyianyiakannya demi seorang Namira.

Kamu bermimpi Namira..

Tiba relung hati Namira terasa semakin menganga membayangkan Mario bercinta dengan istrinya..

Apa yang kau pikirkan Namira, mereka halal melakukannya..

"Tante mo maem.." Namira yang sudah tahu dan pengalaman dengan anak seusia Vano pun mengerti apa maksud anak itu, tanpa kata Namira bergerak ke arah ransel kecil berisi bekal Vano dan membukanya, lalu menyuapi bocah itu..

Ternyata Vano tidak rewel dan dia cukup bersabar menunggu Ayahnya yang masih berada diruang rapat sana, hingga Namira tak perlu repot membujuk atau menenangkan bocah itu.

Setelah kenyang dengan makannya Vano terlihat mengantuk dan Namira dengan sigap memangku dan menepuk punggung Vano hingga terlelap, lagi- lagi Namira merasa miris dengan apa yang kini dia lakukan.

Apa yang sedang putramu lakukan sekarang..? dia sedang bermain, tertidur atau merindukanmu, atau bahkan merindukan ayahnya, tapi disini kau justru menidurkan anak dari ayah yang dirindukan putramu, apa kau layak jadi seorang ibu Namira..?

Namira memejamkan matanya, lalu tersentak saat mendengar pintu terbuka, dan dengan segera pula Namira menormalkan rautnya.

"Dia tertidur..?" Namira tidak menjawab saat Mario bertanya, rapat sudah selesai dan Mario sempat terpaku melihat pemandangan indah di depannya, Namira sedang memangku Vano dan menepuk punggung bocah yang sedang terlelap itu.

Bukankah mereka sangat cocok jika menjadi ibu dan anak, tentu saja jika Mario dan Namira menikah otomatis Namira akan menjadi ibu Vano.

Mario meletakkan berkasnya dan mengambil Vano yang berada di pangkuan Namira lalu memindahkannya ke atas sofa.

Namira masih terdiam sesaat setelah Mario mengambil Vano darinya, lalu setelah sadar Namira bangun dari duduknya, sejak tadi Namira duduk di lantai berkarpet yang sengaja di sediakan untuk Vano bermain, dan tak terasa kakinya kebas karena terlalu lama duduk.

Namira hampir terhunyung saat berdiri beruntung Mario segera menahannya "Hati- hati Nami.."

Namira menepis pelan tangan Mario, tiba- tiba Mario merasakan hatinya berdenyut mendapat penolakan dari Namira "Saya, baik- baik saja Pak.."

"Nami.."

"Jika tidak ada yang bapak perlukan lagi, saya mohon undur diri pak.."

Mario hanya bisa menghela nafasnya saat Namira menunduk hormat lalu memutar langkahnya.

"Terimakasih Namira sudah menjaga Vano.." hanya itu yang Mario ucapkan tapi entah mengapa Namira merasa hatinya tercabik.

"Sama- sama pak.."

Seperti biasa Mario memperhatikan Namira dari dinding kaca ruangannya, sejak keluar dari ruangannya Namira tak memberikan reaksi berarti, dia terlihat meminta Nisa untuk memberikan rangkuman rapat lalu duduk di kursi kerjanya.

Banyak sekali yang ingin Mario katakan dan jelaskan pada wanita itu, tapi Namira terus menghindar, tak ada cara lain membiarkan Namira mengerti secara perlahan dan dia akan menjelaskannya kelak satu persatu.

Mario melihat Vano yang tertidur di sofa,tak biasanya bocah itu menurut pada orang lain selain dirinya dan Erina, bahkan terhadap Erina pun kadang Vano tidak menurut, tapi kenapa dengan Namira Vano bisa diam dan tenang, apa dia tahu kalau Namira calon ibu keduannya..

Mario mengulas senyum saat memikirkan dia akan memiliki Namira kembali..

"Akan ku pastikan kali ini aku tidak akan melepaskan kamu lagi Sayang" Mario mengalihkan pandangannya saat mengingat pekerjaannya yang banyak, menatap Namira tidak akan pernah membuatnya puas sedangkan dia juga punya tanggung jawab yang besar yang harus dia tanggung yaitu kelangsungan perusahaannya.

...

"Saya dengar kamu yang menjaga Vano tadi.." Namira mendongak menemukan wanita cantik di depannya yang sedang menggendong Vano, wanita cantik dengan dandanan natural juga anggun dan saat itulah Namira menyadari jika wanita di depannya adalah wanita yang menggantikan posisinya sebagai nyonya Mario Michael Andreas..

Namira segera bangun dan mengangguk hormat "Sudah tugas saya untuk membantu Bu.."

Wanita di hadapan Namira tersenyum, senyum yang sangat cantik dan anggun untuk sesaat Namira merasakan dirinya jauh dibawahnya, pantas saja dia menjadi menantu pilihan karena selain kaya wanita di depannya juga sangat anggun dan sopan, mengingat itu Namira menyadari diri sendiri sejak awal dia tidak pantas bersanding dengan seorang Mario, dan lagi- lagi hatinya terasa tertohok.

"Tidak usah terlalu formal, Oh perkenalkan saya Erina.. mamanya Rivano.." Namira hanya mengangguk saja dengan senyuman "Sekali lagi terimakasih ya.."

"Sama- sama Bu.."

"Ayo bilang bye- bye dengan tantenya.." Erina berkata lembut pada Rivano.

"Babay tante.." Namira hanya tersenyum tipis sangat tipis tak menanggapi apapun hingga Erina dan Rivano menghilang dari pandangannya.

Namira kembali mendudukan dirinya di kursi kerjanya dan kembali berkutat dengan pekerjaannya, dalam hati Namira berharap jam kerja hari ini segera berakhir dia ingin segera pulang dan memeluk anaknya Juni, buah cintanya.. My Jun.. Mami sangat rindu.. berikan Mami kekuatan.

Namira menghela nafasnya lalu merenggangkan otot- ototnya saat jam kerjanya berakhir bahkan lebih waktu menunjukan pukul 17: 15 sudah lewat dari jam kerjanya, dan Namira bisa lihat meja Nisa bahkan sudah kosong, gadis itu sudah melesat pergi sesaat setelah jam kerja usai, sedangkan Namira harus memastikan semua pekerjaan Nisa juga pekerjaannya selesai dengan sempurna.

Mematikan laptopnya Namira mengemas peralatannya ke dalam tas dan bersiap pulang, namun seolah ingin mempermainkannya interkom di depannya berbunyi dan panggilan itu berasal dari ruangan Mario.

Baru saja Namira meletakan sambungan telepon di telinganya Mario sudah bicara lebih dulu

"Jangan pulang dulu, aku butuh bantuan.."

...

Like..

Komen..

Vote..

Terpopuler

Comments

May Keisya

May Keisya

dasar gila🤦

2024-07-02

0

Anisatul Azizah

Anisatul Azizah

hmm, jadi kenangan aja ternyata..

2024-05-20

0

Elly Watty

Elly Watty

bisa g sih bkin Nami Moveon?dah 4 th hidupnya gitu2 ja......

2023-05-31

4

lihat semua
Episodes
1 Dear My Ex Husband
2 Kuta, Bali
3 Juni Yang Lahir Di Bulan Maret
4 Hari Senin..
5 Tak Bisa Menahan Diri
6 Ingin Memutar Waktu
7 Ingin Memiliki Lagi
8 Hambar
9 Amarah
10 Merasa Tak Pantas
11 Kelemahan..?
12 Dimana Papi Jun?
13 Sudah Tiada?
14 Hari Itu
15 Di Tinggalkan Demi Anak Dari Istri Sah
16 Figur Impian Juni
17 Mario Atau Andre?
18 Mendekati Perlahan
19 Membuka Hati
20 Cintaku Tak Pernah Hilang
21 Mario Dan Juni
22 Menghilangkan Keraguan
23 Keputusan Namira
24 Kesakitan Mario
25 Surat Namira
26 Usaha Mario
27 Rumah Mario
28 Masih Di Rumah Mario
29 Dahulukan Anak Kamu
30 Masa Lalu
31 Masa Lalu (2)
32 Masa Lalu (3)
33 Masa Lalu (4)
34 Masa Lalu (End)
35 Papinya Juni
36 Kelegaan Namira.
37 Kekhawatiran Namira
38 Rencana Mario
39 Tentang Andre
40 Hari Minggu
41 Mama Mario
42 Skandal Keluarga Andreas
43 Demi Cinta Kita
44 Mami Putraku
45 Pasangan
46 Tak Seperti Kenyataan
47 Menemui Andre
48 Mengetahui
49 Kekhawatiran Namira
50 Lamaran Andre
51 Penyesalan Olivia
52 Ciuman Kerinduan
53 Apa Kamu Prioritasnya..?
54 Keraguan
55 Ulang Tahun Juni
56 Rivano Oh Rivano..
57 Harapan Juni
58 Tamat
59 Kisah Belum Usai
60 Silahkan Mampir
61 My Sweet Daddy
62 Broken Marriage
63 Mampir Yuk!
64 Bukan Sekedar Secretary
65 Gara-gara Mantan
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Dear My Ex Husband
2
Kuta, Bali
3
Juni Yang Lahir Di Bulan Maret
4
Hari Senin..
5
Tak Bisa Menahan Diri
6
Ingin Memutar Waktu
7
Ingin Memiliki Lagi
8
Hambar
9
Amarah
10
Merasa Tak Pantas
11
Kelemahan..?
12
Dimana Papi Jun?
13
Sudah Tiada?
14
Hari Itu
15
Di Tinggalkan Demi Anak Dari Istri Sah
16
Figur Impian Juni
17
Mario Atau Andre?
18
Mendekati Perlahan
19
Membuka Hati
20
Cintaku Tak Pernah Hilang
21
Mario Dan Juni
22
Menghilangkan Keraguan
23
Keputusan Namira
24
Kesakitan Mario
25
Surat Namira
26
Usaha Mario
27
Rumah Mario
28
Masih Di Rumah Mario
29
Dahulukan Anak Kamu
30
Masa Lalu
31
Masa Lalu (2)
32
Masa Lalu (3)
33
Masa Lalu (4)
34
Masa Lalu (End)
35
Papinya Juni
36
Kelegaan Namira.
37
Kekhawatiran Namira
38
Rencana Mario
39
Tentang Andre
40
Hari Minggu
41
Mama Mario
42
Skandal Keluarga Andreas
43
Demi Cinta Kita
44
Mami Putraku
45
Pasangan
46
Tak Seperti Kenyataan
47
Menemui Andre
48
Mengetahui
49
Kekhawatiran Namira
50
Lamaran Andre
51
Penyesalan Olivia
52
Ciuman Kerinduan
53
Apa Kamu Prioritasnya..?
54
Keraguan
55
Ulang Tahun Juni
56
Rivano Oh Rivano..
57
Harapan Juni
58
Tamat
59
Kisah Belum Usai
60
Silahkan Mampir
61
My Sweet Daddy
62
Broken Marriage
63
Mampir Yuk!
64
Bukan Sekedar Secretary
65
Gara-gara Mantan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!