Ingin Memiliki Lagi

Mario tersenyum masam saat melihat makanan yang di belikan Namira "Kamu sengaja membelikan ini untukku?"

Namira menggedikkan bahu "Anda tidak memberi tahu saya harus membeli apa, pak.. jadi maaf kalau saya tidak tahu apa yang anda sukai.."

Mario mengangguk di tatapnya Namira masih dengan raut lembut yang selalu membuat Namira luluh dulu, itu dulu tapi untuk sekarang jangan berharap Namira akan tergugah "Baiklah.. karena Nami yang membelikannya akan aku makan, terimakasih.." Mario mulai makan meski baru satu suap dahinya sudah berkeringat, Namira menelan ludah saat Mario mulai terlihat kepedasan, Namira tahu Mario paling tidak bisa memakan pedas, tapi Namira sengaja membelikannya, ayolah seperti kata Mario dia paling tahu apa yang di sukai Mario, dan Namira tidak ingin di sebut mantan yang tidak bisa move on, meski nyatanya memang benar, tapi apa jadinya jika dia masih mengingat kesukaan mantan.

Namira memejamkan matanya saat Mario mulai tersedak karena pedas, dahi nya berkeringat dengan bibir yang sudah memerah tapi Mario tetap tersenyum ke arah Namira, hati Namira serasa diremas, nyatanya dia selalu tak bisa melihat Mario kesakitan atau menderita.

"Berhenti memakannya!"

Mario menggeleng "Tidak apapun yang Namira berikan aku akan memakannya"

"Apa jika aku beri kamu racun kamu juga akan memakannya.." Namira menatap tajam Mario yang juga menatapnya dengan raut kepedasannya.

"Tentu saja, jika itu bisa membuat kamu memaafkan aku.."

Namira memejamkan matanya, lalu menyingkirkan ayam betutu pedas yang sengaja Namira beri sambal banyak agar lebih pedas lagi untuk membuat Mario setidaknya jengah, namun bukannya menyerah tatapan Mario tetap saja seperti itu, lembut dan penuh harap.. ada apa dengan pria itu..?

Mario tersenyum saat melihat Namira menyingkirkan piring di depannya, dia tahu Namira mengkhawatirkannya, hanya saja wanita itu gengsi mengatakannya.

"Apa mau bapak sebenarnya?"

"Maafkan aku Namira.."

"Jika ini tentang masalah pribadi kita, tidak ada yang perlu di maafkan, bukankah kita berpisah secara baik- baik.."

"Aku hanya merasa aku terlalu menyakitimu"

Namira membuang muka, tentu saja bagaimana tidak sakit, di buang saat sedang sayang- sayangnya, tapi Namira tak ingin memarahi takdir cintanya yang begitu kejam "Saya harap, anda tidak mengungkit masalah pribadi kita lagi, semua sudah selesai.. dan saya harap cukup kita yang tahu bahwa kita pernah memiliki hubungan, terlebih saya tidak ingin ada yang salah faham nantinya.."

"Nami.. bisakah kita kembali seperti dulu?" Namira mengerutkan dahinya.

"Aku sangat merindukan kamu" Mario menatap dalam mata Namira.

"Apa maksud kamu?"

"Ayo kembali bersama.."Namira membelalakan matanya lalu tertawa miris.

"Lalu istri kamu..?"

"Dulu kita juga melakukannya tanpa ikatan.."

"Dan itu yang aku sesali seumur hidupku!" Namira berkata dengan geram, entah suaranya akan terdengar sampai keluar atau tidak, Namira tidak perduli kenapa semakin berumur Mario semakin brengsek.

Jika dulu Namira melakukan kesalahan setelah mereka bercerai, kali ini Namira tidak akan lagi terjerumus dengan nafsu sesaatnya, apalagi situasinya berbeda jika dulu Mario masih berstatus duda, kali ini Mario berstatus suami orang dan Namira tidak ingin di cap sebagai perusak rumah tangga orang.

"Kalau begitu kita bisa menikah.." Namira menggeleng pelan, tak percaya dengan apa yang Mario katakan, apa pria itu akan menjadikannya yang kedua, apa Mario sudah tidak waras?.

"Jika tidak ada yang anda butuhkan lagi, saya harus mulai bekerja kembali.." Namira memilih mengabaikan kata- kata Mario yang terakhir, jam makan siang sudah selesai, dan di luar ruangan Mario karyawan sudah mulai berdatangan.

"Nami.." Mario menggenggam tangan Namira.

"Tolong jangan anggap saya wanita murahan Pak.."

"Tidak begitu Nami.. banyak yang kamu tidak tahu tentang ku, ayo bicara dan aku bisa jelaskan semuanya.."

Namira menyentak kasar tangannya "Saya sudah tidak peduli dengan apapun tentang anda .."

Mario meremas rambutnya frustasi, dia tak tahu kenapa dia harus mengajak Namira berselingkuh, tentu saja hubungan apa lagi yang di jalani disaat dia mempunyai ikatan sebagai suami wanita lain, tapi Mario tidak bisa kehilangan Namira.

Saat melihat Namira kembali pertama kali, yang Mario pikirkan adalah bagaimana caranya memiliki Namira kembali. Mario begitu merindukan Namira, bayangkan saja rindu yang terpendam selama empat tahun dan kini saat Namira ada di hadapannya tentu saja yang Mario inginkan adalah memiliki Namira kembali, kenapa dulu Mario tidak mencari Namira, alasannya karena jika Mario melihat Namira dia bisa gila seperti sekarang.

Rasa begitu ingin memiliki yang begitu besar datang lagi dalam diri Mario.

....

mau dibawa kemana🤭

Like...

Komen..

Vote..

Terpopuler

Comments

Anisatul Azizah

Anisatul Azizah

kalo setiap lihat Namira kamu segila ini, kenapa dulu diceraikan???

2024-05-20

0

Anisatul Azizah

Anisatul Azizah

jadi Juni hasil setelah cerai?? bener bener kalian berdua ya

2024-05-20

0

Anisatul Azizah

Anisatul Azizah

GILA!!!

2024-05-20

0

lihat semua
Episodes
1 Dear My Ex Husband
2 Kuta, Bali
3 Juni Yang Lahir Di Bulan Maret
4 Hari Senin..
5 Tak Bisa Menahan Diri
6 Ingin Memutar Waktu
7 Ingin Memiliki Lagi
8 Hambar
9 Amarah
10 Merasa Tak Pantas
11 Kelemahan..?
12 Dimana Papi Jun?
13 Sudah Tiada?
14 Hari Itu
15 Di Tinggalkan Demi Anak Dari Istri Sah
16 Figur Impian Juni
17 Mario Atau Andre?
18 Mendekati Perlahan
19 Membuka Hati
20 Cintaku Tak Pernah Hilang
21 Mario Dan Juni
22 Menghilangkan Keraguan
23 Keputusan Namira
24 Kesakitan Mario
25 Surat Namira
26 Usaha Mario
27 Rumah Mario
28 Masih Di Rumah Mario
29 Dahulukan Anak Kamu
30 Masa Lalu
31 Masa Lalu (2)
32 Masa Lalu (3)
33 Masa Lalu (4)
34 Masa Lalu (End)
35 Papinya Juni
36 Kelegaan Namira.
37 Kekhawatiran Namira
38 Rencana Mario
39 Tentang Andre
40 Hari Minggu
41 Mama Mario
42 Skandal Keluarga Andreas
43 Demi Cinta Kita
44 Mami Putraku
45 Pasangan
46 Tak Seperti Kenyataan
47 Menemui Andre
48 Mengetahui
49 Kekhawatiran Namira
50 Lamaran Andre
51 Penyesalan Olivia
52 Ciuman Kerinduan
53 Apa Kamu Prioritasnya..?
54 Keraguan
55 Ulang Tahun Juni
56 Rivano Oh Rivano..
57 Harapan Juni
58 Tamat
59 Kisah Belum Usai
60 Silahkan Mampir
61 My Sweet Daddy
62 Broken Marriage
63 Mampir Yuk!
64 Bukan Sekedar Secretary
65 Gara-gara Mantan
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Dear My Ex Husband
2
Kuta, Bali
3
Juni Yang Lahir Di Bulan Maret
4
Hari Senin..
5
Tak Bisa Menahan Diri
6
Ingin Memutar Waktu
7
Ingin Memiliki Lagi
8
Hambar
9
Amarah
10
Merasa Tak Pantas
11
Kelemahan..?
12
Dimana Papi Jun?
13
Sudah Tiada?
14
Hari Itu
15
Di Tinggalkan Demi Anak Dari Istri Sah
16
Figur Impian Juni
17
Mario Atau Andre?
18
Mendekati Perlahan
19
Membuka Hati
20
Cintaku Tak Pernah Hilang
21
Mario Dan Juni
22
Menghilangkan Keraguan
23
Keputusan Namira
24
Kesakitan Mario
25
Surat Namira
26
Usaha Mario
27
Rumah Mario
28
Masih Di Rumah Mario
29
Dahulukan Anak Kamu
30
Masa Lalu
31
Masa Lalu (2)
32
Masa Lalu (3)
33
Masa Lalu (4)
34
Masa Lalu (End)
35
Papinya Juni
36
Kelegaan Namira.
37
Kekhawatiran Namira
38
Rencana Mario
39
Tentang Andre
40
Hari Minggu
41
Mama Mario
42
Skandal Keluarga Andreas
43
Demi Cinta Kita
44
Mami Putraku
45
Pasangan
46
Tak Seperti Kenyataan
47
Menemui Andre
48
Mengetahui
49
Kekhawatiran Namira
50
Lamaran Andre
51
Penyesalan Olivia
52
Ciuman Kerinduan
53
Apa Kamu Prioritasnya..?
54
Keraguan
55
Ulang Tahun Juni
56
Rivano Oh Rivano..
57
Harapan Juni
58
Tamat
59
Kisah Belum Usai
60
Silahkan Mampir
61
My Sweet Daddy
62
Broken Marriage
63
Mampir Yuk!
64
Bukan Sekedar Secretary
65
Gara-gara Mantan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!