Bab 20. Serba bisa

Dari sore hingga malam ini Stefan stay menunggu orderan di tempat biasa, menemani John yang seperti sudah merasa kehilangan seorang teman, padahal baru ditinggal dua tiga hari.

“Aku ingin mengumpulkan uang, terus beli laptop," kata John penuh harap.

“Kau sekarang kan sudah cukup tahu soal dunia IT. Manfaatkan ilmu kau itu, John.”

“Banyak pekerjaan freelance di internet. Lagipula, aku sudah mulai bosan kerja di atas aspal. Kalau bisa aku ingin kerja di depan laptop saja.”

“Semangat, Kawan. Beli laptop yang speknya bagus. Biar tidak gonta-ganti lagi.”

“Siap!” Tiba-tiba John mengerutkan kening sembari mengusap dagunya. John melemparkan sebuah pertanyaan yang cukup menarik. “Kau kan pintar IT. Seharusnya kau sudah kaya raya, Stef.”

Sebelumnya John sudah pernah melempar pertanyaan seperti itu kepada Stefan, atau mungkin jawaban waktu itu belum memuaskan hati John sehingga harus mengulanginya kembali.

“Kau harus ingat, John. Aku tidak ingin mencari uang dengan cara kotor. Jika mau, tentu sekarang aku punya duit milyaran, tapi, apa seterusnya aku akan hidup tenang?”

Stefan bekerja bukan hanya soal duit, tapi pembentukan karakter, bagaimana dia bisa menjadi seorang pria cerdas dan berwibawa, serta dihormati oleh banyak orang.

Dengan kejeniusannya, bisa saja dia membobol sebuah mesin ATM tanpa harus menyentuhnya secara langsung. Jika mau, dia dengan mudahnya menyedot saldo para nasabah yang tak terhitung jumlahnya.

Saat ini, Stefan hanya ingin memperbaiki namanya di mata orang yang sudah merendahkannya. Meski berulang kali dihina dan ditertawakan, Stefan tak menyerah, akan terus berusaha.

....

Alifha seorang gadis berkerudung itu tampilannya saja melankolis, tapi mulutnya pedas juga. Ketika dia melihat Kay dan Frans sedang duduk-duduk di depan kos, Alifha mendekati mereka.

“Wahai manusia tanpa busana! Berhentilah kalian berdua menjahili Stefan dan menertawakannya. Apa kalian berdua tahu kalau dia programmer di kantorku?”

Kay dan Frans tercengang.

“IT?” Bola mata Kay membulat seperti donat.

“Kau bercanda! Dia itu hanya seorang ojol menyedihkan yang sok tinggal di kos elit mahasiswa.”

Tak lama kemudian Stefan pun tiba. Deruman mesin sepeda motor milik mertuanya ini mati, lalu Stefan turun. Dia agak terkejut, kenapa Alifha seperti guru BK di hadapan Kay dan Frans?

“Jol? Kau programmer?” Kay bangkit lalu mendekati Stefan.

“Kalau iya, kami berdua mau minta tolong. Soalnya beberapa hari belakangan seperti ada yang menyadap ponsel kami berdua. Aneh sekali.”

“Betul. Kami dibuat malu oleh hacker itu. Bantulah kami.

Dua pria ini memelas.

“Kalian berdua cukup patuh dengan omonganku tadi,” cerocos Alifha seolah Stefan sudah tahu maksud omongannya tadi itu apa.

Stefan memasukkan tangannya ke saku celana. Diawasinya wajah dua orang itu, lalu berkata, “Asal kalian berhenti mengejekku dan berhenti pula berbuat jahat padaku, kepada orang lain juga.”

“Tapi, kau janji akan mengamankan kami dari hacker jahat itu.” Frans memelas seperti pengemis. Wajahnya ketar-ketir dan penuh harap.

“Padahal, kami berdua kuliah Management Informatika.”

Stefan mengurut lehernya yang tidak kenapa-kenapa. Mendengar pernyataan itu, jidatnya berkerut tiga.

Belum sempat Stefan bicara, Alifha menyerobot lagi. “Astaga!” Alifha menepuk jidat. “Menyedihkan sekali. Bagaimana mungkin seorang mentalis bisa kena hipnotis ha?!” Alifha berkacak pinggang seperti bebek.

Stefan ingin tertawa tapi takut dosa. Kedua bibirnya mengeras menahan sesuatu. Kemudian ada dengusan kecil sekali-sekali. Karena tidak ingin membuat Kay dan Frans tersinggung karena ejekan Alifha, Stefan lantas membuang pandangannya ke arah pagar kos.

Sambil memutar hitam matanya dari kiri ke kanan, Alifha melanjutkan, “Kalian ini tak ubahnya seperti anak kecil yang mau bermain bola dengan pemain profesional, eh malah kena kolong terus dibantai habis. Jangan menilai dari cover saja!”

“Akan aku cari hackernya dan aku kasih pelajaran ke mereka. Berani-beraninya dia sudah mengecengi bocah ingusan.” Stefan naik tangga, lalu menyuruh Alifha masuk ke kosnya.

....

Pagi harinya, sebelum berangkat kerja, tiba-tiba Alifha mengetuk pintu kos Stefan. Stefan membuka pintunya.

“Ada apa, Alifha?”

Alifha menunduk. “Apa aku menganggumu?”

“Tentu tidak. Ada yang bisa aku bantu?”

Maksud kedatangan Alifha hanya ingin mencari tahu informasi tentang Stefan, kenapa bisa Stefan diperlakukan semena-mena di kantor, bahkan parahnya pisah tempat tinggal dari istrinya.

Awalnya Stefan tidak ingin menceritakan masalah pribadi dan rumah tangganya, namun ketika menilai bahwa Alifha merupakan orang baik dan bisa dipercaya, makanya Stefan perlahan menceritakan satu per satu masalahnya.

Lagipula, Alifha sudah sedikit tahu profil Stefan, yakni cucu angkat kesayangan Kakek Sanjaya yang sangat dibangga-banggakan, namun sempat terkena musibah yang mengharukan. 

Baru kali ini Stefan menceritakan privasinya kepada orang lain. Dengan menceritakan keluh kesahnya, Stefan agak merasa plong dan lega. Sebuah terapi psikologi gratis adalah dengan menceritakan problem yang tengah dihadapi kepada orang yang tepat.

Tak terasa lebih dari tiga puluh menit Alifha duduk mendengarkan cerita Stefan. Hari pun sebentar lagi masuk pukul tujuh pagi.

“Maaf sudah buat kau bercerita terlalu banyak.”

“Justru aku berterima kasih padamu, Alifha. Baru kali ini aku merasa tenang walaupun masalahnya masih tetap ada.”

Alifha senyum. “Kau harus kuat menghadapinya, Stefan. Pak Bobby hanya ingin membuatmu susah dan malu di sana.”

“Aku sempat berpikir seperti itu. Tapi, aku masih berusaha dan terus mencoba untuk mengubah penilaian mereka terhadapku. Aku ingin bisa diterima dengan baik di Keluarga Sanjaya.”

“Kuncinya hanya ada pada Kakek Sanjaya. Saranku, lebih baik kau menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutup-tutupi kepada Kakek Sanjaya.”

Saran yang bagus, tapi Stefan bukan bocah cengeng yang suka mengadu. Cara tersebut tidak tepat untuknya. Karena baginya masih akan ada cara lain.

“Alifha, kau jangan terlalu menampakkan diri kalau membelaku ketika di kantor. Dikhawatirkan kau akan sama seperti Grace.”

“Ya, aku mengerti, Stefan. Aku akan tetap menjaga jarak. Aku harap mereka tidak tahu kalau kita bertetangga.”

Ketika sudah tiba di halaman parkir kantor, belum mati mesin sepeda motornya, ejekan bertubi-tubi menohok ke gendang telinga Stefan. Belasan karyawan yang terdiri dari security, staf kantor dan atasan sedang duduk ngopi di atas jok sepeda motor.

“Programmer andal kita sudah tiba.” Pria itu menghembuskan asap rokonya.

“Teknisi komputer”

“Tukang service AC.”

“Tukang sapu.”

“Tukang beli makan siang.”

“Pesuruh kantor.”

“Penyambung kabel putus.”

“Tukang isi tinta printer.”

“Ha-ha-ha.”

“Tukang lap meja kotor.”

“Si barista.”

“Wah asli multi-talenta yah. Bukan main!”

Stefan hanya bisa menahan napas. Pengecut? Oh, Stefan tidak takut. Sebab, jika dia melawan, tentu akan lebih berbahaya. Diam bukan berarti takut.

Stefan terus menguatkan dirinya.

Benar saja, baru tiba di depan resepsionis, Stefan sudah mendapat perintah untuk membantu teknisi yang sedang memperbaiki lift rusak.

“Cepatlah!” titah si teknisi.

Stefan bergegas masuk ke ruangannya, lalu menaruh tasnya. Terus balik lagi ke lokasi. Apa Stefan menolak? Dia tidak mungkin akan menolak. Apa Stefan lemah? Tidak berkarakter? Jelas salah. Karena jika nanti kesabarannya sudah habis, entah apa yang akan terjadi dengan semua orang di satu gedung kantor ini.

Terpopuler

Comments

Rizky Rizkun Karim Rizky

Rizky Rizkun Karim Rizky

kata Pintar dibuat Hancur oleh othor....miris

2024-03-12

0

Firman Firman

Firman Firman

jika fintar knpa kmu mau dibodohi Stefan,, 💪

2024-01-19

0

Putra_Andalas

Putra_Andalas

intinya dia itu Pintar tapi msih mau melakukan Hal Bodoh yg merendahkan Harga dirinya.. Naif

2023-11-27

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Menantu Benalu
2 Bab 2. Kembali Pulih
3 Bab 3. Tugas Hacking Pertama
4 Bab 4. Sanjaya Group
5 Bab 5. Bapak rumah tangga
6 Bab 6. Menguji Kembali Kemampuan
7 Bab 7. Program Gacor
8 Bab 8. Menunggu Kepulangan Kakek
9 Bab 9. Laptop baru
10 Bab 10. Kasih sayang Kakek
11 Bab 11. Bermuka dua
12 Bab 12. Dituduh berselingkuh
13 Bab 13. Bakal calon suami Lionny
14 Bab 14. Hanya bikin malu
15 Bab 15. Harapan bagi Stefan
16 Bab 16. Belajar jadi programmer
17 Bab 17. Sebuah balasan
18 Bab 18. Tugas berat
19 Bab 19. Settingan
20 Bab 20. Serba bisa
21 Bab 21. Semakin terhina
22 22. Semakin keterlaluan
23 23. Sebuah keputusan
24 24. Liburan
25 25. Lebih dihargai
26 26. Kecemburuan
27 27. Di balik semua ini?
28 28. Rencana busuk
29 29. Pembicaraan di telepon
30 30. Sebuah perpisahan
31 31. Lembaran baru
32 32. Horwerstrasse
33 33. Teman baru
34 34. AlfaProtect
35 35. Ketua Tim 18
36 36. AlfaCleaner
37 37. Acara Meriah
38 38. Maksud buruk Alan
39 39. Project balas dendam
40 40. Sebuah kemenangan
41 41. AlfaStudio
42 42. Ulah si ikal
43 43. Kado dari Stefan
44 44. Langkah membantu Stefan
45 45. Tentang Erick
46 46. Langkah yang berhasil
47 47. Dua penyakit
48 48. Menjadi CEO
49 49. Tugas Lionny
50 50. Kerja sama dengan Nano-ID
51 51. Teman lama menyebalkan
52 52. Si paling OB
53 53. Kobe beef
54 54. Tugas khusus untuk Ryan
55 55. Tikus negara
56 56. Pertemuan dengan Robert
57 57. Hanya satu hari
58 58.Peresmian
59 59. Nihil
60 60. Hasil yang tidak direncanakan
61 61. Misi balas budi
62 62. Keresahan Lionny
63 63. Sekretaris Nano-ID?
64 64. Sosok pemimpin sejati
65 65. Sebuah pertemuan
66 66. Terjebak di perasaan yang keliru
67 67. Pertemuan spesial
68 68. Pinang dibelah dua
69 69. Adu pujian
70 70. Si kacau Bobby
71 71. Ungkapan mencengangkan dari Ryan
72 72. Ditolak lagi
73 73. Duel mulut
74 74. ROG
75 75. CEO tidak merestui
76 76. Taruhan
77 77. Nama CEO kita!
78 78. Di sebuah festival
79 79. Pertemuan Besar
80 80. Persiapan sebelum pertemuan
81 81. Hari yang memalukan
82 82. Turning point
83 83. Dua badut
84 84. Semakin merendah
85 85. Rencana pembalasan
86 86. Wanita malang
87 87. Dokumen Rahasia
88 88. Sebuah balasan
89 89. Kena keroyok
90 90. Hubungan tersembunyi
91 91. Tawaran dari Stefan
92 92. Lima tahun
93 93. Pengalihan hati
94 94. Hati yang bermain
95 95. Rencana luar nalar
96 96. Rahasia yang terbongkar
97 97. Rencana yang panjang
98 98. Tangis yang pecah
99 99. Peresmian Su.Co
100 100. Kebahagiaan
101 101. Tamparan keras
102 102. Rindu
103 103. Sang pemilik baru
104 104. Wanita asing
105 105. Gairah
106 106. Sentuhan
107 107. Black star
108 108. Peretasan di bank
109 109. Heroik
110 110. Oh Harvey
111 111. Best Auto
112 112. Kartu tidak bisa digunakan
113 113. Terbaru dan Termahal
114 114. Bertemu Tuan Stone
115 115. Nafsu
116 116. Ternyata..
117 117. Melempem
118 118. Sangat terkejut
119 119. Bertemu lagi
120 120. Ide brilian
121 121. Membantu Sanjaya Group
122 122. Kasih
123 123. Kasih sayang ayah
124 124. Ending
Episodes

Updated 124 Episodes

1
Bab 1. Menantu Benalu
2
Bab 2. Kembali Pulih
3
Bab 3. Tugas Hacking Pertama
4
Bab 4. Sanjaya Group
5
Bab 5. Bapak rumah tangga
6
Bab 6. Menguji Kembali Kemampuan
7
Bab 7. Program Gacor
8
Bab 8. Menunggu Kepulangan Kakek
9
Bab 9. Laptop baru
10
Bab 10. Kasih sayang Kakek
11
Bab 11. Bermuka dua
12
Bab 12. Dituduh berselingkuh
13
Bab 13. Bakal calon suami Lionny
14
Bab 14. Hanya bikin malu
15
Bab 15. Harapan bagi Stefan
16
Bab 16. Belajar jadi programmer
17
Bab 17. Sebuah balasan
18
Bab 18. Tugas berat
19
Bab 19. Settingan
20
Bab 20. Serba bisa
21
Bab 21. Semakin terhina
22
22. Semakin keterlaluan
23
23. Sebuah keputusan
24
24. Liburan
25
25. Lebih dihargai
26
26. Kecemburuan
27
27. Di balik semua ini?
28
28. Rencana busuk
29
29. Pembicaraan di telepon
30
30. Sebuah perpisahan
31
31. Lembaran baru
32
32. Horwerstrasse
33
33. Teman baru
34
34. AlfaProtect
35
35. Ketua Tim 18
36
36. AlfaCleaner
37
37. Acara Meriah
38
38. Maksud buruk Alan
39
39. Project balas dendam
40
40. Sebuah kemenangan
41
41. AlfaStudio
42
42. Ulah si ikal
43
43. Kado dari Stefan
44
44. Langkah membantu Stefan
45
45. Tentang Erick
46
46. Langkah yang berhasil
47
47. Dua penyakit
48
48. Menjadi CEO
49
49. Tugas Lionny
50
50. Kerja sama dengan Nano-ID
51
51. Teman lama menyebalkan
52
52. Si paling OB
53
53. Kobe beef
54
54. Tugas khusus untuk Ryan
55
55. Tikus negara
56
56. Pertemuan dengan Robert
57
57. Hanya satu hari
58
58.Peresmian
59
59. Nihil
60
60. Hasil yang tidak direncanakan
61
61. Misi balas budi
62
62. Keresahan Lionny
63
63. Sekretaris Nano-ID?
64
64. Sosok pemimpin sejati
65
65. Sebuah pertemuan
66
66. Terjebak di perasaan yang keliru
67
67. Pertemuan spesial
68
68. Pinang dibelah dua
69
69. Adu pujian
70
70. Si kacau Bobby
71
71. Ungkapan mencengangkan dari Ryan
72
72. Ditolak lagi
73
73. Duel mulut
74
74. ROG
75
75. CEO tidak merestui
76
76. Taruhan
77
77. Nama CEO kita!
78
78. Di sebuah festival
79
79. Pertemuan Besar
80
80. Persiapan sebelum pertemuan
81
81. Hari yang memalukan
82
82. Turning point
83
83. Dua badut
84
84. Semakin merendah
85
85. Rencana pembalasan
86
86. Wanita malang
87
87. Dokumen Rahasia
88
88. Sebuah balasan
89
89. Kena keroyok
90
90. Hubungan tersembunyi
91
91. Tawaran dari Stefan
92
92. Lima tahun
93
93. Pengalihan hati
94
94. Hati yang bermain
95
95. Rencana luar nalar
96
96. Rahasia yang terbongkar
97
97. Rencana yang panjang
98
98. Tangis yang pecah
99
99. Peresmian Su.Co
100
100. Kebahagiaan
101
101. Tamparan keras
102
102. Rindu
103
103. Sang pemilik baru
104
104. Wanita asing
105
105. Gairah
106
106. Sentuhan
107
107. Black star
108
108. Peretasan di bank
109
109. Heroik
110
110. Oh Harvey
111
111. Best Auto
112
112. Kartu tidak bisa digunakan
113
113. Terbaru dan Termahal
114
114. Bertemu Tuan Stone
115
115. Nafsu
116
116. Ternyata..
117
117. Melempem
118
118. Sangat terkejut
119
119. Bertemu lagi
120
120. Ide brilian
121
121. Membantu Sanjaya Group
122
122. Kasih
123
123. Kasih sayang ayah
124
124. Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!