Bab 13. Bakal calon suami Lionny

“Menantu Sampah!” jerit Bobby di depan pintu kamar Stefan. “Silakan kau menjadi ojol. Tidak usah kau berada di sekitar kantorku, apalagi menjadikan karyawanku sebagai penumpang. Kalau ada orderan yang harus diantarkan di sana, kau cancel saja!”

Dan hari-hari yang pahit pun kembali lagi. Makian dan perintah tidak pantas pun kembali buat Stefan. Sekarang, tidak tahu apa lagi yang harus dilakukan. Semua serba salah. Melapor dengan Kakek Sanjaya? Jelas tidak mungkin. Stefan membuang napas lelah.

Parahnya lagi, Lionny tak memberi sahutan apa pun pagi ini. Setelah mengerjakan tugas rumah, Stefan pergi dengan setelan ojolnya. Dihidupkannya aplikasi. Lalu dia segera menemui John.

“Wei! Apa duit ojol sudah habis? Terus mau narik lagi?” John ceria nian karena semua utangnya telah lunas, kontrakan telah dibayar, dan biaya sekolah adik-adiknya aman terkendali.

Akhirnya Stefan bisa senyum, “Kemarin-kemarin ada urusan keluarga, John. Sori baru hari ini bisa kembali menemanimu.”

“Ada banyak driver yang tertarik untuk pakai aplikasi buatanmu itu. Mereka mau bayar cukup mahal. Lima ratus ribu. Lumayan.”

“Astaga, John! Jangan kau kasih tahu siapa-siapa soa aplikasi itu. Takutnya karena sudah menyebar, terus diselidiki oleh pihak penyedia layanan, bisa gawat akun kita.”

John menghela napas. “Huuu.. iya juga ya. Sori, Stef. Betul harusnya cukup kita berdua saja yang pakai aplikasi itu. Lagipula, biar tidak ada saingan juga kan.”

Ponsel Stefan berdering.

Orderan pertama buat Stefan. “Tarikan jauh ini. Ongkos bersih tiga puluh lima ribu.”

“Mantap! Hati-hati, Stef!”

Stefan beranjak dan menaiki sepeda motornya. Sesampainya di titik jemput, Stefan terkejut melihat seorang ibu-ibu berbadan tambun, lebih kurang beratnya 110 kg, membawa satu anak kecil, plus satu tas dan dua kantong belanjaan. Mana ban sudah gundul pula. 

Inilah malasnya Stefan kalau bawa penumpang. Dia lebih suka dapat order food karena lebih santai. Kalau dapat penumpang begini, bisa kacau urusannya. Tarifnya tidak sesuai. Seharusnya pihak penyedia layanan memberikan aturan baru yang lebih bijak. Satu penumpang saja dan dua penumpang plus barang bawaan, bagaimana mungkin ongkosnya sama?

Begitu pantat raksasa itu mendarat di atas jok motor, tiba-tiba Stefan merasakan tubuhnya ikut turun beberapa senti. Ujian berat hari ini. Meski ongkosnya besar, beban motor dan penumpang juga besar. Tangan pegal, pantat panas.

Berkilo-kilo meter pun dilalui, ingin mengeluh, tapi Stefan sedikit pun tak mengeluh. Penumpang diantarnya sampai ke tujuan. Eh, bayar pakai uang receh, pas pula tidak ada lebih sama sekali. Namun, Stefan tidak pernah berharap apa pun, apalagi meminta-minta, Stefan dak serendah itu.

Karena berada di ujung kota, jarang sekali Stefan mendapat orderan balasan, apalagi orderan yang kembali mengarah ke kota. Jika tak ada order balasan, sangat disayangkan sekali karena bisa dianggap rugi bensin. Stefan baru mendapat order lagi pas berada di dekat kota.

Stefan membeli pempek dan model cukup banyak karena dia ingin makan bareng John. Tapi, sudah satu jam Stefan bercokol di Kambang Iwak, terus sekarang sudah hampir jam tiga, perutnya sudah lapar pula. Karena John tak muncul-muncul, akhirnya Stefan makan duluan. Hari ini istrinya tidak menyiapkan makan siang, jangankan itu, menegur saja tidak.

Pasti Lionny sakit hati begitu tahu kalau Stefan berselingkuh. Belum lagi intimidasi yang dilakukan keluarganya jika dia terus memberi perhatian terhadap Stefan. Hati Lionny kian terombang-ambing. 

\=\=\=>>>∆<<<\=\=\=

Malam harinya barulah John nongol.

“Woi! Ngelamun bae!” ledek John.

Stefan tersentak dan pembicaraan dengan dirinya sendiri terputus. Dulu John yang tampak murung, sekarang malah sebaliknya.

“Dari mana kau, John? Istirahat dulu. Seharusnya pempek dan model ini jatah makan siang kau. Sudah dingin. Makanlah dulu!”

“Aku sudah beli nasi goreng buat kita berdua.”

“Alhamdulillah. Banyak orderan hari ini?”

“Dua puluh tiga.”

“Mantap! Oh ya, penumpang pertama pagi tadi. Parah.” Stefan menceritakan semua dengan detail.

“Hahaha. Jadi pecah ban motor kau. Harusnya ongkosnya dua kali lipat karena orangnya dua kali lipat. Hahaha.”

“Parah kau!” Stefan tergelak. Stefan makan nasi goreng pemberiannya dengan lahap sekali.

Suasana temaram sungguh menyejukkan, tapi deruman kendaraan menabrak-nabrak kesunyian malam. Malam ini kelabu, kelabu bagi hati yang sedang tercabik-cabik.

Pada saat sudah sampai di rumah, Stefan mengetuk berkali-kali pintu depan, tapi tak ada yang menyahut. Stefan mengucapkan salam dan memanggil istrinya, tapi juga tak ada jawaban. Padahal sekarang masih jam delapan.

“Lionny.... Buka pintunya...”

Masih tidak ada jawaban.

Stefan duduk di kursi yang ada di teras menghadap halaman yang cukup luas. Lantas dia menghubungi Lionny melalui telepon, tapi tidak diangkat. Stefan memasukkan tangannya ke saku, lalu menghitung duit bersih hari ini, dua ratus lima puluh ribu.

Dia akan memberikan semuanya untuk istrinya. Sekiranya bensin sudah penuh dan ada pegangan lima puluh ribu sudah cukuplah bagi Stefan. Karena yang terpenting dia sudah memberikan nafkah cukup buat istrinya. Stefan menyandarkan punggungnya. Dan Stefan tertidur.

Pagi harinya barulah pintu dibuka. Karena Stefan telah banyak kemajuan, untuk sementara ini cap ‘Sampah’ dan ‘Benalu’ tidak tersemat pada dirinya. Chyntia tidak menegur Stefan sama sekali.

“Terima kasih, Bu,” ucap Stefan sambil mengucek-ngucek matanya.

Tak ada jawaban dari ibu mertuanya.

Stefan masuk ke dalam rumah, lalu mendekati istrinya yang sedang sibuk menyiapkan sarapan. Diberikannya duit lima ratus ribu buat istrinya. Bukannya merespons, Lionny malah bergeming dan tidak mengindahkan omongan Stefan.

“Aku taruh uangnya di atas meja makan. Maaf kalau duitnya kurang.”

Stefan masuk ke dalam kamar tidurnya. Setelah mandi dan berwudhu, dia berpakaian lalu shalat subuh yang telat. Aneh, tak ada jeritan sarkas pagi hari ini. Sunyi. Tenang. Tidak ada makian dan kata-kata kotor yang terdengar. Tahu-tahu ayah mertua dan kedua adik iparnya sudah berangkat semua.

Dalam keadaan seperti ini, Stefan malah bingung. Jika dihormati atau dibenci, maka sangat jelas, namun kalau tidak dianggap ada, nah ini jadi problem baru bagi Stefan. Ada apa gerangan?  Kenapa semua orang, termasuk istrinya sendiri, cuek terhadapnya? Pasti ada sesuatu.

Stefan beraktivitas seperti biasanya, mengerjakan pekerjaan rumah, lalu keluar mencari orderan. Tidak ada ide. Tidak ada inisiasi. Semua berjalan mengambang. Sekali lagi, meskipun terasa berat menjalankannya dan hatinya kita tak terobati, Stefan masih saja optimis kalau dia akan sukses dan kelak bakal hidup bahagia bersama Lionny.

Namun, semua rencana manis Stefan mesti terbentur dengan karang yang cukup besar. Hari-harinya akan semakin gelap, getir, dan gersang. 

Tiba-tiba Lionny meneleponnya sore hari ini. Tumben sekali. Lantas Stefan menyelesaikan orderan terakhirnya, kemudian pulang. Dan sesampainya di rumah, Stefan terkejut karena di ruang keluarga ada sebuah pertemuan serius.

Bobby senyum getir. “Hei Ojol! Perkenalkan, Erick Kurniawan, direktur utama PT Sanjaya Karet.”

Chyntia senyum juga. “Erick sebagai bakal calon suami Lionny, yang jauh lebih pantas daripada orang menyedihkan seperti kau ini!”

Terpopuler

Comments

Firman Firman

Firman Firman

Setefan pergilah kau dari rumah 🐍 itu😡

2024-01-18

0

Putra_Andalas

Putra_Andalas

dak serendah itu (baso plg)

2023-11-27

0

Eric ardy Yahya

Eric ardy Yahya

biasa lah , orang bodoh seperti mereka hanya bisa menjilat saja . apa pula main cari calon menantu baru . bentar lagi lihat saja gimana Stefan akan menghancurkan kalian semua

2023-06-09

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Menantu Benalu
2 Bab 2. Kembali Pulih
3 Bab 3. Tugas Hacking Pertama
4 Bab 4. Sanjaya Group
5 Bab 5. Bapak rumah tangga
6 Bab 6. Menguji Kembali Kemampuan
7 Bab 7. Program Gacor
8 Bab 8. Menunggu Kepulangan Kakek
9 Bab 9. Laptop baru
10 Bab 10. Kasih sayang Kakek
11 Bab 11. Bermuka dua
12 Bab 12. Dituduh berselingkuh
13 Bab 13. Bakal calon suami Lionny
14 Bab 14. Hanya bikin malu
15 Bab 15. Harapan bagi Stefan
16 Bab 16. Belajar jadi programmer
17 Bab 17. Sebuah balasan
18 Bab 18. Tugas berat
19 Bab 19. Settingan
20 Bab 20. Serba bisa
21 Bab 21. Semakin terhina
22 22. Semakin keterlaluan
23 23. Sebuah keputusan
24 24. Liburan
25 25. Lebih dihargai
26 26. Kecemburuan
27 27. Di balik semua ini?
28 28. Rencana busuk
29 29. Pembicaraan di telepon
30 30. Sebuah perpisahan
31 31. Lembaran baru
32 32. Horwerstrasse
33 33. Teman baru
34 34. AlfaProtect
35 35. Ketua Tim 18
36 36. AlfaCleaner
37 37. Acara Meriah
38 38. Maksud buruk Alan
39 39. Project balas dendam
40 40. Sebuah kemenangan
41 41. AlfaStudio
42 42. Ulah si ikal
43 43. Kado dari Stefan
44 44. Langkah membantu Stefan
45 45. Tentang Erick
46 46. Langkah yang berhasil
47 47. Dua penyakit
48 48. Menjadi CEO
49 49. Tugas Lionny
50 50. Kerja sama dengan Nano-ID
51 51. Teman lama menyebalkan
52 52. Si paling OB
53 53. Kobe beef
54 54. Tugas khusus untuk Ryan
55 55. Tikus negara
56 56. Pertemuan dengan Robert
57 57. Hanya satu hari
58 58.Peresmian
59 59. Nihil
60 60. Hasil yang tidak direncanakan
61 61. Misi balas budi
62 62. Keresahan Lionny
63 63. Sekretaris Nano-ID?
64 64. Sosok pemimpin sejati
65 65. Sebuah pertemuan
66 66. Terjebak di perasaan yang keliru
67 67. Pertemuan spesial
68 68. Pinang dibelah dua
69 69. Adu pujian
70 70. Si kacau Bobby
71 71. Ungkapan mencengangkan dari Ryan
72 72. Ditolak lagi
73 73. Duel mulut
74 74. ROG
75 75. CEO tidak merestui
76 76. Taruhan
77 77. Nama CEO kita!
78 78. Di sebuah festival
79 79. Pertemuan Besar
80 80. Persiapan sebelum pertemuan
81 81. Hari yang memalukan
82 82. Turning point
83 83. Dua badut
84 84. Semakin merendah
85 85. Rencana pembalasan
86 86. Wanita malang
87 87. Dokumen Rahasia
88 88. Sebuah balasan
89 89. Kena keroyok
90 90. Hubungan tersembunyi
91 91. Tawaran dari Stefan
92 92. Lima tahun
93 93. Pengalihan hati
94 94. Hati yang bermain
95 95. Rencana luar nalar
96 96. Rahasia yang terbongkar
97 97. Rencana yang panjang
98 98. Tangis yang pecah
99 99. Peresmian Su.Co
100 100. Kebahagiaan
101 101. Tamparan keras
102 102. Rindu
103 103. Sang pemilik baru
104 104. Wanita asing
105 105. Gairah
106 106. Sentuhan
107 107. Black star
108 108. Peretasan di bank
109 109. Heroik
110 110. Oh Harvey
111 111. Best Auto
112 112. Kartu tidak bisa digunakan
113 113. Terbaru dan Termahal
114 114. Bertemu Tuan Stone
115 115. Nafsu
116 116. Ternyata..
117 117. Melempem
118 118. Sangat terkejut
119 119. Bertemu lagi
120 120. Ide brilian
121 121. Membantu Sanjaya Group
122 122. Kasih
123 123. Kasih sayang ayah
124 124. Ending
Episodes

Updated 124 Episodes

1
Bab 1. Menantu Benalu
2
Bab 2. Kembali Pulih
3
Bab 3. Tugas Hacking Pertama
4
Bab 4. Sanjaya Group
5
Bab 5. Bapak rumah tangga
6
Bab 6. Menguji Kembali Kemampuan
7
Bab 7. Program Gacor
8
Bab 8. Menunggu Kepulangan Kakek
9
Bab 9. Laptop baru
10
Bab 10. Kasih sayang Kakek
11
Bab 11. Bermuka dua
12
Bab 12. Dituduh berselingkuh
13
Bab 13. Bakal calon suami Lionny
14
Bab 14. Hanya bikin malu
15
Bab 15. Harapan bagi Stefan
16
Bab 16. Belajar jadi programmer
17
Bab 17. Sebuah balasan
18
Bab 18. Tugas berat
19
Bab 19. Settingan
20
Bab 20. Serba bisa
21
Bab 21. Semakin terhina
22
22. Semakin keterlaluan
23
23. Sebuah keputusan
24
24. Liburan
25
25. Lebih dihargai
26
26. Kecemburuan
27
27. Di balik semua ini?
28
28. Rencana busuk
29
29. Pembicaraan di telepon
30
30. Sebuah perpisahan
31
31. Lembaran baru
32
32. Horwerstrasse
33
33. Teman baru
34
34. AlfaProtect
35
35. Ketua Tim 18
36
36. AlfaCleaner
37
37. Acara Meriah
38
38. Maksud buruk Alan
39
39. Project balas dendam
40
40. Sebuah kemenangan
41
41. AlfaStudio
42
42. Ulah si ikal
43
43. Kado dari Stefan
44
44. Langkah membantu Stefan
45
45. Tentang Erick
46
46. Langkah yang berhasil
47
47. Dua penyakit
48
48. Menjadi CEO
49
49. Tugas Lionny
50
50. Kerja sama dengan Nano-ID
51
51. Teman lama menyebalkan
52
52. Si paling OB
53
53. Kobe beef
54
54. Tugas khusus untuk Ryan
55
55. Tikus negara
56
56. Pertemuan dengan Robert
57
57. Hanya satu hari
58
58.Peresmian
59
59. Nihil
60
60. Hasil yang tidak direncanakan
61
61. Misi balas budi
62
62. Keresahan Lionny
63
63. Sekretaris Nano-ID?
64
64. Sosok pemimpin sejati
65
65. Sebuah pertemuan
66
66. Terjebak di perasaan yang keliru
67
67. Pertemuan spesial
68
68. Pinang dibelah dua
69
69. Adu pujian
70
70. Si kacau Bobby
71
71. Ungkapan mencengangkan dari Ryan
72
72. Ditolak lagi
73
73. Duel mulut
74
74. ROG
75
75. CEO tidak merestui
76
76. Taruhan
77
77. Nama CEO kita!
78
78. Di sebuah festival
79
79. Pertemuan Besar
80
80. Persiapan sebelum pertemuan
81
81. Hari yang memalukan
82
82. Turning point
83
83. Dua badut
84
84. Semakin merendah
85
85. Rencana pembalasan
86
86. Wanita malang
87
87. Dokumen Rahasia
88
88. Sebuah balasan
89
89. Kena keroyok
90
90. Hubungan tersembunyi
91
91. Tawaran dari Stefan
92
92. Lima tahun
93
93. Pengalihan hati
94
94. Hati yang bermain
95
95. Rencana luar nalar
96
96. Rahasia yang terbongkar
97
97. Rencana yang panjang
98
98. Tangis yang pecah
99
99. Peresmian Su.Co
100
100. Kebahagiaan
101
101. Tamparan keras
102
102. Rindu
103
103. Sang pemilik baru
104
104. Wanita asing
105
105. Gairah
106
106. Sentuhan
107
107. Black star
108
108. Peretasan di bank
109
109. Heroik
110
110. Oh Harvey
111
111. Best Auto
112
112. Kartu tidak bisa digunakan
113
113. Terbaru dan Termahal
114
114. Bertemu Tuan Stone
115
115. Nafsu
116
116. Ternyata..
117
117. Melempem
118
118. Sangat terkejut
119
119. Bertemu lagi
120
120. Ide brilian
121
121. Membantu Sanjaya Group
122
122. Kasih
123
123. Kasih sayang ayah
124
124. Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!