Bab 9. Laptop baru

Pagi yang cerah. Mentari terbit, semburatnya menembus sampai ke kamar tidur Stefan. Dia meletakkan ponselnya di atas meja, lalu siap melakukan pekerjaan rumah seperti biasa. Karena tidak ingin diperintah terlebih dahulu, Stefan selalu punya inisiasi untuk melakukan apa saja agar tidak dibilang benalu, dan malam nanti, dia akan membuktikan bahwa dia tidak layak dianggap sampah di rumah ini.

Dilihatnya piring-piring kotor di dapur, tapi kenapa Lionny ada di sana?

Stefan kaget dan berkata heran, “Sayang, biar aku saja yang mengerjakannya.” Stefan menarik lengan istrinya.

Lionny makin cepat mengerjakannya sembari berkata, “Mumpung yang lain belum pada bangun. Biar aku saja yang mencuci piring dan pakaian.”

Tak lama kemudian Chyntia dengan rambut masih berantakan tiba di dapur, melihat anaknya yang mencuci piring, wanita tua tapi cantik karena perawatan ini menyeringai. “Astaga Lionny! Kan sudah ada babu!” sergahnya.

“Biar aku saja yang mengerjakannya, Bu. Kasihan Stefan. Sekarang dia sedang bersih-bersih halaman.”

Chyntia marah kepada Stefan. “Kau ini kan sudah dibilang. Kenapa kau malah menyuruh istrimu?” bentak Chyntia. Matanya melotot.

Stefan membalik badannya. “Aku tidak menyuruhnya, Bu. Sudah aku bilang padanya biar aku saja, tapi Lionny masih memaksakan diri.”

“Alasan sekali. Makin hari kau melunjak. Sepertinya cap benalu akan terus ada pada dirimu ini. Cepat selesaikan pekerjaanmu itu. Buang sampah jangan lupa!”

Halaman belakang, samping dan depan semua beres. Stefan mengelap peluh di keningnya. Begitu melihat ayah mertuanya keluar rumah, buru-buru Stefan mendekat, lalu berkata, “Ayah, aku akan buktikan kalau aku menantu yang bisa diandalkan. Aku akan buktikan kalau aku layak bekerja di perusahaan Ayah.”

Bobby melengos. “Bicara apa kau ini, Stefan? Kerjakanlah tugasmu itu cepat!”

“Aku sudah kasih uang satu juta ke istriku. Nanti akan aku kasih dia lebih banyak dari itu. Hari ini aku akan dapat rezeki.”

“Jangan pernah ceritakan khayalan-khayalanmu itu padaku. Cuih!” Bobby meludah sebelum masuk ke mobil. “Besok pagi kau cucikan mobilku ini, Sampah!”

Sedan itu pun melaju. Beberapa menit setelah itu Robert dan Luchy keluar rumah berbarengan. Melihat mereka berdua, Stefan berjalan cepat dari halaman depan ke halaman samping. Malas dia mengurusi dua spesies jahil itu.

“Hei mau ke mana?” pekik Robert sambil cekikikan. “Laptopku rusak karena kena virus. Tolong perbaiki!”

Stefan menyetop langkahnya, kemudian membalik badannya. “Taruh saja di atas meja, nanti akan aku perbaiki.”

“Awas kalau kau tidak bisa memperbaikinya!” ancam Robert.

“Paling bakal tambah rusak,” remeh Luchy.

Sekarang merupakan kesempatan emas untuk membuktikan bahwa dia merupakan ipar yang bisa diandalkan. Setelah pekerjaan rumah selesai, dia mendekati ibu mertuanya untuk memberikan laporan.

Chyntia mengawasi menantu pria menyusahkan ini, lalu mencibir, “Mentang-mentang kau ngasih duit satu juta ke istrimu, lantas kau seenaknya menyuruhnya mencuci piring dan pakaian.”

Namun, Lionny berusaha membela suaminya. “Ibu, Stefan tidak sal .....”

“Diam kau, Lionny! Besok-besok nanti kau disuruhnya bersih-bersih rumah dan halaman. Apa kau mau disuruhnya manjat pohon jambu?”

Hening....

Stefan mengangkat wajahnya, sambil senyum dia berkata, “Hari ini aku akan dapat rezeki lebih. Sebagiannya akan aku kasih ke istriku.”

Chyntia melengos. “Sekali sampah tetap sampah! Mana ada tukang ojek dapat duit jutaan, apalagi puluhan juta. Jangan sampai terdengar di kuping kami kalau kau mendapatkan uang dari hasil curian. Pergi sana!” Chyntia buru-buru ke dapur untuk memasak, beliau juga menyeret Lionny agar segera ke dapur juga.

Stefan terus menguatkan dirinya meskipun terus dihujani hinaan dan cacian. Diambilnya laptop milik Robert, lalu dia masuk ke dalam kamar tidurnya. Dinyalakannya laptop tersebut, mengutak-atik sebentar, Bang! Cukup tiga puluh menit, kelar!

Drrrtttt....

Drrrttttt....

Panggilan dari Grace.

“Stefan, uangmu sudah ditransfer. Sesuai dengan perjanjian yah, dua puluh juta rupiah.”

\=\=\=>>>0<<<\=\=\=

Siang yang cerah. Mentari pas berada di atas langit bagian tengah, menandakan waktu berada pada tengah hari. Cerah, secerah perasaan Bobby Sanjaya. Betapa tidak. Semalam dia tidak bisa tidur memikirkan nasib perusahaan yang sedang dipegangnya. Jika salah sedikit saja, selesai perusahaan.

Namun, semua problem dapat teratasi oleh seorang hacker kenalan dari Grace. Untunglah. Sebab, jika masalah belum kelar hingga Kakek Sanjaya tiba di Palembang, kemungkinan besar Bobby selaku pewaris tunggal akan kena peringatan besar oleh bapaknya sendiri, bahkan bisa-bisa posisinya sebagai pimpinan perusahaan bisa terancam.

“Bagaimana, Pak, apa teman saya bisa diterima bekerja di perusahaan kita?” tanya Grace berseri-seri.

“Sembilan puluh persen diterima. Jika dia mampu memenuhi syarat administrasi dan isi CV-nya sesuai dengan kriteria perusahaan, tentu dia akan diterima.”

Grace malah heran. “Kenapa masih butuh pertimbangan, Pak? Padahal dia sangat berjasa bagi perusahaan kita. Kita kan butuh skill-nya, bukan administrasi.”

Grace bilang demikian karena dia khawatir Stefan yang hanya seorang ojol bisa memenuhi persyaratan yang diberlakukan oleh perusahaan. Grace ragu kalau Stefan bergelar sarjana, apalagi punya pengalaman yang banyak. Maka dari itu dia berusaha memberikan keringanan.

“Memang dia punya skill dan jasa besar bagi perusahaan ini, tapi mana mungkin saya mempekerjakan seorang yang tidak jelas tamatan sekolahnya, atau tidak jelas asal usul keluarganya.”

“Baiklah, Pak. Saya akan menghubunginya kembali dan akan meminta persyaratan administrasi. Jika lengkap dan sesuai, saya akan menemui HR, secepat mungkin.”

Grace pamit undur diri dari ruangan kerja Bobby, lalu masuk ke ruangan kerjanya sendiri. Lantas dia langsung menghubungi Stefan dan membahas perihal barusan.

Mendengar itu, Stefan lemas. “Ijazah, sertifikat, dan apa saja yang terkait dengan administrasi, semua tidak ada, Grace.”

Grace sedih, matanya berkaca-kaca. “Padahal, aku sudah bilang pada bos supaya diberikan keringanan. Nanti akan aku coba bicara lagi bersama bos.”

“Terima kasih atas usahamu, Grace. Tapi, jika memang tidak bisa, ya sudah mau diapakan, yang penting kita sudah berusaha.”

“Tidak bisa begitu, Stefan. Kau adalah orang yang dibutuhkan. Daripada bagian IT di sini diisi oleh yang berpendidikan tapi tidak bisa diandalkan, mending diisi oleh yang kompeten dan andal walaupun tidak bisa melengkapi persyaratan administrasi. Kau bergelar sarjana kan?”

“Ya, aku lulusan dari Eropa. Tapi, tidak berguna.”

“Kau akan berguna. Tunggu saja waktunya.” Grace tetap memberikan motivasi dan semangat positif.

Meskipun Grace berulang kali bilang pada Bobby soal teman ojolnya layak bekerja di perusahaan ini, sang dirut tidak akan dengan gampangnya begitu saja menerima orang yang tidak jelas asal usulnya. Terlebih, Grace sudah bilang kalau temannya itu seorang ojol, walau tidak menyebutkan namanya siapa.

\=\=\=>>>0<<<\=\=\=

Sore yang masih juga cerah. Begitu melihat Robert pulang dari kampus, Stefan langsung menghampiri sambil menyerahkan laptop milik Robert yang sudah diperbaiki.

“Silakan kau cek lagi, Dik! Aku juga sudah meng-update beberapa program. Terus, aku install anti-virus rancanganku sendiri. Laptopmu pasti akan aman!”

Robert tercengang. Inikah ipar sampah dan benalu yang selama ini terus dicerca? Inikah programmer yang tidak bisa diandalkan? Dinyalakannya laptopnya tersebut.

Tring!

Lancar jaya!

“Kau bawa ke service komputer mana ha?” Robert masih tak percaya.

“Aku memperbaikinya sendiri di kamar.”

“Bohong!” Robert berlarian lalu masuk ke kamar tidur Stefan. Kosong. Tak ada siapa-siapa. Dia balik lagi. “Kau pakai bantuan jin?”

“Termasuk syirik jika meminta pertolongan jin.”

Meski demikian, Robert masih juga tidak percaya. Dia meninggalkan Stefan tanpa mengucapkan terima kasih. Pencapaian Stefan hari ini cuma dihargai dengan tidak diberikannya ejekan dan hinaan, itu saja.

Stefan menghela napas, terus menguatkan dirinya. Dia masih menunggu kehadiran ayah mertuanya. Tumben agak lama pulang. Hampir maghrib, barulah ayah mertuanya muncul.

Tidak seperti kemarin yang selalu cemberut karena pening memikirkan perusahaannya, kali ini beliau cerah. Bahkan terhadap menantu sampahnya saja beliau berseri-seri.

“Hari ini kau tidak akan aku kata-katai dan aku perintah-perintah. Kau akan merasakan kebahagiaanku.”

Mendengar itu, Stefan turut bahagia. “Soal perusahaan Ayah yang sudah aman dari hacker?”

“Sok tahu sekali kau ini!” Bobby melepas sepatunya, lalu melenggang masuk.

“Aku tahu, karena aku yang telah menemukan keberadaan hacker tersebut, lalu memperbaiki firewall dan sistem yang telah dirusak, sekaligus memberikan keamanan tambahan sehingga ke depannya perusahaan akan tetap aman.”

Bobby buru-buru masuk dan meninggalkan Stefan. Wajah beliau berubah masam lagi. Dilepaskannya jas hitamnya dan dilemparkannya ke sofa. “Baru saja aku merasa bahagia, eh dia malah kambuh gila lagi!”

Chyntia menyambut kedatangan suaminya dengan membawa uang sepuluh juta rupiah. “Suamiku, menantu sampah kita berhasil mencuri uang sebanyak ini. Dia juga barusan beli laptop baru harga sepuluh juta. Entah dia dapat uang dari mana.”

Bobby tersentak hebat. “Apa? Mana laptopnya sekarang?” Bobby melangkah panjang lalu masuk ke kamar Stefan. Diambilnya laptop yang masih sangat anyar dan mengkilap itu dari atas meja, lalu dibantingnya sekuat tenaga.

Bruk!

Baru retak-retak sedikit. Diambilnya lagi, lalu dilemparkannya ke dinding.

Ctar!

Belah dua.

Tak puas, lantas diinjak-injaknya sampai hancur.

\=\=\=>>>♠<<<\=\=\=

Terpopuler

Comments

Didin Wahidin

Didin Wahidin

Stefan, kalo udah gak di hargai Mendinh pergi, kenapa kaya orang bloon,sabar juga da batasnya,

2025-01-24

0

Firman Firman

Firman Firman

dasar bodoh orang tidak tau bls budi

2024-01-18

0

Rianti Dumai

Rianti Dumai

lawan lha Stef,jgn lemah X,,,tensi varrah yg baca nie,,😂

2024-01-08

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Menantu Benalu
2 Bab 2. Kembali Pulih
3 Bab 3. Tugas Hacking Pertama
4 Bab 4. Sanjaya Group
5 Bab 5. Bapak rumah tangga
6 Bab 6. Menguji Kembali Kemampuan
7 Bab 7. Program Gacor
8 Bab 8. Menunggu Kepulangan Kakek
9 Bab 9. Laptop baru
10 Bab 10. Kasih sayang Kakek
11 Bab 11. Bermuka dua
12 Bab 12. Dituduh berselingkuh
13 Bab 13. Bakal calon suami Lionny
14 Bab 14. Hanya bikin malu
15 Bab 15. Harapan bagi Stefan
16 Bab 16. Belajar jadi programmer
17 Bab 17. Sebuah balasan
18 Bab 18. Tugas berat
19 Bab 19. Settingan
20 Bab 20. Serba bisa
21 Bab 21. Semakin terhina
22 22. Semakin keterlaluan
23 23. Sebuah keputusan
24 24. Liburan
25 25. Lebih dihargai
26 26. Kecemburuan
27 27. Di balik semua ini?
28 28. Rencana busuk
29 29. Pembicaraan di telepon
30 30. Sebuah perpisahan
31 31. Lembaran baru
32 32. Horwerstrasse
33 33. Teman baru
34 34. AlfaProtect
35 35. Ketua Tim 18
36 36. AlfaCleaner
37 37. Acara Meriah
38 38. Maksud buruk Alan
39 39. Project balas dendam
40 40. Sebuah kemenangan
41 41. AlfaStudio
42 42. Ulah si ikal
43 43. Kado dari Stefan
44 44. Langkah membantu Stefan
45 45. Tentang Erick
46 46. Langkah yang berhasil
47 47. Dua penyakit
48 48. Menjadi CEO
49 49. Tugas Lionny
50 50. Kerja sama dengan Nano-ID
51 51. Teman lama menyebalkan
52 52. Si paling OB
53 53. Kobe beef
54 54. Tugas khusus untuk Ryan
55 55. Tikus negara
56 56. Pertemuan dengan Robert
57 57. Hanya satu hari
58 58.Peresmian
59 59. Nihil
60 60. Hasil yang tidak direncanakan
61 61. Misi balas budi
62 62. Keresahan Lionny
63 63. Sekretaris Nano-ID?
64 64. Sosok pemimpin sejati
65 65. Sebuah pertemuan
66 66. Terjebak di perasaan yang keliru
67 67. Pertemuan spesial
68 68. Pinang dibelah dua
69 69. Adu pujian
70 70. Si kacau Bobby
71 71. Ungkapan mencengangkan dari Ryan
72 72. Ditolak lagi
73 73. Duel mulut
74 74. ROG
75 75. CEO tidak merestui
76 76. Taruhan
77 77. Nama CEO kita!
78 78. Di sebuah festival
79 79. Pertemuan Besar
80 80. Persiapan sebelum pertemuan
81 81. Hari yang memalukan
82 82. Turning point
83 83. Dua badut
84 84. Semakin merendah
85 85. Rencana pembalasan
86 86. Wanita malang
87 87. Dokumen Rahasia
88 88. Sebuah balasan
89 89. Kena keroyok
90 90. Hubungan tersembunyi
91 91. Tawaran dari Stefan
92 92. Lima tahun
93 93. Pengalihan hati
94 94. Hati yang bermain
95 95. Rencana luar nalar
96 96. Rahasia yang terbongkar
97 97. Rencana yang panjang
98 98. Tangis yang pecah
99 99. Peresmian Su.Co
100 100. Kebahagiaan
101 101. Tamparan keras
102 102. Rindu
103 103. Sang pemilik baru
104 104. Wanita asing
105 105. Gairah
106 106. Sentuhan
107 107. Black star
108 108. Peretasan di bank
109 109. Heroik
110 110. Oh Harvey
111 111. Best Auto
112 112. Kartu tidak bisa digunakan
113 113. Terbaru dan Termahal
114 114. Bertemu Tuan Stone
115 115. Nafsu
116 116. Ternyata..
117 117. Melempem
118 118. Sangat terkejut
119 119. Bertemu lagi
120 120. Ide brilian
121 121. Membantu Sanjaya Group
122 122. Kasih
123 123. Kasih sayang ayah
124 124. Ending
Episodes

Updated 124 Episodes

1
Bab 1. Menantu Benalu
2
Bab 2. Kembali Pulih
3
Bab 3. Tugas Hacking Pertama
4
Bab 4. Sanjaya Group
5
Bab 5. Bapak rumah tangga
6
Bab 6. Menguji Kembali Kemampuan
7
Bab 7. Program Gacor
8
Bab 8. Menunggu Kepulangan Kakek
9
Bab 9. Laptop baru
10
Bab 10. Kasih sayang Kakek
11
Bab 11. Bermuka dua
12
Bab 12. Dituduh berselingkuh
13
Bab 13. Bakal calon suami Lionny
14
Bab 14. Hanya bikin malu
15
Bab 15. Harapan bagi Stefan
16
Bab 16. Belajar jadi programmer
17
Bab 17. Sebuah balasan
18
Bab 18. Tugas berat
19
Bab 19. Settingan
20
Bab 20. Serba bisa
21
Bab 21. Semakin terhina
22
22. Semakin keterlaluan
23
23. Sebuah keputusan
24
24. Liburan
25
25. Lebih dihargai
26
26. Kecemburuan
27
27. Di balik semua ini?
28
28. Rencana busuk
29
29. Pembicaraan di telepon
30
30. Sebuah perpisahan
31
31. Lembaran baru
32
32. Horwerstrasse
33
33. Teman baru
34
34. AlfaProtect
35
35. Ketua Tim 18
36
36. AlfaCleaner
37
37. Acara Meriah
38
38. Maksud buruk Alan
39
39. Project balas dendam
40
40. Sebuah kemenangan
41
41. AlfaStudio
42
42. Ulah si ikal
43
43. Kado dari Stefan
44
44. Langkah membantu Stefan
45
45. Tentang Erick
46
46. Langkah yang berhasil
47
47. Dua penyakit
48
48. Menjadi CEO
49
49. Tugas Lionny
50
50. Kerja sama dengan Nano-ID
51
51. Teman lama menyebalkan
52
52. Si paling OB
53
53. Kobe beef
54
54. Tugas khusus untuk Ryan
55
55. Tikus negara
56
56. Pertemuan dengan Robert
57
57. Hanya satu hari
58
58.Peresmian
59
59. Nihil
60
60. Hasil yang tidak direncanakan
61
61. Misi balas budi
62
62. Keresahan Lionny
63
63. Sekretaris Nano-ID?
64
64. Sosok pemimpin sejati
65
65. Sebuah pertemuan
66
66. Terjebak di perasaan yang keliru
67
67. Pertemuan spesial
68
68. Pinang dibelah dua
69
69. Adu pujian
70
70. Si kacau Bobby
71
71. Ungkapan mencengangkan dari Ryan
72
72. Ditolak lagi
73
73. Duel mulut
74
74. ROG
75
75. CEO tidak merestui
76
76. Taruhan
77
77. Nama CEO kita!
78
78. Di sebuah festival
79
79. Pertemuan Besar
80
80. Persiapan sebelum pertemuan
81
81. Hari yang memalukan
82
82. Turning point
83
83. Dua badut
84
84. Semakin merendah
85
85. Rencana pembalasan
86
86. Wanita malang
87
87. Dokumen Rahasia
88
88. Sebuah balasan
89
89. Kena keroyok
90
90. Hubungan tersembunyi
91
91. Tawaran dari Stefan
92
92. Lima tahun
93
93. Pengalihan hati
94
94. Hati yang bermain
95
95. Rencana luar nalar
96
96. Rahasia yang terbongkar
97
97. Rencana yang panjang
98
98. Tangis yang pecah
99
99. Peresmian Su.Co
100
100. Kebahagiaan
101
101. Tamparan keras
102
102. Rindu
103
103. Sang pemilik baru
104
104. Wanita asing
105
105. Gairah
106
106. Sentuhan
107
107. Black star
108
108. Peretasan di bank
109
109. Heroik
110
110. Oh Harvey
111
111. Best Auto
112
112. Kartu tidak bisa digunakan
113
113. Terbaru dan Termahal
114
114. Bertemu Tuan Stone
115
115. Nafsu
116
116. Ternyata..
117
117. Melempem
118
118. Sangat terkejut
119
119. Bertemu lagi
120
120. Ide brilian
121
121. Membantu Sanjaya Group
122
122. Kasih
123
123. Kasih sayang ayah
124
124. Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!