Bab 11. Bermuka dua

Dan hari ini pun tiba. Kakek Sanjaya sudah tiba Di Palembang pada siang hari ini. Beliau dijemput oleh Bobby beserta empat orang karyawan PT Sanjaya Sawit dan langsung menuju kediaman Bobby. Selama dalam perjalanan, Kakek Sanjaya terus menginterogasi anaknya soal kejadian beberapa hari yang lalu.

“Kasusnya sama seperti dulu. Bedanya ruang lingkupnya hanya begitu kecil.”

“Untungnya semua sudah beres, Ayah.”

“Apa kau sudah mempekerjakan orang tersebut?”

“Aku sudah beri dia uang dua puluh juta. Jika dipaksakan diterima bekerja di kantor, sepertinya tidak bisa, beda dengan kasus Stefan waktu dia menyelamatkan Sanjaya Group. Orang ini bahkan tidak bisa memberikan bukti bahwa dia telah menyelesaikan pendidikannya.”

“Kau sudah bertemu orangnya, Bobby?”

“Belum, Ayah,” balasnya sambil melihat ke arah jendela mobil.

“Seharusnya kau ambil tindakan. Temui dulu orang tersebut. Ajak bicara baik-baik. Apa kau yakin tidak akan butuh lagi sama dia?”

Bobby agak lama diam. “Kami akan menghubunginya kembali jika perlu bantuan, lagipula dia merupakan teman sekretarisku, Ayah.”

“Kau masih belum bisa menghargai jasa orang lain dan belum paham bagaimana cara berterimakasih.”

Perjalanan dari bandara menuju rumah butuh waktu sekitar tiga puluh menit. Bobby sudah menyiapkan oleh-oleh dari Surabaya buat cucu kesayangan dan suaminya, seperti Lapis Surabaya, Spikoe Surabaya, abon sapi, kopi bandrek, dan kerupuk kenjeran. Meski beliau menyiapkan banyak karena dibagikan juga kepada yang lain, tapi prioritas untuk Lionny dan Stefan.

Sesampainya di rumah, Kakek Sanjaya turun dari mobil, lalu bergegas masuk ke dalam rumah. Melihat Stefan sudah bisa berjalan dan bicara normal, Kakek Sanjaya sangat bahagia. Beliau sampai menangis tersedu sedan. Karena ketika Stefan divonis gegar otak dan hilang ingatan total, Kakek Sanjaya sangat bersedih sekali.

Makanya begitu mendengar kabar Stefan sudah sehat beliau bahagia bukan main, dipeluknya Stefan sangat erat sampai Stefan susah bernapas. Pria tua beruban lebat ini sumringah dan mengeluarkan semua energi kebahagiaannya hari ini. Semua ditumpahkannya untuk Stefan, seorang pria sebatang kara yang amat dicintainya.

“Siapa nama Kakek?” tanya beliau berkaca-kaca.

“Sanjaya Putra bin Raden Sanjaya Atmaja.”

“Masya Allah.” Dipeluknya lagi Stefan sangat erat.

Chyntia mendekat. “Jika bukan karena kami sekeluarga, Stefan belum tentu sembuh seperti sekarang, Ayah. Sempat pihak rumah sakit bilang kalau lebih baik Stefan dirawat di rumah sakit jiwa, tapi kami bersikeras agar Stefan dirawat di rumah. Syukurlah dia sudah jauh lebih baik.”

“Mana Lionny cucuku?”

Bukannya menanggapi omongan menantunya, Kakek Sanjaya malah mencari-cari cucu kesayangannya. Chyntia memanggil Lionny yang sedang berada di dapur.

“Kakek!” Lionny setengah berlari karena saking senangnya. Dipeluknya kakeknya penuh dengan kehangatan. “Kakek apa kabar?”

“Alhamdulillah, sehat. Bagaimana, kau sudah mengisi?”

Lionny menunduk, lalu menggeleng. “Belum waktunya, Kakek.”

“Sabar. Mudah-mudahan dipercepat nantinya. Di mobil ada banyak oleh-oleh buat kalian berdua. Kakek juga beli jam tangan dan perhiasan. Pasti kalian suka.”

Chyntia mendekati suaminya yang tengah duduk di ruang tamu, lalu mulai mengeluhkan tingkah Stefan bahkan Lionny putrinya. Namun, suaminya menenangkannya, dan jangan sampai membuat Kakek Sanjaya kecewa. Mereka harus banyak bersabar selama tiga hari ini.

...

Sore nan permai di Plaza Benteng Kuto Besak. Salah satu lokasi hiburan di Palembang ini akan sangat ramai pada akhir pekan. Di tempat yang luasnya seperti lapangan sepak bola ini banyak para pedagang yang menjajakan barang dagangannya, seperti pempek, sosis bakar, cilok, jus, kopi, kemudian pakaian, perhiasan, dan banyak lagi.

“Kakek, kita dulu pernah sekali makan di riverside,” ucap Stefan sembari menunjuk sebuah restoran di pinggiran Sungai Musi.

“Kalian berdua hobi makan seafood. Kau ingat kita juga pernah makan di atas perahu kecil di sana itu.” Kakek Sanjaya melempar telunjuknya ke arah sebuah perahu di samping Plaza BKB.

“Kapalnya bergoyang-goyang.” Lionny tertawa kecil. “Cuko pempeknya tumpah-tumpah.”

Kakek Sanjaya beserta dua orang kesayangannya berjalan-jalan di sekitaran plaza. Menikmati sore hari yang cukup cerah. Kemudian, Kakek Sanjaya mengajak mereka makan-makan di KFC. Sebelum makan, mereka berfoto bersama dengan background Jembatan Ampera. Seru nian.

Saat makan, Kakek Sanjaya terus bercerita tanpa henti. Beliau kembali menawarkan kepada Stefan untuk bekerja di perusahaannya. Mendengar itu, tentu Stefan mau. Ingin Stefan menceritakan bahwa dialah orang yang telah membantu menyelesaikan masalah PT Sanjaya Sawit tempo hari.

Namun, jika dia ceritakan, tentu Kakek Sanjaya akan marah besar kepada Bobby. Kenapa bisa menantunya yang punya jasa dan andil pada perusahaan tapi tidak dipekerjakan? Maka dari itu Stefan berusaha menutup-nutupinya supaya tidak ada kemarahan yang ditimbulkan dari Kakek Sanjaya.

“Bagaimana kalau kalian berdua tinggal di Surabaya saja?” tawar Kakek Sanjaya.

Lionny menggenggam tangan Stefan. “Suamiku? Kau menerima tawaran Kakek?”

Cukup lama Stefan membisu. Dia mengatur napas sembari berpikir keras. Apa memang harusnya dia tidak lagi tinggal di rumah mertua?

“Stefan, kau akan diberi tempat tinggal. Setidaknya kau langsung menjadi manager di sana.”

Stefan menatap mata Kakek Sanjaya lekat-lekat. Tawaran yang sangat menggiurkan. Tapi, bagaimana dengan respons kedua mertuanya? Apa mereka memberi izin?

“Suamiku, kita akan hidup lebih tenang di sana. Yakinlah.” Lionny memberikan senyuman.

Stefan belum bisa menerima tawaran dari Kakek Sanjaya sebab dia punya firasat baik bahwa akan suskes di jalan yang lain. Oleh sebab itu untuk saat ini Stefan tidak bisa menjawabnya. Meski demikian, Kakek Sanjaya tidak pernah memaksakan diri, jika Stefan dan Lionny tidak berkenan, beliau akan berlapang dada.

Malam harinya mereka bertiga berkeliling di Palembang Icon. Karena melihat penampilan Stefan yang tidak tampak seperti orang kaya, Kakek Sanjaya memborong apa saja yang diinginkan oleh Stefan. Beliau membelikan baju, celana, jaket, sepatu, parfum, dan apa saja untuk penampilan Stefan.

“Ambillah sesukamu, Stefan.”

Begitu juga terhadap Lionny. Sudah lama tidak belanja, wanita cantik tersebut belanja dengan kesetanan. Begitu selesai, ada lima kantong belanjaan yang dibawanya. Untuk dia sendiri total duitnya sampai empat puluh juta. Jika sudah bersama Kakek Sanjaya, Lionny bebas mau melakukan apa saja.

Jam sembilan malam mereka pun pulang. Belum sempat penghuni rumah protes, Kakek Sanjaya buru-buru merepet, “Bobby, apa kau tidak peduli dengan penampilan anak dan menantumu? Kalau aku tidak berkunjung ke sini, mungkin mereka tidak akan pernah punya baju baru.”

Robert dan Luchy yang memang iri terhadap Lionny dan Stefan tidak bisa berkata apa-apa. Mereka ingin protes, kenapa mereka berdua tidak diajak makan dan belanja? Bahkan parahnya tidak ada satu pun barang belanjaan untuk mereka berdua.

Chyntia yang biasanya galak minta ampun dan mulutnya seperti mesin parut kelapa, sekarang malah diam membatu. Tak ada sepatah kata pun untuk memprotes semua apa yang dilakukan oleh Kakek Sanjaya. Meskipun hatinya panas, sebisa mungkin menyabarkan diri.

Bahkan untuk seorang Bobby sendiri. Meski perih hatinya begitu melihat menantu sampah itu dimanja-manjakan oleh ayahnya, namun Bobby tidak mampu berbuat apa-apa. Lontaran kata-kata sarkas yang biasa diucapkan kini telah tiada karena kehadiran ayahnya.

Melainkan, pujian dan untaian kalimat thoyyibah terhadap Stefan.

“Stefan merupakan menantu cerdas. Dia orang yang membantu PT Sanjaya Sawit sehingga pelaku peretasan berhasil ditemukan,” beber Bobby bangga.

“Stefan merupakan menantu yang pandai mencari uang dan baik sama istri. “Dia pernah ngasih uang sepuluh juta buat istrinya,” ujar Chyntia berseri-seri.

“Stefan itu ipar yang pintar dan bisa diandalkan, Kakek. Dia bisa memperbaiki laptopku yang rusak,” puji Robert tersenyum lebar.

“Stefan kakak ipar yang baik hati dan suka memberi. Kemarin-kemarin dia membelikan kami makanan kesukaan kami semua, terus membelikan pizza juga,” kata Luchy sumringah.

Mereka berempat serempak dan kompak bilang kalau selama ini mereka telah mengawasi, menjaga, merawat, dan memberikan perhatian lebih terhadap Stefan. Semuanya baik. Semua aman. Kata mereka.

Terpopuler

Comments

Firman Firman

Firman Firman

dasar penjilat 😡

2024-01-18

0

Putra_Andalas

Putra_Andalas

mintak rai galo singgo nyo..

2023-11-27

0

Putra_Andalas

Putra_Andalas

cuko dk becuko tengah duo...😁

2023-11-27

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Menantu Benalu
2 Bab 2. Kembali Pulih
3 Bab 3. Tugas Hacking Pertama
4 Bab 4. Sanjaya Group
5 Bab 5. Bapak rumah tangga
6 Bab 6. Menguji Kembali Kemampuan
7 Bab 7. Program Gacor
8 Bab 8. Menunggu Kepulangan Kakek
9 Bab 9. Laptop baru
10 Bab 10. Kasih sayang Kakek
11 Bab 11. Bermuka dua
12 Bab 12. Dituduh berselingkuh
13 Bab 13. Bakal calon suami Lionny
14 Bab 14. Hanya bikin malu
15 Bab 15. Harapan bagi Stefan
16 Bab 16. Belajar jadi programmer
17 Bab 17. Sebuah balasan
18 Bab 18. Tugas berat
19 Bab 19. Settingan
20 Bab 20. Serba bisa
21 Bab 21. Semakin terhina
22 22. Semakin keterlaluan
23 23. Sebuah keputusan
24 24. Liburan
25 25. Lebih dihargai
26 26. Kecemburuan
27 27. Di balik semua ini?
28 28. Rencana busuk
29 29. Pembicaraan di telepon
30 30. Sebuah perpisahan
31 31. Lembaran baru
32 32. Horwerstrasse
33 33. Teman baru
34 34. AlfaProtect
35 35. Ketua Tim 18
36 36. AlfaCleaner
37 37. Acara Meriah
38 38. Maksud buruk Alan
39 39. Project balas dendam
40 40. Sebuah kemenangan
41 41. AlfaStudio
42 42. Ulah si ikal
43 43. Kado dari Stefan
44 44. Langkah membantu Stefan
45 45. Tentang Erick
46 46. Langkah yang berhasil
47 47. Dua penyakit
48 48. Menjadi CEO
49 49. Tugas Lionny
50 50. Kerja sama dengan Nano-ID
51 51. Teman lama menyebalkan
52 52. Si paling OB
53 53. Kobe beef
54 54. Tugas khusus untuk Ryan
55 55. Tikus negara
56 56. Pertemuan dengan Robert
57 57. Hanya satu hari
58 58.Peresmian
59 59. Nihil
60 60. Hasil yang tidak direncanakan
61 61. Misi balas budi
62 62. Keresahan Lionny
63 63. Sekretaris Nano-ID?
64 64. Sosok pemimpin sejati
65 65. Sebuah pertemuan
66 66. Terjebak di perasaan yang keliru
67 67. Pertemuan spesial
68 68. Pinang dibelah dua
69 69. Adu pujian
70 70. Si kacau Bobby
71 71. Ungkapan mencengangkan dari Ryan
72 72. Ditolak lagi
73 73. Duel mulut
74 74. ROG
75 75. CEO tidak merestui
76 76. Taruhan
77 77. Nama CEO kita!
78 78. Di sebuah festival
79 79. Pertemuan Besar
80 80. Persiapan sebelum pertemuan
81 81. Hari yang memalukan
82 82. Turning point
83 83. Dua badut
84 84. Semakin merendah
85 85. Rencana pembalasan
86 86. Wanita malang
87 87. Dokumen Rahasia
88 88. Sebuah balasan
89 89. Kena keroyok
90 90. Hubungan tersembunyi
91 91. Tawaran dari Stefan
92 92. Lima tahun
93 93. Pengalihan hati
94 94. Hati yang bermain
95 95. Rencana luar nalar
96 96. Rahasia yang terbongkar
97 97. Rencana yang panjang
98 98. Tangis yang pecah
99 99. Peresmian Su.Co
100 100. Kebahagiaan
101 101. Tamparan keras
102 102. Rindu
103 103. Sang pemilik baru
104 104. Wanita asing
105 105. Gairah
106 106. Sentuhan
107 107. Black star
108 108. Peretasan di bank
109 109. Heroik
110 110. Oh Harvey
111 111. Best Auto
112 112. Kartu tidak bisa digunakan
113 113. Terbaru dan Termahal
114 114. Bertemu Tuan Stone
115 115. Nafsu
116 116. Ternyata..
117 117. Melempem
118 118. Sangat terkejut
119 119. Bertemu lagi
120 120. Ide brilian
121 121. Membantu Sanjaya Group
122 122. Kasih
123 123. Kasih sayang ayah
124 124. Ending
Episodes

Updated 124 Episodes

1
Bab 1. Menantu Benalu
2
Bab 2. Kembali Pulih
3
Bab 3. Tugas Hacking Pertama
4
Bab 4. Sanjaya Group
5
Bab 5. Bapak rumah tangga
6
Bab 6. Menguji Kembali Kemampuan
7
Bab 7. Program Gacor
8
Bab 8. Menunggu Kepulangan Kakek
9
Bab 9. Laptop baru
10
Bab 10. Kasih sayang Kakek
11
Bab 11. Bermuka dua
12
Bab 12. Dituduh berselingkuh
13
Bab 13. Bakal calon suami Lionny
14
Bab 14. Hanya bikin malu
15
Bab 15. Harapan bagi Stefan
16
Bab 16. Belajar jadi programmer
17
Bab 17. Sebuah balasan
18
Bab 18. Tugas berat
19
Bab 19. Settingan
20
Bab 20. Serba bisa
21
Bab 21. Semakin terhina
22
22. Semakin keterlaluan
23
23. Sebuah keputusan
24
24. Liburan
25
25. Lebih dihargai
26
26. Kecemburuan
27
27. Di balik semua ini?
28
28. Rencana busuk
29
29. Pembicaraan di telepon
30
30. Sebuah perpisahan
31
31. Lembaran baru
32
32. Horwerstrasse
33
33. Teman baru
34
34. AlfaProtect
35
35. Ketua Tim 18
36
36. AlfaCleaner
37
37. Acara Meriah
38
38. Maksud buruk Alan
39
39. Project balas dendam
40
40. Sebuah kemenangan
41
41. AlfaStudio
42
42. Ulah si ikal
43
43. Kado dari Stefan
44
44. Langkah membantu Stefan
45
45. Tentang Erick
46
46. Langkah yang berhasil
47
47. Dua penyakit
48
48. Menjadi CEO
49
49. Tugas Lionny
50
50. Kerja sama dengan Nano-ID
51
51. Teman lama menyebalkan
52
52. Si paling OB
53
53. Kobe beef
54
54. Tugas khusus untuk Ryan
55
55. Tikus negara
56
56. Pertemuan dengan Robert
57
57. Hanya satu hari
58
58.Peresmian
59
59. Nihil
60
60. Hasil yang tidak direncanakan
61
61. Misi balas budi
62
62. Keresahan Lionny
63
63. Sekretaris Nano-ID?
64
64. Sosok pemimpin sejati
65
65. Sebuah pertemuan
66
66. Terjebak di perasaan yang keliru
67
67. Pertemuan spesial
68
68. Pinang dibelah dua
69
69. Adu pujian
70
70. Si kacau Bobby
71
71. Ungkapan mencengangkan dari Ryan
72
72. Ditolak lagi
73
73. Duel mulut
74
74. ROG
75
75. CEO tidak merestui
76
76. Taruhan
77
77. Nama CEO kita!
78
78. Di sebuah festival
79
79. Pertemuan Besar
80
80. Persiapan sebelum pertemuan
81
81. Hari yang memalukan
82
82. Turning point
83
83. Dua badut
84
84. Semakin merendah
85
85. Rencana pembalasan
86
86. Wanita malang
87
87. Dokumen Rahasia
88
88. Sebuah balasan
89
89. Kena keroyok
90
90. Hubungan tersembunyi
91
91. Tawaran dari Stefan
92
92. Lima tahun
93
93. Pengalihan hati
94
94. Hati yang bermain
95
95. Rencana luar nalar
96
96. Rahasia yang terbongkar
97
97. Rencana yang panjang
98
98. Tangis yang pecah
99
99. Peresmian Su.Co
100
100. Kebahagiaan
101
101. Tamparan keras
102
102. Rindu
103
103. Sang pemilik baru
104
104. Wanita asing
105
105. Gairah
106
106. Sentuhan
107
107. Black star
108
108. Peretasan di bank
109
109. Heroik
110
110. Oh Harvey
111
111. Best Auto
112
112. Kartu tidak bisa digunakan
113
113. Terbaru dan Termahal
114
114. Bertemu Tuan Stone
115
115. Nafsu
116
116. Ternyata..
117
117. Melempem
118
118. Sangat terkejut
119
119. Bertemu lagi
120
120. Ide brilian
121
121. Membantu Sanjaya Group
122
122. Kasih
123
123. Kasih sayang ayah
124
124. Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!