Bobby dan Robert menggeret Stefan ke kamarnya secara paksa, membantingnya ke atas kasur. Stefan jatuh berdebam, tak bisa berkutik sama sekali.
Robert menyeringai, lalu berkata marah, “Tingkahnya mulai aneh lagi, Ayah. Bagaimana bisa dia memperbaiki laptoku? Asli ni orang memang aneh.”
Bobby melotot. “Stefan, kau sudah mengada-ada dan parahnya kau bisa dapat duit sebanyak itu dari mana?”
Stefan mengatur napasnya, lalu menjawab tenang, “Aku tidak berbohong pada kalian semua. Aku melakukan dan mengatakan apa adanya. Tapi kalian tidak pernah percaya padaku.”
Bobby dan anaknya malah meninggalkan Stefan, lalu mengunci pintu kamarnya.
“Sampah!”
Stefan menyandarkan punggungnya, memejamkan matanya. Entah apa lagi yang harus diperbuat untuk membuktikan bahwa dirinya benar-benar sudah sehat, normal, dan seperti manusia pada umumnya. Segenap usaha telah dilakukannya.
Namun, mertua dan iparnya masih saja tidak senang terhadap dirinya. Sementara istrinya berada dalam kebimbangan. Di saat Lionny menunjukkan cinta dan sayangnya pada suaminya, keluarganya akan menjadi ombak menakutkan yang berusaha menenggelamkan bahtera rumah tangganya.
Lelah melamun, Stefan tertidur dengan sendirinya. Jam dua belas malam istrinya mengetuk pelan pintu kamar. Stefan tahu kalau itu pasti istrinya, tapi dia tidak merespons karena khawatir nanti mertuanya akan salah tanggap lagi. Akan tetapi, Lionny masih saja mengetuk. Dia ingin memberikan makan malam untuk suaminya.
“Pintunya dikunci dari luar, Sayang,” desis Stefan.
Lionny lantas ke ruang keluarga dan mencari-cari di sekitar sana. Dan ketemu kuncinya. Dibukanya pintu kamar Stefan, lalu segera dia menyerahkan sepiring nasi beserta pelengkapnya.
“Keluar sana! Nanti kau dilihat ibu dan ayahmu.”
Lionny mengangguk. “Aku khawatir sama kau, Sayang.”
Stefan senyum. “Semua akan baik-baik saja nanti. Percayalah.”
Sebelum keluar kamar, Lionny mengecup kening suaminya.
\=\=\=>>>∆<<<\=\=\=
Jam 6 pagi.
GAR!
GAR!
“Kalau tidak ingin disebut Menantu Benalu, kerjakan tugasmu! Kau ingat kan?” teriak Bobby sambil memutar-mutar kunci.
Stefan masih menguatkan dirinya. Dia masuk ke garasi, lalu menghidupkan keran air. Dicucinya mobil mertuanya sampai bersih dan mengkilap. Bajunya sampai kena busa dan air.
Bobby buru-buru. “Cepat kau lap sampai kering!”
“Baik, Ayah.”
“Dua hari lagi Kakek Sanjaya akan pulang. Meskipun kau masih kurang waras, usahakan bilang padanya kalau kau sudah sehat dan gagah. Soal kau jadi babu dan bahan hinaan, jangan sampai kau buka di depan Kakek, kalau kau masih ingin menjadi suaminya Lionny, camkan itu baik-baik!”
Bobby meludah, lalu masuk ke mobil, meninggalkan Stefan yang sedang tertegun. Stefan pun beralih ke halaman, tapi halaman masih bersih semua, sampah juga sedikit di kotak sampah di luar sana.
Ketika sedang menyampirkan pakaian, Stefan teringat dengan istrinya. Soalnya dari tadi tidak kelihatan. Setelah semua pekerjaan selesai, Stefan mencari istrinya, dan ketemu di kamar ibu mertuanya. Didengarnya isak tangis dari dalam kamar.
“Lionny? Coba keluar dulu.”
Namun, tak ada sahutan dari dalam kamar. Semalam Lionny mendapat siraman rohani yang sangat tegas dari ibunya, bahwa ibunya menyesal sudah punya menantu yang tidak jelas asal usulnya dan tidak akan pernah sudi jika punya cucu dari darah dagingnya.
Bukan itu. Bukan. Hal yang paling menyakitkan lagi sehingga dia menangis sejadi-jadinya adalah ayah dan ibunya sudah menyiapkan seorang pria duda tanpa anak. Bercerai dari istrinya karena istrinya tersebut mandul. Sekarang sang calon suami Lionny tersebut menjabat sebagai direktur utama PT Sanjaya Karet.
\=\=\=>>>∆<<<\=\=\=
Stefan menghubungi Grace melalui chat, menanyakan soal bisa atau tidak diterima bekerja di PT Sanjaya Sawit. Namun, Bobby selaku pimpinan tertinggi perusahaan tak mengindahkannya lagi. Begitulah, habis manis sepah dibuang.
Belum sempat Grace menceritakan detail sosok si ojol dan menyebutkan nama aslinya, Bobby membantah dan mengalihkan pembicaraan. Mentang-mentang sudah aman, lalu tak peduli sama sekali. Apalagi mendengar istilah ojol, beliau langsung teringat dengan menantunya, padahal ojol tersebut ialah menantunya sendiri.
“Sudah kita kasih duit dua puluh juta. Dia bisa istirahat ngojek selama satu tahun.”
Jika hati sudah hitam dan keras, otak akan malas mencernah dan berpikir positif. Jadi seperti itulah. Urusan si ojol yang mau bekerja di perusahannya sudah enyah dari kepalanya. Sekarang Bobby Sanjaya sibuk berbenah karena lusa nanti ayahnya akan melakukan sidak.
\=\=\=>>>∆<<<\=\=\=
Stefan terkurung dan tidak diizinkan keluar rumah oleh ibu mertuanya. Alasannya, selama dua hari ini Stefan harus benar-benar menjaga dirinya dari segala macam hal yang tidak diinginkan. Jika nanti Kakek Sanjaya melihat ada yang tidak beres pada Stefan, satu keluarga bisa kena oceh semua.
Stefan tidak diizinkan narik. Grace berulang kali meneleponnya untuk minta dijemput, tapi Stefan tetap tidak bisa. Bahkan untuk ke warung saja Stefan dilarang ke luar. Sebegitu khawatirnya mereka terhadap Stefan.
Memangnya seperti apa kasih sayang Kakek Sanjaya terhadap Stefan? Bagaimana bisa Kakek Sanjaya mengedepankan Stefan daripada yang lain, bahkan terhadap anak kandungnya sendiri? Apa yang spesial dari Stefan?
Kilas balik.
Ketika Stefan masih bujang dan berstatus mahasiswa, dia mendapat sebuah tawaran dari perusahaan besar untuk mengatasi permasalahan yang sedang terjadi. Perusahaan tersebut adalah Sanjaya Group milik Kakek Sanjaya yang mempayungi beberapa perusahaan di bawahnya.
Profit Sanjaya Group merosot tajam dikarenakan investor dan konsumen mereka pada kabur. Usut punya usut, rupanya di balik peristiwa tersebut ada sekelompok orang jahat yang memanfaatkan dunia siber untuk menjatuhkan Sanjaya Group, dan pelakunya merupakan lawan bisnis mereka sendiri.
Nah, bagi siapa saja yang mampu menemukan keberadaan si hacker jahat akan diberikan imbalan besar. Sebenarnya Stefan bukanlah orang satu-satunya yang mampu melaksanakan tugas tersebut, melainkan ada banyak para ahli IT yang mampu melakukannya.
Namun, Stefan beruntung karena dia orang pertama yang mendaftar. Lagi pula dia tidak terlalu mengharapkan bayaran besar. Baginya, tugas itu untuk menguji kemampuan hackingnya saja. Benar saja, dalam waktu satu hari Stefan mampu menyelesaikan tugas tersebut dengan sangat baik.
Oleh sebab itu, Kakek Sanjaya menawarkan pekerjaan kepada Stefan jika setelah lulus nanti. Tapi Stefan dengan berat hati menolak karena sudah terlebih dahulu mendapat tawaran dari AlfaTech, perusahaan IT ternama yang sangat didambakan oleh Stefan.
Karena Stefan tidak punya siapa-siapa, maka Kakek Sanjaya makin sayang terhadapnya. Cukup sering Stefan bertemu dengan Kakek Sanjaya dan membicarakan banyak hal. Terutama soal bisnis dan IT. Selain kecerdasannya, Stefan punya kepribadian baik, rendah hati, dan suka menolong.
Kakek Sanjaya memperkenalkan Lionny Fransisca Sanjaya kepada Stefan. Karena dorongan dari Kakek Sanjaya, mereka pun berpacaran selama lebih kurang satu tahun. Pada saat itu Stefan dan Lionny sangat dimanja sekali oleh Kakek Sanjaya. Seolah-olah hanya dua orang inilah penerus keluarga.
Sampai pada awal pernikahan, Kakek Sanjaya membangga-banggakan Stefan dan Lionny di hadapan seluruh karyawannya. Begitulah cerita singkat hubungan dekat antara Stefan dan Kakek Sanjaya. Sebuah cerita yang menggelisahkan Bobby beserta istri dan kedua anaknya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 124 Episodes
Comments
Adi top Adi
is payah
2024-02-12
0
Firman Firman
semngat Stefen💪💪
2024-01-18
0
Rianti Dumai
baik Stef tinggal'an rumah mertuanya,biar taw rasa,,trs cari loker perusahaan lain ,,,greget X yg baca
2024-01-08
0