“Aku tidak percaya!” Stefan tercengang.
“Sumpah, demi Tuhan, aku tidak bohong.”
“Kenapa kau tidak bekerja di sana ikut ayahmu?”
“Selain tidak dibolehkan oleh ayahku, aku juga hanya berkeinginan bekerja di Indonesia.”
“Ayahmu tinggal di Jakarta, kenapa kau malah tinggal di Palembang dan bekerja di sebuah perusahaan swasta kecil?”
Grace memberikan tatapan cukup tajam. “Aku ingin cari pengalaman baru. Kenapa banyak orang mau merantau ke Jawa, terutama Jakarta? Anti-mainstream. Aku ingin mencari peruntungan di sini.”
Stefan memainkan ponselnya. “Chat aku dan ayahmu belum kuhapus. Jika aku menawarkan diri kembali dengan membawa namamu, apakah ada kemungkinan aku akan diterima?”
“Aku tidak bisa memastikan, Stefan. Tapi nanti akan aku coba bantu. Aku akan bilang pada ayahku kalau kau pantas untuk bekerja di sana. Jika diterima, bagaimana dengan urusan keluargamu?”
Stefan menyandarkan punggungnya ke dinding. “Entahlah. Otakku rasanya mau pecah kalau memikirkan rumah tangga.”
\=\=\=>>>∆<<<\=\=\=
Malam harinya, Stefan menghubungi Kakek Sanjaya via telepon. Setelah mengetahui cerita soal perselingkuhan Stefan, kira-kira apa tanggapan dari Kakek Sanjaya? Apa beliau akan benci terhadap Stefan lalu mendukung Bobby dan keluarganya?
Stefan ketar-ketir dibuatnya. Jika Kakek Sanjaya marah terhadapnya, habis sudah hidupnya. Lantas siapa lagi yang akan bisa diandalkannya? Siapa lagi orang yang akan peduli terhadapnya dalam urusan rumah tangga?
Stefan terus meyakinkan Kakek Sanjaya bahwa dirinya tidak berselingkuh dengan Grace. “Kakek, percayalah padaku, mana mungkin aku melakukannya.”
“Karena Kakek tidak berada di sana, jadi Kakek tidak bisa menilai dan memutuskan. Kenapa kau menjadi ojol?”
“Pekerjaan sementara sebelum bekerja di PT Sanjaya Sawit, Kakek.”
“Kau tidak pantas bekerja seperti itu, Stefan. Sangat disayangkan sekali, kenapa kau mendapat laporan buruk dari ayah mertuamu? Padahal sebentar lagi kau akan bekerja, lalu menjadi pejabat di perusahaan.”
Stefan terus menguatkan dirinya. Jika dia bicara secara terang-terangan tentang buruknya perlakuan mereka, kira-kira apa akan menyelesaikan masalah? Malah nanti bisa jadi Bobby akan membuat cerita karangan baru yang jauh lebih parah, ujung-ujungnya akan memperkeruh keadaan. Oleh sebab itu Stefan masih berusaha menyembunyikan kepedihan di hatinya.
Cerita soal dia pergi dari rumah, alasannya ingin menenangkan diri, tanpa menjelaskan problem yang sebenarnya. Kakek Sanjaya masih menaruh rasa kasihan dan kepercayaan terhadap Stefan hingga saat ini.
\=\=\=>>>0<<<\=\=\=
John ingin belajar programmer dan ethical hacking dari Stefan. Khusus hari ini dia akan libur narik dalam rangka menimba ilmu dari sang master. Masih ada keinginan dari nya untuk menjadi seorang programmer. Maka dia terpaksa meminjam laptop milik sepupunya dan dibawa ke kos Stefan.
Dalam beberapa minggu ke depan Stefan akan mengajarkan seluk beluk apa saja yang terkait dengan siber, mulai dari progam dasar seperti John the ripper, Nikto, Acunetix, Wireshark, Social Enginer toolkit, kemudian program seperti Hackcode, lucky patcher, ettercap, termux dan lain sebagainya.
Stefan mengajarkan teknik hacking yang biasa digunakan untuk penetrasi aplikasi, seperti : SQL Injection, Cross Site Scripting (XSS), Denial of Service (DoS/DdoS), Remote Code Execution (RCE), Cross-site request forgery (CSRF or XSRF).
Untuk meng-hack aplikasi berbentuk binnary, seperti OS, firmware, game, dan aplikasi yang langsung diinstal di komputer, atau aplikasi yang berjalan sebagai service, bisa dilakukan dengan cara Reverse Engineering.
“Kau harus sabar mempelajarinya, John. Tenang, aku akan mengajarkan dari hal yang paling mudah.”
“Wah, asli sudah mulai pusing kepalaku. Sori kalau aku tidak bisa menyerap semuanya.” John menautkan kedua alisnya sambil menggeleng.
“Kau harus menguasai C,C++ dan Java. Proses mengubah kode tulis dalam bahasa tinggi menjadi bahasa tingkat rendah tanpa mengubah program asli, itulah disebut dengan reverse engineering.”
Selama berhari-hari Stefan mengajarkan teknik hacking yang digunakan untuk menyadap dan mengambil alih sistem lewat jaringan, seperti : DDoS, MiTM, Sniffing, Spoofing, dan Worm. Lalu, teknik hack user atau social engineering.
Stefan bilang, “Social Engineering bisa dipakai dalam mempengaruhi dan menguasai pikiran orang lain. Jika kau pandai bicara, tentu tak sulit untuk merayu agar orang lain tunduk padamu.”
Stefan mengajarkan teknik Phising, Whalling, Self XSS, Reverse Social Engineering, Piggy back Riding, Vishing, dan Scamming. Meskipun begitu rumit, John menerima pelajaran dari Stefan terasa lebih mudah sebab Stefan mengajarkan dengan ketenangan dan tanpa sok menggurui.
“Apa langkah-langkah yang diambil untuk melakukan hacking?” tanya John sambil sibuk memperhatikan kode-kode asing di laptop.
“Pertama, kau harus tau target dan tujuan, apa dari segi infrastruktur jaringan, fisik, atau aplikasi dan sejenisnya. Kedua, kau harus tahu kelemahan target. Yakinlah bahwa tidak ada sistem yang seratus persen aman dan kau akan berhasil menembusnya.”
Stefan melanjutkan, ketiga, pengumpulan informasi detail yang dibutuhkan. Informasi ini sangat penting untuk tahapan keempat yaitu pentesting guna menemukan celah atau vulnerabilty yang akan dieksploitasi sebagai jalan masuk ke sistem.
Seorang hacker biasanya akan membuat aplikasi kecil yang didesain untuk membawa payload yang berisi backdoor. Payload akan disusupkan melalui celah kecil dengan bantuan eksploit dan didesain agar payload terkesekusi otomatis ke sistem.
“Jika payload backdoor telah berhasil dimasukkan melalui celah kecil dengan bantuan tool eksploit, maka hacker telah masuk ke sistem. Backdoor adalah istilah untuk pintu belakang, John.”
Langkah selanjutnya adalah mempertahan akses biar tidak bisa dimasuki oleh pengguna lain, kemudian menghapus jejak atau log, langkah ini diambil agar tidak seperti yang sering dialami oleh hacker amatiran yang selalu ditangkap setelah melakukan cracking live system.
Stefan juga memberi tahu kepada John bahwa ada beberapa target yang bisa diserang. Mulai dari komponen hardware seperti komputer, WiFi AP, Router, switch, printer, dan apa saja perangkat keras yang terhubung dengan internet. Dari software akan cukup banyak juga, seperti database server, web server, ms. office, browser, OS, dan banyak lagi
“Jadi, tidak seluruh hacker jahat?” tanya John yang masih lugu.
“Hacker ialah orang yang pandai dalam hal siber, ditugaskan untuk menjaga sistem keamanan, dan memperbaiki jika ada kerusakan. Jika kelebihannya dipakai untuk menembus sistem tanpa izin untuk tujuan buruk, seperti mencuri data dan melakukan kerusakan, lebih pantas dia disebut cracker.”
“Seharusnya kau sudah kaya dengan kelebihanmu ini, Stef.”
“Dengan cara buruk? Tidak akan! Aku malah khawatir kalau ilmu dan skill yang aku punya dipakai untuk perbuatan buruk.”
“Tapi, semua bisa terjadi. Hati manusia bisa berbelok kapan saja.”
Stefan menatap tajam layar laptop, lalu muncul seringai di wajahnya. Tiba-tiba saja hatinya panas saat teringat dengan wajah-wajah kedua mertua dan kedua iparnya. Tiba-tiba saja dada Stefan sesak rasanya.
Stefan tersandar di dinding kosnya, menghela napas berkali-kali, terus menguatkan dirinya. Dia bersumpah akan membuktikan pada Bobby dan keluarganya bahwa nantinya dia akan sukses dan dikagumi!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 124 Episodes
Comments
Firman Firman
knp GK kmu kerjain Stefan mertua mu itu
2024-01-18
1
Aamanda
next thor..
2023-04-27
2