Stefan mengemasi semua pakaian-pakaiannya dalam sebuah tas besar. Semua penghargaannya yang berada di dalam lemari dimasukkan ke dalam dua buah karung. Sebelum pergi, dibersihkan dan dirapikannya kamar tidurnya.
Stefan keluar kamar, lalu mendekati istri dan ibu mertuanya bermaksud berpamitan. Namun, ibu mertuanya malah tidak peduli dan Stefan sangat dipersilakan untuk angkat kaki dari rumah ini. Dilihatnya mata istrinya, mata yang layu, sarat akan makna tapi bibirnya tak mampu bicara.
Jika pergi merupakan opsi terbaik, Stefan akan melakukannya. Meski begitu, dia belum melayangkan kata cerai terhadap istrinya karena masih berharap akan ada jalan terang lain. Stefan pergi dengan membawa hati yang hancur berkeping-keping.
Dia berjanji pada dirinya sendiri akan melakukan balas dendam terhadap mertua dan iparnya. Saat ini memang dia tidak bisa berbuat apa-apa, tapi suatu saat nanti mertua dan iparnya akan bertekuk lutut di hadapannya, yakin akan terjadi.
Stefan akhirnya memutuskan untuk mencari kos-kosan murah di sekitar Bukit Besar, dan tak butuh waktu lama akhirnya dia menemukannya. Karena tidak jauh dari Universitas Kuning, kos-kosan di sekitar sini banyak dihuni mahasiswa.
Tamunya yang pertama adalah John.
“Aku barusan beli kasur tidur untukmu. Terimalah pemberianku, Stef. “ John melihat raut wajah Stefan yang agak murung. Dia bisa menebak pasti Stefan sedang ada masalah keluarga, makanya dia tidak membicarakan apa pun yang akan menyinggung perasaan Stefan.
“Alhamdulillah. Terima kasih, John. Nanti duitmu akan aku ganti.”
John menggeleng cepat. “Tidak usah kau pikirkan. Itu hadiah dariku. Kau sangat berjasa, Stef. Kasur itu belum cukup untuk membalas jasamu.”
Stefan terharu. “Oke. Kau satu-satunya orang yang peduli padaku saat ini.”
“Asal kau mau lanjut narik lagi saja. Aku tidak punya teman.”
“Siap! Mulai besok aku akan berangkat pagi-pagi.”
Tahu kalau Stefan ingin sendiri dulu dan beristirahat, John pamit undur diri. “Jaga kesehatanmu, Stef. Ada orderan masuk.”
\=\=\=>>>∆<<<\=\=\=
Grace tidak terima telah difitnah oleh Bobby. Wanita cantik itu menyeringai marah di hadapan bosnya, juga didengar oleh karyawan lain di kantor.
“Sudah saya jelaskan bahwa saya tidak ada hubungan apa-apa dengan Stefan. Lagipula, saya tidak tahu kalau rupanya dia adalah menantu Bapak.”
Karena kepalang malu, Grace dijadikan kambing hitam oleh Bobby, biar pusat perhatian semua karyawan hanya tertuju pada Grace, dan seolah-olah Grace-lah yang harus menanggung malu. Dengan kata lain Bobby ingin menutupi bobroknya punya menantu ojol menyedihkan.
“Cukup sering Stefan mengantarmu pulang kerja. Sama seperti Stefan, kau juga pandai menutu-nutupi.” Bobby bertepuk tangan. “Tidak mungkin Stefan tidak bilang kalau dia sudah punya istri. Atau jangan-jangan kau sengaja ingin merusak hubungan rumah tangga anakku.”
Grace terperangah, matanya membulat. “Jaga mulut Bapak! Jangan mentang-mentang bos di sini lantas Bapak seenaknya saja bicara!”
Karyawan yang mendengar percakapan tersebut jadi ikut risau. Baru kali ini Grace benar-benar emosi di kantor, bagaimana tidak, saat ini dia benar-benar malu karena dituduh berselingkuh dengan menantu bos. Sangat tidak masuk akal bagi Grace, bahkan dia tidak menyangka kalau bosnya sejahat itu.
Bobby mendongakkan kepalanya. “Silakan kau keluar dari perusahaan ini jika tidak senang!”
Mata Grace berkaca-kaca. Dengan terbata-bata dia menjawab, “B-baik. Saya resign hari ini.”
\=\=\=>>>∆<<<\=\=\=
Grace menghubungi Stefan dan bermaksud ingin bertemu ngobrol empat mata. Dia penasaran, apa sebenarnya di balik semua peristiwa ini. Kenapa tiba-tiba dia dituduh yang tidak-tidak? Grace menuju ke sebuah alamat yang tadi diberikan oleh Stefan melalui chat.
“Silakan masuk, Grace.”
“Terima kasih, Stefan.” Grace mengawasi isi dalam kos. Kosong. Tidak ada apa-apa. Lalu dia duduk.
Kedua orang tersebut saling menceritakan masalah masing-masing tanpa ada yang ditutup-tutupi. Obrolan mereka berlangsung hampir setengah jam. Mendengar masalah pilu yang dihadapi Stefan, wanita itu tercengang dan tak sampai hati. Kenapa keluarga Bobby begitu tega melakukan semuanya?
“Apa dari awal mereka menerima kau?” tanya Grace penasaran.
“Aku tidak tahu isi hati mereka. Tapi kalau dilihat dari ekspresi dan sikap mereka di awal-awal pernikahan ya sepertinya mereka menerimaku. Sekali lagi, itu atas dasar penilaianku, sebabnya mereka bilang kalau sebenarnya mereka sudah menyiapkan seorang pria untuk dijodohkan pada Lionny, tapi keduluan olehku.”
Stefan menceritakan pada Grace bahwa awal kebencian sudah dimulai ketika penjodohan yang dilakukan oleh Kakek Sanjaya dan puncaknya ialah ketika dia mengalami kecelakaan dan gegar otak, kemudian diperparah menjadi seperti orang gila yang tidak bisa berbuat apa-apa.
“Stefan, informasi bahwa kau berselingkuh denganku sudah diketahui oleh Kakek Sanjaya. Dia syok mendengarnya. Beliau sempat melontarkan kalimat kebencian terhadapku. Tapi aku sudah berusaha meyakinkan pada beliau bahwa semua ini hanya salah paham.”
“Bukan salah paham. Tapi rencana ayah mertuaku. Maafkan aku, Grace. Gara-gara aku, kau jadi terlibat dalam masalah ini. Parahnya, sekarang kau keluar dari perusahaan.”
“Justru aku yang bersalah. Gara-gara aku, kau malah dituduh berselingkuh.”
“Aku yang salah. Karena aku menyembunyikan statusku. Sebenarnya, aku ingin menjadikan kau sebagai perantara agar aku bisa bekerja di sana. Tapi, kenyataannya malah tidak sesuai dengan harapan.”
“Masalahnya berada di ayah mertuamu. Jika dia baik, tentu seharusnya kau sudah bekerja di kantor, dengan itu dia juga tidak akan malu karena kau bekerja di kantoran.”
“Betul. Sayangnya, ayah mertuaku dan keluarganya sudah sangat malu karena punya menantu yang pernah gila sepertiku. Terakhir, mereka sangat malu ketika orang-orang pada tahu kalau kerjaanku hanya sebagai ojol.”
Grace sudah tahu akar masalahnya. Sekarang, bagaimana caranya dia menemukan solusi dan bisa membantu Stefan agar terlepas dari permasalahannya. Tidak hanya urusan pekerjaan, melainkan masalah pribadi dan rumah tangga. Apa bisa Grace membantu?
Dilihatnya wajah Stefan yang sedikit murung. Wajar saja jika manusia terkena problem yang amat berat, mereka akan menampilkan sebuah ekspresi yang menunjukkan perasaan mereka. Meski sedih, Stefan tetap tenang dan terkadang memaksakan senyum.
“Kau bisa hacking?” tanya Grace sambil menaikan alisnya sebelah.
Stefan mengangguk pelan. “Bisa walaupun tidak mahir.”
“Kenapa kau tidak meretas sistem keamanan bank, atau menyadap ponsel nasabah, atau yang lainnya terkair dengan IT?”
“Aplikasi ojol yang aku gunakan sekarang ini menggunakan program tambahan supaya orderannya secara otomatis banyak yang masuk. Jelas ini merupakan sebuah kecurangan. Jadi selama narik, aku selalu berpikir tentang uang yang aku dapat, halal atau tidak. Apalagi sampai berbuat buruk yang bisa merugikan orang lain. Tapi, untuk saat ini aku tidak bisa berpikir jernih.....”
Grace memotong. “Karena masalah yang tengah kau hadapi. Aku mengerti perasaanmu. Kau sudah melakukan yang terbaik, Stef. Sekarang, coba kau tenangkan dirimu, lalu cari solusi terbaik.”
“Masih belum ada. Aku juga mau melamar pekerjaan tidak bisa.”
Grace menatap mata Stefan lurus-lurus, sambil senyum dia bilang, “Jika bekerja di luar negeri, di Swiss, apa kau mau?”
“Tadi sudah aku bilang padamu, Grace, bahwa dulu aku pernah akan bekerja di perusahaan asing di Eropa, tapi tidak kesampaian. Jika ada kesempatan lagi, aku akan bersedia.”
“CEO AlfaTech Swiss, Pak Arya Sutejo, apa kau percaya kalau beliau merupakan ayah kandungku?”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 124 Episodes
Comments
Firman Firman
💞💞 aku padamu grace
2024-01-18
0
مي زين الش
mantaap grace
2024-01-18
0
Aamanda
ternyata grace anak nya big boss.. lanjut thor 👍
2023-04-27
2