Bab 15. Harapan bagi Stefan

Stefan mengemasi semua pakaian-pakaiannya dalam sebuah tas besar. Semua penghargaannya yang berada di dalam lemari dimasukkan ke dalam dua buah karung. Sebelum pergi, dibersihkan dan dirapikannya kamar tidurnya.

Stefan keluar kamar, lalu mendekati istri dan ibu mertuanya bermaksud berpamitan. Namun, ibu mertuanya malah tidak peduli dan Stefan sangat dipersilakan untuk angkat kaki dari rumah ini. Dilihatnya mata istrinya, mata yang layu, sarat akan makna tapi bibirnya tak mampu bicara.

Jika pergi merupakan opsi terbaik, Stefan akan melakukannya. Meski begitu, dia belum melayangkan kata cerai terhadap istrinya karena masih berharap akan ada jalan terang lain. Stefan pergi dengan membawa hati yang hancur berkeping-keping.

Dia berjanji pada dirinya sendiri akan melakukan balas dendam terhadap mertua dan iparnya. Saat ini memang dia tidak bisa berbuat apa-apa, tapi suatu saat nanti mertua dan iparnya akan bertekuk lutut di hadapannya, yakin akan terjadi.

Stefan akhirnya memutuskan untuk mencari kos-kosan murah di sekitar Bukit Besar, dan tak butuh waktu lama akhirnya dia menemukannya. Karena tidak jauh dari Universitas Kuning, kos-kosan di sekitar sini banyak dihuni mahasiswa.

Tamunya yang pertama adalah John.

“Aku barusan beli kasur tidur untukmu. Terimalah pemberianku, Stef. “ John melihat raut wajah Stefan yang agak murung. Dia bisa menebak pasti Stefan sedang ada masalah keluarga, makanya dia tidak membicarakan apa pun yang akan menyinggung perasaan Stefan.

“Alhamdulillah. Terima kasih, John. Nanti duitmu akan aku ganti.”

John menggeleng cepat. “Tidak usah kau pikirkan. Itu hadiah dariku. Kau sangat berjasa, Stef. Kasur itu belum cukup untuk membalas jasamu.”

Stefan terharu. “Oke. Kau satu-satunya orang yang peduli padaku saat ini.”

“Asal kau mau lanjut narik lagi saja. Aku tidak punya teman.”

“Siap! Mulai besok aku akan berangkat pagi-pagi.”

Tahu kalau Stefan ingin sendiri dulu dan beristirahat, John pamit undur diri. “Jaga kesehatanmu, Stef. Ada orderan masuk.”

\=\=\=>>>∆<<<\=\=\=

Grace tidak terima telah difitnah oleh Bobby. Wanita cantik itu menyeringai marah di hadapan bosnya, juga didengar oleh karyawan lain di kantor.

“Sudah saya jelaskan bahwa saya tidak ada hubungan apa-apa dengan Stefan. Lagipula, saya tidak tahu kalau rupanya dia adalah menantu Bapak.”

Karena kepalang malu, Grace dijadikan kambing hitam oleh Bobby, biar pusat perhatian semua karyawan hanya tertuju pada Grace, dan seolah-olah Grace-lah yang harus menanggung malu. Dengan kata lain Bobby ingin menutupi bobroknya punya menantu ojol menyedihkan.

“Cukup sering Stefan mengantarmu pulang kerja. Sama seperti Stefan, kau juga pandai menutu-nutupi.” Bobby bertepuk tangan. “Tidak mungkin Stefan tidak bilang kalau dia sudah punya istri. Atau jangan-jangan kau sengaja ingin merusak hubungan rumah tangga anakku.”

Grace terperangah, matanya membulat. “Jaga mulut Bapak! Jangan mentang-mentang bos di sini lantas Bapak seenaknya saja bicara!”

Karyawan yang mendengar percakapan tersebut jadi ikut risau. Baru kali ini Grace benar-benar emosi di kantor, bagaimana tidak, saat ini dia benar-benar malu karena dituduh berselingkuh dengan menantu bos. Sangat tidak masuk akal bagi Grace, bahkan dia tidak menyangka kalau bosnya sejahat itu.

Bobby mendongakkan kepalanya. “Silakan kau keluar dari perusahaan ini jika tidak senang!”

Mata Grace berkaca-kaca. Dengan terbata-bata dia menjawab, “B-baik. Saya resign hari ini.”

\=\=\=>>>∆<<<\=\=\=

Grace menghubungi Stefan dan bermaksud ingin bertemu ngobrol empat mata. Dia penasaran, apa sebenarnya di balik semua peristiwa ini. Kenapa tiba-tiba dia dituduh yang tidak-tidak? Grace menuju ke sebuah alamat yang tadi diberikan oleh Stefan melalui chat.

“Silakan masuk, Grace.”

“Terima kasih, Stefan.” Grace mengawasi isi dalam kos. Kosong. Tidak ada apa-apa. Lalu dia duduk.

Kedua orang tersebut saling menceritakan masalah masing-masing tanpa ada yang ditutup-tutupi. Obrolan mereka berlangsung hampir setengah jam. Mendengar masalah pilu yang dihadapi Stefan, wanita itu tercengang dan tak sampai hati. Kenapa keluarga Bobby begitu tega melakukan semuanya?

“Apa dari awal mereka menerima kau?” tanya Grace penasaran.

“Aku tidak tahu isi hati mereka. Tapi kalau dilihat dari ekspresi dan sikap mereka di awal-awal pernikahan ya sepertinya mereka menerimaku. Sekali lagi, itu atas dasar penilaianku, sebabnya mereka bilang kalau sebenarnya mereka sudah menyiapkan seorang pria untuk dijodohkan pada Lionny, tapi keduluan olehku.”

Stefan menceritakan pada Grace bahwa awal kebencian sudah dimulai ketika penjodohan yang dilakukan oleh Kakek Sanjaya dan puncaknya ialah ketika dia mengalami kecelakaan dan gegar otak, kemudian diperparah menjadi seperti orang gila yang tidak bisa berbuat apa-apa.

“Stefan, informasi bahwa kau berselingkuh denganku sudah diketahui oleh Kakek Sanjaya. Dia syok mendengarnya. Beliau sempat melontarkan kalimat kebencian terhadapku. Tapi aku sudah berusaha meyakinkan pada beliau bahwa semua ini hanya salah paham.”

“Bukan salah paham. Tapi rencana ayah mertuaku. Maafkan aku, Grace. Gara-gara aku, kau jadi terlibat dalam masalah ini. Parahnya, sekarang kau keluar dari perusahaan.”

“Justru aku yang bersalah. Gara-gara aku, kau malah dituduh berselingkuh.”

“Aku yang salah. Karena aku menyembunyikan statusku. Sebenarnya, aku ingin menjadikan kau sebagai perantara agar aku bisa bekerja di sana. Tapi, kenyataannya malah tidak sesuai dengan harapan.”

“Masalahnya berada di ayah mertuamu. Jika dia baik, tentu seharusnya kau sudah bekerja di kantor, dengan itu dia juga tidak akan malu karena kau bekerja di kantoran.”

“Betul. Sayangnya, ayah mertuaku dan keluarganya sudah sangat malu karena punya menantu yang pernah gila sepertiku. Terakhir, mereka sangat malu ketika orang-orang pada tahu kalau kerjaanku hanya sebagai ojol.”

Grace sudah tahu akar masalahnya. Sekarang, bagaimana caranya dia menemukan solusi dan bisa membantu Stefan agar terlepas dari permasalahannya. Tidak hanya urusan pekerjaan, melainkan masalah pribadi dan rumah tangga. Apa bisa Grace membantu?

Dilihatnya wajah Stefan yang sedikit murung. Wajar saja jika manusia terkena problem yang amat berat, mereka akan menampilkan sebuah ekspresi yang menunjukkan perasaan mereka. Meski sedih, Stefan tetap tenang dan terkadang memaksakan senyum.

“Kau bisa hacking?” tanya Grace sambil menaikan alisnya sebelah.

Stefan mengangguk pelan. “Bisa walaupun tidak mahir.”

“Kenapa kau tidak meretas sistem keamanan bank, atau menyadap ponsel nasabah, atau yang lainnya terkair dengan IT?”

“Aplikasi ojol yang aku gunakan sekarang ini menggunakan program tambahan supaya orderannya secara otomatis banyak yang masuk. Jelas ini merupakan sebuah kecurangan. Jadi selama narik, aku selalu berpikir tentang uang yang aku dapat, halal atau tidak. Apalagi sampai berbuat buruk yang bisa merugikan orang lain. Tapi, untuk saat ini aku tidak bisa berpikir jernih.....”

Grace memotong. “Karena masalah yang tengah kau hadapi. Aku mengerti perasaanmu. Kau sudah melakukan yang terbaik, Stef. Sekarang, coba kau tenangkan dirimu, lalu cari solusi terbaik.”

“Masih belum ada. Aku juga mau melamar pekerjaan tidak bisa.”

Grace menatap mata Stefan lurus-lurus, sambil senyum dia bilang, “Jika bekerja di luar negeri, di Swiss, apa kau mau?”

“Tadi sudah aku bilang padamu, Grace, bahwa dulu aku pernah akan bekerja di perusahaan asing di Eropa, tapi tidak kesampaian. Jika ada kesempatan lagi, aku akan bersedia.”

“CEO AlfaTech Swiss, Pak Arya Sutejo, apa kau percaya kalau beliau merupakan ayah kandungku?”

Terpopuler

Comments

Firman Firman

Firman Firman

💞💞 aku padamu grace

2024-01-18

0

مي زين الش

مي زين الش

mantaap grace

2024-01-18

0

Aamanda

Aamanda

ternyata grace anak nya big boss.. lanjut thor 👍

2023-04-27

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Menantu Benalu
2 Bab 2. Kembali Pulih
3 Bab 3. Tugas Hacking Pertama
4 Bab 4. Sanjaya Group
5 Bab 5. Bapak rumah tangga
6 Bab 6. Menguji Kembali Kemampuan
7 Bab 7. Program Gacor
8 Bab 8. Menunggu Kepulangan Kakek
9 Bab 9. Laptop baru
10 Bab 10. Kasih sayang Kakek
11 Bab 11. Bermuka dua
12 Bab 12. Dituduh berselingkuh
13 Bab 13. Bakal calon suami Lionny
14 Bab 14. Hanya bikin malu
15 Bab 15. Harapan bagi Stefan
16 Bab 16. Belajar jadi programmer
17 Bab 17. Sebuah balasan
18 Bab 18. Tugas berat
19 Bab 19. Settingan
20 Bab 20. Serba bisa
21 Bab 21. Semakin terhina
22 22. Semakin keterlaluan
23 23. Sebuah keputusan
24 24. Liburan
25 25. Lebih dihargai
26 26. Kecemburuan
27 27. Di balik semua ini?
28 28. Rencana busuk
29 29. Pembicaraan di telepon
30 30. Sebuah perpisahan
31 31. Lembaran baru
32 32. Horwerstrasse
33 33. Teman baru
34 34. AlfaProtect
35 35. Ketua Tim 18
36 36. AlfaCleaner
37 37. Acara Meriah
38 38. Maksud buruk Alan
39 39. Project balas dendam
40 40. Sebuah kemenangan
41 41. AlfaStudio
42 42. Ulah si ikal
43 43. Kado dari Stefan
44 44. Langkah membantu Stefan
45 45. Tentang Erick
46 46. Langkah yang berhasil
47 47. Dua penyakit
48 48. Menjadi CEO
49 49. Tugas Lionny
50 50. Kerja sama dengan Nano-ID
51 51. Teman lama menyebalkan
52 52. Si paling OB
53 53. Kobe beef
54 54. Tugas khusus untuk Ryan
55 55. Tikus negara
56 56. Pertemuan dengan Robert
57 57. Hanya satu hari
58 58.Peresmian
59 59. Nihil
60 60. Hasil yang tidak direncanakan
61 61. Misi balas budi
62 62. Keresahan Lionny
63 63. Sekretaris Nano-ID?
64 64. Sosok pemimpin sejati
65 65. Sebuah pertemuan
66 66. Terjebak di perasaan yang keliru
67 67. Pertemuan spesial
68 68. Pinang dibelah dua
69 69. Adu pujian
70 70. Si kacau Bobby
71 71. Ungkapan mencengangkan dari Ryan
72 72. Ditolak lagi
73 73. Duel mulut
74 74. ROG
75 75. CEO tidak merestui
76 76. Taruhan
77 77. Nama CEO kita!
78 78. Di sebuah festival
79 79. Pertemuan Besar
80 80. Persiapan sebelum pertemuan
81 81. Hari yang memalukan
82 82. Turning point
83 83. Dua badut
84 84. Semakin merendah
85 85. Rencana pembalasan
86 86. Wanita malang
87 87. Dokumen Rahasia
88 88. Sebuah balasan
89 89. Kena keroyok
90 90. Hubungan tersembunyi
91 91. Tawaran dari Stefan
92 92. Lima tahun
93 93. Pengalihan hati
94 94. Hati yang bermain
95 95. Rencana luar nalar
96 96. Rahasia yang terbongkar
97 97. Rencana yang panjang
98 98. Tangis yang pecah
99 99. Peresmian Su.Co
100 100. Kebahagiaan
101 101. Tamparan keras
102 102. Rindu
103 103. Sang pemilik baru
104 104. Wanita asing
105 105. Gairah
106 106. Sentuhan
107 107. Black star
108 108. Peretasan di bank
109 109. Heroik
110 110. Oh Harvey
111 111. Best Auto
112 112. Kartu tidak bisa digunakan
113 113. Terbaru dan Termahal
114 114. Bertemu Tuan Stone
115 115. Nafsu
116 116. Ternyata..
117 117. Melempem
118 118. Sangat terkejut
119 119. Bertemu lagi
120 120. Ide brilian
121 121. Membantu Sanjaya Group
122 122. Kasih
123 123. Kasih sayang ayah
124 124. Ending
Episodes

Updated 124 Episodes

1
Bab 1. Menantu Benalu
2
Bab 2. Kembali Pulih
3
Bab 3. Tugas Hacking Pertama
4
Bab 4. Sanjaya Group
5
Bab 5. Bapak rumah tangga
6
Bab 6. Menguji Kembali Kemampuan
7
Bab 7. Program Gacor
8
Bab 8. Menunggu Kepulangan Kakek
9
Bab 9. Laptop baru
10
Bab 10. Kasih sayang Kakek
11
Bab 11. Bermuka dua
12
Bab 12. Dituduh berselingkuh
13
Bab 13. Bakal calon suami Lionny
14
Bab 14. Hanya bikin malu
15
Bab 15. Harapan bagi Stefan
16
Bab 16. Belajar jadi programmer
17
Bab 17. Sebuah balasan
18
Bab 18. Tugas berat
19
Bab 19. Settingan
20
Bab 20. Serba bisa
21
Bab 21. Semakin terhina
22
22. Semakin keterlaluan
23
23. Sebuah keputusan
24
24. Liburan
25
25. Lebih dihargai
26
26. Kecemburuan
27
27. Di balik semua ini?
28
28. Rencana busuk
29
29. Pembicaraan di telepon
30
30. Sebuah perpisahan
31
31. Lembaran baru
32
32. Horwerstrasse
33
33. Teman baru
34
34. AlfaProtect
35
35. Ketua Tim 18
36
36. AlfaCleaner
37
37. Acara Meriah
38
38. Maksud buruk Alan
39
39. Project balas dendam
40
40. Sebuah kemenangan
41
41. AlfaStudio
42
42. Ulah si ikal
43
43. Kado dari Stefan
44
44. Langkah membantu Stefan
45
45. Tentang Erick
46
46. Langkah yang berhasil
47
47. Dua penyakit
48
48. Menjadi CEO
49
49. Tugas Lionny
50
50. Kerja sama dengan Nano-ID
51
51. Teman lama menyebalkan
52
52. Si paling OB
53
53. Kobe beef
54
54. Tugas khusus untuk Ryan
55
55. Tikus negara
56
56. Pertemuan dengan Robert
57
57. Hanya satu hari
58
58.Peresmian
59
59. Nihil
60
60. Hasil yang tidak direncanakan
61
61. Misi balas budi
62
62. Keresahan Lionny
63
63. Sekretaris Nano-ID?
64
64. Sosok pemimpin sejati
65
65. Sebuah pertemuan
66
66. Terjebak di perasaan yang keliru
67
67. Pertemuan spesial
68
68. Pinang dibelah dua
69
69. Adu pujian
70
70. Si kacau Bobby
71
71. Ungkapan mencengangkan dari Ryan
72
72. Ditolak lagi
73
73. Duel mulut
74
74. ROG
75
75. CEO tidak merestui
76
76. Taruhan
77
77. Nama CEO kita!
78
78. Di sebuah festival
79
79. Pertemuan Besar
80
80. Persiapan sebelum pertemuan
81
81. Hari yang memalukan
82
82. Turning point
83
83. Dua badut
84
84. Semakin merendah
85
85. Rencana pembalasan
86
86. Wanita malang
87
87. Dokumen Rahasia
88
88. Sebuah balasan
89
89. Kena keroyok
90
90. Hubungan tersembunyi
91
91. Tawaran dari Stefan
92
92. Lima tahun
93
93. Pengalihan hati
94
94. Hati yang bermain
95
95. Rencana luar nalar
96
96. Rahasia yang terbongkar
97
97. Rencana yang panjang
98
98. Tangis yang pecah
99
99. Peresmian Su.Co
100
100. Kebahagiaan
101
101. Tamparan keras
102
102. Rindu
103
103. Sang pemilik baru
104
104. Wanita asing
105
105. Gairah
106
106. Sentuhan
107
107. Black star
108
108. Peretasan di bank
109
109. Heroik
110
110. Oh Harvey
111
111. Best Auto
112
112. Kartu tidak bisa digunakan
113
113. Terbaru dan Termahal
114
114. Bertemu Tuan Stone
115
115. Nafsu
116
116. Ternyata..
117
117. Melempem
118
118. Sangat terkejut
119
119. Bertemu lagi
120
120. Ide brilian
121
121. Membantu Sanjaya Group
122
122. Kasih
123
123. Kasih sayang ayah
124
124. Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!