Bab 8. Menunggu Kepulangan Kakek

Pagi ini di kantor PT Sanjaya Sawit.

Seorang hacker memberikan ancaman kepada Bobby bahwa si hacker berencana akan meretas sistem keamanan perusahaan, mencuri data-data berharga, mengacaukan atau memanipulasi apa saja yang terkait dengan IT perusahaan, seperti database, website, media sosial dan semacamnya.

Layar-layar komputer di dalam kantor yang berjumlah lebih dari lima puluh menampilkan sebuah tulisan : “Itulah akibatnya kalau arogan di hadapan karyawan”. Si hacker mengaku sebagai mantan pekerja PT Sanjaya Sawit yang diberhentikan secara sepihak oleh Bobby, maka dari itu si hacker ingin balas dendam.

Programmer perusahaan tidak mampu mengatasi masalah. Begitu juga orang yang waktu itu memberikan bantuan kepada karyawan perusahaan yang sedang disadap ponsel dan media sosialnya. Bobby selaku direktur utama perusahaan dibuat pusing oleh si hacker.

Grace Santika mengetuk pintu ruang kerja Bobby, lalu dipersilakan masuk dan duduk.

“Pak Bobby, bagaimana kalau saya menyuruh teman saya untuk mengatasi masalah ini?”

“Saya sudah menyewa satu hacker andal, tapi dia tidak bisa melacak keberadaan bajingan itu. Kau yakin temanmu bisa menemukan pelakunya?”

“Akan dicoba dulu, Pak. Sore pas pulang bekerja saya akan bertemu dengannya. Barusan dia mengirimkan chat kalau dia butuh beberapa data dan juga jalan masuk ke server perusahaan, itu saja. Selebihnya dia akan bekerja dari rumah.”

“Silakan kau kerjakan!” Bobby memijat keningnya sambil menyandarkan punggung. Hari ini sistem down total. Semua komputer tidak bisa dioperasikan.

“Dia minta bayaran tiga ratus ribu dulu, Pak. Jika berhasil, dia minta bayaran sepuluh juta, bagaimana?”

“Temui bendahara. Siapkan uang dua puluh satu juta. Kasih dia satu juta sekarang. Jika dia berhasil menemukan si hacker dan mampu mengamankan sistem keamanan perusahaan, kasih dia dua puluh juta.”

Pagi ini juga Grace menghubungi Stefan melalui sambungan telepon. Beberapa kali teleponnya tidak tersambung karena memang Stefan sedang sibuk mengantar pesanan. Tiga puluh menit kemudian, Stefan mematikan aplikasinya karena sepuluh kali dia pontang-panting menyelesaikan orderan tanpa henti.

“Ada apa, Grace?”

“Semua data yang kau butuhkan sudah aku siapkan. Aku sudah kirim kau uang satu juta. Jika hari ini berhasil, besok kau akan diberi uang dua puluh juta.”

“Kau bercanda!” Stefan tak percaya.

“Aku serius. Kau punya kesempatan bekerja di sini nantinya," balas Grace.

“Sore nanti aku pinjam laptopmu. Aku kerjakan dari rumahmu, Grace.”

“Maaf, sepertinya tidak bisa, Stefan. Silakan kau kerjakan sendiri.”

KLIK!

Sesampainya di rumah, ibu mertuanya kaget mendapati Stefan sudah pulang.

“Baru jam sebelas. Keluar sana cari duit!”

“Aku sudah dapat duit, Bu. Kali ini Ibu tidak akan lagi marah padaku. Aku ada duit satu juta buat Lionny. Sekarang aku ada kerjaan penting. Permisi.”

Stefan meninggalkan ibu mertuanya karena tidak ingin kupingnya panas mendengar repetan. Di kamar, dia langsung stay focus mengutak-atik smartphone. Karena hanya bermodalkan smartphone, Stefan butuh waktu yang cukup lama untuk menyelesaikan pekerjaannya. Di mana lagi ada seorang hacker yang bekerja hanya dengan sebuah smartphone?

Satu jam. Dua jam. Tiga jam. Ayo Stefan, dua puluh juta, katanya dalam hati. Bisa beli laptop.

Jika berhasil, dia kemungkinan besar akan diterima bekerja di perusahaan mertuanya, makanya dia sangat bersemangat hari ini. Meskipun sulit, dia akan terus berusaha bagaimana pun caranya. Hingga sore hari pekerjaannya belum juga selesai.

Robert menggedor-gedor pintu kamar Stefan sambil melolong, “Mulai kambuh lagi penyakit gilamu kan, Ipar Sampah!”

Bobby yang baru saja pulang dari bekerja, apalagi bawaan kesal karena perusahaannya sedang berada dalam problem besar, melampiaskan amarahnya ke menantu tidak berguna ini. Beliau menggedor-gedor pintu kamar Stefan, lalu mencerca, “Betul perkiraan kami kalau kau belum sembuh sama sekali. Obat yang sudah aku belikan itu segera habiskan semua, Menantu Benalu!”

Mendengar itu, Stefan apatis. Dia masih fokus menyelesaikan tugasnya. Tinggal sedikit lagi. Sudah ditemukannya MAC Adress si cracker. Jika si pelaku dibiarkan beraksi, perusahaan benar-benar dalam bahaya sebab si pelaku akan merusak habis semua sistem.

Sengaja Stefan tidak bilang pada mertuanya kalau dia yang membantu mengatasi masalah perusahaan saat ini karena ingin memberikan kejutan. Diharapkan nantinya sang mertua tersadar atas semua dugaan selama ini dan mengakui bahwa Stefan yang dianggap sampah rupanya bisa diandalkan.

Jam sembilan malam. Lionny masuk ke kamar Stefan. Meski dilarang keras oleh keluarganya untuk memberi perhatian terhadap Stefan, Lionny memaksakan diri untuk tetap perhatian. Lionny mengantarkan makan malam buat suaminya.

“Dari siang tadi kau belum makan.”

“Sedikit lagi, Sayang. Aku yakin, kalau berhasil, ayahmu akan percaya padaku. Aku akan bekerja di perusahaan ayahmu.” Stefan menatap mata istrinya dengan tegas. Stefan optimis dan percaya diri bahwa dia akan bisa.

“Aku selalu mendoakan yang terbaik buatmu. Aku yakin kau akan seperti dulu. Seorang pria pintar, berprestasi, dan dicari oleh banyak perusahaan.”

“Lionny! Keluar dari kamar menantu sampah ini! Suamimu belum sembuh. Cepat keluar!” titah Chyntia ketus dari balik pintu. Ada seringai di wajahnya.

Lionny mengelus rambut Stefan dengan lembut, lalu pamit. Jika Lionny ingin tidur di kamar Stefan, kedua orang tuanya selalu melarang. Jadi Lionny selalu tidur di samping ibunya. Dan setiap malam Lionny, wanita berwajah melankolis ini, akan mendengarkan ceramah dari ibunya.

“Apa yang dia kerjakan di dalam kamar dari siang tadi?” tanya Chyntia yang sedang mengibas-ngibaskan tempat tidur dengan sebuah kain.

“Mengerjakan sebuah project, katanya. Dia dijanjikan uang yang cukup besar.”

“Tidak akan bertahan lama kewarasan dia. Kau tidak usah lagi sok jadi istri yang baik di depan dia, Lionny. Ngomong-ngomong, untung kau belum hamil dari anak dia. Ibu tidak mau punya cucu dari darah daging dia.”

Rencananya dalam waktu beberapa hari ke depan, Kakek Sanjaya akan terbang ke Palembang dan berkunjung ke rumah mereka, melihat situasi yang ada di rumah. Selain itu, beliau juga bermaksud ingin mengecek dua perusahaannya yang berada di Sumatera Selatan yang bergerak di sektor perkebunan sawit dan karet atau para.

Kakek Sanjaya memang jarang berkunjung ke Palembang karena terlalu sibuk berada di Surabaya. Jika berkunjung, itu memang karena ada urusan penting dan genting, dan yang menjadi masalah genting sekarang adalah PT Sanjaya Sawit sedang berada dalam masalah yang cukup besar.

Chyntia berkata,“Nanti pas kakekmu ke rumah, bilang kalau Stefan sudah sehat karena kita semua yang merawat dan menjaganya. Rutin cek di rumah sakit. Rajin minum obat. Diperlakukan dengan baik di sini. Intinya, Stefan benar-benar baik dan nyaman tinggal di sini.”

Terpopuler

Comments

Aamanda

Aamanda

Semoga si mertua segera tobat 😁

2023-04-14

2

nacl

nacl

mati kutu lah nanti kau pak tahu menantumu sangat hebat

2023-04-05

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Menantu Benalu
2 Bab 2. Kembali Pulih
3 Bab 3. Tugas Hacking Pertama
4 Bab 4. Sanjaya Group
5 Bab 5. Bapak rumah tangga
6 Bab 6. Menguji Kembali Kemampuan
7 Bab 7. Program Gacor
8 Bab 8. Menunggu Kepulangan Kakek
9 Bab 9. Laptop baru
10 Bab 10. Kasih sayang Kakek
11 Bab 11. Bermuka dua
12 Bab 12. Dituduh berselingkuh
13 Bab 13. Bakal calon suami Lionny
14 Bab 14. Hanya bikin malu
15 Bab 15. Harapan bagi Stefan
16 Bab 16. Belajar jadi programmer
17 Bab 17. Sebuah balasan
18 Bab 18. Tugas berat
19 Bab 19. Settingan
20 Bab 20. Serba bisa
21 Bab 21. Semakin terhina
22 22. Semakin keterlaluan
23 23. Sebuah keputusan
24 24. Liburan
25 25. Lebih dihargai
26 26. Kecemburuan
27 27. Di balik semua ini?
28 28. Rencana busuk
29 29. Pembicaraan di telepon
30 30. Sebuah perpisahan
31 31. Lembaran baru
32 32. Horwerstrasse
33 33. Teman baru
34 34. AlfaProtect
35 35. Ketua Tim 18
36 36. AlfaCleaner
37 37. Acara Meriah
38 38. Maksud buruk Alan
39 39. Project balas dendam
40 40. Sebuah kemenangan
41 41. AlfaStudio
42 42. Ulah si ikal
43 43. Kado dari Stefan
44 44. Langkah membantu Stefan
45 45. Tentang Erick
46 46. Langkah yang berhasil
47 47. Dua penyakit
48 48. Menjadi CEO
49 49. Tugas Lionny
50 50. Kerja sama dengan Nano-ID
51 51. Teman lama menyebalkan
52 52. Si paling OB
53 53. Kobe beef
54 54. Tugas khusus untuk Ryan
55 55. Tikus negara
56 56. Pertemuan dengan Robert
57 57. Hanya satu hari
58 58.Peresmian
59 59. Nihil
60 60. Hasil yang tidak direncanakan
61 61. Misi balas budi
62 62. Keresahan Lionny
63 63. Sekretaris Nano-ID?
64 64. Sosok pemimpin sejati
65 65. Sebuah pertemuan
66 66. Terjebak di perasaan yang keliru
67 67. Pertemuan spesial
68 68. Pinang dibelah dua
69 69. Adu pujian
70 70. Si kacau Bobby
71 71. Ungkapan mencengangkan dari Ryan
72 72. Ditolak lagi
73 73. Duel mulut
74 74. ROG
75 75. CEO tidak merestui
76 76. Taruhan
77 77. Nama CEO kita!
78 78. Di sebuah festival
79 79. Pertemuan Besar
80 80. Persiapan sebelum pertemuan
81 81. Hari yang memalukan
82 82. Turning point
83 83. Dua badut
84 84. Semakin merendah
85 85. Rencana pembalasan
86 86. Wanita malang
87 87. Dokumen Rahasia
88 88. Sebuah balasan
89 89. Kena keroyok
90 90. Hubungan tersembunyi
91 91. Tawaran dari Stefan
92 92. Lima tahun
93 93. Pengalihan hati
94 94. Hati yang bermain
95 95. Rencana luar nalar
96 96. Rahasia yang terbongkar
97 97. Rencana yang panjang
98 98. Tangis yang pecah
99 99. Peresmian Su.Co
100 100. Kebahagiaan
101 101. Tamparan keras
102 102. Rindu
103 103. Sang pemilik baru
104 104. Wanita asing
105 105. Gairah
106 106. Sentuhan
107 107. Black star
108 108. Peretasan di bank
109 109. Heroik
110 110. Oh Harvey
111 111. Best Auto
112 112. Kartu tidak bisa digunakan
113 113. Terbaru dan Termahal
114 114. Bertemu Tuan Stone
115 115. Nafsu
116 116. Ternyata..
117 117. Melempem
118 118. Sangat terkejut
119 119. Bertemu lagi
120 120. Ide brilian
121 121. Membantu Sanjaya Group
122 122. Kasih
123 123. Kasih sayang ayah
124 124. Ending
Episodes

Updated 124 Episodes

1
Bab 1. Menantu Benalu
2
Bab 2. Kembali Pulih
3
Bab 3. Tugas Hacking Pertama
4
Bab 4. Sanjaya Group
5
Bab 5. Bapak rumah tangga
6
Bab 6. Menguji Kembali Kemampuan
7
Bab 7. Program Gacor
8
Bab 8. Menunggu Kepulangan Kakek
9
Bab 9. Laptop baru
10
Bab 10. Kasih sayang Kakek
11
Bab 11. Bermuka dua
12
Bab 12. Dituduh berselingkuh
13
Bab 13. Bakal calon suami Lionny
14
Bab 14. Hanya bikin malu
15
Bab 15. Harapan bagi Stefan
16
Bab 16. Belajar jadi programmer
17
Bab 17. Sebuah balasan
18
Bab 18. Tugas berat
19
Bab 19. Settingan
20
Bab 20. Serba bisa
21
Bab 21. Semakin terhina
22
22. Semakin keterlaluan
23
23. Sebuah keputusan
24
24. Liburan
25
25. Lebih dihargai
26
26. Kecemburuan
27
27. Di balik semua ini?
28
28. Rencana busuk
29
29. Pembicaraan di telepon
30
30. Sebuah perpisahan
31
31. Lembaran baru
32
32. Horwerstrasse
33
33. Teman baru
34
34. AlfaProtect
35
35. Ketua Tim 18
36
36. AlfaCleaner
37
37. Acara Meriah
38
38. Maksud buruk Alan
39
39. Project balas dendam
40
40. Sebuah kemenangan
41
41. AlfaStudio
42
42. Ulah si ikal
43
43. Kado dari Stefan
44
44. Langkah membantu Stefan
45
45. Tentang Erick
46
46. Langkah yang berhasil
47
47. Dua penyakit
48
48. Menjadi CEO
49
49. Tugas Lionny
50
50. Kerja sama dengan Nano-ID
51
51. Teman lama menyebalkan
52
52. Si paling OB
53
53. Kobe beef
54
54. Tugas khusus untuk Ryan
55
55. Tikus negara
56
56. Pertemuan dengan Robert
57
57. Hanya satu hari
58
58.Peresmian
59
59. Nihil
60
60. Hasil yang tidak direncanakan
61
61. Misi balas budi
62
62. Keresahan Lionny
63
63. Sekretaris Nano-ID?
64
64. Sosok pemimpin sejati
65
65. Sebuah pertemuan
66
66. Terjebak di perasaan yang keliru
67
67. Pertemuan spesial
68
68. Pinang dibelah dua
69
69. Adu pujian
70
70. Si kacau Bobby
71
71. Ungkapan mencengangkan dari Ryan
72
72. Ditolak lagi
73
73. Duel mulut
74
74. ROG
75
75. CEO tidak merestui
76
76. Taruhan
77
77. Nama CEO kita!
78
78. Di sebuah festival
79
79. Pertemuan Besar
80
80. Persiapan sebelum pertemuan
81
81. Hari yang memalukan
82
82. Turning point
83
83. Dua badut
84
84. Semakin merendah
85
85. Rencana pembalasan
86
86. Wanita malang
87
87. Dokumen Rahasia
88
88. Sebuah balasan
89
89. Kena keroyok
90
90. Hubungan tersembunyi
91
91. Tawaran dari Stefan
92
92. Lima tahun
93
93. Pengalihan hati
94
94. Hati yang bermain
95
95. Rencana luar nalar
96
96. Rahasia yang terbongkar
97
97. Rencana yang panjang
98
98. Tangis yang pecah
99
99. Peresmian Su.Co
100
100. Kebahagiaan
101
101. Tamparan keras
102
102. Rindu
103
103. Sang pemilik baru
104
104. Wanita asing
105
105. Gairah
106
106. Sentuhan
107
107. Black star
108
108. Peretasan di bank
109
109. Heroik
110
110. Oh Harvey
111
111. Best Auto
112
112. Kartu tidak bisa digunakan
113
113. Terbaru dan Termahal
114
114. Bertemu Tuan Stone
115
115. Nafsu
116
116. Ternyata..
117
117. Melempem
118
118. Sangat terkejut
119
119. Bertemu lagi
120
120. Ide brilian
121
121. Membantu Sanjaya Group
122
122. Kasih
123
123. Kasih sayang ayah
124
124. Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!