Bab 17. Sebuah balasan

Kos-kosan berwarna abu-abu ini berlantai dua dengan total ada dua puluh pintu. Kos Stefan berada paling ujung lantai dua sebelah kiri. Baru saja memarkirkan sepeda motornya, Stefan yang baru pulang narik malam ini mendapat singgungan dari dua pria penghuni kos.

“Kay, gacor apa hari ini?” tutur Frans dengan nada yang dikena-kenakan, penuh dengan ejekan. 

“Kau lihat mukaku masam dan badanku bau seperti ini. Artinya, orderan sepi sudah pergi dari pagi pulang malam.”

Kay dan Frans merupakan mahasiswa di Universitas Yellow. Kalau malam, mereka selalu duduk-duduk di depan kos sambil merokok dan bercerita.

“Kos di sini lumayan elit dan cukup mahal. Kami semua mahasiswa lho. Kau tidak malu apa ojol sendirian yang ngekos di sini?” umpat Frans sambil terkekeh.

“Kenapa harus malu? Hm, aku kan tidak punya malu.” Kay tergelak sampai tersipit-sipit matanya.

Tahu kalau dirinya sedang ditertawakan, Stefan menahan napas lalu menaiki tangga dan tidak mempedulikan ocehan dua orang itu.

Tapi, Kay melolong lagi, “Ojol sialan!”

“Ha-ha-ha.”

Stefan masih cuek dan sabar. Karena sudah terbiasa dihina, ejekan kecil barusan geli-geli saja di telinganya, apalagi dua orang itu tidak pula dikenalnya. Namun, pagi harinya pas Stefan mau berangkat narik, tiba-tiba dia terkejut ada dua kantong sampah di atas jok sepeda motornya. Mana ada cairan tumpah pula.

Padahal, kotak sampah hanya berjarak dua meter saja dari sepeda motor Stefan. Diambilnya sampah itu lalu dibuangnya ke kotak sampah. Lalu dibersihkannya jok sepeda motornya dengan air lalu dilapnya.

Ada seorang wanita penghuni kos yang kamarnya pas berseberangan dengan kamar Frans dan Kay bilang pada Stefan. “Dua orang itu semalam menaruhnya di atas jok sepeda motormu.”

Stefan hanya membalas omongan wanita berkerudung itu dengan anggukan dan sedikit senyum tipis. Jam enam pagi Stefan sudah keluar karena dia akan bersiap mengantar anak-anak sekolah. Setidaknya pagi ini dia sudah dapat lima orderan.

Stefan butuh banyak duit untuk membeli laptop lagi. Jika semua sudah lengkap, dia bermaksud ingin bekerja dari rumah karena ada banyak pekerjaan freelance untuk seorang programmer.

Aplikasi Gacor di ponselnya sangat membantu dalam menarik order masuk. Jika bertemu dengan sesama driver di jalan atau pun di resto, Stefan tidak akan bilang kalau dia menggunakan aplikasi tambahan. Dia selalu mengalihkan pembicaraan jika ditanya berapa jumlah order.

Driver nakal yang biasa menggunakan aplikasi tambahan, mud, tuyul dan semacamnya pasti akan ketahuan oleh server, sistem akan mendeteksi bahwa driver melakukan kecurangan. Namun, tidak untuk SigmaX buatan Stefan, karena hingga saat ini dia dan John masih aman-aman saja, belum ada notifikasi pemberitahuan bahwa mereka melakukan pelanggaran.

Order yang mereka terima selalu di atas dua puluh, rata-rata tiga puluh kalau pergi pagi pulang malam. Sementara driver gacor dan normal biasanya mendapat order antara lima belas sampai dua puluh, dan untuk yang paling sedikit biasanya cuma lima orderan dari pagi sampai sore.

Terkadang Stefan dan John tak sampai hati melihat ada driver yang sering anyep. Sebab, dulu mereka juga merasakan bagaimana kalau orderan sedang sepi. Namun, jika dibantu dengan SigmaX, tentu akan berbahaya juga, solusinya mereka berdua hanya bisa menyabarkan dan memberikan kata-kata motivasi.

“Facebook adikku di-hack,” ungkap John yang baru saja menyedot es kacang merah. Pandangannya terpelanting ke arah air danau.

“Bagaimana, dapat pelakunya?” Stefan memutar matanya ke kanan, memberikan lirikan ke arah wajah John.

“Aku lacak lokasi pria itu. Rupanya dia teman sekelas adikku. Hebat juga dia SMP sudah bisa hacking.”

“Kalau dia sudah bisa masuk ke email, urusannya gampang.”

John mengeluhkan dua orang penghuni kos yang berada di lantai bawah paling ujung sebelah kiri. Jika berkunjung ke kos Stefan untuk belajar IT, dua orang itu selalu mengejek kehadiran John. Entah, apa yang salah dari John.

“Kay dan Frans kalau tidak salah namanya. Mentang-mentang mereka berdua mahasiswa, sombong nian di hadapan ojol," keluh John.

“Selagi orang itu baik, aku akan baik, tapi jika orang itu berlaku buruk dan menyakitkan hatiku, tunggulah tanggal mainnya. John, aku tidak pernah ada niat untuk menyakiti perasaan orang lain meskipun hanya secuil. Tapi jika orang duluan yang berbuat, aku tidak akan tinggal diam.”

“Mau kau apakan mereka?”

“Lihat saja malam nanti. Memang beberapa hari ini sepertinya mereka sengaja mau mancing-mancing.”

Malam sekitar jam sembilan Stefan tiba di halaman kos. Seperti biasanya, Kay dan Frans pasti duduk-duduk merokok sambil mencemooh.

“Sabtu biasanya rame, Kay. Seharusnya pulang jam dua belas malam saja, tanggung jam sembilan.”

“Kau lihat mataku sudah merah,” ledek Kay sambil mempertontonkan biji matanya yang membesar di hadapan Frans. “Sakit mataku melihat aspal terus. Aspal terus.”

Frans ngakak sambil menunjuk-nunjuk Kay. “Apa paru-parumu kuat dari pagi sampai malam menyedot debu dan karbon monoksida ha?”

Kay mengucek-ngucek hidungnya yang tidak gatal. “Tenang, bulu hidungku kan lebat seperti bulu ketek untuk menjadi benteng pertahanan menghalau serangan debu jalanan dan gas beracun. Ha-ha-ha.”

Frans tertawa terbahak-bahak sampai keluar air matanya. “Parah kau ni, Jol, Jol! Yang penting gacor. Syukuri apa yang ada. Ha-ha.”

Stefan memasukkan tangannya ke kantong celana chinos cokelatnya, lalu menaiki anak-anak tangga. Sebuah gestur bahwa dia tidak ingin tangannya kotor malam ini. Pikir Stefan, mereka berdua sudah keterlaluan memberikan ejekan terhadapnya. Mereka berdua hanya menilai orang berdasarkan cover, tapi mereka tidak tahu siapa Stefan sebenarnya.

Setelah masuk pintu kosnya, Stefan melepaskan sweaternya, lalu mengistirahatkan tubuh dan jiwanya sebentar. Tubuhnya jelas capek karena seharian berada di atas sepeda motor, dan jiwanya remuk sebab barusan menerima ejekan. Lima menit istirahat, lalu Stefan mandi.

Tidak ada shower berkelas. Tidak ada batch up mewah. Namun yang ada cuma satu ember besar dan satu ember kecil, plus gayung. Setelah itu Stefan pun berpakaian dengan menggunakan celana bola dan kaos oblong putih tak bermotif, kemudian beraksi di depan ponsel.

Karena di kos-kosan ini tersedia layanan WiFi gratis, Stefan tidak akan kesulitan melakukan penyadapan terhadap dua orang yang pas berada di bawah pantatnya ini jikalau mereka berdua menyambungkan ponsel mereka ke WiFi tersebut.

Bang!

Dengan menggunakan sebuah software rancangannya sendiri, Stefan dengan mudahnya mengambil alih sistem yang ada pada ponsel mereka. Stefan dengan mudahnya bisa mengetahui email dan password yang biasa digunakan oleh Kay dan Frans untuk login di media sosial mereka.

Ketika dua orang itu sudah tidur, Stefan masuk ke akun instagram milik Kay lalu bikin insta-story yang bertuliskan : Aku disuruh oleh Frans menjelek-jelekkan seseorang yang tinggal di kos-kosan ini, lalu berbuat jahat terhadap orang itu, aku menyesal sekali sudah menuruti kemauan Frans.

Kemudian Stefan masuk ke akun instagram milik Frans lalu bikin insta-story yang bertuliskan : Aku disuruh oleh Kay menjelek-jelekkan seseorang yang tinggal di kos-kosan ini, lalu berbuat jahat terhadap orang itu, aku menyesal sekali sudah menuruti kemauan Kay.

Pagi harinya, begitu terbangun dan mengecek hp, tiba-tiba banyak sekali dm masuk. Teman-teman mereka di media sosial memberikan kritikan dan hujatan. Lantas, mereka berdua saling menyalahkan satu sama lain.

“Kau pasti diam-diam memainkan ponselku semalam,” sentak Kay emosi.

“Eh! Malah ngeles. Kau pasti sengaja buat status di instagram-ku untuk mempermalukan aku kan. Parah kau ini!” cerca Frans memberengut.

Terpopuler

Comments

Firman Firman

Firman Firman

haha mntab 👍 ank ingusan Bru bisa saja udah sombong nya selangit 😡

2024-01-19

0

Eric ardy Yahya

Eric ardy Yahya

semoga saja kalian tau rasanya saling mengejek satu sama lain . ini balasan buat meremehkan orang lain

2023-06-09

1

Aamanda

Aamanda

rasakan akibat mulut sampah kalian, kay & frans 😡

2023-04-27

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Menantu Benalu
2 Bab 2. Kembali Pulih
3 Bab 3. Tugas Hacking Pertama
4 Bab 4. Sanjaya Group
5 Bab 5. Bapak rumah tangga
6 Bab 6. Menguji Kembali Kemampuan
7 Bab 7. Program Gacor
8 Bab 8. Menunggu Kepulangan Kakek
9 Bab 9. Laptop baru
10 Bab 10. Kasih sayang Kakek
11 Bab 11. Bermuka dua
12 Bab 12. Dituduh berselingkuh
13 Bab 13. Bakal calon suami Lionny
14 Bab 14. Hanya bikin malu
15 Bab 15. Harapan bagi Stefan
16 Bab 16. Belajar jadi programmer
17 Bab 17. Sebuah balasan
18 Bab 18. Tugas berat
19 Bab 19. Settingan
20 Bab 20. Serba bisa
21 Bab 21. Semakin terhina
22 22. Semakin keterlaluan
23 23. Sebuah keputusan
24 24. Liburan
25 25. Lebih dihargai
26 26. Kecemburuan
27 27. Di balik semua ini?
28 28. Rencana busuk
29 29. Pembicaraan di telepon
30 30. Sebuah perpisahan
31 31. Lembaran baru
32 32. Horwerstrasse
33 33. Teman baru
34 34. AlfaProtect
35 35. Ketua Tim 18
36 36. AlfaCleaner
37 37. Acara Meriah
38 38. Maksud buruk Alan
39 39. Project balas dendam
40 40. Sebuah kemenangan
41 41. AlfaStudio
42 42. Ulah si ikal
43 43. Kado dari Stefan
44 44. Langkah membantu Stefan
45 45. Tentang Erick
46 46. Langkah yang berhasil
47 47. Dua penyakit
48 48. Menjadi CEO
49 49. Tugas Lionny
50 50. Kerja sama dengan Nano-ID
51 51. Teman lama menyebalkan
52 52. Si paling OB
53 53. Kobe beef
54 54. Tugas khusus untuk Ryan
55 55. Tikus negara
56 56. Pertemuan dengan Robert
57 57. Hanya satu hari
58 58.Peresmian
59 59. Nihil
60 60. Hasil yang tidak direncanakan
61 61. Misi balas budi
62 62. Keresahan Lionny
63 63. Sekretaris Nano-ID?
64 64. Sosok pemimpin sejati
65 65. Sebuah pertemuan
66 66. Terjebak di perasaan yang keliru
67 67. Pertemuan spesial
68 68. Pinang dibelah dua
69 69. Adu pujian
70 70. Si kacau Bobby
71 71. Ungkapan mencengangkan dari Ryan
72 72. Ditolak lagi
73 73. Duel mulut
74 74. ROG
75 75. CEO tidak merestui
76 76. Taruhan
77 77. Nama CEO kita!
78 78. Di sebuah festival
79 79. Pertemuan Besar
80 80. Persiapan sebelum pertemuan
81 81. Hari yang memalukan
82 82. Turning point
83 83. Dua badut
84 84. Semakin merendah
85 85. Rencana pembalasan
86 86. Wanita malang
87 87. Dokumen Rahasia
88 88. Sebuah balasan
89 89. Kena keroyok
90 90. Hubungan tersembunyi
91 91. Tawaran dari Stefan
92 92. Lima tahun
93 93. Pengalihan hati
94 94. Hati yang bermain
95 95. Rencana luar nalar
96 96. Rahasia yang terbongkar
97 97. Rencana yang panjang
98 98. Tangis yang pecah
99 99. Peresmian Su.Co
100 100. Kebahagiaan
101 101. Tamparan keras
102 102. Rindu
103 103. Sang pemilik baru
104 104. Wanita asing
105 105. Gairah
106 106. Sentuhan
107 107. Black star
108 108. Peretasan di bank
109 109. Heroik
110 110. Oh Harvey
111 111. Best Auto
112 112. Kartu tidak bisa digunakan
113 113. Terbaru dan Termahal
114 114. Bertemu Tuan Stone
115 115. Nafsu
116 116. Ternyata..
117 117. Melempem
118 118. Sangat terkejut
119 119. Bertemu lagi
120 120. Ide brilian
121 121. Membantu Sanjaya Group
122 122. Kasih
123 123. Kasih sayang ayah
124 124. Ending
Episodes

Updated 124 Episodes

1
Bab 1. Menantu Benalu
2
Bab 2. Kembali Pulih
3
Bab 3. Tugas Hacking Pertama
4
Bab 4. Sanjaya Group
5
Bab 5. Bapak rumah tangga
6
Bab 6. Menguji Kembali Kemampuan
7
Bab 7. Program Gacor
8
Bab 8. Menunggu Kepulangan Kakek
9
Bab 9. Laptop baru
10
Bab 10. Kasih sayang Kakek
11
Bab 11. Bermuka dua
12
Bab 12. Dituduh berselingkuh
13
Bab 13. Bakal calon suami Lionny
14
Bab 14. Hanya bikin malu
15
Bab 15. Harapan bagi Stefan
16
Bab 16. Belajar jadi programmer
17
Bab 17. Sebuah balasan
18
Bab 18. Tugas berat
19
Bab 19. Settingan
20
Bab 20. Serba bisa
21
Bab 21. Semakin terhina
22
22. Semakin keterlaluan
23
23. Sebuah keputusan
24
24. Liburan
25
25. Lebih dihargai
26
26. Kecemburuan
27
27. Di balik semua ini?
28
28. Rencana busuk
29
29. Pembicaraan di telepon
30
30. Sebuah perpisahan
31
31. Lembaran baru
32
32. Horwerstrasse
33
33. Teman baru
34
34. AlfaProtect
35
35. Ketua Tim 18
36
36. AlfaCleaner
37
37. Acara Meriah
38
38. Maksud buruk Alan
39
39. Project balas dendam
40
40. Sebuah kemenangan
41
41. AlfaStudio
42
42. Ulah si ikal
43
43. Kado dari Stefan
44
44. Langkah membantu Stefan
45
45. Tentang Erick
46
46. Langkah yang berhasil
47
47. Dua penyakit
48
48. Menjadi CEO
49
49. Tugas Lionny
50
50. Kerja sama dengan Nano-ID
51
51. Teman lama menyebalkan
52
52. Si paling OB
53
53. Kobe beef
54
54. Tugas khusus untuk Ryan
55
55. Tikus negara
56
56. Pertemuan dengan Robert
57
57. Hanya satu hari
58
58.Peresmian
59
59. Nihil
60
60. Hasil yang tidak direncanakan
61
61. Misi balas budi
62
62. Keresahan Lionny
63
63. Sekretaris Nano-ID?
64
64. Sosok pemimpin sejati
65
65. Sebuah pertemuan
66
66. Terjebak di perasaan yang keliru
67
67. Pertemuan spesial
68
68. Pinang dibelah dua
69
69. Adu pujian
70
70. Si kacau Bobby
71
71. Ungkapan mencengangkan dari Ryan
72
72. Ditolak lagi
73
73. Duel mulut
74
74. ROG
75
75. CEO tidak merestui
76
76. Taruhan
77
77. Nama CEO kita!
78
78. Di sebuah festival
79
79. Pertemuan Besar
80
80. Persiapan sebelum pertemuan
81
81. Hari yang memalukan
82
82. Turning point
83
83. Dua badut
84
84. Semakin merendah
85
85. Rencana pembalasan
86
86. Wanita malang
87
87. Dokumen Rahasia
88
88. Sebuah balasan
89
89. Kena keroyok
90
90. Hubungan tersembunyi
91
91. Tawaran dari Stefan
92
92. Lima tahun
93
93. Pengalihan hati
94
94. Hati yang bermain
95
95. Rencana luar nalar
96
96. Rahasia yang terbongkar
97
97. Rencana yang panjang
98
98. Tangis yang pecah
99
99. Peresmian Su.Co
100
100. Kebahagiaan
101
101. Tamparan keras
102
102. Rindu
103
103. Sang pemilik baru
104
104. Wanita asing
105
105. Gairah
106
106. Sentuhan
107
107. Black star
108
108. Peretasan di bank
109
109. Heroik
110
110. Oh Harvey
111
111. Best Auto
112
112. Kartu tidak bisa digunakan
113
113. Terbaru dan Termahal
114
114. Bertemu Tuan Stone
115
115. Nafsu
116
116. Ternyata..
117
117. Melempem
118
118. Sangat terkejut
119
119. Bertemu lagi
120
120. Ide brilian
121
121. Membantu Sanjaya Group
122
122. Kasih
123
123. Kasih sayang ayah
124
124. Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!