Bab 12. Dituduh berselingkuh

Bobby Sanjaya menjanjikan sebuah posisi strategis buat Stefan di PT Sanjaya Sawit. Stefan akan ditempatkan sebagai cyber-security dan merupakan orang pertama dan satu-satunya bertugas di pos tersebut. Tugas utamanya adalah bertanggung jawab dalam melindungi perangkat lunak, jaringan, serta pengujian berikut analisis risiko yang timbul.

Namun, janji dari Bobby awal bulan depan saja, dengan alasan Stefan butuh istirahat selama satu pekan, yang sebenarnya hanya alibi saja dari Bobby Sanjaya. Sebab, dia punya maksud buruk terhadap. Lagipula, mana sudi dia mempekerjakan menantu sampah itu.

Saat ini Bobby tengah menemani ayahnya dalam proses sidak dan pengecekan situasi kantor. Kakek Sanjaya menyapa seluruh karyawan tanpa terkecuali, beliau yang menyapa, bukan sebaliknya. Itulah alasan kenapa Kakek Sanjaya sangat dihormati sekaligus dicintai oleh para karyawannya.

“Pelaku peretasan mantan karyawan di sini?” tanya Kakek Sanya sembari mengerling dan mengawasi suasana kantor.

“Betul, Ayah. Syukurlah dia sekarang sudah diamankan pihak kepolisian.”

Kakek Sanjaya menatap anaknya sedikit gusar. “Kesalahan dia sepele, hanya telat menyelesaikan project yang kau berikan, tapi kenapa malah dipecat secara sepihak. Jika sikap burukmu itu dipertahankan, maka akan banyak karyawan yang kau pecat, kemudian mereka menjadi musuh perusahaan.”

Bobby tertunduk. “Sepertinya dia tidak mempunyai etika baik dalam bekerja.”

“Bisa kau beri teguran dan surat peringatan terlebih dahulu. Wajar dia ngamuk dan balas dendam. Setiap orang bisa saja menjadi buruk jika diperlakukan tidak pantas. Jadi mulai sekarang ubah cara kepemimpinanmu itu.”

Kakek Sanjaya dan yang lainnya kemudian menuju Musi Banyuasin untuk melihat langsung kebun dan pabrik kelapa sawit. Kakek Sanjaya disambut dengan meriah oleh sejumlah karyawan. Meskipun merupakan pemilik utama, Kakek Sanjaya tetap bersahaja dan rendah hati, serta tidak menganggap dirinya tinggi dari siapa pun.

Setelah itu, Kakek Sanjaya juga berkunjung ke PT Sanjaya Karet. Erick Kurniawan sang direktur utama perusahaan menemani Kakek Sanjaya. Meski usianya baru dua puluh delapan tahun, Erick punya kapasitas untuk memimpin perusahaan karet terbesar di Sumatera Selatan ini.

“Sudah lama saya tidak berjumpa dengan Kakek Sanjaya. Semoga Kakek sehat terus.”

“Aamiin. Terimakasih, Erick. Masih stabil harga karet?”

“Untuk saat ini masih dalam keadaan stabil, Kakek Sanjaya. Jika nanti harga karet mengalami penurunan, kita akan membatasi jumlah produksi dan penjualan namun tidak signifikan.”

Kakek Sanjaya mengawasi areal pabrik, lalu menepuk-nepuk pundak Erick. Jika sudah kagum dengan seseorang, Kakek Sanjaya akan menjadikannya sebagai orang kepercayaan. Selain Stefan dan Erick, masih ada beberapa lagi orang kepercayaan beliau, tentunya beliau tidak mungkin salah pilih orang.

Setelah semua dirasa dalam keadaan baik dan aman, Kakek Sanjaya memutuskan untuk pulang, namun beliau mampir sebentar ke kediaman Bobby di Bukit Kecil. Dari enam orang di dalam rumah hanya Lionny dan Stefan saja yang menjadi  perhatian utama Kakek Sanjaya.

“Stefan, kau carilah dulu pengalaman yang banyak yah, minimal lima tahun, Kakek dan mertuamu menjamin setelah itu kau akan menjadi manager.”

Mendengar itu, Stefan sumringah, senyumnya lebar nian. “Terima kasih, Kakek. Aku akan bekerja dengan sebaik mungkin.”

Lionny juga ikut senang mendengarnya. “Jika nanti Stefan berniat pindah bekerja di Surabaya, bagaimana Kakek?”

“Di mana saja akan Kakek penuhi. Jika Stefan maunya di Surabaya ya silakan.”

Stefan melirik wajah ibu mertuanya. Sebuah tatapan yang mengandung maksud tertentu. Stefan paham. Dia tidak ingin berseberangan dengan mertuanya. Dia menjawab. “Sebaiknya aku bekerja di Palembang dulu saja, Kakek.”

Kehadiran Kakek Sanjaya merupakan angin segar bagi Stefan. Tiga hari ini dia seperti terlepas dari kurungan, seolah keluar dari kubangan lumpur penderitaan, bak berada di tanah subur nan lapang. Stefan benar-benar plong sekali.

Namun, ketika Kakek Sanjaya telah pergi, sebagaimana badai pasti berlalu, maka angin segar itu pun juga akan berlalu. Aura gelap dan panas kembali hadir dalam rumah. Tiba-tiba suhu dan tekanan kembali naik seperti sedia kala.

“Ayah, kenapa harus menunggu awal bulan. Besok aku siap bekerja!” Stefan bersemangat.

Bobby yang tengah asyik selonjoran di sofa ruang keluarga pun bangkit. Beliau berdiri pas menghadap Stefan lurus-lurus. Dengan sangarnya beliau mencerca, “Wahai bocah kesayangan Kakek Sanjaya. Kau jangan terlalu senang dan berharap. Bersenang-senanglah dulu kau malam ini. Besok akan ada kabar bahagia buatmu.”

Kabar bahagia apa? Stefan jadi penasaran.

Robert mendengus-dengus. “Lincah sekali kau pas ada Kakek ya. Jangan pikir kau akan merasa tinggi selamanya di sini.”

Luchy yang sedari kemarin menahan hati menyentak Stefan dengan murka. “Ipar sialan! Gara-gara kau, kami jadi seperti tidak ada apa-apanya di hadapan Kakek. Mulai hari ini, cap sampah akan kembali pada dirimu!”

Mendengar itu, Stefan cuek saja, meskipun hati yang baru saja sembuh itu perlahan tercabik-cabik lagi. Stefan diperingatkan oleh mereka, jika melapor kepada Kakek Sanjaya, semua urusan akan berantakan. Stefan tak bisa berkutik.

Lionny tak banyak bunyi setelah mendapat perintah tegas dari ayahnya, bahwa mulai dari sekarang mesti menjaga jarak dari Stefan. Meski terkadang memberi pembelaan terhadap suaminya, Lionny malah diintimidasi oleh keluarganya sendiri. Makanya Lionny juga tak bisa berkutik.

“Masuk kamar sana, Menantu Sampah!” hardik Chyntia melampiaskan amarahnya.

Stefan tertatih-tatih melangkah menuju kamarnya. Stefan masih menguatkan dirinya. Meski segala upaya telah dilakukan, namun sepertinya watak mertua dan iparnya memang tidak bisa berubah. Tapi, Stefan tidak menyerah. Dia masih punya kesempatan untuk bekerja di PT Sanjaya Sawit. Masih ada waktu untuk memberikan pembuktian bahwa dia bukan benalu, bahwa dia bukanlah sampah!

...

Pagi ini di kantor PT Sanjaya Sawit. Tepatnya di ruang kerja direktur utama perusahaan.

“Serius kau kenal Stefan pas dia mengantarmu pulang kerja?”

“Betul, Pak,” balas Grace. “Sebenarnya dia menjadi ojek langganan saya. Tapi katanya untuk beberapa hari belakangan dia libur, katanya ada urusan keluarga.”

Hingga saat ini Grace tidak tahu kalau dia sedang berbicara dengan mertuanya Stefan. Bobby sengaja menutupinya sebab beliau malu punya menantu seorang ojol. Asli, alangkah malunya seorang dirut punya menantu pria yang kerjanya berpanas-panasan dan hujan-hujanan di jalan.

“Sepertinya Stefan ada ketertarikan denganmu, Grace. Apa kau naksir juga sama dia?”

“Sepertinya tidak, Pak. Hubungan kami hanya sebatas itu. Jujur, saya agak kasihan sama dia, kerjaannya payah, padahal dia punya kemampuan lebih, padahal dia seharusnya bekerja di perusahaan bagus, seperti perusahaan kita.”

Bobby menggerak-gerakkan kursinya ke kiri dan ke kanan sambil tersenyum-senyum melihat Grace. “Tukang antar pulang kerja, membantu masalah pribadi, mengharapkan rekomendasi, terus sudah saling kenal dekat satu sama lain. Apa jangan-jangan kalian berdua ada hubungan khusus?”

Grace menggeleng, lalu menampik omongan bosnya, “Serius kami tidak punya hubungan spesial apapun, Pak."

Malam harinya ketika sedang santai di rumah, Bobby memekik memanggil Stefan, menyuruhnya duduk di salah satu sofa mahal di ruang keluarga.

“Stefan! Apa kau ingin mendengar kabar bahagianya?”

Saat ini semua anggota keluarga lengkap dan berkumpul.

“Ada apa, Ayah?” Stefan pun duduk di sebelah istrinya.

“Lionny, anakku. Mending dia sakit saja. Soalnya kalau sehat, suamimu suka bertingkah aneh-aneh. Coba kalian semua dengar baik-baik! Stefan Raden Kusuma menantu dan ipar sampah ini berselinguh dengan Grace Santika sekretarisku di kantor. Setiap Grace pulang kerja, Stefan selalu mengantarnya.”

“Apa?!” Chyntia terperangah. Matanya membulat. “Kau gila, Stefan! Kau ini suami dari anakku, cuma ojol, sampah, lucu sekali seleramu sangat tinggi. Kau berselingkuh dengan sekretaris.”

Robert menggeleng tak percaya. “Sekretaris kantor perusahaan ayahku?! Kau ini tidak waras Stefan!”

“Ipar tidak tahu diri!” cerca Luchy memberengut.

Stefan membela diri. “Sumpah aku tidak berselingkuh! Aku memang kenal dengan Grace, tapi dia hanya penumpang langgananku saja.”

Bobby menunjuk-nunjuk Stefan. “Kau tidak jadi diterima bekerja!”

Terpopuler

Comments

Travel Diaryska

Travel Diaryska

emosi banget sama karakter mc nya. katanya jenius tapi dibikin bodoh 🤨

2024-12-01

0

Reni Ajja Dech

Reni Ajja Dech

kok tambah bodoh aja ya si Stefan.jika pintar jangan mau di injak injak.walaupun itu mertua sendiri

2024-10-07

0

Firman Firman

Firman Firman

jijik amat ya punya keluarga kyak 🐍

2024-01-18

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Menantu Benalu
2 Bab 2. Kembali Pulih
3 Bab 3. Tugas Hacking Pertama
4 Bab 4. Sanjaya Group
5 Bab 5. Bapak rumah tangga
6 Bab 6. Menguji Kembali Kemampuan
7 Bab 7. Program Gacor
8 Bab 8. Menunggu Kepulangan Kakek
9 Bab 9. Laptop baru
10 Bab 10. Kasih sayang Kakek
11 Bab 11. Bermuka dua
12 Bab 12. Dituduh berselingkuh
13 Bab 13. Bakal calon suami Lionny
14 Bab 14. Hanya bikin malu
15 Bab 15. Harapan bagi Stefan
16 Bab 16. Belajar jadi programmer
17 Bab 17. Sebuah balasan
18 Bab 18. Tugas berat
19 Bab 19. Settingan
20 Bab 20. Serba bisa
21 Bab 21. Semakin terhina
22 22. Semakin keterlaluan
23 23. Sebuah keputusan
24 24. Liburan
25 25. Lebih dihargai
26 26. Kecemburuan
27 27. Di balik semua ini?
28 28. Rencana busuk
29 29. Pembicaraan di telepon
30 30. Sebuah perpisahan
31 31. Lembaran baru
32 32. Horwerstrasse
33 33. Teman baru
34 34. AlfaProtect
35 35. Ketua Tim 18
36 36. AlfaCleaner
37 37. Acara Meriah
38 38. Maksud buruk Alan
39 39. Project balas dendam
40 40. Sebuah kemenangan
41 41. AlfaStudio
42 42. Ulah si ikal
43 43. Kado dari Stefan
44 44. Langkah membantu Stefan
45 45. Tentang Erick
46 46. Langkah yang berhasil
47 47. Dua penyakit
48 48. Menjadi CEO
49 49. Tugas Lionny
50 50. Kerja sama dengan Nano-ID
51 51. Teman lama menyebalkan
52 52. Si paling OB
53 53. Kobe beef
54 54. Tugas khusus untuk Ryan
55 55. Tikus negara
56 56. Pertemuan dengan Robert
57 57. Hanya satu hari
58 58.Peresmian
59 59. Nihil
60 60. Hasil yang tidak direncanakan
61 61. Misi balas budi
62 62. Keresahan Lionny
63 63. Sekretaris Nano-ID?
64 64. Sosok pemimpin sejati
65 65. Sebuah pertemuan
66 66. Terjebak di perasaan yang keliru
67 67. Pertemuan spesial
68 68. Pinang dibelah dua
69 69. Adu pujian
70 70. Si kacau Bobby
71 71. Ungkapan mencengangkan dari Ryan
72 72. Ditolak lagi
73 73. Duel mulut
74 74. ROG
75 75. CEO tidak merestui
76 76. Taruhan
77 77. Nama CEO kita!
78 78. Di sebuah festival
79 79. Pertemuan Besar
80 80. Persiapan sebelum pertemuan
81 81. Hari yang memalukan
82 82. Turning point
83 83. Dua badut
84 84. Semakin merendah
85 85. Rencana pembalasan
86 86. Wanita malang
87 87. Dokumen Rahasia
88 88. Sebuah balasan
89 89. Kena keroyok
90 90. Hubungan tersembunyi
91 91. Tawaran dari Stefan
92 92. Lima tahun
93 93. Pengalihan hati
94 94. Hati yang bermain
95 95. Rencana luar nalar
96 96. Rahasia yang terbongkar
97 97. Rencana yang panjang
98 98. Tangis yang pecah
99 99. Peresmian Su.Co
100 100. Kebahagiaan
101 101. Tamparan keras
102 102. Rindu
103 103. Sang pemilik baru
104 104. Wanita asing
105 105. Gairah
106 106. Sentuhan
107 107. Black star
108 108. Peretasan di bank
109 109. Heroik
110 110. Oh Harvey
111 111. Best Auto
112 112. Kartu tidak bisa digunakan
113 113. Terbaru dan Termahal
114 114. Bertemu Tuan Stone
115 115. Nafsu
116 116. Ternyata..
117 117. Melempem
118 118. Sangat terkejut
119 119. Bertemu lagi
120 120. Ide brilian
121 121. Membantu Sanjaya Group
122 122. Kasih
123 123. Kasih sayang ayah
124 124. Ending
Episodes

Updated 124 Episodes

1
Bab 1. Menantu Benalu
2
Bab 2. Kembali Pulih
3
Bab 3. Tugas Hacking Pertama
4
Bab 4. Sanjaya Group
5
Bab 5. Bapak rumah tangga
6
Bab 6. Menguji Kembali Kemampuan
7
Bab 7. Program Gacor
8
Bab 8. Menunggu Kepulangan Kakek
9
Bab 9. Laptop baru
10
Bab 10. Kasih sayang Kakek
11
Bab 11. Bermuka dua
12
Bab 12. Dituduh berselingkuh
13
Bab 13. Bakal calon suami Lionny
14
Bab 14. Hanya bikin malu
15
Bab 15. Harapan bagi Stefan
16
Bab 16. Belajar jadi programmer
17
Bab 17. Sebuah balasan
18
Bab 18. Tugas berat
19
Bab 19. Settingan
20
Bab 20. Serba bisa
21
Bab 21. Semakin terhina
22
22. Semakin keterlaluan
23
23. Sebuah keputusan
24
24. Liburan
25
25. Lebih dihargai
26
26. Kecemburuan
27
27. Di balik semua ini?
28
28. Rencana busuk
29
29. Pembicaraan di telepon
30
30. Sebuah perpisahan
31
31. Lembaran baru
32
32. Horwerstrasse
33
33. Teman baru
34
34. AlfaProtect
35
35. Ketua Tim 18
36
36. AlfaCleaner
37
37. Acara Meriah
38
38. Maksud buruk Alan
39
39. Project balas dendam
40
40. Sebuah kemenangan
41
41. AlfaStudio
42
42. Ulah si ikal
43
43. Kado dari Stefan
44
44. Langkah membantu Stefan
45
45. Tentang Erick
46
46. Langkah yang berhasil
47
47. Dua penyakit
48
48. Menjadi CEO
49
49. Tugas Lionny
50
50. Kerja sama dengan Nano-ID
51
51. Teman lama menyebalkan
52
52. Si paling OB
53
53. Kobe beef
54
54. Tugas khusus untuk Ryan
55
55. Tikus negara
56
56. Pertemuan dengan Robert
57
57. Hanya satu hari
58
58.Peresmian
59
59. Nihil
60
60. Hasil yang tidak direncanakan
61
61. Misi balas budi
62
62. Keresahan Lionny
63
63. Sekretaris Nano-ID?
64
64. Sosok pemimpin sejati
65
65. Sebuah pertemuan
66
66. Terjebak di perasaan yang keliru
67
67. Pertemuan spesial
68
68. Pinang dibelah dua
69
69. Adu pujian
70
70. Si kacau Bobby
71
71. Ungkapan mencengangkan dari Ryan
72
72. Ditolak lagi
73
73. Duel mulut
74
74. ROG
75
75. CEO tidak merestui
76
76. Taruhan
77
77. Nama CEO kita!
78
78. Di sebuah festival
79
79. Pertemuan Besar
80
80. Persiapan sebelum pertemuan
81
81. Hari yang memalukan
82
82. Turning point
83
83. Dua badut
84
84. Semakin merendah
85
85. Rencana pembalasan
86
86. Wanita malang
87
87. Dokumen Rahasia
88
88. Sebuah balasan
89
89. Kena keroyok
90
90. Hubungan tersembunyi
91
91. Tawaran dari Stefan
92
92. Lima tahun
93
93. Pengalihan hati
94
94. Hati yang bermain
95
95. Rencana luar nalar
96
96. Rahasia yang terbongkar
97
97. Rencana yang panjang
98
98. Tangis yang pecah
99
99. Peresmian Su.Co
100
100. Kebahagiaan
101
101. Tamparan keras
102
102. Rindu
103
103. Sang pemilik baru
104
104. Wanita asing
105
105. Gairah
106
106. Sentuhan
107
107. Black star
108
108. Peretasan di bank
109
109. Heroik
110
110. Oh Harvey
111
111. Best Auto
112
112. Kartu tidak bisa digunakan
113
113. Terbaru dan Termahal
114
114. Bertemu Tuan Stone
115
115. Nafsu
116
116. Ternyata..
117
117. Melempem
118
118. Sangat terkejut
119
119. Bertemu lagi
120
120. Ide brilian
121
121. Membantu Sanjaya Group
122
122. Kasih
123
123. Kasih sayang ayah
124
124. Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!