Elyana membaca satu persatu surat undangan yang ditujukan padanya, dan ada satu surat yang menarik perhatiannya, yaitu surat undangan pesta dari Viscount Brisena Elsdon.
Dalam buku yang dibacanya, Elyana menghadiri pesta yang diadakan oleh Viscount Brisena Elsdon karena menurut info yang ada, Pangeran Albern akan menghadiri pesta itu.
Tetapi, Elyana sangat terkejut karena Pangeran Albern tidak datang sendiri, ia datang bersama Caitlin. Walaupun hubungan mereka belum diizinkan dan benar-benar ditentang oleh Raja Barnett, Pangeran Albern tetap membawa Caitlin dengan percaya dirinya ke pesta yang diadakan oleh Viscount Brisena Elsdon.
Elyana yang melihat itu sangat marah dan tanpa pikir panjang ia menuju ke arah Caitlin dan Pangeran Albern dan langsung menampar Caitlin. Pangeran Albern yang melihat hal itu tentunya sangat emosi dengan perilaku Elyana, ia memeluk Caitlin dan memarahi Elyana atas perbuatan yang dilakukannya. Para bangsawan lain disana yang awalnya membenci Caitlin karena dia bukanlah seorang bangsawan, tapi kini kebencian itu mengarah pada Elyana, dan Caitlin pun malah mendapatkan belas kasihan dari para bangsawan lain.
Elyana yang dipenuhi dengan rasa malu itu pun segera berlari keluar dari kediaman Viscount Elsdon dengan menangis.
"Elyana, kamu benar-benar bodoh, seharusnya kamu tidak menampar wajah Caitlin dan menampar wajah Pangeran Albern saja. Hmm… Tidak, mungkin lebih baik jika kamu menampar kedua orang itu saja." Gumam Elyana sambil memegang surat dari Viscount Brisena Elsdon dan memakan kue yang disiapkan oleh Lia.
Elyana berpikir sebaiknya ia tidak pergi ke pesta itu karena mau dipikirkan berapa kali pun, lebih baik dirinya menghindari mereka berdua yang akan menghancurkan masa depan Elyana. Tapi…
"Aku penasaran dengan muka Caitlin." Gumam Elyana sambil memainkan kue di atas piring dengan garpunya.
"Dan… aku harus memastikan sesuatu tentang Willard." Elyana meletakkan kembali garpunya di samping piring kue di atas mejanya dan membunyikan lonceng untuk memanggil Lia.
"Lia, tolong tuliskan surat untuk Duke Willard Harbert untuk menjadi partner ku di pesta yang akan diadakan oleh Viscount Brisena Elsdon." Ucap Elyana sambil menunjukkan surat Viscount Brisena Elsdon kepada Lia.
"Nona Elyana… bukankah lebih baik Anda menulis suratnya sendiri? Duke Willard Harbert adalah tunangan Anda, jadi…bukankah dia akan lebih senang jika Anda mengirim surat kepadanya dengan tulisan tangan Anda?" Lia tampak ragu-ragu untuk mengatakannya.
"A-a-aku?" Wajah Elyana tiba-tiba memerah saat mendengar nama Willard dari Lia.
"Iya!" Lia tampak senang saat melihat wajah Elyana yang memerah itu.
*ehem* "B-baiklah, ambilkan peralatan untuk menulis sekarang juga."
"Baik!" Lia tampak bersemangat sekali saat melihat ekspresi wajah Elyana yang malu-malu itu.
Beberapa saat kemudian, Lia kembali dengan membawa peralatan untuk menulis surat. Lia segera meletakkan peralatan itu di meja Elyana.
Elyana mengambil selembar kertas dan fountain pen yang dibawa Lia. Elyana mencoba untuk mencoba memikirkan apa yang harus ditulisnya tapi tidak ada yang muncul di kepalanya, ia pun mencoba meminta bantuan dari Lia, tetapi Lia hanya memberikan semangat pada Elyana dan keluar dari kamarnya. Elyana yang melihat itu hanya bisa menghela napas dan kemudian kembali mencoba memikirkan apa yang harus ditulisnya.
Tanpa diketahui, sore pun tiba, Elyana akhirnya berhasil menulis surat pertamanya untuk Willard. Sambil mengangkat surat yang ditulisnya, ia terlihat tersenyum bangga melihat surat itu. Elyana pun segera memanggil Lia untuk mengirim surat itu kepada Willard. Lia hanya bisa tersenyum saat melihat banyak kertas yang berhamburan di kamar Elyana itu.
Lia mengambil surat dari Elyana dan berkata
"Saya akan memanggilkan pelayan lain untuk segera membereskan kamar Anda."
Elyana tampak tersipu malu saat melihat keadaan kamarnya yang dipenuhi dengan kertas yang berserakan dimana-mana.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 109 Episodes
Comments
DEDY
Lanjut semangat up datenya
2023-04-02
1