Pada akhirnya, setelah keluar dari toko perhiasan Elyana merasa pusing dan pingsan karena cuaca yang sangat panas. Willard sangat panik dan segera membopong Elyana ke kereta kudanya dan segera kembali ke kediaman Marquis Alston.
Para pelayan di kediaman Marquis Alston sangat panik melihat nona mereka yang pingsan. Willard segera memerintahkan mereka untuk memanggil dokter untuk memeriksa keadaan Elyana sementara Willard membopong Elyana ke kamarnya.
Setelah sampai ke kamar Elyana, Willard perlahan meletakkan Elyana di tempat tidurnya, ia bertanya pada Lia apakah Elyana mempunyai suatu penyakit yang membuatnya pingsan seperti ini. Lia menjelaskan pada Willard bahwa Elyana memang tidak terlalu tahan dengan lingkungan yang panas sejak kecil, dan itu membuatnya jarang sekali menghadiri pesta yang diadakan pada siang hari.
Willard menganggukan kepala pada penjelasan Lia dan menyuruh Lia segera keluar untuk mengecek apakah dokter nya sudah datang. Lia kemudian memberi hormat kepada Willard dan segera meninggalkan kamar Elyana. Willard masih berdiri diam disana, menatap Elyana dengan tatapan yang begitu sedih dan rasa bersalah yang sangat besar.
Tak lama kemudian, Lia datang membawa dokter ke kamar Elyana, dan saat itu juga dokter itu segera memeriksa keadaan Elyana.
Dokter itu mengatakan bahwa Elyana terkena Heat syncope yaitu kondisi dimana tubuh memaksakan diri untuk berada di lingkungan yang panas sehingga menyebabkan pingsan. Dokter itu mengatakan bahwa kondisi Elyana akan segera membaik jika dibiarkan istirahat dan menjaga tubuh Elyana tetap terhidrasi. Dokter juga berpesan untuk sebaiknya tidak membiarkan Elyana berada dalam lingkungan yang panas apalagi terkena sinaran matahari langsung dalam jangka waktu yang lama.
Setelah selesai memeriksa dan memastikan bahwa keadaan Elyana baik-baik saja, dokter itu segera memberi hormat kepada Willard dan pergi meninggalkan kediaman Marquis Alston karena harus mengurus pasien lain.
Willard tertunduk lemah di hadapan Elyana yang masih tidak sadarkan diri, rasa bersalah yang luar biasa menyelimuti hatinya, ia terus bergumam menyalahkan dirinya, tatapan kosong yang seakan sedang mengingat kejadian di masa lalu, kejadian yang membuatnya harus kehilangan segalanya.
***
Seorang anak laki-laki sedang berlarian di sebuah taman yang dipenuhi dengan begitu banyak berbagai macam bunga, ia mulai memetik bunga-bunga itu dan mencoba membuat sebuah mahkota dari bunga yang dipetiknya.
Setelah selesai membuat mahkota bunga, anak itu pun segera berlari ke seorang wanita yang begitu cantik dengan gaun yang begitu indah yang saat itu sedang meminum teh di paviliun tengah taman itu.
Dengan senangnya anak itu memanggil wanita itu dengan sebutan ibu, dengan senyuman di wajahnya, ia menyuruh ibunya untuk menundukkan kepalanya sebentar sambil menyembunyikan sesuatu di tangan belakangnya, ibunya pun dengan senang hati mengikuti permintaan anaknya itu.
Setelah ibunya menundukkan kepalanya, anak itu segera menaruh mahkota bunga yang dibuatnya ke atas kepala ibunya, dengan senyuman yang begitu polos, anak itu berkata.
"Ibu sangat cantik."
Ibunya yang melihat kelakuan anak itu hanya bisa tertawa dan mengelus kepalanya dengan lembut.
*uhuk* *uhuk*
Wanita itu menutupi mulutnya saat batuk dan saat ia melihat telapak tangannya, darah dalam jumlah yang sangat banyak mengalir dari telapak tangannya. Perlahan pandangan wanita itu menjadi buram dan perlahan semuanya menjadi gelap, anak itu hanya bisa berdiri diam saat melihat ibunya perlahan jatuh ke tanah. Ekspresi wajah anak itu yang tadi dipenuhi dengan senyuman kini hilang, ia hanya bisa melihat sosok wanita yang ia panggil ibu terbaring tak bernyawa di depannya.
Ayah anak itu datang dengan panik. Saat melihat istri yang dicintainya terbaring tak bernyawa di depannya, ia segera berlari ke tempat istrinya, mendorong anak yang masih berdiam diri disana hingga terjatuh. Pria itu hanya bisa menangis histeris saat memastikan bahwa istrinya sudah tidak bernapas lagi.
Walaupun pelaku yang meracuni teh ibunya sudah ditemukan dan di eksekusi, ayahnya masih tidak bisa menerima kematian istrinya dan mulai menyalahkan anak itu. Perlahan hidup anak itu yang dipenuhi dengan kebahagiaan kini menjadi neraka yang tak bisa dilupakan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 109 Episodes
Comments
Frando Kanan
bpk kandung Dr pria itu knp hrs slhkn pda anak kandung sendiri sih? sgt krg kerjaan
2023-05-09
0