Berita tentang Pangeran Albern Flawless yang mencoba menampar putri Marquis Alston, Elyana Alston tersebar ke seluruh Kerajaan Flawless, dan hal itu pun terdengar oleh raja Kerajaan Flawless, yaitu Barnett Flawless.
Saat mendengar putranya yang membuat kekacauan di pesta pertunangan yang diadakan oleh Duke Willard Harbert, Raja Barnett sangat marah pada putranya itu, ia melarang Pangeran Albern untuk hadir dalam segala pesta apapun, dan mengirim surat permintaan maaf kepada Duke Willard Harbert atas kekacauan yang dibuat oleh anaknya.
Willard yang menerima surat dari Raja Barnett langsung merobek surat itu.
"Omong kosong." Gumam Willard dengan tatapan dingin melihat surat yang robek itu.
Willard menyuruh asistennya menyiapkan kereta kuda untuk pergi ke kediaman Marquis Alston. Asistennya yang mendengar permintaan Willard segera menyiapkan kereta kuda yang menuju ke kediaman Marquis Alston.
Willard terlihat senang sekali saat perjalanan menuju ke kediaman Marquis Alston untuk bertemu Elyana. Tapi seketika senyuman itu hilang saat melihat ayah Elyana, Henry Alston menampar Elyana dengan keras hingga terjatuh di depan halaman kediaman Marquis Alston. Willard yang melihat itu segera berlari ke arah Elyana dan memegang pipi Elyana yang merah dengan ekspresi yang khawatir.
"Apa kamu baik-baik saja Ely?!" Tanya Willard dengan khawatir.
Willard yang awalnya khawatir dengan khawatir kini melihat ke arah ayah Elyana dengan tatapan yang sangat dingin seakan ingin membunuhnya.
"Apakah kamu sudah kehilangan akal sehatmu Marquis Alston?! Menampar anak perempuanmu sendiri?!"
"Jangan berteriak seperti itu padaku Duke Harbert, itu salahnya sendiri, aku sudah bilang padanya berkali-kali untuk tidak berurusan dengan keluarga kerajaan, sepertinya jika hampir mati saja tidak cukup untuk menyadarkan otaknya itu." Ucap Henry Alston dengan nada suara yang tenang seakan tidak merasa bersalah sama sekali setelah menampar anak satu-satunya itu.
Willard yang mendengar ucapan Henry Alston hampir kehilangan kesabarannya untuk memukul pria paruh baya itu, tapi dihentikan oleh Elyana.
Elyana perlahan bangun dari tempat dirinya terjatuh, saat Elyana sudah berdiri ia menepuk-nepuk gaunnya yang menjadi kotor karena jatuh, kemudian ia menatap ayahnya itu dengan dingin dan berkata.
"Maaf ayah, itu memang kesalahan saya karena berurusan dengan keluarga kerajaan. Tolong maafkan putrimu yang bodoh ini." Elyana menundukkan kepalanya untuk meminta maaf kepada ayahnya itu.
"Baguslah jika kamu mengerti." Ayah Elyana menerima permintaan maaf dari anaknya dengan sangat dingin.
"Saya ada janji dengan tunangan saya, jadi saya mohon undur diri, silakan menikmati istirahat Anda." Elyana perlahan mengangkat kepalanya, menarik tangan Willard dan segera pergi ke kereta kudanya.
Di dalam kereta kuda yang sedang berjalan, Willard mengoleskan salep ke pipi dan tangan Elyana yang terluka saat terjatuh tadi, suasana di dalam kereta kuda itu begitu hening.
"Maaf ya, ayahku memang selalu begitu." Elyana mengatakan permintaan maaf itu sambil mencoba tersenyum kepada Willard.
"Kenapa kamu meminta maaf? Itu bukan salahmu." Willard selesai mengoleskan salep untuk Elyana dan menutup tutup salep yang dioleskannya.
"Hahaha, begitukah?" Elyana tersenyum Awkward kepada Willard.
"Ya, makanya jangan meminta maaf seperti itu lagi." Willard melihat Elyana dengan tatapan sedih.
"Ngomong-ngomong apakah kamu sudah tau tentang kejadian yang terjadi di kediaman Earl Ellworth?" Tanya Elyana dengan sedikit khawatir.
"Hm, aku sudah tau, tapi masa lalu adalah masa lalu, tidak ada gunanya membahas hal itu sekarang bukan?" Jawab Willard dengan serius.
"Kemarin, Pangeran Albern. Sekarang, Ayahku sendiri. Hahaha, kenapa tidak ada hal yang benar dengan hidupku ya." Elyana tertawa dan tiba-tiba air matanya keluar.
Willard tersentak kaget melihat Elyana yang tiba-tiba menangis, tangan Willard langsung meraih Elyana dan memeluknya. Tangisan Elyana semakin menjadi-jadi.
"Kenapa harus selalu aku?!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 109 Episodes
Comments