Hari yang cerah seperti biasanya dan Elyana masih bermalas-malasan di kamarnya, semua hal yang Elyana dapatkan hanya dengan bermalas-malasan di kamar nya begitu luar biasa, ia dapat memakan makanan dengan kualitas tinggi, pelayan yang membantu segala keperluannya, gaun-gaun dan perhiasan yang begitu mewah, dan yang paling penting, tidak ada satupun di rumah ini yang menuntutnya untuk melakukan sesuatu ataupun menyuruhnya melakukan pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh seorang penerus keluarga Marquis Alston. Mungkin ini adalah kehidupan yang didamba-dambakan oleh semua orang di dalam kehidupan Elyana yang sebelumnya dan tentu saja untuk memperoleh sesuatu seperti ini rasanya hampir mustahil.
Namun dalam kehidupan yang begitu sempurna ini, Elyana merasa sedikit bosan, kehidupan yang sama setiap hari, orang yang sama, pemandangan yang sama, dan rutinitas yang sama setiap hari. Seperti sebuah benda mati yang tetap berada di satu tempat walaupun waktu berlalu dan pemiliknya berganti.
Elyana memang ingin tubuhnya ini memiliki hidup yang panjang, tetapi dalam keinginannya itu ada sebuah keraguan yang menyeliputi hatinya, ada begitu banyak pertanyaan dalam pikirannya.
Jika aku berhasil membuat Elyana tidak jadi di eksekusi, apa yang akan terjadi selanjutnya? Apa yang akan terjadi padaku yang sedang dalam tubuh Elyana ini? Apakah aku akan pergi menemui Tuhan? Atau aku akan dikirim ke neraka karena dosaku yang tidak menghargai nyawa yang diberikan oleh-Nya? Apa yang akan terjadi pada Elyana yang sesungguhnya? Apakah ia akan kembali ke tubuh ini? Apakah ia… masih menginginkan kehidupan ini? Kehidupan yang dipenuhi tanpa kasih sayang dari siapapun, kehidupan yang penuh dengan kesendirian ini.
"Ely"
Lamunan Elyana dibangunkan oleh Duke Willard yang membisikkan nama nya dengan lembut di telinganya.
"Ely, apa kamu baik-baik saja? Setiap kali aku masuk ke kamarmu, kamu selalu saja sedang melamun." Tanya Duke Willard dengan ekspresi yang khawatir.
"Ya, aku baik-baik saja, hanya memikirkan sesuatu yang tidak penting, ngomong-ngomong apa yang Duke- maksudku Will lakukan disini? Apa ada hal penting yang ingin disampaikan?" Jawab Elyana sambil mencoba tersenyum.
"Sudah kubilang berkali-kali untuk tidak memakai bahasa yang terlalu formal saat bersamaku, bukan?" Kali ini Duke Willard terlihat sedikit kesal karena Elyana yang selalu menggunakan bahasa yang formal walaupun mereka sudah sering bertemu.
"Baik, aku akan berusaha. Jadi, bisakah Will memberitahuku ada urusan apa hari ini?" Elyana tampak pasrah dengan kelakuan Duke Willard yang selalu datang tanpa pemberitahuan itu.
"2 minggu lagi acara pertunangan kita akan segera di selenggarakan, aku sudah menyiapkan semuanya dengan sempurna. Lalu, hari ini aku ingin mengajakmu ke kota untuk membeli gaun dan perhiasan yang kamu suka untuk acara pertunangan kita." Ucap Duke Willard dengan penuh antusias.
Elyana sedikit terkejut dengan ucapan Duke Willard tapi ia segera menganggukkan kepalanya dan menyuruh Duke Willard untuk menunggu di luar sebentar karena ia perlu bersiap-siap terlebih dahulu.
Elyana sudah mencoba berkali-kali untuk membatalkan pertunangannya itu, tapi tidak ada yang berhasil, setiap kali Elyana mencoba untuk berbicara dengan Duke Willard bahwa ia ingin membatalkan pertunangannya, tatapan Duke Willard tiba-tiba berubah menjadi sangat dingin dan ia bersikeras untuk tetap melanjutkan acara pertunangannya.
Menurut Elyana, dirinya harus bertunangan dan menikah dengan seseorang hanya karena ciuman yang diberikannya saat mabuk sangat tidak masuk akal.
Harapan Elyana untuk membatalkan pertunangan ini semakin mustahil saat Ayah Elyana, Marquis Henry Alston mengirim surat kepada Elyana bahwa ia sangat mendukung pertunangannya dengan Duke Willard Harbert.
*Sigh*
"Nona, Apakah Anda baik-baik saja? Daritadi Anda terus menghela napas berat." Tanya Lia dengan khawatir sambil menyisir rambut Elyana.
"Ya, aku baik-baik saja. Kau tau Lia? Jika saja dunia ini dipenuhi dengan orang-orang sepertimu, mungkin dunia ini akan menjadi lebih baik." Ucap Elyana dengan nada suara yang serius.
"Itu…" Lia tampak sedikit sedih dengan ucapan yang diucapkan oleh nona nya itu.
"Aku hanya bercanda, jangan terlalu dipikirkan apa yang aku katakan." Elyana merasa sedikit bersalah karena membuat Lia memasang ekspresi yang sedih.
Elyana segera berdiri dari tempat duduknya setelah Lia selesai mangatur rambutnya dan berjalan keluar pintu dengan gaun dan perhiasan yang berwarna biru muda yang disesuaikan dengan pakaian Duke Willard hari ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 109 Episodes
Comments
Frando Kanan
itu krn lo idiot....lo mlh kesel di tengah pesta situ...lalu minum wine sampai mabuk....bknny d situ lo yg bkin keslhan sendiri huh????
2023-05-09
0