Elyana dan Willard berdampingan memasuki ruangan di mana acara pertunangan mereka diselenggarakan, mereka berdua memakai pakaian yang serasi dengan warna merah. Senyuman mereka berdua membuat tamu-tamu yang hadir pada ruangan itu tertegun.
Willard mengangkat wine yang dipegangnya mengisyaratkan bahwa pesta sudah dimulai. Semua tamu yang disana pun memberi hormat kepada Willard dan Elyana.
Elyana tampak sedikit gelisah saat melihat banyak orang yang memberi hormat kepadanya, mau berapa kali pun Elyana mencoba membiasakan dirinya dalam keramaian, ia tetap merasa dirinya masih tidak terlalu suka dengan hal tersebut.
Willard menatap Elyana dengan tatapan yang menenangkan, seakan sedang ingin menenangkan Elyana bahwa semuanya akan baik-baik saja. Elyana hanya bisa tersenyum kecil saat melihat tatapan Willard.
Mata Willard menyusuri sekeliling ruangan itu, seakan sedang mencari seseorang, tapi ia tidak dapat menemukannya, kemudian Willard bertanya pada Elyana dengan rasa penasaran apakah ayahnya tidak datang.
"Dia tidak akan datang." Ucap Elyana dengan nada suara yang dingin.
"Apakah kamu sedih jika ayahmu tidak datang?" Tanya Willard dengan ekspresi yang sedikit khawatir melihat ke Elyana.
"Tidak, aku hanya merasa bahwa dari awal semuanya sudah harus begini, jika kamu menerima semua hal yang terjadi dalam hidupmu, mau hal itu hal yang sangat menyedihkan sekalipun, jika kamu menerima semuanya… maka hidupmu akan baik-baik saja, setidaknya itu yang selalu aku pikirkan." Jawab Elyana dengan tatapan yang seolah menatap ke tempat yang sangat jauh.
"Kamu mungkin benar…" Willard melihat Elyana dengan tatapan yang sedih, ia ingin menyangkal hal tersebut, tapi tidak bisa, Willard merasa bahwa di jauh lubuk hatinya ia juga merasa seperti itu.
"Maaf, di hari penting seperti ini aku malah membicarakan sesuatu yang tidak menyenangkan seperti ini." Elyana merasa bersalah terhadap Willard.
"Tidak, aku malah senang karena kamu mengatakan apa yang kamu rasakan, dan sejujurnya aku juga merasakan hal yang sama. Kita sedikit mirip bukan? Hahaha" Ucap Willard sambil tertawa kecil.
"Bagaimana dengan orang tuamu? Apakah mereka tidak datang?" Tanya Elyana sambil menatap Willard yang berada di sampingnya.
"Tidak, orang tua ku juga tidak akan datang. Mereka sudah tidak ada di dunia ini lagi."
Jawab Willard sambil mencoba mempertahankan senyumannya.
"Hmm." Elyana sebenarnya sudah tau tentang masa lalu Willard, tapi ia hanya ingin memastikannya saja.
"Kamu kelihatannya tidak terkejut tentang hal itu."
"Yah, banyak hal di dunia ini yang mengejutkan bukan? Dan aku bukanlah tipe orang yang terlalu peduli dengan hal yang mengejutkan seperti itu." Ucap Elyana dengan senyuman kecil di wajahnya.
Willard mengambil tangan Elyana kemudian mencium tangannya dan mengatakan
"Hahaha, kamu memang orang yang menarik Ely. Ayo, kita harus segera menyapa tamu-tamu kita."
Elyana dan Willard berjalan bersama menuju ke tempat di mana para bangsawan yang hadir. Dengan senyuman di wajah mereka, Elyana dan Willard mulai menyapa tamu-tamu mereka.
Musik klasik mulai dimainkan dalam ruangan itu, Willard meminta Elyana untuk berdansa dengannya dan Elyana menerima ajakan itu, mereka berdua berdansa dengan sangat anggun membuat para bangsawan yang ada di ruangan itu pun sangat terkagum-kagum dengan penampilan mereka.
Saat musik dihentikan, para bangsawan di ruangan itu memberikan tepuk tangan yang sangat meriah pada Elyana dan Willard. Para bangsawan wanita yang ada disana seperti ingin berbicara dengan Elyana tapi mereka menghentikan niat mereka saat melihat Willard menatap mereka dengan tatapan yang sangat dingin.
"Will, aku akan berbicara dengan mereka sebentar, kamu juga harus berbicara dengan bangsawan lain bukan?" Ucap Elyana dengan senyuman di wajahnya sambil melepaskan genggaman tangan Willard.
"Apa kamu akan baik-baik saja? Sepertinya beberapa dari mereka kelihatannya tidak menyukaimu?" Tanya Willard dengan ekspresi yang cemas.
"Aku akan baik-baik saja, lagipula di antara mereka ada seseorang yang aku kenal." Jawab Elyana sambil berjalan menemui para bangsawan wanita itu dan melambaikan tangannya pada Willard.
Willard hanya bisa tersenyum melihat Elyana yang melambaikan tangan padanya sambil berjalan menjauhi dirinya itu.
Di dalam hatinya seperti terdapat suara yang kecil yang mengatakan.
Aku mencintaimu Ely
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 109 Episodes
Comments
Frando Kanan
hmm.... sebelom msk Dunia novel....si bpk antagonist itu....apakh benci dgn putri kandung sendiri kh?
2023-05-09
0