"Axel, kenapa dia bisa ada di sini," batin Kayla yang tampak ketakutan, bukan takut karena sikap kasar Axel yang sudah biasa ia hadapi, tetapi ia takut suaminya itu akan membuat keributan di jalanan seperti ini.
"Sialan! Kenapa bisa pria ini bertemu dengan aku dan Kayla di sini," umpat Devano di dalam hati.
Hingga kini Axel pun telah berdiri di hadapan mereka.
Bugh …
Langsung saja Axel melayangkan pukulan pada wajah Devano untuk melampiaskan rasa amarahnya itu, ia sangat murka karena mengetahui jika pria tersebutlah yang telah membawa istrinya pergi.
"Axel, apa yang kamu lakukan!" Teriak Kayla yang merasa sangat terkejut dengan perlakuan kasar suaminya itu.
Di saat itu pula Devano pun hendak membalasnya, tetapi karena ia tidak mau membuat Kayla menjadi khawatir, sehingga ia pun mengurungkan niatnya dan membiarkan saja atas apa yang telah Axel lakukan padanya tadi. Devano juga yakin pasti akan ada saatnya ia membalas perbuatan Axel itu.
"Seharusnya kau sadar Kayla, kau itu istriku, tetapi kau malah bersama dengannya. Apa maksudmu seperti itu, hah!" Bentak Axel sembari menunjuk wajah sang istri.
"Jangan pernah membentak Kayla seperti itu. Seharusnya kau juga sadar bahwa Kayla itu pergi karena ulahmu sendiri yang tak bejus menjadi suami," ucap Devano penuh emosi.
"Diam kau! Aku tidak berbicara denganmu. Kayla Ini istriku, sekali lagi jika kau berani ikut campur urusan rumah tanggaku, aku tidak akan tinggal diam," ucap Axel.
"Tapi Kayla ini sahabatku, aku tidak terima kau memperlakukannya seperti itu. Apalagi di depan mataku," ucap Devano.
"Sudah Dev, aku tidak apa-apa kok. Terimakasih karena kamu telah menolongku. Sekarang aku harus menyelesaikan masalahku dengan Axel," ucap Kayla.
"Tapi Kay-" ucapan Devano terhenti.
"Dev aku mohon," ucap Kania memotong ucapan Devano begitu saja dan menatapnya dengan sendu.
Sehingga Devano pun mengalah dan diam saja di saat Axel menarik tangan Kayla dan membawanya masuk ke dalam mobil. Bagaimanapun juga ia sadar diri jika Kayla hanyalah masa lalunya, karena saat ini Kayla sudah menjadi istri orang lain.
****
"Berani sekali kau kabur dari apartemen lalu pergi bersama dengan mantan kekasihmu itu," ucap Axel dengan suara lantang saat mereka sedang di perjalanan.
Akan tetapi di saat itu Kayla tampak diam saja dengan menahan perih di dadanya.
"Kayla apa kau itu tuli atau bisu? Aku ini sedang berbicara denganmu. Kenapa kau sama sekali tidak pernah menghargai aku sebagai suami," ucap Axel.
"Menghargai? Kamu minta dihargai, sedangkan kamu sama sekali tidak pernah menghargaiku. Kamu sadar tidak Axel, aku pergi dari apartemen karena aku tidak sanggup melihat suamiku dengan wanita lain, kamu bermesraan dengan wanita lain tepat di depan mataku. Axel, apa kamu sama sekali tidak memikirkan bagaimana rasa sakitnya hatiku sebagai seorang istri yang dikhianati di depan mata, apa kamu tidak pernah memikirkan hal itu hah? Kamu itu benar-benar tidak punya hati," ucap Kayla yang kini pun mengeluarkan unek-uneknya itu.
"Memangnya ada yang salah? Keisha itu kekasihku, kau sendiri juga tahu kan bahwa aku sudah berhubungan dengan Keisha sejak lama dan kau yang penyebabkan Keisha pergi, sehingga aku tidak jadi menikah dengannya dan malah terjebak menikah dengan kau, wanita yang sama sekali tidak aku inginkan.
"Stop!" Teriak Kayla.
Chit …
Axel pun memberhentikan mobilnya itu secara mendadak, untungnya di saat itu jalanan yang mereka lewati sedang sepi, sehingga tidak membahayakan untuk mereka atau orang lain.
"Buka pintunya Axel, aku mau keluar dari sini. Lebih baik kamu jangan pernah lagi mengurusiku hidupku," ucap Kayla yang mencoba untuk membuka pintu mobil tetapi ternyata telah dikunci oleh Axel.
"Apa maksudmu berbicara seperti itu?" Tanya Axel.
"Bukankah kamu mengatakan jika Keisha itu kekasihmu. Ya sudah menikah saja dengannya, jangan pernah menganggapku ada. Selama ini kamu juga tidak pernah percaya saat aku mengatakan bahwa bukan aku yang melakukannya, bukan aku yang meminta Keisha pergi. Kamu tetap saja tidak percaya, kamu tetap mempercayai ucapan Keisha yang sudah jelas-jelas meninggalkan kamu. Untuk apa lagi kita mempertahankan rumah tangga yang sama sekali tidak ada artinya bagimu dan sekarang kekasihmu itu telah kembali, kamu bisa menikah dengannya, Axel," ucap Kayla dengan mata yang berkaca-kaca, tetapi sebisa mungkin ia menahan air matanya agar tidak jatuh di depan suami arogannya itu.
"Keisha itu kekasihku, kau tidak ada hak untuk melarang apapun yang aku lakukan bersamanya meskipun kita sudah menikah," ucap Axel.
"Tetapi aku istrimu. Kalau kamu ingin bersamanya, tinggalkan aku dan kamu bisa bersamanya. Kau harus memilih antara aku atau dia" ucap Kayla geram.
"Berani sekali kau berbicara seperti itu padaku. Kau itu pikir itu gampang? Apa yang harus aku katakan kepada Mommy dan Daddy jika tiba-tiba kita berpisah? Dan jangan pernah lagi kau meminta aku untuk memilih, karena aku akan tetap memilih Keisha di dalam hidupku, meskipun kau adalah istriku," ucap Axel.
"Itu urusanmu dan bukan urusanku," ucap Kayla ketus.
Dengan perasaan yang penuh amarah, Axel pun kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Seperti biasa jika Axel melakukan hal itu, maka Kayla hanya memejamkan matanya, membayangkan sesuatu hal agar ia tidak merasa takut dan tetap tenang berada di dalam mobil tersebut dengan berpegangan erat.
****
Hingga saat ini Axel pun memberhentikan mobilnya di depan sebuah hotel yang tidak Kayla ketahui sebelumnya.
Axel turun terlebih dahulu, lalu ia pun membukakan pintu mobil untuk Kayla dan meminta wanita itu untuk segera turun.
"Untuk apa kita ada di sini, Axel?" Tanya Keyla.
"Tidak perlu banyak bertanya, cepat keluar!" Titah Axel hingga Kayla pulang keluar dari mobil tersebut.
"Kenapa kamu membawaku ke sini?" Tanya Kayla karena di saat itu Axel menggenggam tangannya dan membawanya masuk ke dalam hotel, bagi yang tidak mengetahui kisah rumah tangga mereka pastinya akan merasa sangat iri melihat perlakuan romantis dari Axel terhadap istrinya itu.
"Lebih baik kau ikut saja," ucap Axel.
Lalu mereka berdua pun berjalan dan masuk ke dalam lift untuk menuju ke lantai 4.
Kini mereka sudah tiba di depan sebuah kamar hotel. Segera saja Axel membuka pintu kamar tersebut, lalu menarik tangan Kayla dan membawanya masuk ke dalam.
"Kenapa kamu membawaku ke sini? Apa yang sebenarnya ingin kamu lakukan terhadapku?" Tanya Kayla meminta penjelasan.
"Tentu saja aku ingin menghukummu, Kayla. Aku ingin bersenang-senang denganmu karena kau sudah berani pergi bersama pria lain di belakangku dan atas ucapan-ucapanmu yang tadi telah membuat aku marah," ucap Axel yang membuat Kayla pun bergidik.
Rasanya saat ini juga ia ingin kabur, tetapi itu tidak mungkin karena Axel telah mengunci pintu kamar tersebut dan saat ini terlihat sedang mendekatinya dengan tersenyum smirk. Kayla hanya bisa pasrah dengan apa yang akan Axel lakukan terhadapnya.
Bersambung …
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 79 Episodes
Comments
Maggie Toth Lim
wah bodoh Kyla,terus terang dgn keluarga kn baik dari terus jadi budak😁
2024-12-13
0
Pichaacha
wahh.. bnr² nih org. keren thor aku jd ikut terbawa emosi baca karya mu ini /Scream/
2024-07-03
1