Sosok pria yang merupakan cinta pertamanya sejak lahir ke dunia, pria yang selalu membuatnya tenang dan nyaman, pria yang selalu memberikannya solusi terbaik dan selalu menjadi orang terdepan di saat ia mempunyai masalah, saat ini terlihat sedang melangkahkan kakinya mendekatinya dengan tatapan tajam penuh amarah, yang membuat Keisha pun bergidik melihatnya. Siapa lagi pria tersebut kalau bukan ayah kandungnya sendiri, Raymond.
"Masih berani kamu pulang ke rumah ini setelah apa yang kamu lakukan? Kamu sudah membuat keluarga kita malu dan kamu juga sudah membuat Kakak kamu yang harus berkorban demi keluarga kita, apa kamu tidak pernah berpikir tentang itu Keisha!" Ucap Raymond saat sudah berdiri di hadapan Keisha dan Karina.
"Pa, maafkan aku Pa. Aku tahu kalau aku salah, tapi aku bisa menjelaskan kenapa waktu itu aku pergi. Aku benar-benar terpaksa Pa, aku tidak bermaksud membuat keluarga kita malu," ucap Keisha dengan mata berkaca-kaca.
"Kamu pikir Papa percaya dengan ucapan kamu itu. Dengan kamu memfitnah Kakak kamu, lalu kamu pergi begitu saja. Kamu benar-benar keterlaluan Keisha!" Bentak Raymond.
"Pa, sudah Pa, cukup! Seharusnya Papa senang, karena setelah lama Keisha pergi, hari ini kita melihat kepulangan anak kita. Tapi kenapa Papa malah memarahinya seperti itu, seolah Papa tidak menyukainya. Keisha ini juga anak kita Pa, dengarkan dulu penjelasannya kenapa waktu itu tiba-tiba saja dia pergi," ucap Karina yang membela anak bungsunya itu.
"Untuk apa kamu membela anak tidak tahu diri ini Ma. Sudah jelas dia ini salah karena sudah pergi begitu saja. Penjelasan apalagi yang mau kita dengar? Memangnya kurang jelas, Keisha sudah meninggalkan surat yang isinya omong kosong belaka itu," ucap Raymond yang memang sama sekali tak percaya dengan apa yang telah ditulis oleh Keisha di atas kertas waktu itu.
Dengan menahan pedih karena dimarahi oleh ayahnya serta air mata yang bercucuran, kini Keisha pun menunduk lalu bersujud di bawah kaki sang ayah, yang membuat Karina merasa terkejut melihat akan hal itu.
"Keisha! Apa yang kamu lakukan Nak, ayo kamu bangun," ucap Karina yang mendekati anaknya itu dan memegang tangannya memberi gestur agar ia segera bangun.
Sedangkan Raymond masih tampak diam saja, meskipun ia juga sangat terkejut melihat sikap anaknya itu, akan tetapi rasa kesalnya saat ini seakan melupakan bahwa wanita yang saat ini sedang bersujud di bawah kakinya itu adalah anak kandungnya sendiri, anak yang sangat ia sayangi.
"Nggak Ma, aku nggak mau bangun. Aku mau minta maaf sama Papa. Aku tahu aku salah, aku menyesal. Untuk itu hari ini aku pulang, aku akan bersujud di bawah kaki Papa, bahkan aku akan mencium kaki Papa asalkan Papa mau memaafkan aku," ucap Keisha.
"Bangun kamu Keisha, bangun!" Teriak Raymond.
"Nggak Pa, aku nggak akan bangun sampai Papa memaafkan aku. Aku benar-benar minta maaf Pa, tolong dengarkan penjelasan aku," ucap Keisha.
Karena sudah tidak tahan lagi melihat sikap anaknya yang terus aja memegangi Kakinya, bahkan hendak mencium kakinya itu jika ia tidak menghindar, ditambah lagi melihat tangisan sang istri, membuat hati Raymond juga ikut terasa perih. Akhirnya ia pun menunduk dan memegang kedua pundak Keisha, memintanya untuk segera bangun. Semarah apapun Raymond pada Keisha, ia sadar jika Keisha tetaplah anak kandungnya, darah dagingnya sendiri. Tak bisa dipungkiri jika saat bepergian Keisha, ia juga cukup terpukul dan merasa kehilangan.
****
"Sekarang kamu jelaskan, kenapa kamu waktu itu pergi dan kamu malah memfitnah Kakak kamu, seolah semua ini salah Kayla. Apa maksud kamu Keisha?" Tanya Raymond di saat mereka bertiga sudah lebih tenang dan duduk bersama.
"Aku tidak menfitnah Kak Kayla Pa, memang itu kenyataannya, Kak Kayla yang memintaku pergi meninggalkan Axel. Kak Kayla mengatakan bahwa dia mencintai Axel sejak lama, sehingga ia tidak rela melihat Axel menikah denganku Pa. Papa, Mama, aku tidak bohong. Aku melakukan hal itu karena aku tidak mau berkelahi dengan Kakakku sendiri, untuk itu aku mengalah dan memilih untuk pergi. Bukan Kak Kayla yang berkorban untuk keluarga karena telah menjadi mempelai pengganti, tetapi aku yang sudah berkorban untuk Kak Kayla Pa," ucap Keisha yang masih saja mencoba menyangkal dan menyalahkan kakaknya itu.
Setelah apa yang sudah dilakukannya, tidak mungkin semudah itu untuknya menyerahkan diri. Terlebih lagi Keisha mempunyai niat terselubung dengan kembalinya saat ini.
"Lalu untuk apa kamu kembali sekarang? Untuk apa Keisha?" Bukankah kamu sudah rela Kakak kamu itu menikah dengan Axel, bukankah kamu pergi itu karena itu merupakan keputusan kamu yang terbaik. Kamu sendiri kan yang mengatakan bahwa kamu berkorban untuk kakak kamu, lantas untuk apa lagi kamu kembali? Atau kamu datang kembali sengaja mau merebut kebahagiaan yang sudah Kakak kamu dapatkan, kamu mau merebut Axel dari kakak kamu?" Tanya Raymond Ketus.
Aku kembali karena aku sadar apa yang aku lakukan itu salah Pa, tapi aku tidak bermaksud untuk merebut Axel dari Kak Kayla. Kalau memang Kak Kayla sudah berbahagia dengan Axel, aku rela Pa. Tapi kalau seandainya Kak Kayla dan dan Axel tidak bahagia, maka aku akan kembali lagi dengan Axel, aku akan mengambil lagi apa yang seharusnya aku miliki Pa," ucap Keisha yang tak tahu malu.
"Jangan pernah kamu mengganggu kebahagiaan rumah tangga Kakak kamu atau Papa yang akan turun tangan," ancam Raymond.
Kayla tak bergeming karena mendengar kemarahan Raymond, tetapi dalam hatinya tetap saja berniat akan merebut Axel dari Kayla. Karena Axel adalah miliknya, bukan milik kakaknya itu.
"Karena Papa tidak tahu bagaimana hubungan rumah tangga mereka yang sebenarnya Pa," batin Keisha.
Karina juga terdiam, sebenarnya ia sangat tidak mempercayai apa kata-kata Keisha tentang Kayla yang sudah sangat ia kenal sifatnya, tetapi bagaimana jika itu memang benar? Apa itu mungkin bahwa Kayla yang meminta Keisha untuk pergi tepat di hari pernikahannya. Jika tidak, apa mungkin Keisha setega itu memfitnah kakaknya sendiri? Membuat Karina benar-benar kebingungan harus percaya ucapan siapa saat ini.
"Papa sama sekali tidak percaya dengan ucapan kamu itu, karena Kayla juga mempunyai kekasih. Bahkan apa kamu tahu jika kekasih Kayla sudah kembali ke sini, dia sangat terkejut karena mendapati kenyataan bahwa Kayla sudah menikah. Devano pulang ke Indonesia untuk melamar Kayla dan mengajaknya menikah sesuai dengan janjinya kepada Kayla. Tapi Semuanya hancur berantakan karena Kayla sudah menikah dengan calon suami kamu waktu itu," ucap Raymond.
"Apa? Jadi Kak Devano sudah kembali ke sini? Sepertinya aku bisa memanfaatkan hal ini," batin Keisha.
"Lalu selama ini kamu kemana saja Keisha? Dimana kamu tinggal dan dengan siapa?" Tanya Karina.
"Aku … aku," ucap Keisha yang terlihat gugup.
Ting … tung …
Akan tetapi di saat itu terdengar suara bel sehingga pandangan mereka pun teralihkan menatap ke arah pintu utama.
"Ma, biar aku saja yang membuka pintunya," ucap Keisha dan segera saja pergi, lebih baik ia menghindar karena tidak tahu harus menjawab apa kepada orang tuanya saat ini.
Keisha membuka pintu rumahnya itu dan sangat terkejut karena melihat kedatangan seseorang yang sangat ia cintai, siapa lagi kalau bukan Axel.
"Sayang," ucap Keisha yang langsung saja menghamburkan pelukannya.
"Keisha, kamu apa-apaan sih," ucap Axel yang spontan menolak Keisha hingga wanita itu pun terduduk di atas lantai.
Saat itu bertepatan dengan kedua orang tua Keisha yang hendak melihat siapa tamu yang datang dan malah melihat jelas apa yang baru saja terjadi.
Bersambung …
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 79 Episodes
Comments
Jelita S
keisha tu anjirrrrr banget gk sih,, kk kandung z difitnah
2023-03-20
3