Justin Leonardo, ia begitu muak mendengar sang istri yang menurutnya hanya mengomel saja dan sangat mengganggunya. Sehingga ia pun memutuskan untuk pergi meninggalkan rumah.
"Justin, kamu mau kemana?!" Teriak Keisha.
"Pergi lah, kamu pikir suami mana yang betah berada di rumah mendengar istrinya terus saja mengomel. Suami di rumah bukannya dimasakkan yang enak, ini setiap hari hanya masak lauk tahu tempe. Lebih baik aku keluar mencari kesenangan," ucap Justin.
"Hah, jadi kamu mau makan enak, mau dilayani dengan baik? Ya kamu kerja lah. Lagipula istri mana yang tahan mempunyai suami seperti kamu, Sudahlah pengangguran, setiap hari di rumah hanya bisanya makan tidur, main game, bahkan sama sekali tidak ada usaha untuk mencari pekerjaan," kata Keisha.
"Kamu ini benar-benar keterlaluan ya Keisha, aku baru menganggur 2 bulan saja tapi kamu sudah berani menginjak-injak harga diri suamimu seperti itu. Kamu lupa dari dulu aku juga selalu memanjakan kamu, apapun yang kamu mau selalu aku berikan. Aku juga sudah berusaha mencari pekerjaan Kei, tapi belum ada yang cocok untukku. Aku baru sadar, ternyata kamu itu benar-benar perempuan matre," ucap Justin.
"Matre bagi wanita itu realistis Justin, itu memang sudah hakikatnya sebagai seorang wanita. Kalau kamu tidak bisa membahagiakanku, kenapa waktu itu kamu mengajakku kabur untuk hidup bersama kamu. 2 bulan menganggur itu bukan waktu yang sebentar Justin, kita sudah menghabiskan uang tabungan kita semua. Lalu bagaimana kedepannya hidup kita nanti, kita mau makan apa, mau membayar uang kontrakan ini dengan apa. Ini saja sudah 2 bulan kita tidak membayar uang kontrakan rumah, untung saja yang punya kontrakan baik. Tapi bagaimana kita membayarnya bulan depan jika kamu belum juga punya pekerjaan, bisa-bisa kita akan diusir dari sini Justin. Kalau aku tahu akan seperti ini akhirnya, lebih baik kemarin aku menikah dengan Axel. Daripada hidupku menderita dan tertekan seperti ini bersamamu," ucap Keisha yang terlihat begitu emosi.
"Benar-benar istri kurang ajar, tidak tahu diri. Ya sudah kembali saja sana pada kekasihmu itu. Aku rasa kekasihmu saat ini juga sudah tidak menginginkan kamu lagi atau mungkin dia benar-benar sudah menikah dengan kakak kamu itu. Bukankah itu yang kamu inginkan," kata Justin, lalu ia pun segera saja pergi meninggalkan rumah.
Sedangkan Keisha di saat itu pun meringkuk di sudut rumahnya, menangis meratapi nasibnya dan sangat menyesal dengan apa yang sudah ia lakukan. Akan tetapi apa gunanya menyesal untuk saat ini, apakah mungkin jika ia kembali lagi, Axel akan menerimanya? Lalu bagaimana dengan keluarganya dan juga keluarga Axel? Sudah pasti mereka akan sangat murka jika melihat Keisha yang sudah memalukan keluarganya itu, kembali lagi ke hadapan mereka. Itulah yang ada di dalam pikiran Keisha saat ini.
Aku benar-benar menyesal sudah menyia-nyiakan Axel, pria yang tulus mencintaiku. Aku malah memilih mempunyai hubungan dengan Justin, bahkan sampai mengandung anaknya. Ternyata pria yang awalnya sangat manis dan sangat memanjakanku, setelah menikah dia hanyalah seorang pria yang tidak berguna. Kenapa kamu bodoh sekali Keisha," gumam Keisha.
****
Sementara itu, Axel yang baru saja pulang kerja sangat gusar karena mencari keberadaan sang istri yang tidak berada di kamarnya.
"Kayla … Kayla …! Dimana wanita itu, berani sekali dia pergi tanpa izinku, Kayla!" Teriak Axel.
Ia pun masuk ke kamar Kayla yang tampak kosong, begitu juga dengan kamar mandi yang berada di dalam kamarnya itu yang membuat Axel menjadi kebingungan. Akan tetapi saat Axel baru saja keluar dari kamar Kayla, saat ia pula bertepatan dengan Kayla yang baru saja masuk ke apartemen dengan menenteng kantong belanjaan.
"Dari mana saja kau? Kenapa kau pergi tanpa seizin ku?" Tanya Axel.
"Axel, bisa nggak kamu itu tanya baik-baik. Kenapa harus marah-marah seperti itu sih," ucap Kayla.
"Tidak bisa, karena setiap melihat wajahmu saja sudah membuatku emosi, sudah membuatku mengingat saat dua bulan yang lalu dimana calon istriku pergi meninggalkanku karena kau," ucap Axel.
Kayla memutar bola mata malas, "Ck, lagi-lagi kamu membahas soal itu. Percuma saja aku menjelaskan kepadamu Axel, tapi kamu sama sekali tidak pernah mempercayaiku."
"Aku juga tidak pernah meminta kau untuk menjelaskan apapun, karena aku tidak akan pernah mempercayai ucapanmu itu," ucap Axel.
"Ya sudah, lalu kenapa kamu harus marah-marah saat aku tidak ada di rumah. Memang ada apa? Apa urusanmu mencariku? Bukankah kamu tidak pernah peduli aku ada dimana dan mau melakukan apa saja?" Tanya Kayla menatap tajam.
"Sudah aku katakan, jangan pernah menatapku dengan tatapan seperti itu. Kau berani menantangku, hah!" Ucap Axel sembari mencengkram erat tangan Kayla yang membuat istrinya itu merintih kesakitan.
"Lepaskan Axel," pinta Kayla.
Bukannya melepas, Axel malah menarik tangan Kayla lalu membawanya ke kamar. Setelah itu Axel pun mencampakkan tubuh Kayla dengan sangat kasar ke atas kasur.
"Akh, sakit Axel. Apa sih yang kamu inginkan dariku. Kenapa kamu tiba-tiba saja marah-marah. Padahal saat ini aku sudah ada di hadapanmu, apa tidak bisa kamu mengatakan apa yang kamu inginkan," ucap Kayla.
"Jangan merasa sok penting. Jika tidak ada keperluan, aku juga tidak akan pernah mencarimu Kayla. Bersiap-siaplah, jangan membuatku malu, nanti malam kau harus ikut denganku menghadiri acara klien penting bersama rekan bisnis di perusahaan. Ini permintaan Daddy, aku tidak mau jika Daddy sampai curiga karena kau tidak ikut bersamaku. Ingat, untuk tetap berpura-pura bahwa kita adalah pasangan bahagia," ucap Axel, lalu ia pun segera saja pergi meninggalkan kamar Kayla.
Lagi-lagi Kayla menitikkan air matanya. Padahal ia sudah berusaha untuk menahan air mata itu agar tidak jatuh, padahal ia sudah terbiasa sehari-hari menghadapi sikap arogan suaminya itu, tetapi entah kenapa selalu saja ia merasakan sakit hati dan sedih jika diperlakukan kasar oleh Axel.
****
Setelah rapi dengan menggunakan setelan jas berwarna biru dongker, yang membuat Axel terlihat begitu tampan dan sudah pasti akan membuat semua wanita yang melihatnya merasa kagum, segera saja ia keluar dari kamarnya dan turun ke lantai bawah. Ia pun memilih duduk di ruang depan untuk menunggu istrinya yang masih tampak bersiap-siap.
Akan tetapi hingga 20 menit berlalu, Axel pun belum melihat tanda-tanda kemunculan Kayla sehingga membuatnya begitu bosan dan sangat kesal. Lalu ia pun memutuskan untuk menghampiri Kayla ke kamarnya.
Tok … tok … tok …
"Kayla, kenapa kau lama sekali sih. Kita bisa terlambat sampai di sana."
Suara ketukan pintu dan suara Axel itu terdengar sangat jelas di telinga Kayla. Kayla yang baru saja selesai menggunakan high heels-nya itu pun segera saja membukakan pintu untuk suaminya itu.
Setelah pintu terbuka dan Kayla keluar dari kamarnya, Axel sangat terpana melihat kecantikan sosok wanita yang saat ini berada di hadapannya. Kayla terlihat begitu cantik dengan riasan tipis yang menghiasi wajahnya, serta rambutnya yang tegerai Indah. Kayla juga menggunakan dress berwarna biru dongker yang Senada dengan Axel, serta high heels setinggi 5 cm yang menghiasi kaki jenjangnya itu membuat Kayla begitu terlihat sempurna di mana pria manapun yang melihatnya.
Bersambung …
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 79 Episodes
Comments